My Introvert Secretary

My Introvert Secretary
2. Membutuhkan Pekerjaan



Aku merasakan pusingku telah mereda. Lalu aku mulai terbangun perlahan - lahan disebuah kamar yang mewah dan megah! Tak kusangka aku telah memakai baju tidur sekarang! tapi setelah kupikir - pikir siapa yang menggantikan dressku dengan baju tidur SEPERTI INI?!? ah sudahlah, untuk sekarang aku mungkin akan melupakan masalah itu.


"A - ADAM?! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI!?" Teriakku karena kaget melihat Adam berdiri tepat didepanku setelah aku bangun dan aku langsung melempar bantal tepat di mukanya. Hebatnya, dia bisa menangkisnya. Huh. "Ini rumahku, aku bisa berada dimana saja yang aku mau idiot" Jawab Adam sambil memegang bantal tersebut.


"KAU?! Kau berhutang penjelasan padaku tentang semalam dan tentang baju tidur ini! beritahu aku!" Bentakku sambil melihat baju yang sedang kupakai.


"Kenapa memangnya? semalam akulah yang menggantikan bajumu, tenang saja aku tidak melihat apa - apa disana" Jawab Adam yang segera menarik pinggangku dan mendorongku ke dinding.


"Hey! kuperintahkan kamu jangan bermacam - macam denganku bodoh bodoh!" Aku meneriakinya pelan sambil menutup mataku. "Beraninya memerintahkan presdir terkaya didunia?" Tanya Adam sembari ia mengangkat daguku dan mengelus bibirku menggunakan jarinya. "Bibirmu, cukup lembut aku ingin mencobanya" Ucap Adam sambil mendekatkan wajahnya ke bibirku, tanpa sadar dia mengecupku lembut, dan bodohnya aku tidak bisa memberontaknya!


"Hmph- apa yang kau lakukan brengsek?! bibir ini sudah tidak suci lagi HUHU TOLONG AKU SESEORANG TOLONGGG!!!" Teriakku frustasi setelah Adam melepaskan kecupannya yang sangat lama denganku. Lalu aku terduduk diam dan lemas.


"Heh, reaksi yang sangat menarik. Kau tidak seperti wanita lainnya, cepatlah bersiap dan segera sarapan dibawah sana" Ucap Adam yang meninggalkanku dengan senyuman tipisnya.


Tanpa pikir panjang aku segera mandi dan berpakaian dengan cepat dan rapi. Terpikirkan olehku sebuah rencana yang sangat hebat! HAHAHA, bagaimana jika aku kabur melewati jendela kamarnya? Tapi kamar ini berada di lantai 3 huh... tapi itu bukan penghalang untukku! Aku harus segera kabur dari sini secepat mungkin!


"Nyonya muda, apakah kamu sudah bersiap? presdir sedang menunggumu di meja makan" Ucap salah satu pelayan Adam. "Ya tunggu sebentar aku akan memakai baju" Jawabku sambil mulai mengikat selimut dan membuat sebuah tali untuk turun kebawah. Tak lama itu aku membuka jendela dan menurunkan tali yang telah kubuat, tak lama kemudian aku turun perlahan - lahan, hasilnya..


YA! AKU BERHASIL KABUR! sungguh Tuhan sangat menyayangiku, lalu aku segera berlari dari halaman rumahnya dan pergi mencari taksi lalu kembali pulang ke rumahku. Tak peduli banyak luka yang ada di tangan dan kakiku.


"Kemana Sofia?! aku sudah menunggunya hampir setengah jam dan aku sudah sangat lapar sekarang! cepat periksa dia sekali lagi!." Bentak Adam kepada pelayannya.


Tak lama kemudian pelayannya pun kembali dan melapor kepada Adam sesuatu yang telah ia lihat dikamarnya sebelumnya.


"Presdir Adam maafkan saya, ternyata nyonya muda telah kabur menggunakan tali yang ia buat dan turun dari lantai 3 dan telah pergi." Lapor pelayan tersebut kepada presdir Adam.


"HAH?! GADIS ITU BENAR - BENAR..MEMBUATKU KESAL SEKARANG! BERANINYA DIA MELAWANKU SEKARANG" Bentak Adam sambil memukul meja kaca yang ada dihadapannya sehingga membuat tangannya berdarah sangat parah.


"Tunggu saja kau Sofia, lihat bagaimana aku akan mengikatmu disini hmph!" Kesal Adam dan segera mengambil jas kerjanya dan pergi ke perusahaan FU.


Dilain sisi, Sofia malah mendapatkan masalah yang bisa dibilang cukup menyusahkannya. Ketika ia pulang ia malah disambut dengan banyak caci maki untuk dirinya sendiri.


"ADIK KETIGA?! bisa - bisanya kamu punya muka untuk menginjakkan kaki dirumah ini" Teriak Christa marah melihatku didepan pintu rumah. "Kakak kedua mohon maafkan aku, aku belum bisa menceritakan masalahnya padamu sekarang." Jawabku tenang dan berusaha tidak emosi.


"HEH JALANG! AKU TIDAK MENERIMAMU KEMBALI DISINI! JANGAN HARAP KAU BISA KEMBALI KERUMAH INI!" Ibuku datang dan berkata itu untuk membantu Christa menindasku seperti ini.


"YA YA ITU BENAR! Aku...sangat menyukai presdir Adam dan kau bisa - bisanya menggodanya di tengah keramaian seperti kemarin" Christa mengatakannya dan mulai menangis.


"Ibu dan kakak kedua, bisakah kalian menanyakan alasanku kenapa aku pergi semalam? bukannya malah menindasku seperti ini?!" Bentakku sedikit kepada mereka berdua karena aku cukup kesal.


"HAH, sudah cukup aku muak melihat kalian berdua! pergilah keluar dari sini dan jangan harap dapat masuk kerumah ini lagi!" Aku diusir oleh ibuku dan juga Christa. Sekarang aku dan adik keempatku tidak dapat berkata apa - apa dan segera meninggalkan neraka ini dengan damai.


"Kakak ketiga, bagaimana ini? dimana kita akan tinggal kakak ketiga?" Tanya adikku, Elsa. Lalu aku segera mungkin menjawabnya sebisaku untuk membuatnya tenang. "Heh, Aku masih ada sisa uang sekarang! kamu tidak perlu khawatir! kita akan pindah ke apartemen sekarang mari pesan taksi!" Ucapku senang dan mulai mengelus rambutnya lembut.


Tak lama kemudian aku dan adik keempatku Elsa pindah ke sebuah apartemen kecil. Aku mulai menyuruhnya untuk membeli kebutuhan apartemen ini seperti makanan,baju, dan lain - lain sebagainya.


Sedangkan aku akan mencari pekerjaan sambilan untuk memenuhi kebutuhan kami berdua sekarang.


Jam 1 Siang, setelah makan siang bersama Elsa aku segera turun memakai jas dan rok pendek dengan rapi lalu memulai perjalananku untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang (harus) tinggi. Hehe.


"Presdir, bukankah itu nyonya muda? kenapa dia sedang memakai pakaian seperti itu?" Tanya supir Adam kepadanya sembari menunjuk Sofia yang tengah berdiri di depan perusahaannya sendiri, yaitu perusahaan FU. "Dari tinggi badannya, sepertinya iya. pakaian itu sepertinya dia ingin mencari pekerjaan hahaha" Tertawa Adam lalu mulai turun dari mobilnya dan mendekati Sofia.


"Aku harus mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi! Siapapun bossnya aku harus melayaninya dengan sepenuh hati dan jiwaku!" Omongku sendirian untuk meyakinkan diriku sendiri.


"Sofia, aku harus membuat perhitungan denganmu sekarang. Tapi melihatmu berdiri didepan perusahaanku ini terlihat menyedihkan sekali" Ucap Adam sambil melihat Sofia dan menyentuh pipinya.


"MAKSUDMU? K - KAU ADALAH PEMILIK PERUSAHAAN FU? HAH..." Aku terdiam, selama ini orang yang kuejek bodoh itu adalah presdir perusahaan FU! perusahaan tercanggih nomor 1 didunia! banyak yang mengajaknya kerja sama namun pada ditolak mentah - mentah rumornya.


"Melihatmu berpakaian seperti ini, kamu seharusnya mencari pekerjaan kan? ikut denganku aku akan berikan posisi tinggi dengan gaji yang pas!" Ucap Adam sambil tersenyum dan menarik tanganku paksa masuk ke perusahaannya, anehnya ketika kami masuk aku malah menjadi pusat perhatian dengan dia, seperti orang bodoh!


"Hm? kamu malu? sudah biasa, kamulah wanita pertama yang kuajak masuk ke perusahaanku" Ungkap Adam lalu ia segera menggendongku dan kami menaiki lift bersama menuju ke ruangannya.


"BERHENTI! TURUNKAN AKU SEKARANG!" Berontakku memukul dadanya yang sangat keras.


"Bersikap baiklah kepadaku, mulai sekarang kau akan menjadi sekretaris pribadiku!" Adam berkata sambil menghempaskanku ke sofanya dan melepas jasnya lalu menciumku hebat. Aku KAGET.


"humph- tuan hentikanh, a - apa yang kau lakukan bodoh?! eh maafkan aku maafkan aku" Kataku sambil mendorongnya untuk turun kebawah, namun kekuatanku sepertinya sia - sia. Tidak mempan kepadanya.


"Kau barusan berkata aku bodoh? lihat apa yang akan aku lakukan sekarang" Adam smirk, lalu ia membuka satu persatu kancing bajuku. Aku sudah memberontak sebisa mungkin namun tidak ada pilihan lain selain mengikuti dia sekarang.


TOK..TOKK..TOKKK!!


Suara pintu akhirnya membuatnya menghentikan aktivitasnya, dengan cepat aku kembali ke meja kerjaku dan merapikan pakaian serta bertindak seolah tidak ada kejadian apa - apa. Tak kusangka yang datang adalah PACARNYA ADAM!


"Sayang, kamu merekrut sekretaris baru? bukankah dia sangat jelek? kenapa bisa, aku tidak menyukainya" Ucap pacarnya sambil melihatku sinis dan langsung duduk di pangkuan Adam.