
Mode bahasa Korea on~
Aku kembali ke tempat duduk .
Minjun masuk dan duduk ditempat yang tadi dia duduki.
Kami menikmati makanan kami .
Setelah makan , kami berjalan pulang ke studio .
Kami berjalan berduaan .
Seperti pasangan , tetapi kami bukan .
Tunggu , apa yang aku pikirkan ? Kami hanya teman .
"Mulai hari ini kamu harus berusaha lebih baik ," ucap Minjun .
"Nee," ucap ku .
Aku ingin bertanya tetapi aku takut .
"Oppa... ," ucap ku .
"Nee ?" respon nya .
"Apakah James memilihku , karena kamu ?" tanya ku ragu .
"Itu..... ," ucap Minjun ragu .
"Itu apa ?" tanya ku .
"Aku memang menyuruh James untuk memilih kamu , tetapi akhirnya James memilih kamu karena usaha kamu sendiri ," ucap Minjun .
"Benarkah ?" tanya ku tidak percaya .
"Iya , ini semua demi Cloud ," ucap Minjun .
Ternyata....demi Cloud .
Aku kira dia peduli dengan ku .
"Gamsahamnida Oppa , aku ingin pergi ke supermarket terlebih dahulu ," ucap ku .
"Nee ," ucap Minjun .
Aku pergi ke supermarket untuk membeli kopi .
Aku duduk di sana dan berpikir .
"Aku tidak boleh menyukai dia ," batin ku .
"Tetapi aku sudah menyukai dia !" batin ku .
Aku terlalu fokus berpikir tentang Minjun , sampai sampai aku tidak menyadari bahwa ada orang yang mendekati ku .
Mode percakapan bahasa Mandarin on~
"Halo gadis muda ," ucap nya .
Aku berusaha mengabaikan nya .
Aku pergi dari supermarket , aku ketakutan .
Mereka mengikuti ku .
Aku berlari sekuat tenaga .
"Seharusnya aku bersama Minjun saja tadi ," teriak ku entah pada siapa .
Aku berlari dan terus berlari .
Tiba-tiba saja aku menabrak seseorang .
Orang itu malah memeluk ku.
"Kamu menabrak orang ,bukannya meminta maaf ," ucap Minjun .
Mode percakapan bahasa Mandarin & Korea on~
"Oppa ?!" tanya ku kaget dan lega .
"Jangan takut ," ucap Minjun .
Orang orang tersebut datang .
"Kauuu !!!! Kembalikan gadis ku ," ucap pria tersebut .
Aku memeluk Minjun erat-erat .
"Pergilah , atau aku akan menelfon polisi !" ancam Minjun .
Pria itu bukannya takut , malah memanggil teman-temannya datang untuk menyerbu Minjun .
"Baiklah , ayo lari !" pinta Minjun .
Aku dan Minjun berlari dengan sangat kencang .
"Ini ponsel ku , kamu cepat panggil 110 , aku akan melindungi mu ," ucap Minjun .
"Baiklah ," ucap ku .
Aku menelpon 110 ( nomor polisi / darurat ) .
"Halo , 110 ? Tolong kami !!! Di jalan mangga 23 ," ucap ku panik karena Minjun mulai dipukuli .
"Baiklah ," ucap polisi tersebut di telfon .
Polisi di sini bergerak sangat cepat , beberapa menit saja sudah datang .
"Berhenti ! Angkat tangan mu !" ucap polisi .
Pria tersebut dan teman-temannya kabur , dan polisi sudah mengejar nya .
Aku menghampiri Minjun yang terluka .
"Oppa.... ," panggil ku pelan.
Aku memeluk Minjun erat-erat .
"Joesonghabnida ," ucap ku sambil menangis .
"Itu tidak apa-apa ," ucap nya santai .
"Tuan dan nona , kami akan mengantar kalian kembali ke tempat kalian , sebagai rasa terima kasih kami terhadap kalian ," ucap polisi tersebut .
"Ah , terima kasih ," ucap ku .
Aku memapah Minjun untuk masuk ke dalam mobil polisi .
"Antar saja kami ke studio Go you can sing !" ucap ku .
"Baiklah ," ucap polisi tersebut .
Minjun memeluk ku dan aku menjadi salah tingkah karena itu .
Kami sampai di studio dengan aman , aku mengantar Minjun ke kamar nya .
"Tunggu ," ucap Minjun .
"Ada apa ?" tanya ku .
"Tolong bantu aku , obati luka ku ," ucap Minjun .
Bagaimanapun Minjun lah yang menyelamatkan ku hari ini .
"Ah , nee ," ucap ku .
"Oppa , kenapa kamu tidak membalas pukulan mereka ?" tanya ku bingung .
"Aku sengaja diam saja , agar polisi menghukum mereka lebih lama ," ucap Minjun .
"Kamu sangat pintar Oppa ," ucap ku .
"Tentu saja , guru ku selalu memuji ku pintar saat aku sekolah ," ucap Minjun .
"Kamu terluka di bagian mana Oppa ?" tanya ku .
To be continued....
Dimanakah Oppa terluka ????
Jangan lupa like , comment & follow akun author !!!
Lup yu guysss