
Aku membawa nya dan saat itu juga ada office boy yang masuk untuk mengambil penyangga .
"Nona Lin , ada apa kamu disini ?" tanya office boy tersebut .
"Tadi aku terjebak disini , terima kasih pak ," ucap ku .
"Baiklah ," ucap nya .
Aku keluar dari gudang dan langsung masuk kedalam kamar ku .
Aku menelpon Minjun untuk masuk ke kamar ku .
"Halo , Minjun Oppa !" panggil ku .
"Ada apa ?" tanya nya .
"Bisakah kamu datang ke kamar ku sekarang" tanya ku sopan .
"Baiklah ," ucap nya .
Tidak lama kemudian dia mengetuk pintu ku dan aku membukanya .
"Ada apa ?" tanya nya .
"Aku menemukan ini ," ucap ku sambil menyodorkan berkas tersebut .
"Darimana kamu mendapatkan nya ?" tanya nya .
"Gudang ," ucap ku .
"Bagaimana bisa kamu ada di gudang ?" tanya Minjun .
"Ceritanya panjang ," ucap ku .
Aku menceritakan semua nya pada Minjun .
"Mereka tidak kapok juga , lihat saja besok ," ucap Minjun .
Aku hanya diam melihat dia yang seperti ini .
Minjun mengajak ku untuk datang ke studio .
Di sana sudah ada James dan para Cloud.
"Apakah kamu menemukan karya milik Laviosa ?" tanya James .
"Iya , aku menemukannya di gudang ," ucap ku .
"Kamu harus merahasiakan ini ," ucap James .
"Aku akan , tetapi kenapa kamu menjadi panik begini guru ?" tanya ku bingung .
"Aku ," ucap nya pelan .
"Laviosa adalah mantan pacar James ," ucap Minjun .
"Tunggu apa ?!" tanya ku.
"Tidak ada pengulangan dua kali ," ucap Minjun .
"Laviosa berumur 24 tahun ini , sedangkan James berumur 25 tahun ini ," ucap Minjun .
Laviosa lebih tua dari James ? Hmmm
"Apa yang terjadi pada Laviosa ?" tanya ku bingung .
James sangat kebingungan saat ini .
Dia terlihat frustasi .
"Guru , kamu tidak perlu menceritakan nya saat ini , aku akan menunggu nya ," ucap ku .
Minjun memberikan berkas tersebut pada James .
James menangis melihat berkas tersebut .
James menyanyikan lagu tersebut dengan perasaan yang sangat memilukan .
"Sunny , berjanjilah kepada ku , kamu nyanyikan lah lagu ini di saat final nanti , nyanyikan dengan baik ," ucap James setelah selesai menyanyikan lagu tersebut .
"Baiklah , kamu hanya perlu bersiap untuk final , sisanya kamu tidak perlu ikut campur , mengerti ?" tanya nya .
"Baiklah guru ," ucap ku .
"Jangan sampai terlalu lelah ," ucap Minjun .
"Baiklah , Oppa ," ucap ku .
Ye Jun dan Ye Seung tertawa sambil terbatuk batuk .
"Diam kalian !" ucap Minjun .
Aku tertawa melihat Minjun yang seperti ini .
"Oppa , bisakah kita berbicara berdua ?" tanya ku .
"Baiklah ," ucap nya .
Minjun dan aku keluar ruangan .
"Ada apa Sunny-ssi ? " tanya nya .
"Oppa , aku lelah , orang-orang terus saja menyerang ku ," ucap ku sedih .
"Maafkan aku , Sunny-ssi ," ucap nya pelan .
"Oppa , bisakah kita kembali saja ?" tanya ku .
"Tidak bisa , tunggu saja sebentar lagi ," ucap Minjun .
"Benarkah ?" tanya ku .
"Iya ," ucap nya .
"Baiklah ," ucap ku .
"Maafkan aku ," ucap nya lalu memelukku .
"Nee ," ucap ku .
Minjun dan aku langsung kembali ke asrama .
Saat aku baru saja masuk ke kamar ku , tiba-tiba saja semua peserta diminta untuk berkumpul di ruang berkumpul .
Aku dengan lekas langsung berkumpul disana .
Disana sudah ada Lili, James , Ron , Tom .
"Ada apa ini ?" tanya ku pada Emily .
"Aku dengar , akan ada pembagian asrama ," ucap nya .
"Untuk apa ?" tanya ku .
"Tidak tahu ," ucap nya .
"Perhatian semua !" ucap Tom tegas.
"Hari ini akan ada pembagian asrama ulang !" ucap nya .
"Kenapa ?" ucap seorang perempuan cantik yang entah namanya siapa .
"Disini terjadi pelecehan bebas , dan ini membuat asrama kita menjadi jelek , kita akan melakukan pembagian !" ucap Ron .
Mereka membacakan nama kami satu per satu .
"Sunny Lin , lantai dua , kamar nomor dua puluh lima ," ucap James.
Bukankah itu kamar ku ?
Kamar Minjun tetap sama dan kamar ku tetap sama .
Aku agak senang karena aku tetap bersama dengan Minjun .
Yah....hari berlalu dengan cepat , aku berlatih lagu yang di ciptakan Laviosa yang berjudul Owl Lady .
Gadis burung hantu yang di remehkan dan putus asa , tetapi akhirnya dia menyadari bahwa dia sangat lah istimewa karena seekor elang .