
Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi, sedangkan aku Sofia masih tetap saja bekerja keras untuk menampilkan yang terbagus buat besok. Jika tidak buat apa aku bekerja sekeras ini bukan?! Aku sungguh sangat benci kepada Adam untuk sekarang. Jika bukan bekas ciuman di bajunya, aku mungkin tidak akan berakhir seperti ini dengannya bodoh!
"Hah, sangat capek. Aku harus beristirahat sebentar saja dan besok aku akan membalaskan dendamku kepadamu presdir HAHAHA!" Ucapku untuk memberi diriku sendiri semangat, namun akhirnya aku juga tertidur di meja belajarku.
Suara alarm sudah membangunkanku pada pukul tepat jam 6 pagi. Setelah selesai mengumpulkan nyawaku, akhirnya aku beranjak bangun dari tempat tidurku dan segera pergi mandi dan bersiap-siap dengan rapi dan cantik, tak lupa tambahkan sedikit lipstik dan bedak ok!
"Akhirnya selesai, untuk yang terakhir. Aku akan berlatih satu kali lagi dan segera pergi ke kantor!" Ucapku yang sedang berdiri didepan cermin sambil memegang papan berisi kesimpulan berkas kemarin.
Aku ini sangat introvert, untuk berbicara memesan makanan saja sudah sangat gugup! Jadi untuk yang ini, akan kuusahakan sebaik mungkin, semangat sofia!
Setibanya aku dikantor, aku langsung masuk ke ruangan Adam dan langsung menaruh tasku dengan cepat lalu berlari menuju ke ruangan rapat karena aku TELAT! sepertinya Adam akan marah kepadaku, tapi siapa yang peduli kepadanya kan?
"Tuan, sekiranya begini hasil penyampaian saya kepada kalian semua! kuharap kalian dapat mengertikannya dengan baik!" Ucap Evelyn sambil menutup berkas yang ia pegang dan kembali duduk di samping Adam.
"Presdir, emh sepertinya gadis itu tidak akan datang. Dan engkau akan dipermalukan olehnya sekarang hemph!" Evelyn memulai provokasi kepada Adam agar ia marah, berhasil.
"Aku mulai lelah dengannya. Biarkan saja dia, tapi jika ia beraninya mempermalukanku biarkan ia menanggung akibatnya sendirian!" Adam marah, anggota rapat mulai khawatir kalau ia akan membuat kerugian saham yang besar karena ini.
Ryan, sekretaris Adam yang mengetahui hal ini segera izin keluar dari ruangan rapat dan bergegas menelfon Sofia untuk memberi tahunya tentang hal ini. Tak lupa, Ryan juga memberi tahu tentang perlakuan Evelyn terhadap Adam.
"Nona gawat, anda harus kesini secepatnya! sepertinya boss akan marah besar! kumohon kepadamu cepat datang dan selamatkan kami!" Ucap Ryan panik dan menunggu balasan Sofia.
"Ahh, tenang Ryan! aku akan berada disana sebentar lagi dan.. aku menemukanmu haha!" Balas Sofia yang berdiri tepat didepan Ryan dan menunjuknya sambil tertawa.
"Nona, aduh anda sangat suka membuat saya khawatir. Nona cepatlah masuk dan buat boss tenang disana! semangat nona!" Ryan lalu masuk duluan, tak lama kemudian Sofia menyusulnya dengan membawa berkas ditangannya.
"Maafkan saya atas keterlambatannya ini. Silahkan menghukum saya setelah saya menyampaikan isi didalam berkas ini." Ucapku sambil menaruh berkas itu dimeja rapat dengan kasar dan tidak memdulikan tatapan Adam yang tajam.
"Siapa gadis ini? aku tidak pernah melihatnya, dia begitu cantik. Selesai ini, aku harus mengajaknya berkenalan!"
"Ya, aku juga tidak pernah melihatnya dikantor. Gaya fashionnya bahkan melebihi Evelyn. Aku kagum kepadanya!"
"Diharapkan diam kalian semua!" Evelyn marah dan menatap Sofia dengan tatapan penuh dendam. Ia juga bahkan mendengar orang-orang membandingkannya dengan wanita gila itu.
"Baik, saya akan menjelaskannya mulai dari sini hingga akhir. Mohon perhatian dari tuan-tuan semua untuk ini." Setelah menjelaskannya dalam setengah jam akhirnya rapat ini pun selesai, aku langsung bergegas keluar namun ditahan.
'Ehm, sepertinya gadis ini tidak buruk juga. Bahkan ia melebihi ekspetasiku terhadapnya, lupakan! aku kan sedang bertengkar dengannya ya?!' Gumam Adam sambil melihatku terus-menerus.
"Baik, aku hanya ingin menyampaikan bahwa cara penyampaian dirapat kali ini berbeda. Aku sangat dibuat terkejut dengannya kali ini." Ucap Adam sambil sedikit tersenyum bangga melihatku.
setelah selesai ia mengucapkannya, aku bergegas pergi keruangannya dan langsung duduk dimeja kantor dan bekerja, tak menghiraukannya yang datang. Aku masih marah ingat!
"Kenapa kau berani sekali mengabaikanku?" Tanya Adam kepadaku sambil mendekatiku dan menghentakkan tangannya dimejaku. Apa maunya sekarang?!
"Presdir anda terlalu berlebihan seperti ini. Jika wanitamu melihatmu seperti ini bagaimana?" Tanyaku kepadanya dengan santai dan menjauhkan kursi rodaku darinya. "Wanita? wanita mana yang kau maksud lagi?" Adam bingung, namun ia berusaha terlihat tenang didepan Sofia.
"Sayang sekali, presdirku ini tidak cukup dengan satu wanita saja ya?! aku cukup menahan amarahku kepadamu tentang ini. Lupakan saja." Aku menyerah, namun melihatnya kebingungan malah membuatku luluh kepadanya entah mengapa.
"Apa yang kau bicarakan Sofia?! aku tidak mengerti apa yang kau maksud! cukup berikan penjelasan yang jelas padaku." Adam sangat bingung, gadis didepannya marah tidak jelas dengan membawa wanita lain terhadapnya.
"Aku mengerti. Apakah kamu ingin reputasiku hancur? tidak semudah itu Sofia! kau harus lebih memikirkan rencana yang lebih baik lagi daripada ini." Adam lalu membenarkan dasinya dan menjauh dari Sofia lalu memberikan Sofia sebuah kertas lembaran.
"Aku tidak mengerti maksudmu?! tapi apa kau sungguh tidak tahu tentang apa-apa?! baik, dan kertas apa yang kau berikan ini?" Sofia terkejut lalu ia melihat kertas yang diberikan Adam kepadanya, itu adalah kertas pemecatan sekretaris.
"Segera tanda tangan ini. Aku tidak membutuhkan sekretaris sepertimu, licik dan berbahaya. Pergi menjauh dari perusahaanku!" Gertak Adam kepada Sofia dan Sofia dengan rasa shocknya langsung menandatangani kertas tersebut dan membuang kartu pengenal dilehernya itu.
"Adam! kurasa kau bahkan tidak mengerti tentang hal ini sedikitpun! kuharap kau tidak menyesal telah memecatku nanti!" Ucapku penuh amarah dan membereskan semua barangku lalu pergi dari perusahaan dan menunu restoran terdekat.
"Wah wah, itu gadis yang kemarin! sepertinya ia kesusahan membawa tas! aku harus membantunya!" Kebetulan Zack sedang santai sambil melihat-lihat situasi diluar, tak sengaja bertemu Sofia didepan restorannya.
"Kebetulan tuan kita bertemu lagi, aku juga berniat makan disini untuk melampiaskan kekesalanku!" Ucapku sambil marah dan segera berterimakasih kepada Zack.
Setelah makan sambil ditemani chef Zack, aku langsung menceritakan semua kejadian pagi tersebut dan menceritakan bagaimana Adam salah menanggapiku sehingga memecatku kepada Zack. Syukurlah, Zack mengerti tentangku dan ia mulai bersimpati kepadaku.
"Baik chef! terimakasih sudah menemaniku makan disini. Aku harus segera pergi sekarang, maafkan aku ya!" Aku pamit dengannya dan segera pulang ke apartemenku. Lalu menemui Elsa sudah berada disana, sepertinya ia mengetahui tentangku ini.
"Kakak ketiga! apakah kau sudah makan? bagaimana keadaanmu? tenang saja, kamu sudah berjuang sangat keras huhu!" Elsa sangat khawatir terhadapku dan ia mulai memelukku dengan Erat, sepertinya ia mulai membenci Adam sekarang.
"Aku sungguh tidak apa-apa Elsa, bagaimana kalau kita berdua pergi bermain saja mau?!" Aku mencoba mencairkan suasana hatinya dan mulai berencana berlibur kepantai.