My Introvert Secretary

My Introvert Secretary
14. Berlibur Ke Pantai!



"Kakak ketiga! apakah kamu serius dengan perkataanmu itu? apa kamu sungguh tidak khawatir tentang dia lagi?" Tanya Elsa sambil mengajakku duduk di sofa.


"Aku pasti serius bodoh! jarang sekali kita pergi keluar berlibur seperti ini kan?" Aku lalu menjitak pelan dahinya Elsa dan tertawa bersama.


"Ya baiklah baiklah, aku akan mengemasi barangnya! ingat, kamu jangan lagi memikirkan bajingan seperti itu! pria semua sama saja!" Elsa kesal lalu pergi beranjak kekamar dan mengemasi kebutuhan untuk besok.


Dilain sisi, Zack sedang berkumpul dengan sahabatnya yaitu Adam dan juga Jean adiknya Adam. Mereka bertiga sangat berteman dengan baik, namun sepertinya juga mereka mencintai gadis yang sama haduh, Sesampainya disana Zack langsung menceritakan tentang cinta pertamanya dan curahan hati cinta pertama itu kepada Adam dan Jean.


"Gadis itu dari perusahaanmu lho bro, tidak salah namanya Sofia Farashia kan? apa jabatannya?" Tanya Zack kepada Adam namun Adam malah memarahinya, sepertinya Adam mengingat kejadian tadi. "Hentikan, jangan menyebut nama gadis itu lagi didepanku!" Bentak Adam kepada Zack dan ia memecahkan gelas yang ia pegang di tangannya.


"Kak! sadarlah! bagaimana jika kau terluka? aku tidak mengerti apa yang terjadi, tapi bagaimana bisa kau memecatnya begitu saja?" Tanya Jean kepada Adam sambil menjauhkan pecahan kaca dengan Adam.


"Sebentar, ADAM APA KAU MENGENAL GADIS TERSEBUT? kenapa.. kau tidak memberitahuku lebih awal bodoh? aku disini hanya terlihat seperti orang bodoh saja.." Zack lalu menunduk menyesal namun ia sedikit tidak tenang dengan Adam sekarang.


"Kakak otakmu itu sangat bodoh, bukankah kau sudah tahu bahwa Evelyn sangat licik? bodohnya engkau malah memecat Sofia dan membiarkan Evelyn menduduki posisi sekretarismu!" Jean menggelengkan kepalanya tertekan, dan mulai menyandarkan bahunya disofa.


"Bagaimana bisa kau membentak gadis seimut itu Adam bodoh?! dia datang ke restoranku dengan raut muka yang sangat menyedihkan waktu itu.." Zack ikut marah kepada Adam dan melakukan hal yang sama dengan Jean sekarang.


"Tapi dia duluan yang membuatku marah, aku saat itu tidak bisa berfikir jernih dan membuat Evelyn duduk di pangkuanku saat itu.." Adam mulai menyadari sesuatu, namun ia bersikukuh bahwa Sofia lah yang salah semuanya.


"Tidak bisa seperti ini kak! kamu memecatnya dan sekarang aku memintamu untuk menyelidiki masalah ini sek-" Ucapan Jean terpotong karena Zack yang memotongnya. "Lihatlah kakakmu itu, langsung gercep menelfon Ryan haduh" Ucap Zack sambil menepuk keras kepala Jean.


"Segera selidiki apa yang terjadi tadi siang saat aku bersama Evelyn, kuberikan waktu dua hari. Jika tidak ada hasil, segera kirim ke pulau asing." Ucap Adam kepada Ryan yang di telfon dan langsung menutupnya ketika mendapat balasan Ryan juga.


"Kak Sofia! bagaimana jika nanti kepantai kau memakai bikini saja? bukankah banyak yang nanti melihatmu HAHA- AW SAKIT!" Sebelum selesai berbicara, Sofia sudah memukul Elsa terlebih dahulu dikarenakan pemikirannya yang mesum itu.


"Adik bodoh satu ini, tidak mungkin aku memakai bikini tersebut. Aku akan memakai kaos dan celana pendek saja oke?!" Ucapku dan membuang bikini tersebut lalu memasukkan baju kedalam tas Elsa.


"Kak, badanmu itu bagus! jangan kau sia-siakan kesempatan berharga ini atau besok kau ak-" Aku memukulnya lagi dengan keras, tak lama kemudian kami berdua tidur terlelap dengan nyenyak.


"KAK AKHIRNYA SAMPAI YES!" Teriak Elsa girang dan berlari langsung menuju hotel yang sudah dipesan, setelah meletakkan barang-barang, kami berdua langsung berlari ke pantai berenang dan bermain pasir.


"Elsa tunggu sebentar hey hey!" Aku mengikuti Elsa yang berlari dan tak sengaja malah menabrak badan seseorang yang begitu gagah dan kuat.


"Aduh, tuan maafkan aku!" Gugup, aku langsung memundurkan badanku dan tegak kepadanya lalu berlari lagi tak peduli dengan siapa yang kutabrak tadi. "Sofia tunggu! ini aku Adam." Ucapnya, aku mendengarnya namun aku mengabaikannya dan berlari mengejar Elsa terus.


'Mengapa dia disini juga?! apakah dia memata-mataiku hah?! sungguh, pria itu ingin sekali kumusnahkan rasanya..' Aku bergumam dan menenangkan diriku dibawah terik sinar matahari.


"Sofia, dengarkan penjelasanku. Ini semua salahku yang tidak begitu memikirkan perasaanmu dan juga aku sang-" Ucapan Adam terpotong saat ia terkejut lengannya sudah dipeluk oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Evelyn? "Maaf, aku tidak mengenalimu!" Ucapku kesal melihat ia dengan Evelyn dan segera berpindah ketempat yang lebih jauh lagi.


"Adam! kenapa kau bisa berada disini? apakah kau menyusulku kesini? aku sangat senang dan beruntung bisa bertemu denganmu disini adam!" Evelyn memeluk lengan Adam dan tak lupa senyum licik melihat Sofia yang begitu kesal dengan Adam sekarang. "Diam, aku tidak ingin mendengarmu menyebut namaku disini." Adam marah kepada Evelyn, lalu ia mengejar Sofia yang berpindah tempat. Hal tersebut membuat Evelyn marah.


Tengah malam kemarin, di kediaman Adam. Ia mendapat informasi hasil penyelidikan yang disuruhnya kepada Ryan tersebut. Hasilnya sudah dijelaskan kepada Ryan yang membuat Adam marah kepada Evelyn dan merasa bersalah kepada Sofia sekarang. Tak lupa juga ia mendapat informasi tentang pergerakan Sofia yang kepantai besok.


"Lapor boss, hasil penyelidikan membuktikan bahwa terdapat bekas ciuman yang berada di kaos bajumu. Namun itu bukan milik Sofia, setelah diteliti lebih lanjut bekas ciuman tersebut milik Evelyn" Jelas Ryan kepada Adam. "Apa maksudmu? bagaimana bisa aku dicium oleh gadis sepertinya?! Ryan jelaskan dengan benar!" Ucap Adam tak terima.


"Ini sudah sangat jelas boss, sepertinya kau lengah sesaat lalu kemudian dia memanfaatkan kesempatan ini untuknya seorang" Ucap Ryan berusaha membuat Adam tenang.


"Gadis licik itu, aku tak akan melepaskannya! dia yang sudah membuat kesalahpahaman antar aku dan Sofia!" Adam kesal lalu ia memukul dinding yang ada didepannya dengan penuh amarah dan dendam kepada Evelyn.


"Tentang pergerakan Sofia, diketahui besok ia akan pergi kepantai bersama adiknya. Kemungkinan ia akan menginap disana juga selama 3 hari." Jelas Ryan lagi. Lalu Adam pun memerintahkan sesuatu lagi kepadanya. "Beli penginapan yang diinap oleh Sofia, ubah nama kepemilikannya menjadi punyaku!" Perintah Adam tegas kepada Ryan, lalu Ryan pun segera melakukannya sekarang.


"Kakak ketiga sabar! aku juga sangat tidak tahu bahwa pria tersebut memiliki dua wajah yang sangat berbeda hemph!" Ucap Elsa ikut kesal dan sedih saat melihatku duduk diatas pasir menikmati sunset di pantai.


"Sudahla Elsa, lagian dia juga memataiku lalu mengajak Evelyn dan mungkin ingin megumbar kemesraannya didepanku kan?" Aku sangat kecewa, sangat patah hatiku. Entah kenapa perasaanku sangat sedih dan marah kepada mereka berdua. Apa yang terjadi dengan hatiku sekarang?!