MY MILLION DRE4M

MY MILLION DRE4M
Ehem....



Mode bahasa Korea on~


Aku kembali ke tempat duduk .


Minjun masuk dan duduk ditempat yang tadi dia duduki.


Kami menikmati makanan kami .


Setelah makan , kami berjalan pulang ke studio .


Kami berjalan berduaan .


Seperti pasangan , tetapi kami bukan .


Tunggu , apa yang aku pikirkan ? Kami hanya teman .


"Mulai hari ini kamu harus berusaha lebih baik ," ucap Minjun .


"Nee," ucap ku .


Aku ingin bertanya tetapi aku takut .


"Oppa... ," ucap ku .


"Nee ?" respon nya .


"Apakah James memilihku , karena kamu ?" tanya ku ragu .


"Itu..... ," ucap Minjun ragu .


"Itu apa ?" tanya ku .


"Aku memang menyuruh James untuk memilih kamu , tetapi akhirnya James memilih kamu karena usaha kamu sendiri ," ucap Minjun .


"Benarkah ?" tanya ku tidak percaya .


"Iya , ini semua demi Cloud ," ucap Minjun .


Ternyata....demi Cloud .


Aku kira dia peduli dengan ku .


"Gamsahamnida Oppa , aku ingin pergi ke supermarket terlebih dahulu ," ucap ku .


"Nee ," ucap Minjun .


Aku pergi ke supermarket untuk membeli kopi .


Aku duduk di sana dan berpikir .


"Aku tidak boleh menyukai dia ," batin ku .


"Tetapi aku sudah menyukai dia !" batin ku .


Aku terlalu fokus berpikir tentang Minjun , sampai sampai aku tidak menyadari bahwa ada orang yang mendekati ku .


Mode percakapan bahasa Mandarin on~


"Halo gadis muda ," ucap nya .


Aku berusaha mengabaikan nya .


Aku pergi dari supermarket , aku ketakutan .


Mereka mengikuti ku .


Aku berlari sekuat tenaga .


"Seharusnya aku bersama Minjun saja tadi ," teriak ku entah pada siapa .


Aku berlari dan terus berlari .


Tiba-tiba saja aku menabrak seseorang .


Orang itu malah memeluk ku.


"Kamu menabrak orang ,bukannya meminta maaf ," ucap Minjun .


Mode percakapan bahasa Mandarin & Korea on~


"Oppa ?!" tanya ku kaget dan lega .


"Jangan takut ," ucap Minjun .


Orang orang tersebut datang .


"Kauuu !!!! Kembalikan gadis ku ," ucap pria tersebut .


Aku memeluk Minjun erat-erat .


"Pergilah , atau aku akan menelfon polisi !" ancam Minjun .


Pria itu bukannya takut , malah memanggil teman-temannya datang untuk menyerbu Minjun .


"Baiklah , ayo lari !" pinta Minjun .


Aku dan Minjun berlari dengan sangat kencang .


"Ini ponsel ku , kamu cepat panggil 110 , aku akan melindungi mu ," ucap Minjun .


"Baiklah ," ucap ku .


Aku menelpon 110 ( nomor polisi / darurat ) .


"Halo , 110 ? Tolong kami !!! Di jalan mangga 23 ," ucap ku panik karena Minjun mulai dipukuli .


"Baiklah ," ucap polisi tersebut di telfon .


Polisi di sini bergerak sangat cepat , beberapa menit saja sudah datang .


"Berhenti ! Angkat tangan mu !" ucap polisi .


Pria tersebut dan teman-temannya kabur , dan polisi sudah mengejar nya .


Aku menghampiri Minjun yang terluka .


"Oppa.... ," panggil ku pelan.


Aku memeluk Minjun erat-erat .


"Joesonghabnida ," ucap ku sambil menangis .


"Itu tidak apa-apa ," ucap nya santai .


"Tuan dan nona , kami akan mengantar kalian kembali ke tempat kalian , sebagai rasa terima kasih kami terhadap kalian ," ucap polisi tersebut .


"Ah , terima kasih ," ucap ku .


Aku memapah Minjun untuk masuk ke dalam mobil polisi .


"Antar saja kami ke studio Go you can sing !" ucap ku .


"Baiklah ," ucap polisi tersebut .


Minjun memeluk ku dan aku menjadi salah tingkah karena itu .


Kami sampai di studio dengan aman , aku mengantar Minjun ke kamar nya .


"Tunggu ," ucap Minjun .


"Ada apa ?" tanya ku .


"Tolong bantu aku , obati luka ku ," ucap Minjun .


Bagaimanapun Minjun lah yang menyelamatkan ku hari ini .


"Ah , nee ," ucap ku .


"Oppa , kenapa kamu tidak membalas pukulan mereka ?" tanya ku bingung .


"Aku sengaja diam saja , agar polisi menghukum mereka lebih lama ," ucap Minjun .


"Kamu sangat pintar Oppa ," ucap ku .


"Tentu saja , guru ku selalu memuji ku pintar saat aku sekolah ," ucap Minjun .


"Kamu terluka di bagian mana Oppa ?" tanya ku .


To be continued....


Dimanakah Oppa terluka ????


Jangan lupa like , comment & follow akun author !!!


Lup yu guysss