
Semua orang yang dinyatakan lulus diperintahkan untuk berkumpul di lapangan latihan akademi esok hari, karena besok adalah hari pembagian tim.
Sasaki tidur cepat malam ini, dia tak ingin melewatkan sesuatu yang penting seperti ini, tapi sebelum tidur dia kembali membaca alur cerita manga dan anime Naruto dari awal.
Dia menyusun rencananya mulai dari arc shippuden atau ketika Naruto remaja, setelah selesai dengan itu dia kemudian tidur sambil memegang buku di tangannya.
.
.
.
Keesokan harinya Sasaki mengawali paginya seperti biasa lalu segera bergegas pergi ke akademi, ini adalah awalnya untuk mengukir sendiri sejarahnya di Dunia Shinobi, membuatnya semangat.
Sesampainya di akademi dia melihat sudah ada banyak orang yang berkumpul dengan kelompoknya masing-masing, saking bisingnya suara mereka sampai memenuhi langit-langit Konoha.
Di tengah desakan orang-orang Sasaki dengan susah payah melangkah menuju papan pengumuman, di sana tertulis namanya yang berada di tim 13.
Rekan setimnya adalah Amano Shishun dan Ritsumoto Nikki, sedangkan guru pembimbing mereka adalah seseorang bernama Akimura.
' Lagi-lagi karakter yang tidak ada di manga maupun animenya ' Pikir Sasaki melihat papan pengumuman dengan ekspresi kecewa lalu menghela nafas panjang sebelum membalikkan badannya, berniat mencari teman setimnya.
Baru saja dia berjalan selangkah tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya, dia menoleh dan mendapati seorang pemuda berambut putih yang sedang tersenyum kepadanya.
" Siapa? " Tanya Sasaki lalu memperhatikan pemuda itu dari atas sampai bawah, dia ingat kalau waktu itu sempat duduk di sampingnya ketika ujian kenaikan sesi 1.
" Yoo, kau Sasaki kan...perkenalkan namaku Amano Shishun, dan disampingku ada temanku Ritsumoto Nikki " Jawab pemuda berambut putih itu, memperkenalkan dirinya sebagai Amano Shishun yang merupakan teman sekelompoknya, di sampingnya juga ada seorang gadis berambut cokelat dan memiliki mata berwarna hijau yang indah.
Sasaki mengangguk mengerti, dia lalu memperkenalkan dirinya sendiri, " Aku Sasaki Uzumaki " Sasaki memperkenalkan dirinya secara singkat.
Setelah itu mereka pergi ke tempat latihan bersama-sama, berniat menemui guru pembimbing mereka, Akimura Sensei.
( Note : Sensei yang dimaksud itu bukan guru tapi nama klannya )
Tak lama kemudian mereka tiba di lokasi pelatihan yang sudah ditentukan oleh guru mereka, lokasi pelatihan yang dipilih oleh guru mereka adalah sebuah lapangan terbuka yang berada di tengah hutan belantara.
" Hey Amano, kau yakin ini tempatnya? " Tanya Sasaki sambil menatap lapangan kosong yang luas itu penuh keraguan, dia tak melihat tanda-tanda kehidupan sedikitpun di tempat ini.
Amano mengangguk pelan, " Iya aku yakin ini tempatnya, ayo kita tunggu dulu Kak Akimura datang " Seru Amano mengajak Sasaki dan Ritsumoto berteduh di bawah pohon sambil memakan bekal yang dia bawa.
1 Jam berlalu dan akhirnya guru pembimbing mereka datang, dia datang sambil membawa 3 batang kayu di punggungnya.
" Maaf aku telat " Ucap pemuda berambut hitam yang tak lain adalah Akimura Sensei, di saat masih remaja dia sudah menjadi guru pembimbing.
" Tak apa Kak Akimura, eh tapi untuk apa batang-batang kayu itu? " Tanya Amano sambil menunjuk 3 batang pohon itu.
Sasaki sendiri sudah bisa menebak apa yang terjadi setelah ini, dia saat ini sedang tiduran di ranting pohon dan mendengarkan percakapan Amano dan Akimura dari atas.
.
.
.
" 1...2....3! " Akimura memberi aba-aba, lalu pada saat hitungan ketiga dia sudah mundur puluhan meter kebelakang dalam sekejap, kecepatannya jauh lebih cepat daripada wind steps milik Sasaki.
Tak ingin membuang waktu mereka bertiga langsung melesat ke arah Akimura yang tengah berdiri di tengah lapangan luas itu, dengan serangan kombinasi mereka menyudutkan Akimura beberapa kali, meskipun itu karena dia mengalah.
Waktu berlalu dengan cepat dan sedikit lagi sudah jam makan siang, Sasaki sempat menyentuh lonceng itu bersama dengan Amano, tersisa Ritsumoto yang masih belum sama sekali menyentuh lonceng.
" 3...2...1...waktu habis! " Teriak Akimura lalu berhenti kabur-kaburan dari mereka bertiga, dia menyuruh ketiga muridnya itu berkumpul.
" Selamat karena kalian berdua telah berhasilnya menyentuh loncengnya, kalian bisa makan siang " Jelas Akimura, mempersilahkan Sasaki dan Amano untuk makan siang.
" Ummm... Kak Akimura, bagaimana dengan Ritsumoto? " Tanya Amano.
" Oh iya, karena kau seorang perempuan jadi kuberikan keringanan, kau tak perlu menjalani hukumannya " Jawab Akimura sambil tertawa canggung, menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Sasaki yang mendengar itu mengerutkan dahinya, ' Ini tidak adil! ' Batinnya, dia tak berani berbicara secara langsung karena dia tau kalau Akimura ini kuat.
Selain itu dia penasaran dengan satu hal, yaitu kenapa Amano memanggil Akimura dengan sebutan kak, bukan guru atau yang lainnya.
" Oi Amano " Bisik Sasaki.
" Apa? " Jawab Amano sambil mengunyah nasi di mulutnya.
" Kenapa kau memanggil Guru Akimura dengan sebutan kak? " Tanya Sasaki lalu mengambil salah satu nasi kepal milik Amano.
" Hey! " Teriak Amano kesal lalu berusaha merebut kembali nasi kepal miliknya dari tangan Sasaki, tapi tak semudah itu.
Yang awalnya hanya berniat untuk berniat mengambil kembali nasi kepal berubah menjadi pergulatan dengan kemenangan telak Sasaki.
" Hahahaha " Tawa Sasaki menggelegar, entah kenapa dia merasa puas bisa mengalahkan Amano dengan mudah.
" *Cough* Awas kau Sasaki! " Teriak Amano kesal lalu memulai ronde 2 gulat mereka berdua.
Ritsumoto hanya melihat dari jauh sambil memakan nasi kepal milik Amano, dalam hatinya dia senang karena Sasaki mengalihkan perhatian Amano sehingga dirinya bisa makan.
Akhirnya mereka selesai bergulat setelah pakaian mereka kotor terkena debu dan tanah, mereka pulang pada sore hari setelah mendengar beberapa materi dari Akimura.
.
.
.
" *huuuft* Sepertinya besok aku akan menjalankan misi pertama " Sasaki menghela nafas panjang lalu bergumam di tengah jalan\, dia masih mengibas-ngibas pakaiannya yang kotor karena debu dan tanah.
.
.
.
To be continued...