My Introvert Secretary

My Introvert Secretary
3. Orang Ketiga



"Sekretaris barumu, siapa namanya?" Tanya pacarnya kepada Adam yang tengah sibuk bekerja dan tampak sangat dingin kepadanya. "Adam ayolah jawab aku, aku sudah membela - belakan pulang dari Amerika hanya untuk menemuimu seorang" Aku hanya diam, karena aku tidak berniat mengganggu hubungan mereka. Aku hanyalah Sofia si gadis miskin yang malang.


karena aku sangat membenci suasana hening, aku mencoba sebisa mungkin membuat nyonya menyukaiku dan aku langsung berdiri memperkenalkan diriku di depannya. "Nyonya muda, perkenalkan aku adalah Sofia sekretaris presdir yang baru." Ucapku lalu menunduk dan segera pergi ke tempat kerjaku. Yang kulakukan benar bukan? HAHAHA, AKU SANGAT BINGUNG.


"Olivia, pindahlah duduk di sofa. Setelah selesai aku akan membawamu pergi makan bersama" Ucap Adam sembari mengecup rambut Olivia pacarnya dengan lembut dan penuh perhatian. "Aku harus menunggu berapa lama lagi? Apakah sekarang tidak bisa? aku sudah sangat lapar sayang!" Jawab Olivia sambil merengek keras seperti anak bayi.


"Baiklah aku akan menunda pekerjaan ini dan membawamu ketempat makannya sekarang. Sisanya kamu Sofia segera urus dokumen ini untukku." Suruh Adam kepadaku sambil ia menghampiriku dan menaruh dokumennya di mejaku taklupa ia mencium pipiku disaat Olivia tidak melihatnya. "Adam! aku akan menunggumu dimobil, cepatlah turun dan tinggalkan sekretarismu itu!" Marah Olivia kepada Adam.


"Sofia, kelak pulang bersamaku ada yang harus ku perhitungkan denganmu. Jangan mencoba kabur!" Kata terakhir Adam sebelum ia menyusul pacarnya pergi ke lobby perusahaannya, sekarang.. apa yang harus kulakukan? bagaimana bisa aku kabur disini?!


sudahla, aku tidak akan terlalu memikirkannya. Sekarang aku sedang bekerja dan menyelesaikan dokumen yang diberikan oleh Adam. Jika tidak selesai, tamatlah aku di tangannya nanti! 15 menit telah berlalu dan aku telah menyelesaikan dokumennya, tapi kenapa dia belum juga kembali?!


Tanpa pikir panjang dan karena tidak ada pekerjaan, aku sekarang harus menelfon kakak pertama guna memberitahu kalau aku diusir oleh kakak kedua dan ibu sekarang. "Kak Lisa! Aku hanya memberitahumu kalau aku tidak akan kembali lagi kerumah!" Ucapku memberitahu Kakak pertamaku. "Hey? Bagaimana bisa?! apa yang mereka berdua lakukan kepadamu?! tapi maafkan aku, aku sekarang sedang berada di luar negeri jadi tidak bisa membantumu sekarang." Keluh kak Lisa kepadaku sambil berusaha membuatku senang. "Ah tak apa, justru sekarang aku merasa senang karena telah mendapatkan pekerjaan, kalau begitu sampai jumpa kak!" Setelah selesai, aku langsung menutup telfonku dan segera turun kebawah lalu pergi untuk makan siang.


"KAKAK SOFIA! INI AKU ELSAA!!" Teriak Elsa didepan pintu lobby perusahaan FU, terlihat sepertinya dia memegang kotak bekal makan siangku. "Elsa!? kenapa kamu tidak menelfonku? seharusnya aku yang pergi kesana!" Ucapku karena merasa bersalah kepadanya.


"Ah biarkan saja, lagian aku juga bosan di apartemen terus kak!" Omelnya sembari mengajakku duduk di taman dan makan bersama.


"Tapi setidaknya beritahu aku iya! karena aku sangat mengkhawatirkanmu huhu" Jawabku yang selalu khawatir dengannya dan segera memeluknya erat.


"Heh, disini ramai orang! bagaimana jika kakak dikira lesbian denganku? aku tidak mau itu terjadi" Kata Elsa sembari ia menjitak keningku pelan. Lalu aku pun membalas perkataannya dengan mengangguk.


Tak terasa, jam makan siang telah berlalu begitu cepat. Dengan kecepatan penuh aku segera berlari di lorong yang begitu luas dan akhirnya bertabrakan dengan Olivia, YAP! PACARNYA ADAM.


"Aish! Kamu Sofia?! bagaimana bisa seperti ini! ini adalah baju yang dihadiahkan Adam khusus untukku. Tidak ada desainer yang bisa menjiplaknya!" Resah Olivia sambil menatapku sinis.


"Aku sering bertemu gadis murahan sepertimu! Apa kamu menggoda pacarku sehingga kamu mendapatkan posisi sekretaris itu?! JALANG!" Lanjut resah Olivia yang memarahiku. Aku tidak bisa membalasnya, Olivia ada artis hollywood! jika aku membalasnya maka berita tentangku akan berada dimana - mana sekarang.


"Mohon maafkan aku nyonya muda, salahku yang menabrakmu hingga jatuh seperti ini biarkan aku memapahmu ke ruangan presdir." Jawabku berusaha tenang dan melihatnya sedih.


"Jalang! Kau berusaha mencari kesempatan dalam kesempitan disaat aku terkilir seperti ini!" Olivia masih tetap marah kepadaku, namun seketika ekspresinya berubah total karena seseorang.


"Jean, Jean! bisakah kau membantuku? lihatlah wanita ini menabrakku sesuka hatinya huhu" Keluh Olivia di hadapan Jean. Aku yang merasa bersalah segera meminta maaf kepada Olivia.


"Jean!? Bagaimana bisa sekretarisku ada bersamamu? duh, pria penggoda sepertimu harus cepat kusingkirkan sekarang." Adam terlihat marah, ketika kami datang ia mulai mengepalkan tangannya.


"Presdir mohon tenang! justru tuan Jean yang membantuku, di perjalanan ada sedikit masalah tadi" Aku segera berdiri di depan Jean untuk berjaga - jaga kalau Adam memukulnya.


"Wah, kau berani melindunginya Sofia!? INGAT BAIK - BAIK! KAU ADALAH SEKRETARISKU! PUNYAKU!" Bentak Adam lalu ia melampiaskan emosinya dengan memukul dinding hingga berdarah.


"Hah, tenang dulu kakak pertama. Aku disini hanya mampir untuk melihatmu dan ingin menceritakan tentang kejadian barusan." Tidak punya pilihan lain, akhirnya Jean menceritakan tentang kejadian barusan pada Adam.


"Wanita itu, aku sungguh lelah berurusan dengannya. Aku secepatnya harus menyingkirkannya sekarang juga!" Resah Adam dan mulai memikirkan untuk memutuskan Olivia.


"HEEH?! JADI BOSS TADI -" Ucapanku terpotong karena Adam segera memojokkanku di dinding dan mengangkat daguku. "Hm? Sudah kubilang Olivia bukan tipe wanitaku, apakah kau cemburu?" Tanya Adam kepadaku.


"HEH KAU BODOH! Mana mungkin gadis baik sepertiku cemburu dengan pria bodoh sepertimu!" Bentakku lalu melihatnya dengan tatapan marah.


"WAH WAH, WANITA YANG LUAR BIASA" Tiba - tiba Jean berteriak kesenangan melihatku mengatakan Adam bodoh. "Aku baru pertama kali melihat ada seseorang wanita yang berani mengatai Adam HAHAHA PUAS SEKALI" Tawa Jean puas.


"Hentikan Jean. Aku dan Olivia sama sekali tidak pacaran, 4 tahun aku berpacaran dengannya sama sekali tidak ada rasa cinta hmph!" Kesal Adam dan ia mulai menatap bibirku. "Sepertinya kau harus berhenti..kita sedang bekerja sekarang dan disana ada Jean!" Aku panik, lalu aku mulai menutup mata pelan.


"Ya begitulah, lebih baik aku tidak akan mengganggu waktu mesra kalian. Aku pamit dulu kakak ipar!" Ejek Jean kepadaku dengan tertawa.


"Baiklah, haruskah kita melanjutkannya?" Tanpa pikir panjang Adam langsung menggendongku dan membaringkan ku diatas sofa lalu segera menciumku kuat tanpa basa - basi.


"Kumohon he - hentikanh, aku menyerah denganmu sekarang jj - jugah cukup!" Sayangnya, aku tetap tidak bisa melawan kekuatannya. Jadi aku akan membiarkannya sekali saja.


10 menit berlalu tetapi Adam tidak mau berhenti menciumiku lalu aku pasrah dengan keadaan seperti ini, seketika aku mendengar suara langkah kaki seseorang sedang menuju kemari. Percuma! mendorong Adam sangat susah sekali huh.


"ADAM!? SOFIA?! KAU JALANG KURANG KERJAAN YANG MENGGODA PACARKU!" Teriak Olivia histeris disaat ia melihat Adam dan aku berciuman panas di sofa ruangan Adam.


"Hm? sepertinya ada yang mengganggu waktu kita. Olivia, mulai sekarang aku dan kamu tidak ada hubungan apa - apa lagi. Jangan harap untuk menyentuh hatiku lagi!" Ucap Adam sambil memelukku dan mendorong Olivia keluar ruangan.