
"Kakak, daripada memikirkannya mendingan kakak menemaniku saja menikmati sunset yang indah ini kan kan?" Ajak Elsa kepada Sofia agar membuatnya sedikit terhibur oleh ajakannya.
"Aku akan sangat senang bila kau membelikanku eskrim coklat kesukaanku! cepat cepat belikan aku!" Aku mengusir halus Elsa agar aku bisa tenang, dia pun juga mengerti keadaanku. "Hahaha, baiklah kak! aku akan membelikanmu banyak sekali nanti, dadah!" Elsa lalu beranjak bangun dan berlari membelikanku eskrim kesukaanku, eskrim coklat.
Hari sudah semakin malam, namun aku tak peduli dengan pakaianku seperti ini. Lagian aku sendirian juga kan? yang pasti tidak akan ada seseorang yang melihatku juga. Tak sadar telah malam, aku tidak ada niatan beranjak bangun dan malah sedang santai menikmati angin malam di bibir pantai.
"Ibu ayah, aku merindukanmu.. tolong jaga aku disini dan doakan aku agar mendapat pria yang baik. Apa tidak kasihan dengan putrimu ini?" Gumamku pelan sambil bermain pasir dan melihat sekitar.
"Nona, tidak baik berada disini sendirian. Bagaimana jika kutemani?" Tawar seseorang pria yang berdiri di depannya menghalangi pemandangan lautnya. "Maaf, aku harus pergi sekarang." Karena malas dengan pria, aku segera beranjak pergi dan tidak menoleh ke belakang lagi.
"Gadis itu, kenapa dia bisa-bisanya menolak ajakanku?! padahal banyak sekali wanita yang mengejarku disana humph!" Pria tersebut kesal lalu membuat bola tanah dan melemparnya ke laut. "Apa jangan-jangan dia tidak mengenalku?!" Ucap pria tersebut lagi dan memikirkan hal yang aneh.
"Kakak ketiga! aku sedang menunggumu disini! mari kita masuk kekamar dan segera makan malam ya, tidak baik terlalu lama di luar pantai!" Ucap Elsa menyambutku dan menggandeng tanganku menuju kamar kami. "Kak apakah kau tahu, entah mengapa aku merasa heran karena sesuatu.." Elsa lalu membuka pembicaraan kepadaku, lalu aku pun menanggapinya dengan serius.
"Apa? aku tidak merasa heran saja daritadi." Balasku dan membuka pintu kamar, lalu aku melihat Elsa kebingungan seorang. Akupun menyuruhnya menceritakan semuanya kepadaku.
"Kak apa kau tidak heran dengan hotel sebagus ini?! saat weekend pun tidak ada seseorang yang menginap disini! benar-benar sepi sekali bukan? aku daritadi merasa ini sangat aneh tahu!" Ucap Elsa sambil ia melihat sekitar dan mengetok semua pintu kamar, tidak ada satupun jawaban dari itu.
"Hah sudahlah, mungkin atasannya kurang memperhatikan bagian pemasaran dari hotel ini. Jangan terlalu memikirkannya ya?" Kataku lalu mengajak Elsa masuk dan aku langsung mandi dikamar. "Hah, bagaimana bisa kak.. kau ini!" Elsa kesal karena ucapanku namun aku mengabaikannya.
Baiklah, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Kami berdua sudah makan malam dan Elsa juga sudah tertidur pulas dikasurnya. Sisa aku sendirian yang belum tidur akibat perasaanku ini. Dipikir-pikir ucapan Elsa masuk akal juga, daritadi hotel ini sangat tenang dan sunyi. Apa yang terjadi di hotel ini?! Aku tidak salah memilih hotel kan..
"Jam segini aku masih belum tidur, apa yang kulakukan?! sebaiknya aku harus menenangkan diriku sambil berjalan di tepi pantai!" Usulku sendirian dan pergi diam-diam keluar pantai.
Aku bingung, aku pergi tanpa tujuan sama sekali dengan perasaan patahku ini. Tanpa sadar aku sudah berjalan sangat jauh hingga tak nampak bangunan hotel itu. Saat sadar, aku sudah berada di ujung pantai ini. Disini terlihat sangat indah sekali, banyak kerang-kerang yang bertebaran dan juga bintang yang berada di langit. Ini tempat yang indah bukan?
"Nona kita bertemu lagi kan? sudah ku pastikan sepertinya aku lah takdirmu emh.." Ucap pria yang tadi ditemui oleh Sofia. Kenapa bisa bertemu dengannya lagi huh? "Kamu lagi? apa pria disini sangat menyukai memata-matai wanita?!" Aku kesal dan beranjak pergi namun tanganku ditahan oleh pria tersebut.
"Aku kebetulan disini. Apa kau akan meninggalkanku lagi? aku ingin berkenalan denganmu nona.." Ucapnya setelah ia melepaskan tangannya itu. "Kita sudah bertemu dua kali, dihitung ini juga. Aku tertarik kepadamu." Lanjutnya lagi, namun kali ini dia balik bersandar di pohon sambil melanjutkan aktivitasnya.
"Kau, sedang apa disini? jarang sekali. Disini sangat sunyi aku bahkan tak menyadari bahwa kau berada disini." Jelasku kepadanya mencoba membuka pembicaraan kepadanya, sangat canggung.
"Hahaha, nona ini sangat canggung dalam membuka pembicaraan. Aneh aneh sekali!" Dia tertawa lalu ia menutup buku yang ia baca dan mendekatiku lalu mengajakku bermain pasir.
"Apa? apa aku melakukan suatu kesalahan?" Tanyaku kepadanya, aku tak mengerti apa yang ia bicarakan sekarang.
Setelah dua jam kami bersama, mengobrol, dan bahkan bermain juga. Aku tak sadar tertidur dibahunya yang tegap itu. Baru kali ini aku bersandar tertidur kepada seorang pria sepertinya. Apakah aku bermimpi? tolong katakan padaku bahwa ini nyata kan!
"KAKAK BANGUN, MARI KITA SARAPAN!" Teriak Elsa membangunkanku girang. Sepertinya ia sangat bersemangat untuk bermain air lagi. "Hah, sebentar lagi adik.. aku sedang mengumpulkan nyawa." Balasku kepadanya, dan ia kembali menanyaiku sesuatu. "Kak, semalam..pria mana yang menggendongmu masuk dari jendela itu ha?!" Tanyanya yang membuatku bingung seketika.
"Apa? pria apa yang kau bicarakan? aku semalam tidur disini. Hahaha, mungkin kau bermimpi saja. Mari kita pergi bermain lagi!" Ajakku dan menggenggam tangannya keluar ke pantai lagi!
Sesampainya kami berdua di pantai, aku mendapati pemandangan menjijikan itu lagi. Aku melihat Evelyn sedang mendekati Adam dengan penuh semangat. Entah mengapa, hatiku ini sakit sakit bodoh! Adam bodoh! Tapi saat ini aku tidak menemui hal mencurigakan yang akan dilakukan Evelyn kepadaku lagi. Jadi sebaiknya, aku harus bersantai!
"Elsa tolong berjaga disini. Aku mau menceburkan diriku sebentar! aku hanya merasa sangat panas disini huh.." Aku beranjak bangun dan memberikan perintah kepada Elsa, lalu segera pergi ke air.
Tidak tidak, tujuanku bukanlah menceburkan diriku ke air. Melainkan untuk menghindar dari Adam! sedari tadi aku bersama Elsa, tanpa henti ia menatapku terus-menerus. Apa yang harus kulakukan? aku sangat canggung bila dilihat terus!
"Baiklah kak, berhati-hatilah ya! aku akan menjaga ini disini sekarang juga oke oke!" Elsa lalu meneriakiku dan aku membalasnya dengan menganggukkannya saja. Aku hanya ingin menghindar bodoh!
'Huh, ingin menghindar dariku? mari lihat, seberapa bisa kau lari dariku! tunggu saja kelak! aku akan membuktikan bahwa kau akan kembali padaku Sofia!' Adam bergumam yang membuat Evelyn penasaran. Samar-samar Evelyn mendengar nama wanita jalang itu, siapa lagi kalau bukan Sofia?
'Sofia,Sofia,Sofia terus yang kau gumamkan?! apa aku tidak mendapat bagian sedikitpun dihatimu Adam? tunggu dan lihat saja ini..' Evelyn tersenyum licik dan meminta izin pergi menjauh dari Adam untuk melakukan sesuatu.