
Aku menghabiskan makan malam ku dengan cepat , lalu aku langsung pergi ke kamar dan berbaring . Aku memikirkan apa yang harus aku lakukan nanti dan aku akan menjadi apa .
Di saat aku sedang berpikir , tiba tiba menerima pesan dari Ruka . Ruka mengingatkan ku bahwa lusa adalah hari wisuda .
Aku hampir lupa jika bukan Ruka yang mengingatkan nya .
Aku kembali berimajinasi , di saat itu pula aku langsung sebuah impian yang sangat brilian .
Tetapi terlalu tinggi , lalu aku memutuskan untuk tidur saja , karena besok aku harus bekerja .
PAGI HARI
Aku bangun pagi seperti biasa , sarapan , dan pergi bekerja .
Serasa tidak ada yang spesial , aku menghitung semua keuangan kantor dan selesai dengan cepat , lalu aku memutuskan untuk pergi ke toko untuk mengambil baju wisuda ku untuk besok , tetapi saat aku di depan toko .
Aku melihat 2 orang sedang dance public , keren juga , dan aku mulai tertarik dengan hal tersebut .
KEESOKAN HARI
Acara sangatlah ramai , aku melihat Ruka , Vinda , dan Migo . Mereka sedang menunggu ku .
"Bintang malam ini telah tiba," ucap Migo.
"Hey !" ucap ku sambil tertawa.
"Baju mu sepertinya kebesaran," ucap Vinda ke Migo.
"Tidak ! " ucap Migo memberontak .
Kami semua pun tertawa .
Entah dari mana , tiba tiba seseorang datang menyenggol ku , dan dia langsung memarahi ku di depan semua orang .
Astaga , apakah masalah harus datang hari ini ? Dia murid kelas sebelah , aku jarang bertemu dengan nya .
Tetapi katanya , dia memiliki temperamen yang buruk dan juga ayah nya sangat kaya , oleh sebab itu tidak ada yang berani menyentuh nya .
"HEY ?! Kenapa kau menyenggol ku ?!" ucap nya .
" Aku tidak menyenggol mu , jelas jelas kau lah yang menyenggol ku , jika kau salah sisa minta maaf , untuk apa kau marah marah seperti ini ?" ucap ku tidak senang.
" Oh ? Begitu ? Apakah kamu tidak tau siapa ayah ku ?" tanya nya belagu.
"Ayahku adalah Richard Engels , apakah kamu tidak tau ?" tanya nya.
Ah iya ! Dia adalah Rose Engels . Anak dari Richard Engels .
Sepertinya aku mengetahui mengapa dia membenciku.
" Aku tau , lalu kenapa ? Kalaupun ayahmu adalah orang kaya , apakah yang salah harus menjadi benar ?" tanya ku .
Dia hanya terdiam
" Kali ini kau menang , tetapi lain kali kau akan tamat di tangan ku," ucap nya.
Dia meninggalkan acara .
Semua orang sepertinya senang dengan apa yang aku lakukan .
Acara berjalan sesuai rencana . Lumayan seru , ada yang menangis dan tertawa .
Aku berharap waktu bisa berhenti .
Tiba tiba aku teringat dengan imajinasi ku malam itu , lalu aku segera memanggil Ruka , Vinda , dan Migo .
" Hey !!! Kalian bertiga ! Cepat sini !" ucap ku.
" Ada apa ? " tanya Migo penasaran.
" Kabar baik atau kabar buruk ? " tanya Vinda.
"Aku memiliki suatu pemikiran," ucap ku membuat suasana menegang .
Semua nya diam dan menunggu ku melanjutkan kata kata .
"Aku gagal bergabung ke entertainment , jadi aku... ," ucapan ku tersela karena tiba tiba Dennis tidak sengaja menabrak ku.
"Maaf , aku tidak sengaja," ucap Dennis .
" Ya , tidak apa apa," ucap ku.
Lalu dia pergi bergabung dengan kerumunan lagi .
"Hey ! Lanjutkan ucapan mu , ngomong jangan setengah setengah , membuat orang bingung saja ," ujar Ruka .
" Oh iya , maaf . Sampai mana tadi ?" tanya ku.
"Dasar pikun," ucap nya.
"Ah iya , aku akan.... ," ucap ku.