My Introvert Secretary

My Introvert Secretary
1. Kehidupan Sofia



...Selamat pagi dunia. Namaku Sofia, panjangnya Farashia Sofia. Aku adalah anak ketiga dari keempat bersaudara, jujur saja aku berasal dari keluarga yang bisa dibilang berkecukupan, namun kalimat tersebut tidak terlontar untukku. Aku sebagai anak ketiga diperlakukan tidak adil dari Ibu dan juga Ayahku....


Ibu dan Ayahku lebih menyayangi anak pertama dan keduanya, ketimbang aku dan juga adikku alias anak terakhir. Kenapa begitu? Karena kakakku Lisa dan Christa mempunyai hubungan sosial dengan para atasan - atasan kaya di dunia, tidak heran bukan Ayah dan Ibu begitu mencintai dan menyayangi mereka berdua. Sedangkan aku seperti anak yang terbuang bagi mereka. Karena apa? karena aku dikenal sebagai gadis yang tidak pandai berbicara dan sangat pendiam. Itulah alasan utama Ayah dan Ibu membenciku hingga saat ini, mereka berdua hanya baik didepan media dan keluarga bangsawan lainnya.


"SOFIA! CEPAT TURUN MENYAMBUT TAMU BANGSAWAN DISINI! DITUNGGU SELAMA 5 DETIK LAGI!" Teriak ibuku di aula rumahku yang tengah ramai karena pesta ulang tahun kakak keduaku, Christa.


"Ibu, kamu tidak boleh terlalu kasar pada adik ketiga, bagaimana jika dia bersedih dan tidak ingin menyambut tamu untuk kita?" Jawab Lisa yang berdiri disamping Ibu sambil mengelus tangan Ibunya lembut.


"Huh! Biarkan saja dia, emangnya kenapa kamu selalu peduli kepadanya terus menerus kakak pertama? Apa dia sangat berarti bagimu?" Cela Christa sambil meminum anggur ditangannya.


"Aku tidak bermaksud seperti itu adik kedua, bagaimanapun dia juga adik ketigaku aku harus memperlakukannya dengan baik seperti dirimu." Jawab Lisa dengan tenang dan segera menyusul Sofia yang berada di lantai atas kamarnya.


Sedangkan aku tengah sibuk melempar pakaian ku kearah kasurku, berantakan? jelas iya. Dikarenakan bajuku adalah baju murahan yang terdapat di toko - toko tepi jalan. Jika aku memakainya apa yang akan dikatakan bangsawan lainnya? Aku sangat takut untuk turun kebawah sekarang huft...


"Adik ketiga, apakah kamu sudah selesai merias dirimu? dan bolehkah aku masuk?" Tanya Lisa sembari mengetuk pintu kamarku. "Wah, kakak pertama! tentu saja boleh! bisakah kamu membantuku merias diriku?" Tanyaku kepadanya.


"Jangan sungkan, aku akan membantumu merias dirimu adik ketiga. Biarkan aku masuk ya" Lisa lalu membuka pintu sambil berkata seperti itu dan segera membantuku berias diri.


20 menit pun aku lewati dengan berias diri bersama kakak pertamaku, tanpa sadar pesta sudah dimulai karena hadirin sudah hadir semuanya, aku harus segera turun! jika aku terlambat 1 menit saja mungkin ibu akan memukulku dengan sapu besi.


"Ah ibu maafkan aku, aku tadinya sibuk merias diri dan -OH MAAFKAN AKU MAAFKAN AKU" Kataku sambil berlari kearah ibu tanpa melihat kearah depan, dengan tidak sengaja aku menabrak seseorang pria.


"Heh, bukannya itu presdir Adam? orang terkaya nomor satu didunia? bagaimana bisa dia menghadiri pesta kecil seperti ini?"


"Apa wanita itu tidak takut? sudah bertabrakan dengan presdir Adam? Sungguh wanita itu sangat cukup pintar untuk menggoda Adam!"


"Lihatlah gadis itu, Sungguh malang sekali nasibnya tertabrak dengan pemuda seperti Adam. Aku akan mendoakan keselamatanmu gadis!"


Seketika suasana sangat hening sampai aku menyadari kesalahanku aku langsung berdiri dan membenarkan sepatuku yang rusak lalu meminta maaf kepadanya dihadapan semua orang. Aku ingin sekali berteriak kepada diriku kenapa aku sangat bodoh sekali seperti ini. IBU MAAFKAN AKU HUHU.


"Siapa yang menyuruh kalian berdua berbicara? Aku tidak membutuhkan permintaan maaf dari kalian! Yang aku butuhkan adalah permintaan maaf darimu!" Kesal Adam lalu menatapku dengan tajam sembari menarik lenganku untuk berdiri disampingnya. "Sofia! berbicaralah! Adam sedang menyuruhmu meminta maaf!" Kata Christa sambil menyenggol lenganku dan melihatku kesal.


Aku gugup, badanku gemetar sangat hebat dikarenakan dia memegang lenganku cukup kuat. Aku langsung memberi kode kepada Christa dengan menggeleng kepalaku yang membuat semua orang salah paham padaku.


"Heh? apa gadis itu tidak tahu dengan siapa ia meminta maaf? sungguh tidak tahu diri ck!"


"Ya benar sekali! dia sangat arogan dan sepertinya dia tidak berniat meminta maaf dan mengakui kesalahannya kepada presdir Adam!"


"Mohon tenang semuanya! Adik ketigaku ini, Sofia sangatlah kurang dalam berinteraksi dan berbicara dengan orang lain selain dengan keluarganya sendiri! jadi kuharap kalian tidak salah paham dengannya" Kakak kedua membantuku, dia mengerti dengan kode yang kuberikan. Tidak seperti Christa yang menatapku seakan - akan ingin membunuhku. Sungguh sangat kejam.


"Tidak ingin meminta maaf?! Kau kira sehebat apa dirimu sampai berani - beraninya tidak ingin meminta maaf kepadaku!!" Bentak presdir Adam kepadaku didepan semua orang. Aku yang dalam perasaan takut dan kesal mau tidak mau harus meminta maaf dengannya sekarang JUGA HARUS.


"Ma - maafkan aku presdir Adam! aku yang salah telah menabrakmu disini. Kuharap eng - engkau akan me - me - memaafkan kesalahanku!" Ucapku dengan lantang dan terbata - bata kepadanya, setelah berkata seperti itu, aku segera lari pergi keluar rumah dan melepaskan tangannya dari lenganku.


Sampailah aku di taman bunga halaman rumahku, tempat aku bermain saat kecil. Aku langsung duduk diatas rumput yang lembut dan segera melepas sepatu tersebut dan menaruhnya disampingku. Lalu aku bersandar di atas pohon yang sangat besar.


"Heh! bagaimana bisa aku berinteraksi dengan pria bodoh seperti itu?!? sepertinya aku harus kabur saja dan tidak usah memedulikan pria bodoh dan bajing-" Aku mengomel sendirian dan menasehati diriku sendiri, lalu ucapanku terpotong saat mendengar seseorang berbicara kepadaku.


"Bajingan maksudmu? tidak kusangka engkau yang begitu terkenal introvert didepan semua orang ternyata didalam seperti ini. Apa kau tidak sadar siapa yang kau bicarakan itu?" Katanya sambil berdiri didepanku dengan tatapan ingin membunuhku. "A - aku? sepertinya kau salah orang! yang aku bicarakan adalah Adam bodoh itu!" Jawabku dengan pede tanpa melihat siapa yang berdiri didepanku.


"Karena orangnya sudah didepanmu, aku akan membawamu ketempat dimana kau bisa melepaskan semua uneg - uneg bodohmu itu" Jawab Adam dan segera menggendong Sofia lalu menghempaskannya keadalam mobilnya. "HEH ADAM BODOH! BERHENTI! LEPASKAN AKU!" Teriakku sambil mencubit lengannya keras.


"Percuma kau teriak, tidak ada yang bisa mengganggu kita disini. Supir pergi ke kediamanku sekarang." Jawab Adam sambil memerintahkan supirnya pergi. "LEPASKAN AKU KAU PRIA BRENGSEK! BIARKAN AKU PERGI HUHU" Teriakku lagi sambil menangis dan memberontak kepadanya. Hasilnya? dia malah mengabaikanku dan tidak sama sekali peduli padaku.


Usahaku sangat sia - sia sekarang. Tak lama kemudian aku merasa pusing dan lemas lalu tanpa sadar aku tertidur di pangkuannya untuk sesaat. "Gadis ini, kenapa kau sangat menarik perhatianku?" Gumam Adam yang melihatku tertidur sembari mengelus lembut rambutku di pangkuannya.