
"Lepaskan! apa yang kamu lakukan?!" Aku khawatir laku aku segera melepaskan pelukan Adam dengan sekuat tenaga, akhirnya berhasil.
"Ikut pulang bersamaku sekarang." Tanpa basa - basi lagi Adam langsung menarik tanganku dan menggendongnya, lalu ia membawaku menuju parkiran mobilnya..
"Tidak bisa! Aku sekarang harus pulang ke apartemenku, Elsa sudah menungguku sekarang!" Bentakku mencoba turun dari gendongannya.
"Sofia, kuperingatkan kepadamu jangan membantahku lagi sekarang!" Adam sekarang sangat terlihat marah sekali, mau tidak mau aku segera menuruti keinginannya dan kami segera menuju ke kediaman Adam sekarang.
"Tapi kau tidak bisa membawaku tanpa perizinan dariku! Aku akan mengikutimu sampai kau memenuhi 2 syarat dariku!" Aku mengajukan syarat kepadanya, ntah dia akan memenuhinya atau tidak.
"Pertama, jangan memukulku! dan yang kedua tolong jangan memaksaku untuk mengikuti kegiatanmu kecuali dalam hal pekerjaan!" Lanjut aku berbicara, Adam mengangguk. Sepertinya dia setuju dengan dua syarat yang kuberikan padanya.
"Baiklah, aku akan menuruti kedua syarat itu." Tumben, dia menjawabnya dengan tenang dan tidak marah lagi seperti tadi. Aku keheranan sekarang.
Tiba - tiba Adam berbaring di pahaku lalu ia perlahan - lahan tertidur didalam pangkuanku..kalau dilihat - lihat dia sangat ganteng bukan?! tapi bagaimana bisa wanita sepertiku akan mendapatkannya!
"Tolong jangan tinggalkan aku, aku masih membutuhkanmu disini! bunda.." Adam berbicara sendiri, aku merasakan dirinya sekarang. Sepertinya dia sangat kesepian, aku lalu mulai mengelus dan menggenggam tangan dan menenangkannya.
"shtt, tenang ada aku disini" Kataku sambil mengelus jari - jari tangannya dan menepuk - nepuk rambut kepalanya lembut.
Tak lama kami berdua akhirnya sampai di kediaman Adam, aku membangunkannya dan segera berjalan menuju kamar tamu yang telah disiapkan dari Adam untukku.
"HEH! ADAM KENAPA KAU DISINI?!?" Teriakku yang baru selesai mandi dan tengah mendapati Adam berbaring dikasurku.
"Aku pemilik rumahnya, jadi terserahku mau berada dimana saja yang aku mau" Adam menjawab lalu ia menarikku berbaring diatas ranjang. Adam menindihku dan ia mulai berpindah posisi.
sesaat aku mulai merasakan perasaan cinta, tetapi aku harus menyingkirkannya! aku tidak boleh jatuh cinta dengan atasanku sendiri!
"Presdir, lepaskan aku..kumohon padamu biarkan aku memakai pakaian terlebih dahulu" Aku memohon kepadanya dan melihatnya. "Cium aku maka aku akan melepaskanmu sekarang."
HEH!!? bagaimana bisa aku menciumnya, disaat seperti ini kenapa aku merasa dia sangat menggemaskan?! karena aku ingin cepat pergi jadi aku segera menciumnya di bibir dan berlari memakai baju.
Setelahnya memakai baju aku mendapati Adam sedang tertidur pulas di kasurku, tidak ingin mengganggunya jadi aku harus tidur di sofa bukan? ya untuk saat ini itulah cara yang terbaik menghindarinya!
"Jangan tidur disofa atau aku akan melakukan hal yang lebih dari sebuah ciuman" Ucap Adam yang melihatku diam - diam pergi ke sofa. Ternyata dia belum tidur! aku sepertinya terjebak olehnya..
"Ya jika presdir berkata begitu, aku akan tidur di kasur ini..TAPI BUKAN BERARTI AKU TIDAK BODOH!" Kesalku lalu segera mengambil banyak bantal dan membuat perbatasan di tengah kasur tersebut.
"Siapapun yang melewati batas pertahanan ini akan mendapat hukuman yang berat! humph!" Lanjutku berbicara lalu melihatnya dengan tatapan dingin.
Keesokan paginya aku terbangun dengan posisi aku sedang memeluk Adam dengan pakaian Adam yang kancingnya sedikit terbuka. Sepertinya, aku sangat sial hari ini. "He, mau sampai kapan memelukku terus?" Tanya Adam lalu ia mengecup pucuk kepalaku. "Hah?! a - aku tidak ingat kemarin apa yang kukatakan." Jawabku pura - pura bodoh.
"Cepatlah mandi dan aku akan segera memberikanmu hukuman dibawah" Adam berdiri dan segera keluar kamar lalu menuju meja makan.
Aku tanpa basa - basi segera bergegas berpakaian dan langsung turun menuju kebawah dengan perasaan khawatir tentang hukuman itu, tapi itu bukanlah masalah besar bagiku jadi aku harus bersikap tenang terhadapnya sekarang juga.
"Presdir, selamat pagi. Sudahkah presdir memutuskan hukumannya untukku?" Tanyaku kepadanya dengan tenang sambil mengunyah sarapan yang ada di mulutku."Habiskan dulu makananmu, jika tidak hukum akan bertambah dua kali lipat lebih berat" Ancam Adam yang melihatku terus saat aku makan dengannya. Risih? Iya dong.
"Sudah selesai bukan? Lucas segera bawakan stylist yang kubicarakan waktu itu dan biarkan ia memilih baju dan riasan yang tepat dengan Sofia." Jelas Adam ke asisten pribadinya, Lucas.
"Maksudmu? stylist? apa ini?" Aku kebingungan, langsunh aku lontarkan semua pertanyaan dari otakku saat itu juga kepada Adam. "Hukumanmu adalah menjadi pacarku, kelak malam akan ada pesta bisnis. Ikutlah denganku sebagai pasangan wanitaku" Jawab Adam sambil menarik tanganku dan aku langsung terduduk di pangkuannya.
"Apa yang kau lakukan?! aku tidak ingin duduk disini, sangat keras dan-" Ucapanku terpotong karena Adam mulai menciumku. Bodohnya aku, aku malah membalas ciuman tersebut dan memeluk lehernya Adam.
"Gadis ini, sudah berani bertindak?! menarik." Gumam Adam pelan tapi tidak terdengar olehku.
Setelah 5 menit kami berciuman akhirnya aku pun lepas dari siksaan tersebut. Sungguh, berciuman dengannya sama juga kamu menjemput ajal! Tidak diberi kesempatan untuk bernafas!
"Presdir izinkan aku pergi menemui Elsa, pasti ia sangat khawatir dengan kondisiku sekarang! kumohon kepadamu.." Aku mencoba memohon kepada Adam daripada kabur, jika aku kabur maka resikonya akan lebih besar. Aku sudah tobat!
"Beri aku satu ciuman maka kau boleh pergi" Adam menjawab sambil memeluk pinggangku dari belakang, tanpa basa - basi aku segera membalikkan badanku dan mencium bibirnya dengan penuh rasa kesal, sekalian menggigitnya sampai meninggalkan bekasnya.
"Sejak kapan kau jadi begitu menggoda? siapa yang mengajarimu berciuman seperti ini?" Tanya Adam sambil ia mengelus luka di bibirnya. "Heh! bukannya presdir yang mengajariku kan? Aku belajar banyak darimu haha!" Ejekku kepadanya dan segera berlari keluar menuju apartemen menggunakan mobil Adam.
"Gadis itu, kenapa dia sangat berbeda dari wanita lain yang pernah kutemui?! bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya!" Senang Adam sambil melihat Sofia yang berlari keluar dari rumahnya.
Sesampainya aku di apartemen, aku menemukan Elsa sedang memasak makanan di dapur. Jadi aku langsung menghampirinya dan menyapanya segera!
"KAKAK KEEMPAT! LIHAT LIHAT!" Elsa yang mengetahui keberadaanku langsung bersemangat dan segera menemuiku lalu memberitahuku sesuatu. "Apa yang membuatmu begitu bersemangat? cepat beritahu aku segera!" Aku yang melihatnya senang juga langsung ikut antusias bersamanya.
"IDOL KITA! AKHIRNYA KEMBALI KE NEGARA SINI! Aku barusan melihatnya tadi di berita.." Jelas Elsa sambil menatapku dengan mata yang berbinar, ia sangat senang.
Kami berdua sewaktu kecil pernah menjadi fangirl seorang artis boyband papan atas, bias kami berdua pun sama. Tapi tidak terjadi adanya perebutan diantara kami syukurlah. Namun tak lama kemudian, bias kami memutuskan untuk keluar dari band tersebut dan setelah itu kabarnya tidak dapat ditemukan sama sekali tentang dia lebih lanjut.
Apakah mungkin ia mendapat suatu masalah? Karena masih kecil jadi kami berdua tidak terlalu mencemaskannya, namun mendengar artis itu akan kembali ke negara ini aku jadi sangat senang, karena dialah cinta pertamaku sejak kecil, begitu juga dengan sofia. Kami berdua memiliki banyak kesamaan haha!