My Introvert Secretary

My Introvert Secretary
12. Bekas Ciuman Evelyn



Setelah sadar bahwa aku terus diperhatikan oleh Adam, akhirnya aku terdiam. Aku tertawa begitu bebas dan tidak sama sekali feminim. Bagaimana bisa aku membiarkannya melihat itu terus?!


"Kenapa terdiam? bukankah tadi sangat begitu tertawa lepas? sungguh aneh." Ucap Adam setelah melihatku terdiam dan ia kembali menyandarkan badannya.


"Hah, maafkan aku tertawa begitu lepas presdir!" Aku tidak mendengarnya, jadi aku begitu panik dan segera menundukkan badan meminta maaf kepadanya.


"Tuan kita sudah sampai di tempat tujuan." Akhirnya kelakuan tidak jelasku sudah berakhir! lalu kami berdua segera turun dari mobil dan masuk menuju tempat makan bersama.


Tiba disaat sunyi lagi. Dimana kami sudah memesan makanan, dan tinggal menunggunya datang. Aku bingung ingin membicarakan topik apa dengannya sekarang, tanpa pikir panjang aku memulai topik pembicaraan kepadanya.


"Tuan, sepertinya aku untuk seminggu ini tidak akan tinggal di kediamanmu. Sudah menyusahkanmu akhir-akhir ini maaf." Kataku berbicara memulai percakapan dengannya. "Tiba-tiba sekali, beritahu aku dengan alasan yang jelas." Jawabnya dingin.


'Heh anak itu memang suka sekali membuat otakku harus berfikir secara tiba-tiba. Aku tidak menyukainya!' Gumamku pelan dan sedikit memikirkan untuk jawabanku kelak kepadanya.


"Tidak ada alasan, aku sudah merindukan apartemenku dulu! jadi biarkan aku tinggal disana!" Aku sedikit berteriak keras dan melihatnya dengan penuh harapan. "Ya baiklah jika itu maumu." Adam menjawab dan itu membuatku senang tak ampun lagi!


'Aku sudah memarahinya tadi, jadi aku harus sedikit memanjakannya biar dia tak marah lagi padaku. Dasar wanita.' Adam bergumam namun tak terdengar olehku, aku tak peduli!


Makanan telah datang dan aku segera memakan makanannya habis dan meminta Adam mengantarku pulang ke apartemenku! sepertinya Elsa juga sudah betah disana, aku tidak akan memaksanya untuk tinggal denganku lagi sekarang.


Tapi sebuah kecelakaan terjadi, tanganku tak sengaja tergelincir saat memegang minuman anggur ditanganku, dan menumpahkannya ke baju putih Adam. Bagaimana ini?! sebagai wanita yang baik, aku harus memaksanya membuka bajunya dan mencuci bajunya sekarang!


"Presdir! maafkan aku lancang. Tanganku begitu licin saat memegang gelas ini. Sebagai gantinya aku akan mencuci bajumu sekarang." Ucapku gugup dan melihat sedikit badannya yang terkena anggur itu.


"Sudah lupakan saja, minuman ini tidak akan membuatku jatuh sakit." Jawab Adam yang tidak mau membiarkanku mencuci bajunya. Bagaimana bisa begitu?! "Aku tidak terima! aku harus mencuci bajumu disini! kalau tidak presdir akan masuk angin." Balasku melihatnya khawatir dengannya.


"Ryan bawakan aku baju ganti secepatnya." Perintah Adam melalui telefonnya kepada Ryan. Aku heran, kenapa tidak langsung buka saja?! dasar orang kaya ribet!


"Ya segera kesana tuan." Balas Ryan dan Adam segera menutup telefonnya lalu melihatku tajam. Apa tujuannya sekarang heh?!


"Kenapa? kan aku hanya ingin membantumu saja sebagai permintaan maaf duh." Ucapku mulai kesal dengannya dan melihatnya bosan. Lalu ia malah menjawab perkataanku lagi.


"Apa kau ingin aku membuka baju didepan semua wanita disini? gadis bodoh!" Adam marah dan membentakku didepan umum dan membuatku diam malu campur aduk.


'Gadis ini tidak pernah berfikir, apa ia tak sedikitpun cemburu kepadaku dengan wanita lain?!' Gumam Adam kesal sendirian sambil mencuri perhatian Sofia lebih banyak.


"Tuan, ini baju gantimu." Ryan datang dengan membawakan baju ganti Adam dan masuk lalu membungkuk kepada Adam dan segera pergi keluar.


"Sudah sekarang presdir segera kugantikan baju!" Ucapku memotong percakapannya dan tersenyum kecil dan memakaikannya baju gantinya.


Lalu aku segera pergi dengan membawa baju lamanya dan berlari menuju toilet perempuan lalu mencucinya, namun ada yang aneh.. Setelah mencuci lama bajunya ternyata ada sebuah noda yang tak bisa hilang! sepertinya noda itu harus dibersihkan dengan bahan pencuci terpilih!


"Hah?! bukannya ini bekas ciuman? tapi warna lipstik ini tidak sesuai dengan yang aku pakai! terus sebenarnya siapa yang membuat ini?!" Aku kesal setelah melihat bekas ciuman di baju Adam dan tanpa sadar aku meremas baju tersebut, apa yang salah denganku sekarang?!


Masa bodoh, tanpa pikir panjang aku segera mengeringkan bajunya dan memberikannya kepada presdir Adam dalam keadaaan kusut bukan halus lembut seperti biasanya. Aku sangat marah besar sekarang bodoh!


"Presdir ini bajumu kukembalikan. Aku mencucinya masih tidak bersih, kelak suruh pelayanmu untuk mencucinya lagi." Kataku tanpa basa-basi dan meletakkan bajunya di meja makan lalu aku pergi memakai taksi ke apartemenku.


'Tidak tahu diri! sudah menuduhku kencan dengan pria lain tapi dia sendiri malah bercinta dengan wanita lain diruangannya! Adam bodoh sangat bodoh! bisa-bisanya dia menuduhku dengan kasar seperti itu.' Aku kesal,sedih,marah semua campur aduk semuanya aku rasakan sekarang.


"Tunggu sebenta-" Ucapan Adam terhenti setelah melihat Sofia yang bergegas pulang setelah berkata seperti itu ke Adam. Adam mulai menyadari sesuatu dibaju tersebut namun ia malas untuk mengeceknya.


"Lupakan. Semua wanita sama saja, biarkan dia pergi!" Adam marah sendiri namun ia tetap membawa baju yang telah dicuci Sofia lalu pulang ke kediamannya sambil memikirkan Sofia terus - menerus.


Sesampainya di kediamannya, Adam segera pergi kekamar dan melempar baju tersebut kekasurnya lalu tanpa sadar ia memeluk bajunya dan tertidur nyenyak.


Elsa yang menyadari kakaknya tidak ikut pulang bersama Adam segera menelfon kakaknya karena khawatir dengannya dan mengabari kalau Adam baik-baik saja seperti biasa.


"Kakak ketiga! aku melihat Adam membawa baju ditangannya dan sepertinya ia tertidur sambil memeluk bajunya itu!" Ucap Elsa pelan karena ia menelfon Sofia sambil mengintip kekamar Adam.


"Hah yang benar saja, adikku aku sangat malas untuk membahas hal itu bersamamu. Kelak akan ku telfon lagi nanti ya adik" Balas Sofia ditelfon yang membuat Elsa penasaran apa yang terjadi dengan mereka berdua.


'Kenapa? kenapa dia malah menjadi sangat cinta dengan bekas ciuman bodoh itu?! semua pria sama saja! sama-sama brengsek huh..' Aku menggertak sambil meremas handphoneku dengan tak sengaja lalu retak dan rusak.


Tapi soal itu tak kupikirkan, yang harus kupikirkan sekarang adalah bagaimana cara membalas dendam kepadanya! ya benar! diingat-ingat besok adalah hari aku menampilkan diriku disaat rapat sebagai sekretaris Adam. Nah, sepertinya aku harus bekerja total semalaman ini untuk membalaskan dendamku kepadanya! tepat sekali haha!


"Handphoneku rusak setelah menelfon, sebaiknya aku harus membuangnya sekarang juga. Lagian, aku akan mendapatkan yang baru cepat atau lambat haha!" Ucapku keras sambil tertawa dan mulai membuka laptopku lalu menyusun rencanaku besok.


Tak lupa juga soal penampilan ya! bagaimanapun juga, lawanku adalah Evelyn! Ia dikenal di kantor dengan kepintaran dan kecantikannya itu. Jadi aku harus memilih beberapa bajuku yang bagus untuk kelak di kantor! aku tak sabar ingin melihat muka menyesalnya Adam nanti haha, kutunggu kamu Adam bodoh!