
"Elsa kumohon kepadamu, tentang masalah yang kita alami tadi, jangan sampai Adam tahu ya?" Mohonku kepada Elsa dan sedikit khawatir.
"Kakak tenang saja, aku berjanji tidak akan membiarkan kak Adam mengetahui nya!" Jawab Elsa bersemangat dan senang akibat baju pemberian Gavin.
"Huh, sebaiknya kita pulang saja mari! setelah itu kita harus makan malam juga kan?!?" Kataku lalu menggandeng tangannya dan membawanya pulang.
"Ya kak, kau juga kelihatannya sangat sakit. Sebaiknya selepas kita pulang kau harus beristirahat dikamar nanti." Jelas Elsa khawatir kepadaku.
"Nyonya, tuan sudah menunggu nyonya dikamarnya. Secepatnya segera nyonya pergi menemuinya." Seketika masuk aku langsung diberitahu pelayan seperti itu, dan melihat seisi rumah berantakan dan banyak barang hancur dimana - mana. Apa maksudnya ini?
Aku sebenarnya gugup, namun aku harus kuat! Jadi aku akan memberanikan diriku untuk pergi kekamar Adam sekarang juga.
"Kau, habis darimana saja?" Ucap Adam yang melihatku berdiri di depan pintu nya dan membiarkan gadis yang dipangkunya pergi.
"Bukankah sudah kuperintahkan untuk tetap diam disini? apakah kediamanku kurang luas untuk kau bermain disini!?" Adam kesal lalu segera menarikku dan mencekikku kuat sekali.
"Sungguh maafkan aku presdir. Salahku disini yang melanggar perintahmu! silahkan hukum aku sesukamu!" Ucapku pasrah sambil ketakutan. "Jika tuan tidak menginginkan ku lagi, aku pergi sekarang." Kataku setelah melihat ia memangku seorang gadis tadi.
"Apa yang kau ucapkan Sofia?!! ya benar, jika aku bosan denganmu maka aku akan membuangmu ke tempat busuk!" Cekikan Adam semakin kuat, aku tidak bisa menahannya dan segera pingsan.
Adam yang menyadari perlakuannya segera melepaskan cekikannya dan langsung memanggil dokter privatenya terus segers meniduri ku dikasurnya.
Sungguh, aku sangat bodoh sekali. Aku berpikir bahwa Adam tidak mengetahui masalah yang kemarin tapi tak kusangka dia benar-benar mengetahui nya dan malah akan mencari perhitungan denganku dikantor nanti!
"Apa kau sudah bangun? jangan kira luka yang berada di pipimu itu aku tidak mengetahui nya." Ucap Adam sambil ia datang mendekat kepadaku dan menggendong ku turun untuk sarapan dibawah bersama. "Luka ini, lupakan saja presdir! lagian aku juga tidak terl-" Aku terdiam karena menyadari hangatnya aku didalam gendongannya Adam sekarang.
"Gadis bodoh, mana bisa kulupakan luka seperti itu?! siapapun yang berani menyentuhmu harus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan!" Kata Adam sambil mendudukkan ku kepangkuannya, lalu aku menyuapi nya makan sarapan.
Setelah kami berdua sarapan, aku berangkat pergi kerja dengan bossku sendiri! Adam! tak kusangka ia tak mau pergi sendirian saja, kalau begini bukankah akan menjadi pusat perhatian?!
Aku harus segera berusaha agar membuat Adam tak ingin berpergian denganku! tapi bagaimana caranya?! oh Tuhan, tolong bantu Sofiamu ini.
"Heh Adam apa yang kau lakukan?!" Ucapku ketika sampai Adam langsung menggendongku dan membawaku berjalan masuk ke perusahaan FU. Namun dihadang, oleh Gavin.
"Sofia! apakah kau baik-baik saja? dimana yang luka?! aku membawakan makanan kesukaanmu, donat coklat!" Kata Gavin melihatku dan menyodorkan ku donat tersebut, ingin ku ambil namun aku masih berada dalam gendongan Adam.
'Ini bukan waktu yang tepat, apa kata orang melihatku bersama dua presdir ini.' Gumamku sambil memijat sedikit keningku yang sakit.
"Apa kau baik-baik saja?" Gavin tanpa henti menanyakanku dan sepertinya ia sangat mengkhawatirkanku.
"Menjauhlah dari perusahaanku, apa presdir FUI tidak ada kesibukan hingga bisa mengunjungiku pagi-pagi seperti ini?" Tatap Adam tajam kepada Gavin dan mengambil donatnya lalu membuangnya dihapan Gavin tepat.
"Berani-beraninya lari dari gendonganku? apa kau tidak sadar juga perlakuanmu Sofia?! apa sekarang aku terlalu memanjakanmu?!" Adam kesal dan segera meninggalkanku yang masih terbeku bersama Gavin.
"Ah presdir tunggu! tuan Gavin maafkan aku atas keributan ini. Kita bisa bertemu lain kali ya!" Pamitku dan segera mengejar Adam sampai ke ruangannya.
"Presdir maafkan aku, aku sungguh menyesal atas perbuatanku kepadamu tadi.." Ucapku dengan nafas yang setengah-setengah akibat kelelahan mengejarnya. "Aku tidak suka ketika melihatmu duduk menyedihkan dihadapan makanan murahan itu." Adam berkata lalu ia melonggarkan dasinya dan mengangkat pahaku lalu membuka kancing bajuku.
"Presdir apa yang kau lakukan hmph!" Aku tidak berani berbicara sepatah katapun, ketika aku berbicara ia akan membungkamku dengan bibirnya itu! "Aku hanya ingin memberimu hukuman sedikit" Kata Adam sambil smirk dan mulai merobek bajuku lalu hanya menyisakanku bra dan cdku saja.
"Presdir, aku harus bekerja untuk ini dan..kuharaph engkauhh jangan menggangguku!" Ucapku sambil mendesah sedikit dan menahan geli yang dibuat olehnya. "Aku tidak mendengarmu." Ucapnya yang membuatku kesal dan ingin sekali mencampakkannya.
"Presdir jangan, aku masih virgin." Aku lalu mendorongnya dan menjauhinya tapi sekarang, aku tidak mempunyai baju ganti sehelai pun!
"Baiklah, aku bisa menahannya sekarang. Pakai bajuku yang berada di laciku." Ucap Adam sembari menunjuk laci yang ia maksud dan segera membenarkan kancingnya lagi.
'Bodoh, dari semua wanita yang pernah kulakukan. Kenapa aku tidak berani dengannya?! apa yang membuatku begitu takut dengannya.' Adam bergumam sendirian di sofa sambil menunggu Sofia selesai berganti baju.
''Gadis bodoh! beraninya ia memiliki wajah yang begitu menggoda dan sangat membuatku harus melindungimu dari semua pria didunia ini!' Adam lanjut bergumam tak henti sampai Sofia pun datang.
"Presdir, ini dokumen yang kau butuhkan untuk menjalani rapat besok." ucapku sambil memberikan ia dokumen tersebut, untuk rapat besok apakah aku kemungkinan akan ikut? tapi aku introvert! tidak bisa berbicara begitu lantang didepan banyak orang!
"Kau harus ikut denganku untuk menjelaskan isi dokumen ini. Jika tidak gunanya apa kau sebagai sekretarisku!" Jelas Adam sambil sedikit menggaruk kepalanya pusing. "Soal itu, baiklah aku akan mengikutimu." Aku pasrah, namun aku harus berlatih kelak malam agar besok hasilnya memuaskan!
"Permisi tuan dan nyonya!" Ucap Ryan dibelakang pintu dan mengetuk pintu sebanyak tiga kali lamanya. "Ya masuk, makanannya taruh segera di meja kerja Sofia." Perintah Adam dan Ryan segera melaksanakan perintah tersebut.
"Apa ini? apakah sebuah makanan? hmm!" Aku langsung girang dan melupakan soal rapat sejenak sejak Ryan masuk membawakanku makanan itu.
"Buka dan segera makan, aku tahu kau sangat menyukai makanan tersebut hingga duduk didepannya seperti tadi." Adam tersenyum senang melihat Sofia yang segera membuka makanannya dan memakannya dengan lahap dan gembira.
'Senyuman ini, mirip seperti seorang gadis cinta pertamaku. Bagaimana bisa sangat begitu mirip?! apakah aku berhalusinasi?' Adam memikirkannya dan sangat betah melihat senyuman Sofia yang membuat Sofia bingung dan malah mendekati wajah Adam lalu tersenyum kepadanya lagi.
"Apa yang kau lakukan gadis bodoh?!" Adam kaget sekaligus tertegun melihat senyumannya Sofia karena ia teringat cinta pertamanya sejak kecil. Hal ini makin membuat beban pikiran Adam menambah.
"Ah maafkan aku, aku sangat senang ketika bertemu hal-hal yang berhubungan dengan coklat! termasuk donat ini!" Kataku sambil tersenyum dan menunduk kepadanya.
"Ya baiklah, Sofia segeralah keluar sampaikan berkas ini kepada Evelyn gadis yang sangat pintar di perusahaan ini. Besok ia juga membuat hal yang sama kepadamu, menyampaikan hal ini untukku besok." Adam menjelaskan panjang lebar, lalu aku menggangguk mengerti dan segera melaksanakannya, namun ini sangat mengganggu pikiranku sekali!
"Aku? bersaing? Evelyn? ntah kelak anggota rapat akan memahami isi perkataanku tentang berkas ini atau tidak! tapi, apakah Adam sebegitu tidak percaya padaku sehingga harus membuat si pintar itu ikut juga!?" Aku berbicara sendiri dan sangat kesal dengannya sekarang.