My Journey In Naruto World

My Journey In Naruto World
Chapter 15 : Kembali ( 2 )



Sasaki memulai kembali petualangannya di dunia Shinobi dengan menaiki kapal kecil yang tujuannya pergi ke daratan utama atau bisa dib11ilang satu-satunya benua di dunia Shinobi.


" Hahaha, tunggulah aku dunia! " Seru Sasaki dengan riang, sudah lama dia tak merasakan perasaan damai dan asri seperti ini. selama ia tinggal di center point lengah sesaat saja bisa membuat kepala melayang jadi dia selalu merasa tertekan.


" Bocah yang aneh " Pikir sang kakek yang membawa kapal sambil tersenyum tipis.


Tapi kegembiraan Sasaki tak bertahan lama setelah dia merasakan ada yang bergejolak dari bawah kapal mereka, dia segera memegang kerah kakek nelayan yang mempunyai kapal lalu melompat tinggi ke langit.


" Hey, apa yang kau lakukan! " Teriak sang kakek kesal.


" Diam dan lihatlah " Ucap Sasaki dengan datar, tak beberapa lama kemudian kapal yang tadi mereka pakai hancur berkeping-keping karena gelombang air.


Sang kakek nelayan berteriak histeris sementara tatapan mata Sasaki berubah menjadi dingin, dia mengenali aura ini...ini adalah aura Demonic beast.


" Kenapa demonic beast bisa berada di dunia Shinobi? " Gumamnya lalu mendarat di salah satu kepingan kapal yang hancur, dia kemudian mengedarkan kesadaran ilahinya dan merasakan ada hawa keberadaan Demonic beast dari arah belakang.


Dia bergerak secepat mungkin untuk menghindari serangan tiba-tiba itu tapi sudah terlambat, terlihat sesosok ikan raksasa yang sudah membuka mulutnya lebar-lebar. bersiap memakan Sasaki dan kakek nelayan.


" Awas! " Sasaki melemparkan kakek itu, membiarkan dirinya dimakan oleh ikan raksasa itu.


Kakek nelayan yang melihat itu hanya bisa diam terpaku di salah satu pecahan dari kapalnya yang hancur dengan tatapan kosong.


.......


Saat dirinya sadar kembali Sasaki mendapati dirinya berada di tempat yang sangat gelap nan bau, dinding-dinding tempat itu licin dan kenyal.


" Sepertinya aku dimakan lagi ", Gumam Sasaki kesal, ini bukan kali pertamanya di makan oleh demonic beast tapi ini pertama kalinya dia dimakan oleh demonic beast yang lemah seperti ini.


Dengan sekuat tenaga Sasaki memukul dinding-dinding daging di sekitarnya lalu dia perlahan-lahan terdorong keluar.


Sasaki bisa melihat kembali cahaya lalu dia melesat ke atas setelah di muntahkan oleh demonic beast itu.


" Ahh, jadi teringat masa lalu ", Pikir Sasaki saat melihat keadaannya saat ini, dia jadi teringat kejadian beberapa tahun yang lalu di Greenland yang membuat dirinya jatuh ke dalam jurang.


tapi sampai hari ini dia masih mempertanyakan kenapa dan siapa yang waktu itu menjatuhkannya ke jurang.


Sasaki menatap ke bawah dan menyadari kalau dirinya masih berada di tengah lautan, dan dia bisa melihat dengan jelas kakek nelayan yang hendak dimakan oleh demonic beast itu.


" Kau tidak kapok-kapok juga ya ", Sasaki menarik pedang-nya dari sarung-nya lalu mulai mengalirkan Qi dalam jumlah yang tak sedikit ke pedang itu, membuat pedang itu mengeluarkan cahaya berwarna putih keemasan.


Tapi dia sudah terlambat, kakek jantung kakek nelayan itu sudah tidak berdetak lagi, " Dia mati karena serangan jantung...", Mengerutkan dahinya sambil mencoba untuk menganalisa ulang kematian kakek nelayan itu, tapi hasilnya sama.


" Apa yang harus kulakukan sekarang? ", Sasaki bertanya kepada dirinya sendiri sambil memandang lautan yang luas.


Sekarang prioritasnya adalah kembali ke Negara Api atau Konoha jadi dia tak bisa berlama-lama lagi, dan dia juga tidak mengetahui timeline cerita Naruto saat ini jadi dia harus secepatnya pulang.


Tapi sebelum itu dia ingin setidaknya memakamkan mayat kakek nelayan itu, tapi karena kondisi memaksa akhirnya dia memutuskan untuk membakarnya saja.


" Semoga kau tenang di alam sana ", Sasaki menaburkan abu kakek itu di lautan lalu kembali melanjutkan perjalanannya dengan berjalan di atas air menggunakan serpihan kapal sebagai penopangnya.


.......


.......


.......


Sasaki sampai di daratan saat malam hari, dia kemudian mencari tempat untuk bermalam yang aman di dekat pantai.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya dia bisa melihat sebuah cahaya di tengah-tengah hutan, dia kemudian mendekati cahaya itu dan mendapati seorang pria yang sedang duduk di depan api unggun.


" Permisi, apakah ada desa yang jaraknya tidak jauh dari sini? " Tanya Sasaki dengan sopan. dia tak ingin bertarung lagi setelah perjalanan panjang yang melelahkan, lagipula pria di depannya ini terlihat seperti orang baik.


Pria itu melirik Sasaki dengan malas lalu menunjuk ke satu arah, " Di sana ada sebuah desa kecil. jaraknya tak terlalu jauh " Jawab orang itu lalu kembali ke urusannya sendiri.


Sasaki berterima kasih kepada pria itu lalu berjalan mengikuti arahan-nya, dari kejauhan dia sudah bisa melihat beberapa cahaya.


' Berarti orang itu tidak berbohong ' Pikir Sasaki sambil tersenyum tipis, dia kemudian mempercepat gerakannya dan sampai di desa itu dalam hitungan menit.


.......


.......


.......


...--To be continued--...