
Sambil menunggu sesi kedua, Sasaki berjalan-jalan di sekitar lorong akademi, dia ingin melihat-lihat keadaan sekitar.
Tak lama kemudian dia sampai di hutan yang ada di samping akademi, baru saja dia berniat untuk bersantai di atas pohon tiba-tiba Sasaki dikejutkan oleh sesosok ninja yang mengenakan pakaian serba hitam dan topeng berwarna merah yang sedang tak sadarkan diri di atas pohon.
" Topeng ini....anbu " Gumam Sasaki lalu membuka topeng orang itu, betapa terkejutnya dia ketika melihat wajah seorang wanita yang sangat cantik di balik topeng itu.
Sasaki terdiam sejenak, menatap wajah wanita itu dengan dalam, dia kemudian mencoba untuk menyadarkan wanita itu tapi tak berhasil.
Sasaki bingung mau melakukan apa dengan ini, dia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah akademi dan melihat Kaguya yang sedang berjalan keluar dari akademi.
" Oi Kaguya! " Teriak Sasaki, membuat Kaguya menoleh kearahnya lalu menghampirinya.
Setelah mendengar penjelasan dari Sasaki dia membantu Sasaki untuk membopong wanita itu ke ruang perawatan yang ada di akademi ninja.
3 menit kemudian mereka sampai di depan ruangan perawatan yang biasanya dipakai untuk merawat murid yang menderita cedera ringan dan menengah.
Sasaki segera membaringkan wanita itu di kasur dan Kaguya memanggil seorang perawat yang merupakan seorang wanita juga, dia berada di tingkat Chunin Upper Stage.
" Ada apa ini? " Tanya sang perawat yang bernama Misaki, dia melirik ke arah wajah Sasaki dan Kaguya sebentar lalu mengembalikan pandangannya ke pasiennya kembali.
" Aku menemukannya pingsan di pepohonan yang ada di dekat sini, dan sepertinya dia adalah seorang anbu yang pangkatnya tinggi " Jawab Sasaki, menjelaskan apa yang terjadi.
Misaki mengangguk mengerti, lalu dia mulai mengecek keadaan dari wanita itu, Sasaki dan Kaguya kemudian keluar dari ruangan perawatan.
" Oh ya, kau tadi mau kemana? " Tanya Sasaki sambil memainkan kunai miliknya. Kaguya dengan antusias menjawab.
" Aku ingin pergi membeli makanan, mau ikut? " Jawab Kaguya, menanya balik kepada Sasaki.
" Tidak, aku punya urusan penting " Jawab Sasaki lalu mengantungi kunai miliknya, lalu dia berpamitan dengan Kaguya.
' Seharusnya ini berkerja ' Gumam Sasaki yang saat ini berada di hutan belakang akademi, dia berdiri di area pelatihan yang terlihat kosong lalu mulai memperagakan segel tangan yang terlihat rumit.
Sambil membuat segel tangan Sasaki terus mengalirkan Chakra miliknya ke tangannya agar segel tangan miliknya bisa berkerja.
Perlahan-lahan muncul sebuah sabit dengan rantai yang mengeluarkan aura berwarna hitam yang sangat dingin, Sasaki hendak mengangkat sabit itu ke atas untuk mengetes seberapa berat sabit itu.
Tapi yang terjadi malah tak sesuai harapannya, ketika dia mengangkat sabit itu keatas langsung ada sebuah bilah angin yang melesat dengan kecepatan tinggi ke langit.
Bilah angin itu perlahan-lahan membesar lalu meledak di langit.
Boooommm....
Setelah ledakan itu terlihat langit yang seolah-olah terbelah, membuat seluruh tubuh Sasaki gemetaran.
Sabit yang tadi di pegang Sasaki sudah berubah menjadi butiran cahaya, dan chakra miliknya sudah sepenuhnya habis.
.
.
.
Hiruzen tertegun sejenak sebelum berdiri dari kursinya lalu memanggil dua anbu bertopeng merah darah.
" Cari orang yang menyebabkan ledakan itu, kalau dia adalah musuh bunuh saja " Kata Hiruzen dengan dingin lalu mengibaskan tangannya.
Di saat yang bersamaan kedua anbu itu menghilang dari tempat itu lalu Hiruzen menghela nafas panjang.
" Tak lama lagi akan ada badai yang menerjang Dunia Shinobi " Ucapnya pelan lalu kembali duduk di kursi hokage miliknya.
.
.
.
Sasaki kembali sadar dari keterkejutannya, dia tak menyangka kalau ninjutsu ciptaannya sendiri akan memiliki kekuatan semengerikan ini.
' Semua chakraku langsung habis, padahal lingkaran chakra milikku sudah mencapai 60 ' Batin Sasaki sambil melihat tangan kecilnya.
Tak ingin membuang waktu terlalu lama Sasaki duduk dalam posisi bersila lalu mulai menggunakan tehnik pernafasan-tak lupa dia memejamkan matanya, mengisi kembali chakranya yang sudah habis.
30 menit kemudian Sasaki membuka kembali matanya, dia tubuhnya kembali dipenuhi dengan energi dan sudah siap untuk memulai ujian kenaikan sesi 2.
" 5 menit lagi ujian kenaikan akan dimulai, aku harus bergegas " Kata Sasaki lalu mulai mempercepat langkahnya, dia tak ingin memakai wind steps yang bisa memakan 3 - 5 lingkaran chakra untuk sekali pakai.
Dalam perjalanannya Sasaki memikirkan tentang nama jurus barunya, tapi dia tidak menemukan nama yang cocok untuk itu bahkan sampai ia tiba di akademi.
Note : Mari bantu Sasaki menemukan nama yang cocok untuk jurus barunya dengan cara comment di bawah
Dia menepis pikiran tentang itu sementara lalu memasuki ruangan yang dipakai untuk melakukan ujian kenaikan sesi 2, ruangannya terlihat cukup luas tapi gelap karena tertutup dan kekurangan pencahayaan.
Tak lama setelah dia memasuki ruangan itu para pengawas datang dan memulai ujian kenaikan sesi 2.
.
.
.
To be continued...
( Sorry kalau chapternya kependekan, lagi banyak tugas....😎 )