
Sasaki langsung memukul Sasuke tepat di perutnya dalam sekejap, membuat Sasuke memuntahkan isi perutnya.
Tak berhenti di situ dia melancarkan pukulan horizontal ke arah wajah Sasuke dan langsung membuatnya jatuh terkapar di tanah.
" Lemah " Kata Sasaki pelan sambil menatap Sasuke dengan dingin, dia hendak menginjak badan Sasuke tapi langsung dihentikan oleh Nanami.
" Pemenang pertandingan ini adalah Sasaki! " Ucap Nanami lalu membopong Sasuke ke ruang perawatan.
Sasaki tidak terkejut dengan hasilnya, dia sudah berada di ranah calon ninja peak stage, itu membuatnya jauh lebih kuat dari anak-anak seumurannya.
Sasaki kembali ke tempatnya, dia mendengarkan teman-temannya yang membicarakan tentang dia mengalahkan Sasuke yang katanya seorang jenius hanya dalam 2 gerakan.
' Kurasa sekarang sudah waktunya untuknya bangkit ' Batin Sasaki lalu meneguk segelas air.
" Sasaki, tadi kau terlihat sangat keren! " Kata Kaguya dengan antusias, selama seminggu ini Sasaki dan Kaguya menjadi sangat dekat dan bisa dibilang selalu bersama saat di akademi.
Orang-orang sampai membuat sebuah lelucon tentang itu, mereka bilang kalau Sasaki ada di suatu tempat pasti ada Kaguya di sampingnya, begitu juga sebaliknya.
" Tadi seranganmu juga sangat bagus dan presisi, kau memiliki potensi menjadi ninja yang hebat di masa depan " Ucap Sasaki memuji balik Kaguya, membuat Kaguya salah tingkah.
Tak lama kemudian Nanami kembali dari ruang perawatan dan melanjutkan pertandingan persahabatan.
.
.
.
Sepulang dari akademi Sasaki diajak untuk makan malam bersama Kaguya dan Nanami, dan dia pun menyetujui itu karena uang bulanannya belum cair, dengan kata lain dia sekarang lagi bokek.
Sasaki melompat di antara atap-atap dengan cepat, setelah beberapa saat dia sudah sampai di kediaman Kaguya, atau juga Kediaman Klan Fuguyoshi.
Sebelum masuk Sasaki menata kembali penampilannya lalu menghela nafas sambil mengulang-ulang mengucapkan sebuah kata.
" Selamat datang Sasaki " Sambut Nanami dengan ramah lalu memandu Sasaki ke meja makan, di sana sudah ada keluarga besar Kaguya yang menunggunya.
Sasaki menelan ludahnya lalu duduk di salah satu kursi yang berada di ujung, bersebelahan dengan Kaguya.
Suasananya terasa sangat hening, semua orang bernafas dengan perlahan begitu juga dengan Sasaki, mereka semua menunggu pria paruh baya yang saat ini berada di kursi paling mewah untuk mempersilahkan mereka makan.
" Silahkan dinikmati hidangannya " Ucap pria paruh baya itu dengan lembut tapi dipenuhi dengan kewibawaan.
Setelah itu semua orang yang duduk di meja memakan hidangan yang ada di depannya, tapi suasana masih hening.
" Hmm, kalau kupikir-pikir lagi sekarang sudah saatnya Naruto mencuri jurus terlarang, apa yang harus kulakukan? " Gumam Sasaki yang sedang berjalan di bawah bulan purnama, entah kenapa suasana malam ini terasa sangat sunyi baginya.
Satu jam telah berlalu dan Sasaki sudah sampai dirumahnya, dia langsung membersihkan dirinya lalu mengganti pakaiannya.
Baru kemudian dia merebahkan tubuhnya di kasur sambil memikirkan rencananya kedepannya, tak lupa juga dia menulis alur cerita Manga Naruto dari Naruto kecil sampai menikah dengan Hinata di sebuah buku kosong.
.
.
.
Keesokan harinya setelah bangun dari tidurnya Sasaki langsung membersihkan dirinya lalu memakai pakaian serba hitam seperti kemarin, dia memulai harinya dengan meregangkan tubuhnya di bawah hangatnya sinar matahari.
Setelah itu dia pergi mencari sarapan, menggunakan wind steps dia hanya memerlukan waktu yang singkat untuk sampai di pusat Konoha dan melihat-lihat makanan yang menarik baginya.
Tak lama kemudian dia memutuskan untuk makan di warung mie yang sering dikunjungi oleh Naruto di manga maupun animenya, dia belum menemukan makanan yang bisa menandingi ramen buatan warung legendaris itu.
Setelah selesai sarapan dia segera pergi ke akademi, kata Nanami tadi malam hari ini akan ada ujian tertulis dan Sasaki belum belajar sama sekali.
Sesampainya di akademi dia segera bergegas ke perpustakaan dan membaca beberapa buku, mumpung masih ada waktu 1 jam Sasaki ingin memanfaatkan itu untuk belajar dengan fokus.
Sasaki mengambil buku-buku yang berisi informasi tentang sejarah-sejarah penting Dunia Shinobi, mulai dari para Kage sampai perang Dunia Shinobi 1, 2, Dan 3.
Setelah muak membaca buku-buku yang sangat tebal itu akhirnya Sasaki keluar dari perpustakaan sambil mengingat ulang hal-hal penting yang baru saja dia pelajari.
Baru saja setelah dia memasuki kelas Nanami datang dengan membawa banyak kertas di kedua tangannya.
" Baik anak-anak, hari ini kita akan mengadakan ujian tulis, karena aku sudah memberitahukan kepada kalian beberapa hari yang lalu untuk belajar jadi tak ada yang protes ya " Kata Nanami lalu mulai membagikan kertas soal kepada masing-masing murid atau calon ninja.
Ada beberapa murid yang tak setuju dengan ini tapi setelah Nanami memberikan mereka beberapa bogeman mentah mereka semua diam dan mulai mengerjakan ujiannya.
.
.
.
To be continued...