
Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa sudah hampir 1 tahun sejak Sasaki memasuki akademi dan menjadi murid unggulan.
Hiruzen kadang-kadang datang mengunjunginya untuk memberikan uang bulanan dan beberapa nasehat, jumlah uang bulanan miliknya juga semakin meningkat jika peformanya di akademi meningkat, membuatnya bersemangat.
Dan juga dia sempat beberapa kali bertemu dengan Naruto dan mengobrol dengannya, Sasaki menjadi teman dan sekaligus saudara yang baik bagi Naruto, meskipun dia tidak tau jika Sasaki adalah kakak kandungnya.
Sasaki saat ini kekuatannya sudah setara dengan seorang genin mid stage, sebuah prestasi yang luar biasa untuk anak usia 8 tahun.
Hari ini adalah hari yang spesial, karena pada hari ini akan diadakan ujian kenaikan yang akan menentukan mereka akan menjadi seorang ninja atau tetap tinggal di akademi.
Seperti biasa Sasaki bangun dari tidurnya lalu membersihkan badannya, meregangkan badannya lalu berolahraga pagi sebentar sebelum pergi ke akademi.
Tubuhnya sekarang terlihat atletis, tidak terlalu berotot tapi tidak kurus juga, dia memiliki tubuh ideal yang di idam-idamkan para pria.
" Hari ini ada ujian kenaikan, dan aku masih belum belajar " Gumam Sasaki lalu mengenakan kembali kimono hitamnya yang biasa dia pakai untuk keluar rumah.
Kali ini dia hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di akademi menggunakan wind steps.
" Pagi Sasaki " Sapa Kaguya dengan ramah, dia terlihat cantik dengan rambut hitamnya yang terurai seperti biasa.
" Pagi " Balas Sasaki lalu mengajak Kaguya ke kelas, di tengah perjalanan mereka berdiskusi tentang apa saja yang kemungkinan muncul di soal ujian dan ujian praktek.
Ujian kenaikan akademi ninja dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi ujian tertulis dan sesi ujian praktek, dan untuk tahun ini sesi pertama adalah ujian tertulis.
Setelah beberapa menit berjalan mereka sampai di aula besar akademi ninja, di sana sudah terkumpul seluruh murid yang ada di akademi ninja.
Sasaki dan Kaguya menjadi pusat perhatian karena mereka merupakan 2 jenius tanpa tanding dari angkatan ini, mereka sudah mulai melupakan fakta bahwa ada seorang monster yang tersegel di dalam tubuh Sasaki.
" Lihatlah itu Sasaki-nim " Bisik seorang gadis kecil ke teman di sebelahnya.
" Iya, Sasaki-nim terlihat sangat tampan seperti biasanya " Puji seorang gadis.
Note : -nim itu adalah panggilan untuk seseorang yang lebih tua atau memiliki pangkat lebih tinggi, contohnya hyung-nim.
" Sasaki " Gumam Sasuke dengan nada kemarahan, dia masih mengingat dengan jelas bagaimana Sasaki selalu mengalahkannya dalam pertarungan persahabatan.
Di samping Sasuke ada Sakura yang hendak menenangkannya, tapi tangannya langsung ditepis oleh Sasuke lalu Sasuke pergi ke tempat duduknya.
Sasaki yang melihat itu dari jauh hanya menghela nafas, bagaimanapun sikap Sasuke yang seperti itu karena dirinya, membuatnya merasa sedikit bersalah.
Sasaki kemudian mengalihkan pandangannya ke seluruh karakter-karakter penting yang ada di manga maupun anime Naruto yang saat ini masih menjadi calon ninja.
Di bagian tengah ruangan ada Choji, Ino dan Shikamaru yang sedang duduk bersama, di sudut kanan ruangan ada Naruto dan Hinata yang duduk di belakang Naruto.
" Ada apa Sasaki? " Tanya Kaguya karena khawatir dengan Sasaki yang tiba-tiba berhenti melangkah.
" Hmm, tak apa...ayo kita duduk di sana " Sasaki menjawab dengan senyuman lalu menarik tangan Kaguya, mengajaknya duduk di bagian depan aula.
Kaguya tersipu lalu mengikuti Sasaki yang masih menarik tangannya, mereka kemudian duduk di kursi yang masih kosong, di samping seorang laki-laki berambut putih.
Sedangkan Nanami yang mengawasi mereka dari jauh merasa hatinya ditusuk-tusuk oleh jarum, dia iri dengan kemesraan Sasaki dan Kaguya.
Karena selama ini dia belum mempunyai pasangan alias jomblo, entah kenapa dadanya selalu terasa sesak ketika melihat orang lain bermesraan.
" Sepertinya aku harus mencari pasangan secepatnya " Gumam Nanami dengan lemah sambil memegangi dadanya yang masih terasa sesak.
Setelah itu muncul beberapa orang yang mengaku sebagai pengawas dari ujian kali ini, mereka membagikan soal ujian kepada masing-masing murid yang ada.
Sasaki langsung mengerjakan ujiannya setelah menerima kertas itu, tak lupa dia berdoa dulu meskipun dia tak memiliki keyakinan khusus, hanya dalam bentuk formalitas.
" Ini ujian kenaikan kan?, kenapa mudah sekali " Gumam Sasaki pelan, dia tak menyadari kalau ekspresi para murid-murid selain dirinya terlihat sangat buruk.
Jika mereka mendengar gumaman Sasaki mungkin mereka bisa mati karena kesal, kalau mereka bisa menghajar Sasaki maka dia akan di hajar habis-habisan.
Setelah itu Sasaki berdiri, dia melangkah dengan perlahan ke arah salah satu pengawas lalu memberikan kertas ujiannya.
" Eh...kau sudah selesai? " Tanya pengawas itu, terkejut dengan kecepatan Sasaki dalam mengerjakan soal ujian kenaikan.
Sasaki mengangguk pelan untuk menjawab, lalu keluar dari ruangan itu sesuai instruksi dari salah satu pengawas.
.
.
.
Setelah selesai sesi pertama, dimulailah sesi kedua yang merupakan pertarungan 1 vs 1 antar para murid, sesi kedua akan dimulai dalam 1 jam lagi.
.
.
.
To be continued...