
10 Menit sebelumnya.. Jean dan Adam sedang membicarakan tentang Sofia. Disaat sedang asik berbicara Olivia pun datang dan langsung ikut masuk ke pembicaraan mereka berdua. Tepat disaat Olivia datang, pengawal hitam secara bersamaan juga melapor keadaan Sofia kepada Adam.
"Heh, bagaimana bisa lelaki sepertimu meninggalkan pacarmu disini demi wanita lain? apa kata orang lain nanti?" Ucap Olivia sambil memegang anggur dan meneguknya.
"Kau bukanlah lagi pacarku, sekarang calon wanitaku sedang dalam masalah kau seharusnya pergi dari sini Olivia." Adam mulai kesal dengan Olivia sekarang. "Huwaa, lihatlah kalian semua pacarku ini sedang mencampakka-" Ucapan Olivia terpotong karena Adam langsung menariknya duduk di sampingnya karena tidak ingin ia membuat masalah yang lebih besar lagi.
"Yasudahlah, pasti dia bisa mengatasinya sendiri kan?" Gumam Adam gelisah dan khawatir lalu ia menyuruh pengawal hitamnya segera pergi. "Hm? apakah kamu bergumam sendirian?" Tanya Olivia sambil mengelus badan Adam dengan tangannya.
"Heh, jadi kak? bagaimana ini, apa kamu yakin ingin membiarkannya saja?" Tanya Jean kepada Adam dan mengabaikan Olivia yang tepat duduk dekat Adam. "Kuharap, semoga dia baik - baik saja." Adam menjawabnya dengan singkat.
Sudah lama berbicara, pengawal Jean pun akhirnya datang memberitahu sesuatu kepadanya tentang Sofia. Memang Jean mempunyai firasat buruk tentang Sofia jadi dia diam - diam mengutus pengawalnya juga untuk mencari tahu tentang Sofia. Alhasil karena mengetahui Sofia hilang, dengan panik dan khawatir Jean pun memberi tahu Adam akan hal ini.
"Lapor presdir, saya menemukan handphone nyonya Sofia terjatuh di aula tengah pesta. Sepertinya sudah mati." Ucap salah satu pengawal hitam kepada Adam, Adam yang melihatnya langsung mengambil handphone tersebut dan menyimpannya. Lalu tetap mencari Sofia sekarang.
"KAK TENANG! PESTA SUDAH MAU BERAKHIR. SEBAIKNYA KITA PULANG SAJA YA?" Jean berteriak menenangkan Adam yang sudah dibikin emosi karena gadis itu. "TIDAK BISA KITA HARUS MENYELAMATKANNYA JEAN!" Adam mengangkat kerah baju Jean dan mendorongnya ke dinding. Emosi? iya banget.
"Wah wah, kamu Nicolas?! bisakah ki - kita berfoto bersama? aku ingin memamerkannya kepada temanku haha!" Ucapku sambil menahan malu dan melihat sekitar, handphoneku hilang..
"Yasudah, dimana handphonemu?" Tanya Nicolas lalu ia mulai melihatku yang mencari sesuatu dan ia akhirnya menyadarinya. "Sudahlah, pakai handphoneku saja nanti kukirimkan kepadamu" Ucap Nicolas lalu kami berdua mengambil banyak foto bersama dan tertawa bersama haha.
"Sepertinya pesta sudah berakhir, oh? aku juga harus menemukan handphoneku saat ini dan memberitahu kabarku kepada Adam!" Kataku sambil mulai beranjak pergi dari kasur dan berpamitan dengan Nicolas.
"Heh! soal handphonemu sudah kusuruh pengawal untuk mencarinya, sedangkan kamu baru saja terbangun. Sebaiknya kamu ikut denganku menginap di apartemenku sekarang." Ajak Nicolas kepadaku dan menggendongku masuk kemobilnya.
"Terima kasih sebelumnya, tapi aku tidak ingin. Elsa pasti akan mengkhawatirkanku aku harus pulang menemui Elsa sekarang!" Ucapku kepada Nicolas dengan lantang sembari melihatnya.
"Sekarang sudah sangat larut, bagaimana jika dia sudah tidur? apakah kamu akan menunggunya diluar pintu apartemen? sudahlah ikut saja denganku" Paksa Nicolas yang langsung memerintahkan supirnya menuju apartemennya.
Mau tak mau aku mengikutinya sembari gelisah memikirkan Adam, ya kalian tahu sendiri kan bagaimana dia jika marah? tanpa tidak disadari aku tertidur didalam gendongan Nicolas yang membuat Nicolas tersenyum sendiri melihat tingkahku.
"Tuan, apa sebaiknya membangunkannya? apakah kamu tidak keberatan?" Tanya salah satu bawahan Nicolas yang khawatir melihatnya. "Tidak usah, dia sangat ringan kok. Aku akan menggendongnya kekamarku" Jawab Nicolas yang lalu langsung membawaku kekamarnya dan menidurkanku dikasurnya.
"HEH APAKAH AKU DICULIK?! CEPAT KELUARKAN AKU BODOH BODOH!" Teriakku panik dan seketika mukaku memerah melihat Nicolas yang baru saja keluar kamar mandi dan memakai handuk. "Bagaimana bisa penculiknya memberikanmu kenyamanan seperti itu?" Tanya Nicolas sambil ia menatapku terus tanpa jeda.
"Eh? ya! Terimakasih untuk semua ini tapi aku harus pergi sekarang tuan Nicolas! Selamat tinggal!" Ucapku lalu berlari ke arah jendela dan melompat turun kebawah dari lantai dua. Nicolas yang panik segera melihat kearah jendela dan bergumam sendirian. "Gadis itu sangat pemberani, aku harus bisa mendapatkannya. Dia punyaku setelah ini!"
Aku terjatuh ke tanah, lututku berdarah dan pipiku sedikit kotor sekarang. Namun aku tetap gigih untuk kembali ke kantornya Adam dan kembali bekerja. Disaat seperti ini, aku tidak membawa jam tangan maupun handphone ku sekarang. Aku bingung
Sekarang sudah jam 09.30 pagi, aku lalu masuk ke lobby perusahaan Adam dan meminta kartu kerjaku ke pekerja wanita lain yang bekerja dilobby bawah sana namun ditolak. Sungguh kesal lalu aku pun mulai berdebat dengannya.
"Heh, Penampilan seperti itu apakah benar sekretaris Adam? Aku tahu tipe Adam betul! Adam menyukai wanita yang seksi dan tidak kotor sepertimu! dasar penggoda!" Bentaknya dia marah kepadaku lalu menamparku kuat di pipiku. Tapi aku harus tetap tegar! semuanya demi diriku!
"Tapi aku memang benar adanya sekretaris Adam! jika kau tidak percaya aku bisa membuktikannya sekarang dengan kartu tandaku yg kau pegang itu!" Balasku sambil menunjuk kartu yang ia pegang.
"HAHAHA, ini sepertinya palsu! mulai sekarang kau harus bekerja menjadi pembersih toi-" Ucapannya terhenti ketika ada seseorang yang membelaku.
"Dia memang benar sekretarisku, Apa masalahmu dengannya? pindahkan pekerjaan dia menjadi pembersih toilet sekarang juga!" Perintah Adam lalu sambil melihatku dingin dengan keadaanku sekarang. Lalu aku mulai mengikutinya dari belakang hingga sampai ke ruangannya.
"Sofia, aku harus mendengar penjelasan darimu dan membuat perhitungan darimu tentang kejadian kemarin malam." Jelas Adam yang langsung menarikku lalu mendorongku ke sofanya dan menindihku. Aku yang lemas karena tak sarapan tidak bisa berbuat apa - apa lagi, aku menerimanya.
"Adam, tentang semalam itu adalah sebuah kesalahpahaman aku harap kamu menger-" Adam langsung menciumku dengan ganas dan lebih panas dari ciuman sebelumnya. Sepertinya dia sangat marah tentang kejadian ini dan melampiaskannya kepadaku.
Perlahan - lahan Adam semakin menjadi, ia mulai membuka kancing bajuku dan mengecupnya disana, aku yang ingin memukulnya tetapi tidak bisa karena tanganku ditahan olehnya. Aku bisa apa? huh.
"Adam kumohon lepaskan aku. Mulai hari ini aku berjanji akan menurutimu lagi hiks.." Ucapku sambil menangis hebat dan seketika Adam pun langsung memberhentikan aktivitasnya dan segera memangku ku di pangkuannya dan menenangkanku.
"Kenapa kamu luka seperti ini? apakah mereka memperlakukanmu seperti budak?!" Adam menanyaiku dengan nada marah, namun tangannya mengelus rambutku lembut. Tidak boleh, Nicolas telah menyelamatkanku tidak boleh kubiarkan Adam menyakitinya!
"Ini semua ulahku, karena aku sangat nakal! kamu tidak usah memperdulikanku sekarang!" Ucapku sambil tertawa agar menghilangkan rasa khawatirnya.
"Aku tidak percaya begitu saja, aku harus menyelidikinya juga tetap Sofia." Kata Adam sambil terus melihati lukaku dan sesekali khawatir kepadaku.