My Dream Wedding

My Dream Wedding
Ep_6..Dendam Tersembunyi



"Masih bisa mengelak kau hah,dasar wanita tidak tahu diri" bentak Metta langsung mendorong tubuh Rosse hingga tersungkur di tanah.


Kaki kanan Metta yang mengenakan sepatu hak tinggi pun langsung menendang tubuh Rosse dengan keras hingga membuat Rosse hanya bisa meringkuk berusaha untuk melindungi diri nya dari tendangan dan pukulan Metta yang sedang kalap.


"Ampun bi..saya sama sekali tidak


mengerti maksud bibi,apa salah saya..saya hanya ingin bertemu dengan Evelyn saja" ujar Rosse sambil melindungi tubuh nya dari amukan Metta.


"Untuk apa kau mencari putri ku hah..gara-gara kau sekarang putri ku sedang menangis karena ulah mu yang telah menggoda tunangan nya hingga pertunangan mereka batal.. Kau telah menghancurkan hubungan Evelyn dan tunangan nya dan kau juga telah menghancurkan keluarga ini" teriak Metta masih dengan emosi yang tak tertahan kan lagi.


Rosse benar-benar tidak tahu apa yang sudah membuat Metta sampai bisa memukuli nya hingga seperti ini..dia datang ke rumah ini hanya untuk meminta penjelasan atas perbuatan Evelyn pada nya,namun dia malah dipukuli atas perbuatan


yang tidak ia lakukan sama sekali.


"Saya benar-benar tidak tahu bi hiks" tangis Rosse berucap dengan lirih.


Metta pun melemparkan ponsel nya hingga mengenai kepala Rosse dengan keras dan membentak nya.


"Lihat itu baik-baik jallang..apa kau masih bisa mencari alasan lagi hah?" bentak Metta dengan tatapan menghunus begitu tajam ke arah Rosse.


Rosse sempat meringis kesakitan sambil memegangi kepala nya yang di lempar ponsel oleh metta..dia pun mengambil ponsel Metta dan melihat berita yang terpampang jelas di layar ponsel tersebut.


Mata nya terbelalak lebar saat melihat foto nya saat sedang keluar dari hotel dan disanding kan dengan foto seorang pria yang wajah nya tidak asing bagi nya.


Pria itu adalah pria yang berada di dalam kamar hotel bersama nya semalam..pria yang juga menghabiskan malam panas dengan nya yaitu Zavyan Willingham.


Jadi pria yang bersama nya kemarin adalah Zavyan Willingham,putra dari seorang konglomerat dan juga CEO Willingham Corporation's yang tidak lain dan tidak bukan merupakan tunangan Evelyn.. Rosse tertegun saat membaca berita itu,dia tidak bisa mempercayai semua ini..dia


bahkan tidak tahu siapa itu Zavyan Willingham.


Evelyn lah yang melakukan semua ini kepada nya..tapi mengapa Evelyn malah menjebak nya dan mengirim nya ke kamar hotel tunangan nya


sendiri..apa maksud nya semua ini,kenapa dia malah mengorbankan Rosse yang tidak tau menahu.


"Pergi kau dari sini,dasar anak


kurang ajar..jangan pernah lagi kau menginjak kan kaki mu di rumah ini" kata Metta lalu pergi setelah


mengatakan nya.


Mona berbalik dan membanting pintu rumah nya dengan sangat keras.


Harry dan Marry pun langsung bergegas menghampiri Rosse yang masih terduduk di tanah lalu mereka membantu nya untuk bangkit berdiri..Marry pun kini langsung menangis saat melihat kondisi Rosse yang sudah babak belur.


Tubuh nya kini sudah dipenuhi dengan lebam-lebam.


"Tidak usah bi..Rosse tidak mau bibi sampai dipecat oleh bi Metta" ujar Rosse masih bisa tersenyum dan mengkhawatirkan bi Marry lalu dia


mengembali kan ponsel Metta kepada bi Marry dan bangkit berdiri.


"Maafkam kami nona..kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu nona dari amukan nyonya" kata bi Marry dan pak Harry.


Sungguh Harry dan Marry sangat amat merasa bersalah karena tidak bisa membantu Rosse saat gadis itu di amuk oleh Metta..namun mereka juga tidak bisa menentang Metta mereka juga memiliki keluarga yang


harus dibiayai jika mereka kehilangan pekerjaan lalu bagaimana cara mereka untuk membiayai hidup keluarga nya.


"Saya mengerti bi,pak..tidak apa-apa" kata Rosse sambil tersenyum berusaha menenangkan mereka berdua.


"Baiklah bi,pak..sebaik nya Rosse pulang saja" kata Rosse lagi lalu beranjak pergi dari pekarangan rumah mewah itu.


Sementara itu,bi Marry dan pak Harry hanya bisa melihat kepergian


Rosse dengan perasaan sedih, mereka tidak tahu mengapa keluarga Halington yang dulunya sangat bahagia sekarang malah menjadi seperti ini.


Evelyn yang melihat semua kejadian itu dari jendela kamar nya hanya bisa tertawa dengan keras..ya dia selama ini memang selalu membenci Rosse..dia merasa bahwa Rosse sudah memiliki segala nya di dunia ini..Cantik,pintar bahkan terkenal,apa yang tidak Rosse miliki di dunia ini.


Sebenar nya Evelyn juga memiliki wajah yang cantik dan dia juga tidak terlalu bodoh..tetapi mengapa dia


tidak bisa menjadi seperti Rosse.. Rosse di kenal sebagai gadis tercantik di kampus nya.


Dia juga dicintai oleh para dosen karena kecerdasan nya dan banyak juga para pria yang jatuh cinta


pada nya..sedangkan Evelyn tidak bisa mendapatkan semua itu meski


paras nya juga menarik,tapi dia malah kini harus terjebak dalam perjodohan dengan seorang pria yang buta.


Seiring berjalan nya waktu,rasa kesal di hati nya semakin hari semakin bertumpuk..sikap Rosse


yang tetap baik dan lembut kepada nya malah semakin memupuk benih kebencian di dalam hatinya..dia tahu bahwa Rosse selama ini memperlakukan nya dengan sangat baik karena Rosse memang menganggap Evelyn saudara nya.


Justru sikap itu lah yang malah membuat Evelyn merasa jijik..dia sangat tidak sudi bersaudara dengan wanita itu.


Hari ini dia merasa sangat puas..Ia melihat wanita yang paling dibenci nya dihajar hingga babak belur di depan rumah nya..nama baik Rosse juga sudah hancur..sekarang dia bukan lah lagi Rosse si gadis tercantik di kampus nya.


Dia juga bukan lah lagi Rosse si murid kesayangan para dosen sekarang,semua orang akan mengenal Rosse sebagai seorang wanita murahan yang malah menggoda pria demi kekayaan.


Seorang wanita murahan yang dengan tega nya merebut tunangan wanita lain.