
" Akan kujelaskan bagaimana sistemnya, yang pertama akan ada 2 murid yang akan di tunjuk untuk bertarung di salah satu dari empat arena yang tersedia, jika pingsan atau keluar dari arena maka orang itu akan di anggap gagal.
Tidak boleh membunuh lawan, yang melakukan itu akan di diskualifikasi, dan yang terakhir adalah bagi peserta yang sudah selesai mengikuti bisa dipersilahkan untuk pulang dan menunggu hasilnya minggu depan. " Jelas salah satu pengawas dengan panjang lebar.
Sasaki yang mendengar itu pun ikutan bosan karena saking membosankannya dia sampai beberapa kali menguap dan tidur, tapi untungnya ada Kaguya yang membantunya untuk tetap terjaga.
Setelah itu mereka mulai dikelompokkan dan mulai dipasangkan untuk bertarung, Sasaki melawan seseorang yang bernama Amami. sambil menunggu gilirannya dia tidur di kursi dan mengenakan sebuah kain untuk menutup kedua matanya.
Dari kejauhan terdengar suara sorak-sorak penonton, bagaimanapun juga ini adalah ujian bergengsi yang hanya terjadi 1 tahun sekali dan diikuti oleh seluruh siswa akademi ninja Konoha.
" Pertandingan pertama adalah...."
Terdengar suara host yang mengumumkan nama-nama peserta yang tampil untuk pertandingan pertama, tapi Sasaki sudah tertidur lelap-tak sempat mendengarnya.
.
.
.
" Sasaki, oi Sasaki bangunlah! " Teriak Kaguya, perlahan membangunkan Sasaki yang tertidur.
" Ada apa? " Tanya Sasaki sambil mengusap-usap matanya.
" Sekarang sudah giliranmu di arena 4 " Jelas Kaguya lalu menarik tangan Sasaki.
Sasaki dipandu oleh Kaguya ke arena 4, di sana sudah terlihat seorang laki-laki yang mengenakan pakaian berwarna hijau yang tingkahnya konyol, dia adalah Rock Lee.
" Lama sekali kau " Gerutu Rock Lee kesal karena sudah dari tadi menunggu Sasaki.
Sasaki tak menanggapi itu dan langsung melompat ke atas arena, setelah pengawas mengumumkan pertandingan mereka dimulai Sasaki dan Lee tanpa basa basi langsung melesat ke tengah arena.
Terjadi sedikit fluktuasi di udara akibat tabrakan mereka berdua, dilanjutkan dengan adu pukulan yang sangat sengit.
Sasaki menggunakan beberapa gerakan akrobatik untuk menghindari serangan Lee, sedangkan Lee terus menyerang dengan membabi buta-tak memberikan Sasaki kesempatan untuk bernafas.
' Jika begini terus aku akan kalah ' Pikir Sasaki sambil menghindari serangan beruntun dari Lee.
Sasaki mencoba membalas serangan Lee dengan pukulan berat tapi ditahan dengan mudah olehnya, Lee semakin bersemangat dan menyerang Sasaki dengan sangat cepat sampai tak bisa dilihat oleh mata.
Sasaki juga bisa menghindari serangan-serangan dari Lee dengan mudah, di mata para penonton ini sudah seperti pertarungan sengit antar para Jounin, benar-benar memukau.
" Semangat Sasaki! "
" Jangan kalah Lee! "
" Ayo Sasaki, buat ayahmu bangga! "
Terdengar suara sorakan dari para penonton, membuat Lee sedikit mengalihkan perhatiannya.
' Dapat ' Batin Sasaki lalu tersenyum jahat, dia dengan cepat langsung melesatkan pukulan ke arah muka Lee.
Lee yang terkena pukulan berat dari Sasaki langsung terlempar keluar arena dengan kecepatan yang sangat tinggi sampai-sampai menabrak tembok.
Boommm.....
" Oops " Gumam sasaki dengan ekspresi polos, dia tak menyangka kekuatannya akan sedahsyat ini.
" P-pemenang dari pertarungan ini adalah Sasaki Uzumaki! " Teriak sang pengawas yang menjadi juri arena 4, setelah itu Lee diangkat oleh para perawat dan dibawa ke ruang perawatan.
.
.
.
Sepulangnya Sasaki dari akademi dia tidak langsung pergi ke rumahnya melainkan mampir dulu di tempat makan ramen langganannya.
" Paman, aku pesan 1 ramen yang seperti biasa " Kata Sasaki dengan sopan lalu mengambil tempat duduk di samping seorang pria berompi hijau yang sepertinya seorang Jounin Konoha.
' Orang ini....Kakashi ' Batin Sasaki, mengingat-ingat nama orang yang sedang duduk di sampingnya.
Tak lama kemudian sampailah pesanan Sasaki dan dia langsung memakannya, selesai makan dia memberikan 50 Ryo lalu pulang kerumahnya menggunakan wind steps.
.
.
.
1 Minggu berlalu dan Sasaki saat ini sedang mengantri untuk melihat hasil ujian kenaikan kemarin, dia juga melihat Naruto, Shikamaru, Ino, Sakura, Sasuke, yang sedang mengantri.
Sedangkan dia saat ini bersama Kaguya dan Nanami, Dan Nanami sepanjang perjalanan mengoceh tentang dia akan merindukan Sasaki dan Kaguya.
Sasaki tak terlalu mempedulikannya tapi Kaguya sepertinya tidak, dia terlihat senang sekaligus sedih dengan hal itu.
Setelah itu mereka kemudian melihat di papan pengumuman, ada yang lulus dan ada yang tidak lulus.
Yang lulus akan membentuk sebuah tim berisi 3 - 4 orang dengan 1 pembimbing, sedangkan yang tidak lulus akan menetap di akademi ninja.
Sasaki sekilas melihat nama Naruto di bagian yang tak lulus, sedangkan namanya tercantum di bagian orang yang lulus.
Di sana juga terlihat banyak orang yang menangis dan tertawa, mereka semua ingin menikmati saat-saat terakhir sebelum berpisah dengan teman mereka.
Sasaki yang melihat itu sedikit kehilangan moodnya, dia rasanya ingin pulang saja dan berlatih, tapi Kaguya mengundangnya untuk makan siang di kediaman Klan Fuguyoshi.
.
.
.
Matahari sudah terbenam dan Sasaki baru saja sampai dirumahnya, dia menghabiskan seharian dengan Kaguya, meskipun dia ingin menolak tapi ketika dia melihat mata memelas Kaguya membuatnya tak berdaya.
" Kuharap aku mendapatkan teman setim yang baik " Ucap Sasaki lalu menghela nafas panjang, dia memiliki banyak pikiran akhir-akhir ini.
.
.
.
To be continued...
( Mungkin akhir-akhir ini chapternya bakal makin pendek, soalnya sudah kehabisan ide, mungkin bisa ada yang kasih saran ke depannya? )