
Aku langsung segera menunduk kepada presdir dan pergi keluar membawa berkas tersebut untuk diberikan kepada Evelyn, siapa lagi kalau bukan gadis pintar itu. Kenapa aku menyebutnya gadis pintar? karena ia telah berkali-kali bisa membuat Adam tertegun dengan kepintarannya. Huh.
"Baiklah, setelah ini aku harus berjuang agar besok rapat aku tidak memalukan Adam sebagai sekretaris nya! Sofia, semangat!" Aku berbicara kepada diriku sendiri hingga tak sadar ada Evelyn berdiri disampingku.
"Halo Sofia! apa yang sedang kamu lakukan disini?" Tanya Evelyn lembut dan girang kepadaku, lalu aku membalasnya dengan senyuman dan berkata "Ini adalah berkas dari presdir, dia menginginkan kau untuk menjelaskan isi berkas ini besok di rapat" Ucapku sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Evelyn sendirian di depan pintu ruangan Adam.
Aku memikirkan sesuatu yang buruk, sekarang waktunya kerja bukannya Evelyn seharusnya berada di meja kerjanya dan bukan di depan pintu ruangan Adam? apa yang akan ia lakukan? soal ini, aku merasakan firasat yang sangat buruk! Celakaaa!
'Baiklah Sofia, santai! tapi sepertinya mereka berdua sedang asik sekarang bukan? lalu apa yang harus kulakukan?!' Gumamku panik dan berlari menuju lobby lalu pergi ketempat makan dekat kantorku.
"Permisi presdir! bolehkah Evelyn lucu ini mengganggumu sebentar?!" Ucap Evelyn yang langsung berlari menghampiri Adam dan duduk di pangkuannya Adam tanpa izin darinya.
"duduklah disofa, sekarang aku sedang sibuk. Apakah Sofia sudah memberitahumu tentang itu?" Tanya Adam kepada Evelyn sambil bekerja.
"Huh! ya, dia sudah memberitahuku! tapi presdir, izinkan aku duduk di pangkuanmu sebentar saja!" Evelyn bertingkah lucu, namun tak mempan buat Adam.
Penjelasan, Evelyn adalah seorang wanita yang pertama kali menolong dan membantu Adam hingga Adam bisa sesukses ini. Namun yang Evelyn tak suka dengannya adalah, posisinya tak bisa naik-naik mendekati Adam dan Adam juga tidak menyukainya.
Tapi bukan berarti Evelyn sepenuhnya sangat membantu Adam, dikisarkan sepertinya 57,69% Evelyn membantu Adam sekarang. Jadi tak heran bila Adam tak sangat cuek kepadanya, Karena ia adalah gadis yang membantunya dari awal.
'Adam! aku bukanlah gadis polos! aku tahu kau sangat dekat dengan Sofia, lihatlah rencanaku ini. Pasti berhasil!' Gumam Sofia lalu ia mendesah kesakitan dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Adam.
Lalu Evelyn mencium kaos putih Adam, ia meninggalkan jejaknya disana. Setelah rencananya berhasil ia lalu pamit pergi kepada Adam. "Yasudah Adam! sepertinya aku terlalu mengganggumu! jadi sebaiknya aku lanjutkan pekerjaanku saja ya! dadah!" Pamit Evelyn dengan tersenyum girang dan melambaikan tangannya bahagia.
'Ada yang aneh, jika berkas itu sudah ditangan Evelyn lalu gadis liar itu pergi kemana?! bukankah dia harus segera kembali bekerja?!!?' Gumam Adam marah dan segera memerintahkan Ryan untuk mencari Sofia secara diam-diam.
"Nona cantik, apakah anda berasal dari perusahaan FU?" Tanya seorang pria kepadaku sembari ia mendekatiku dan menarik tanda pengenalku di kantor.
"Ehm, tuan kurasa kau sangat keterlaluan. Aku datang kesini hanya untuk makan dan dilihat dari bajumu ini... apakah kamu koki restoran ini?" Jawabku sambil melihatnya atas bawah dan tak sengaja pingsan karena ketampanannya itu.
"Yap! nona benar sekali! aku adalah koki restoran ini, omong-omong perkenalkan namaku adalah Zack sedangkan kamu?" Huh, pria ini sungguh membuatku kesal dan ia sangat banyak tanya sekarang.
"Eh haha, namaku adalah Sofia senang bertemu denganmu.. perasaanku sepertinya ada yang aneh, sebentar.." Aku merasakan sesuatu hal yang berbeda sejak berbicara dengannya, namun kenapa aku baru menyadarinya ya?
GAWAT, AKU SALAH MASUK RESTORAN! HUWAA, AKU TIDAK MEMBAWA UANG SEPESERPUN SEKARANG. TOLONG AKU!
"dilihat-lihat sepertinya kau tidak mempunyai uang. Namun itu bukan masalah karena aku akan memberimu makan gratis!" Ucap Zack sambil melihatku manis dan berkata seolah 'aku ingin kita lebih dekat lagi' kepadaku. Heh, harus kutolak segera, jika tidak Adam akan marah denganku!
"Hahaha, maafkan aku.. saat ini sedang jam kerjaku jadi aku harus pergi sekarang! sungguh maafkan aku ya!" Kataku beberes segera pergi dan tak lupa melambaikan tanganku kepadanya.
"Darimana saja kau? bukankah sudah kusuruh segera kembali bekerja sekarang?" Segera setelah Sofia membuka pintu Adam langsung berbicara dingin dengannya. Seakan Adam sedang marah.
"Itu, ternyata jamku rusak kukira sudah waktunya makan jadinya aku seger-" Ucapanku terpotong saat bawahan Adam masuk dan membawakan setumpuk makanan yang enak.
"Kenapa harus memberiku sebanyak ini? aku sungguh sudah kenyang presdir!" Kataku menolak pemberiannya, tapi tampaknya ia tambah marah.
"Berani berbohong, tanggung sendiri akibatnya!" Adam marah sambil menghempaskan beberapa polaroid photo saat aku direstoran yang sedang berbicara dengan Zack.
"Ini tidak benar! aku bersumpah aku hanya mengobrol biasa dengannya sebagai teman!" Aku terkejut saat melihat kumpulan foto tersebut dan berusaha tenang menjelaskannya kepada Adam.
"Hah, baru bertemu saja sudah menganggapnya sebagai teman. Aku salah menilaimu, ternyata kau sama dengan wanita lainnya, sangat busuk!" Adam sangat marah besar dan ia menghabiskan waktunya berjam-jam memarahi sekretarisnya, Sofia.
'Apakah aku terlalu memanjakannya? apakah aku terlalu kasar dengannya? kenapa dia tidak bergeming sama sekali!' Gumam Adam yang sedang berkeja sambil mencari perhatian dengan Sofia.
'Sungguh kesal, apa-apaan aku bisa mempunyai boss seperti ini? memarahiku berjam-jam hanya karena masalah sepele! bodohnya dia tidak mau mendengar penjelasanku dulu!' Sebaliknya, Sofia pun juga bergumam ia juga kesal kepada Adam sekarang.
Dua jam berlalu, mereka berdua bekerja dalam keadaan hening dan sunyi. Hanya berbicara tentang masalah pekerjaan dan tidak lebih dari itu. Hingga tiba akhirnya waktu bekerja pun berakhir. Entah bagaimana aku pulang sekarang.
"Halo Elsa? Aku sekarang tidak akan mampir ke kediamannya presdir. Aku sedikit bertengkar dengannya, jika kau masih ingin tinggal disana, tinggalah!" Aku berbicara dengan Elsa di telfon sembari aku mengemasi barang-barangku.
"Hah? kenapa kak? kenapa kalian berkelahi? bagiku kalian adalah pasangan yang sangat serasi sekali, tidak ada yang bisa menandingi kalian oke?!" Jawab Elsa memberiku semangat dan khawatir kepadaku.
"Ya ya, terimakasih atas pujianmu itu! tapi aku dengan dia bukanlah seorang pasangan ingat!" Aku sedikit berteriak dan langsung menutup telfonnya.
Hari sedang sial, ternyata diluar hujan dan aku sama sekali tidak membawa payung. Biasanya aku akan pulang bersama Adam, tapi untuk sekarang tidak!
"Ikut aku, kita pulang bersama." Ucap Adam yang langsung meninggalkanku. Aku mau tak mau mengikutinya, jika tidak maka aku juga tak akan pulang! aku tidak punya pilihan..
Didalam mobil juga sama, suasana sangat canggung dan sunyi yang sangat parah. Pak supir juga sampai berkeringat dingin, karena Adam dalam mode dingin dan marah! campur aduk intinya!
"Tuan, apa tidak perlu singgah ke sebuah tempat makan? apakah tuan yakin akan baik-baik saja?" Tanya bawahannya panik sambil melihatku, aneh.
"Hm, singgah saja. Orangku ia belum makan, lebih baiknya singgah ke tempat rumah makan termahal disini." Jelas Adam tanpa basa-basi. Haha, aku tahu! seperti inikah cara orang kaya meminta maaf?
Aku tanpa sadar tertawa sendiri yang akhirnya memecahkan suasana hening tersebut, dan juga tanpa sadar aku terus dan terus diperhatikan oleh Adam, sepertinya aku harus berlatih tertawa seperti wanita cantik pada umumnya sekarang!