My Journey In Naruto World

My Journey In Naruto World
Chapter 1 : Sasaki



Sasaki membuka matanya, dia menghela nafas panjang lalu bangun dari tidurnya, melihat bayangan dirinya yang terlihat sangat suram dari balik cermin.


" Kuharap hari-hari yang membosankan ini akan segera berakhir " Ucapnya pelan lalu berdiri untuk membersihkan wajahnya.


Dia termenung sebentar saat melihat kantung matanya yang sudah sangat tebal, dia berpikir untuk pergi konsultasi dengan dokter sehabis makan siang nanti.


Setelah itu dia segera mencuci mukanya lalu menggosok gigi, dia memakai deodoran lalu mengganti bajunya yang sudah terlihat kusut dengan jas kantor miliknya.


" Aku pergi " Ucap Sasaki lalu mengunci pintu apartemennya.


Di perjalanan dia berjalan sambil membaca manga Naruto, salah satu manga favoritnya yang sudah dia baca saat masih duduk di bangku sekolah.


" Pada akhirnya Naruto menikah dengan Hinata dan hidup bahagia ya?, membuatku iri saja " Oceh Sasaki lalu mengantungi handphonenya.


TIIITTT


Tiba-tiba saja Sasaki mendengar suara klakson dan tersadar dari lamunannya, saat dia melihat kedepan ada sebuah truk yang sudah menyambutnya.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi truk itu menabrak Sasaki, tidak memberinya celah untuk menghindar sedikitpun.


' Apakah ini akhirnya, kalau kupikir-pikir lagi aku belum pernah sekalipun memegang tangan seorang gadis ' Pikir Sasaki lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


.


.


.


.


Dingin...


Hanya itu yang dirasakan oleh Sasaki setelah menghembuskan nafas terakhirnya, bukan surga maupun neraka yang ia dapat melainkan rasa dingin yang menusuk jiwanya.


Entah sudah berapa lama waktu yang terlewat tapi dia masih belum bisa melihat apapun selain kegelapan tanpa batas dan merasakan rasa dingin yang luar biasa.


Tapi kali ini ada yang berbeda, tiba-tiba ia merasakan rasa hangat yang sangat nyaman lalu perlahan dia bisa melihat setitik cahaya yang membesar dan semakin membesar sampai menutupi seluruh penglihatannya.


Perlahan-lahan dia bisa membuka matanya, saat dia membuka matanya dia langsung disambut oleh seorang wanita yang sedang menggendongnya dengan lemas.


" Cup..cup..cup, anak baik " Ucap Wanita itu untuk menenangkan 'Bayi Sasaki' dan Bayi Naruto yang sedang menangis tak karuan.


Tak lama kemudian muncul 2 orang yang mengenakan topeng berwarna abu-abu dengan pakaian aneh yang cukup tebal.


Dan di belakang 2 orang itu terlihat seorang perempuan paruh baya yang mengenakan pakaian serba putih.


" Nyonya, anda istirahatlah...biar orang ini yang mengasuh mereka untuk sementara waktu " Ucap salah satu orang bertopeng abu-abu.


Wanita yang menggendong Bayi Sasaki dan Naruto tidak lain adalah Uzumaki Kushina, Kushina menggangguk pelan lalu menyerahkan kedua bayi itu kepada sang pengasuh.


Tapi baru saja terlewat beberapa saat tiba-tiba muncul seseorang dengan topeng orange yang menyerang kedua orang bertopeng abu-abu yang merupakan anbu dan si pengasuh.


" Serahkan Uzumaki Kushina dan anaknya " Kata orang bertopeng orange dengan dingin lalu menyerang kedua anggota anbu itu.


Terjadi adu taijutsu yang cukup sengit sebelum salah satu dari anggota anbu terkapar di tanah dengan kondisi tak bernyawa lalu si orang bertopeng orange menyerang yang satunya lagi dengan ninjutsu elemen api.


" Fire Element Technique, Fire Ball " Ucap orang itu lalu muncul bola api raksasa dari mulutnya.


Anggota anbu yang tersisa tak diam saja, dia segera membentuk segel tangan yang membentuk dinding tanah dalam beberapa tarikan nafas lalu meminta sang pengasuh untuk lari terlebih dahulu.


" Kau pergilah, aku akan menahannya dan membawa Nyonya Kushina " Ucap anggota anbu itu lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah pria bertopeng orange.


" Lambat " Kata pria bertopeng orange yang sudah berada tepat di depan matanya dan hendak menyerangnya dengan kunai.


Jlebb....


Anggota anbu itu mati dalam satu serangan lalu pria bertopeng orange itu menatap dengan dalam sang pengasuh yang melarikan diri.


" Jangan membuat ini semakin rumit " Ucap pria itu lalu memukul tengkuk milik Kushina dengan kecepatan yang tak bisa dilihat oleh mata.


Dia membawa Kushina di punggungnya lalu pergi keluar dari ruangan tertutup itu sambil tertawa kecil.


.


.


.


Sedangkan itu di tempat lain Sasaki kembali mengingat-ingat kejadian ini, seingatnya di manga Naruto kejadian ini terjadi karena karakter bernama Obito yang berniat membangkitkan sang rubah ekor 9, Kyuubi.


Selebihnya dia sudah lupa karena itu ada di sekitar chapter 200 - 300an, tapi Sasaki memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan itu lagi dan fokus dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Dengan tubuh mungilnya mana mungkin dia bisa membela diri, apalagi di sampingnya saat ini ada sang karakter utama dari serial ini, Naruto.


Dia tak bisa membayangkan bagaimana kalau Naruto mati, bisa-bisa masa depan berubah drastis dan pengetahuannya tentang alur cerita Naruto menjadi tidak berguna.


' Kalau begini aku mau tidak mau harus terus bertambah kuat, karena tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan ' Pikir Sasaki dengan serius, sampai-sampai membuat beberapa garis di dahinya.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai di kediaman sang hokage keempat, Namikaze Minato.


" Tuan Hokage, ada yang menyerang Nyonya Kushina, sepertinya informasi tentang persalinannya bocor " Ucap sang pengasuh dengan terengah-engah lalu menyerahkan kedua bayi yang dia bawa di tangan kanan dan kirinya.


Minato dengan panik menggendong kedua anaknya itu, dia tersenyum lembut lalu ekspresinya kembali menjadi serius setelah menaruh Sasaki dan Naruto di keranjang bayi.


Minato memakai jubah berwarna putih yang bertuliskan hokage keempat dengan gaya khas miliknya lalu mengambil kunai miliknya.


Minato menghilang dalam satu tarikan nafas dan pergi menuju tempat Kushina.


Di saat yang bersamaan kesadaran milik Sasaki perlahan melemah lalu dia kehilangan kesadarannya.


.


.


.


Entah sudah berapa lama berlalu, Sasaki perlahan mendapatkan kesadarannya kembali lalu melihat pemandangan Minato dan Kushina yang tertusuk sesuatu sambil melindungi mereka berdua dengan senyuman.


" @+$&$+$($;_&"7$;\, 8$-$8_;$!;_(_)8#;$(\, " Minato dan Kushina mengatakan sesuatu yang tidak Sasaki mengerti\, lalu dia merasakan perasaan hangat di bagian perutnya.


' Perasaan ini!, apakah ini adalah kekuatan dari Kyuubi? ' Batin Sasaki sambil melihat kedua tangan mungilnya, dia tidak terlalu peduli dengan Minato dan Kushina.


Lalu dia kembali merasakan rasa kantuk yang luar biasa dan membuatnya tertidur pulas di bawah penderitaan Minato dan Kushina.


Mungkin inilah definisi sebenarnya dari bahagia di atas penderitaan orang lain.


Sedangkan Naruto masih terjaga dan menangis entah kenapa, sepertinya dia merasakan apa yang dinamakan kehangatan dan kasih sayang orang tua.


Tak lama kemudian para ninja mulai berkumpul disekitar mereka, termasuk sang mantan hokage, Hiruzen Sarutobi.


" Minato... " Hiruzen bingung harus berkata apa melihat pemandangan ini, dia memutuskan untuk menghampiri Minato dan Kushina yang sudah sedikit lagi menemui ajalnya.


" Tolong jaga mereka berdua, Yang rambutnya berwarna kuning namanya Naruto dan yang berwarna merah Sasaki " Ucap Minato dan diiringi oleh Kushina dengan lirih.


Setelah itu mereka menghembuskan nafas terakhirnya dalam posisi duduk dan saling berpelukan, tak lupa juga ada sebuah senyuman lembut terlukis di wajah mereka berdua.


.


.


.


To be continued...