
Dari kejauhan terlihat rombongan tim 13 yang sedikit lagi sampai di Konoha, mereka kembali dengan keadaan yang buruk.
Terlihat beberapa bekas luka di tubuh Akimura dan Ritsumoto, dan juga Amano terlihat sangat kelelahan membawa tas besar di belakangnya.
" Kita harus segera melaporkan ini kepada tuan hokage " Ucap Akimura sambil tersenyum lelah, dia berusaha menghibur Ritsumoto dan Amano yang masih tak percaya Sasaki sudah mati di sepanjang perjalanan, tapi hasilnya nihil.
Akhirnya mereka segera pergi ke kantor hokage dan melaporkan apa yang terjadi serta membawa beberapa barang bukti.
" Oh ya, dimana Sasaki? " Tanya Hiruzen sambil membaca laporan-laporan yang didapatkan oleh Amano.
Mereka bertiga saling berpandangan sebentar sebelum memutuskan untuk memberitahukan tragedi yang menimpa Sasaki.
" Hiks...hiks...S-sasaki, dia mati karena menyelamatkanku " Jawab Ritsumoto sambil menangis, bagaimanapun dia masihlah anak kecil yang lugu dan polos.
Mendengar itu Hiruzen tersedak nafasnya sendiri, tanpa sadar dia menjatuhkan rokoknya yang sedari tadi dia genggam di tangan kanannya.
Hiruzen tak percaya Sasaki yang begitu jenius bisa mati hanya karena misi seperti ini.
" Kalian istirahatlah terlebih dahulu, untuk detailnya akan kutanyakan nanti " Ucap Hiruzen lalu mengibaskan tangannya.
" Baiklah tuan hokage " Setelah berkata demikian Akimura pergi keluar dari ruangan itu diikuti dengan Amano dan Ritsumoto.
Sementara itu Hiruzen yang di ruangannya sendirian menghela nafas, " Dia masih begitu muda dan masa depannya sangat cerah, tapi sayangnya untuk hidup di dunia yang kejam ini memerlukan kekuatan yang besar " Hiruzen berkata kepada dirinya sendiri sambil melihat bulan yang malam itu bersinar terang.
.
.
.
Keesokannya berita tentang kematian Sasaki tersebar di seluruh Desa Konoha, dan pada hari itu juga diadakan pemakaman untuk Sasaki, meskipun tak ada mayatnya mereka tetap melakukan itu.
Pada pagi harinya terlihat banyak orang berkumpul di area pemakaman Desa Konoha, di sana sudah berkumpul orang-orang dari asal yang berbeda-beda, ada murid akademi, ada guru, ada rakyat biasa, dan ada orang yang datang karena penasaran saja.
Di sana terlihat sebuah kuburan yang terlihat mewah dan berbeda dari kuburan yang lainnya dan di kuburan itu tertulis nama Sasaki Uzumaki.
Di depan kuburan itu terlihat ada banyak orang yang menangisi kepergian Sasaki, mereka semua adalah orang-orang yang dekat dengan Sasaki ataupun pernah dibantu oleh Sasaki, bahkan Misaki juga ada di situ.
Sedangkan Kaguya?, dia saat mendengar kabar ini begitu shock dan langsung mengurung dirinya di kamar, Nanami juga cukup terpukul dengan kepergian Sasaki.
Sasaki selama di akademi adalah orang yang sangat baik dan dermawan, dia sering membantu murid yang lain atau bahkan para guru, dan Nanami tentu dekat dengan Sasaki karena dia sering makan dan mengobrol sampai tengah malam dengan Sasaki.
Satu-satunya yang tak sedih atas kepergian Sasaki adalah Sasuke, dia begitu marah dan kecewa saat mendengar Sasaki sudah tiada, dia marah karena belum sempat membalas dendam kepada Sasaki.
Setelah selesai acara pemakaman Sasaki, pemakaman Desa kembali sepi dan hanya menyisakan seorang anak kecil berambut kuning yang sedang terduduk sambil menangis menatap batu nisan Sasaki, dia adalah Naruto.
" Sasaki, aku berjanji akan mewujudkan mimpiku untuk menjadi hokage! " Naruto berkata dengan penuh semangat lalu mengelap air matanya.
Dia masih mengingat dengan jelas bagaimana waktu itu Sasaki mendatangi dirinya yang sedang menyendiri dan menghiburnya, Sasaki juga selalu mendukung Naruto untuk mencapai mimpinya.
Kata-kata Sasaki masih terngiang-ngiang di kepala Naruto.
.
.
.
Sasaki membuka matanya secara perlahan, dia mendapati dirinya sedang terbaring lemas di ruangan yang sangat gelap. dia masih bisa merasakan dengan jelas dampak dirinya jatuh dari ketinggian.
' Ada di mana ini? ' Pikir Sasaki kebingungan, seingatnya tadi dia sedang tergeletak di tengah hutan, tapi sekarang dia malah berada di dalam ruangan yang gelap.
Tak berselang lama, datanglah seorang pria paruh baya yang membawa sebuah lilin di tangannya.
" Kau sudah bisa menggerakkan tubuhmu? " Tanya Pria paruh baya itu lalu duduk di samping Sasaki.
Sasaki menjawab dengan menggelengkan kepalanya pelan, dia merasa kalau pria paruh baya di depannya ini adalah orang baik.
Pria paruh baya itu mengangguk paham lalu memperkenalkan dirinya, " Namaku Gu Yue Fang Yuan."
Lalu Sasaki juga memperkenalkan dirinya, setelah itu dia menanyakan kenapa Sasaki bisa sampai di tempat ini.
" Bagaimana kau bisa sampai di tempat ini nak? " Tanya Fang Yuan lalu meletakkan lilin di atas meja.
Sasaki mulai mencoba mengingat kembali saat-saat terakhir dirinya sebelum kehilangan kesadarannya.
" Aku tidak ingat, yang kutau aku kehilangan kesadaranku lalu sampai di tempat ini " Jelas Sasaki sambil memegangi dagunya.
Fang Yuan megangguk mengerti, " Aku menemukanmu jatuh dari atas, kemungkinan ada yang sengaja menjatuhkan dirimu ke tempat terkutuk ini " Jelas Fang Yuan, membuat Sasaki merinding.
" Tempat terkutuk? " Tanya Sasaki dengan muka polosnya.
" Iya, tempat ini bernama Center Point, tempat yang digunakan untuk menghukum mahkluk-mahkluk sakti dari seluruh dunia " Jawab Fang Yuan.
Mendengar itu Sasaki mengerutkan dahinya, seingatnya tidak ada tempat seperti ini di dunia Naruto.
Melihat ekspresi Sasaki yang memburuk Fang Yuan tertawa kecil lalu berniat menenangkannya, " Tak perlu takut, selama ada aku kau akan aman " Kata Fang Yuan dengan penuh percaya diri
.
.
.
To be continued...