
Sasaki membuka pintu ruangan kelas A-1 dan langsung dikagetkan dengan sebuah benda yang jatuh dari atas.
Dengan cepat dia menghindari benda itu lalu menatap dengan tajam orang-orang yang ada di dalam kelas.
Sedangkan para murid-murid yang tadinya ingin mengerjai orang yang membuka pintu itu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Sasaki yang melihat itu hanya menghela nafas lalu memasuki kelas dengan tenang, dia mengedarkan pandangannya ke sekitar dan mencari tempat duduk yang paling nyaman menurutnya.
Akhirnya dia memutuskan untuk duduk di kursi kosong yang berada paling dekat dengan pintu, ' Kapan gurunya datang? ' Pikir Sasaki sambil menopang dagu di tangannya.
Dia melirik kepada murid-murid lainnya sesekali, entah kenapa dia merasa kelas ini terlalu sepi, saking dalamnya dia berpikir dia sampai melamun.
" Halo salam kenal "
Suara lembut seorang gadis membuat Sasaki tersadar dari lamunannya, " Ya salam kenal " Jawab Sasaki singkat lalu mengalihkan kembali pandangannya ke arah jendela.
Gadis di depan Sasaki terlihat cemberut ketika melihat reaksi Sasaki yang sangat cuek kepadanya, dia kemudian duduk di sebelah Sasaki lalu mulai mengajaknya berbicara.
Sasaki juga tak masalah dengan itu, kebetulan dia sedang kosong dan juga guru kelas mereka masih belum datang.
" Perkenalkan, namaku Kaguya " Ucap gadis yang tadi menyapa Sasaki, memperkenalkan dirinya sebagai Kaguya.
" Namaku Uzumaki Sasaki, kau bisa memanggilku Sasaki " Jawab Sasaki, memperkenalkan dirinya kepada Kaguya.
Setelah itu mereka terus mengobrol, mengingat kalau guru mereka yang masih belum datang juga.
Tak terasa 1 jam sudah terlewat dan guru kelas mereka sudah tiba dengan membawa 2 anak di genggaman tangannya, dia berjalan ke depan kelas sambil menyeret kedua anak itu di lantai.
" Maaf aku terlambat, ada sedikit masalah tadi " Jelasnya sambil tertawa, dia terlihat cukup ramah meskipun tampilannya terlihat seperti orang jahat.
Orang yang menjadi guru di kelas A-1 mengenakan Pakaian serba hitam dengan masker mulut bercorak gigi-gigi monster, dia memiliki rambut berwarna hitam legam dan mata berwarna coklat kehitaman.
" Namaku adalah Fuguyoshi Nanami, kalian bisa memanggilku sesuka kalian " Orang itu memperkenalkan dirinya.
" Oh ya, dan mereka berdua ini adalah murid tambahan untuk kelas A-1 " Lanjut Nanami lalu mengangkat kedua anak yang tadi dia seret-seret di lantai, mereka adalah Sasuke dan Naruto yang sudah terlihat dalam keadaan babak belur.
Sasaki mengerutkan dahinya ketika melihat itu, kehadiran Nanami sebagai guru kelasnya saja sudah membingungkan apalagi Sasuke dan Naruto yang memasuki kelas dengan cara seperti ini.
" Masa depan telah berubah " Gumam Sasaki lalu mengepalkan dengan erat kedua tangannya, dia merasakan perasaan yang bercampur-aduk antara takut, senang, dan antusias.
Bulu kuduknya merinding ketika memikirkan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang akan terjadi di masa depan, membuatnya semakin bertekat menjadi kuat.
Setelah itu Nanami memulai kelasnya dengan menjelaskan informasi-informasi umum.
" Jadi, bagi kalian yang belum tau, dunia Shinobi terbagi menjadi 1 benua dan 3 pulau, dan Desa Konoha merupakan salah satu Desa besar yang berada di dunia Shinobi, selain Desa Konoha ada Desa Amegakure, Sunagakure, Kirigakure, dan lain-lain " Jelas Nanami secara panjang lebar sambil menunjukkan peta dunia Shinobi.
Setelah itu dia melipat kembali peta itu lalu mulai menjelaskan tentang tingkatan ninja.
" Tingkatan seorang ninja terbagi menjadi 6 :
Calon Ninja
Genin / Ninja Junior
Chuunin / Ninja Senior
Jounin / Ninja Elit
Ninja Spesial
Anbu
Dan masing masing-masing tingkat masih di bagi lagi menjadi 4 lapisan, yaitu Early Stage, Mid Stage, Upper Stage, dan Peak Stage.
Untuk anbu terbagi menjadi 5 lapisan yaitu topeng putih, topeng abu-abu, topeng hitam, topeng merah, dan topeng merah darah. " Lanjut Nanami lalu mengakhiri kelasnya karena sudah jam makan siang.
Dia masih mengolah informasi yang diberikan oleh Nanami kepadanya, sekarang dia yakin 100% kalau dunia Naruto yang saat ini dia tinggali cukup berbeda dengan Naruto yang ada di manga maupun anime, hanya alur cerita dan karakter saja yang sama, bahkan ada karakter tambahan seperti Nanami.
" Huufft...ini membuatku pusing saja " Sasaki menghela nafas panjang lalu memijat-mijat keningnya.
.
.
.
Hari pertama di akademi sudah berlalu, Sasaki pulang dengan berjalan kaki tanpa menggunakan wind steps, dia ingin sesekali melihat-lihat keadaan wilayah pusat Konoha.
Keadaan jalan cukup ramai dipenuhi dengan orang-orang yang berdagang maupun para pembeli, suasananya terasa sangat damai ditambah dengan matahari senja yang sangat mendukung keadaan.
" Yah terkadang pergi keluar rumah bukanlah sesuatu yang buruk " Kata Sasaki sambil tersenyum tipis.
Sasaki sampai di rumahnya saat matahari sudah terbenam dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
" Akhir-akhir ini aku jarang latihan " Gumam Sasaki sambil menatap tangan mungilnya.
Dia terpikir untuk mengecek sudah berapa banyak lingkaran chakra yang sudah terkumpul di tubuhnya menggunakan tehnik yang tadi diajarkan oleh Nanami.
" Sudah 8! " Teriak Sasaki kegirangan, dia cukup terkejut dengan perkembangan chakranya yang sangat pesat, hanya dalam waktu 3 sampai 4 hari chakra miliknya telah bertambah 3 lingkaran.
Sekarang level kapasitas chakranya sudah berada di Calon Ninja Upper Stage, sedangkan untuk mencapai Peak Stage membutuhkan 10 lingkaran chakra.
.
.
.
Seminggu telah berlalu dan Sasaki telah belajar banyak jutsu, mulai dari ninjutsu sampai taijutsu yang cukup kuat.
Hari ini akan diadakan pertandingan persahabatan antar murid kelas A-1, Sasaki juga sudah bersiap dengan sebilah kunai di tangannya.
" Kaguya Fuguyoshi melawan Neji Hyuga! " Teriak Nanami dengan lantang lalu 2 orang maju ke arah lingkaran yang sudah dibuat sebagai pembatas arena.
" Di pertarungan ini tidak diperbolehkan memakai ninjutsu, hanya boleh menggunakan taijutsu, orang yang keluar dari garis ataupun pingsan dihitung kalah " Nanami menjelaskan peraturannya.
Neji dan Kaguya saling menatap dengan tajam, mereka sedang menunggu aba-aba dari Nanami untuk memulai pertandingan persahabatan yang akan diambil sebagai nilai juga.
" Pertandingan, dimulai! " Nanami berteriak sambil memberikan isyarat untuk memulai pertandingan.
Setelah mendengar itu Neji langsung melesatkan pukulan ke arah wajah Kaguya, tapi Kaguya bisa menepis pukulan Neji dengan mudah lalu menyerang balik.
Neji termundur beberapa langkah lalu kembali mengatur nafasnya yang sudah memburu, dia terkena pukulan Kaguya di paru-parunya membuat nafasnya menjadi tak teratur.
Dan Kaguya juga seolah tak memberikan jeda untuk Neji bernafas langsung kembali melesatkan serangan beruntun yang ditangkis oleh Neji.
Beberapa pukulannya berhasil ditangkis oleh Neji tapi Neji sudah menerima banyak pukulan dari Kaguya membuatnya jatuh berlutut di tanah.
" Aku menyerah " Neji berkata dengan lirih, keadaannya terlihat sangat buruk setelah terkena pukulan beruntun dari Kaguya.
Nanami mengumumkan pertandingan mereka selesai dan dimenangkan oleh Kaguya dengan kemenangan telak.
" Selanjutnya Sasuke uchiha melawan Sasaki Uzumaki! " Teriak Nanami.
Sasaki maju ke arena bersamaan dengan Sasuke lalu mereka saling menatap selama beberapa saat.
.
.
.
To be continued...