My Dream Wedding

My Dream Wedding
Ep_20.. Bersedia



Ya tuhan apa kah dia harus menikah dengan pria itu..ini adalah pertemuan kedua kali nya antara Rosse dan juga Zavyan.


Mereka tidak saling mengenal dan tidak pernah bertemu sebelum nya.


ya bisa di bilang bahwa mereka berdua adalah orang asing.. Rosse pun tidak tahu apapun mengenai pria di hadapan nya itu.


Dia bahkan tidak tahu latar belakang nya,dia juga tidak tahu mengenai seluruh keluarga nya dan juga mengenai pria itu sendiri..apakah dia bisa menjalani pernikahan ini dengan pria itu.


Dia bahkan tidak tahu orang seperti


apa kah Zavyan itu..dia juga tidak tahu seperti apa sifat asli pria itu yang sebenar nya..bagaimana jika


nanti Zavyan ternyata bukan lah pria baik-baik..banyak pikiran buruk di otak Rosse saat ini.


"Tapi,tapi kita tidak saling mengenal. dan mengapa kau mau menikahiku?" tanya Rosse dengan suara lirih.


Rosse tidak berani untuk mengutara kan pendapat nya pada Zavyan karena dia belum tau betul sifat Zavyan yang sesungguh nya.


Sementara Zavyan sendiri kini tengah berusaha untuk menahan kekesalan di hati nya..dia benar-benar tidak suka saat diri nya mendengar bahwa wanita di hadapan nya itu tidak lah mengingat nya.


"Yang ku tau sekarang adalah,kau sedang membutuh kan bantuan ku, dan aku juga memiliki rencana ku sendiri..apa kah alasan itu sudah cukup untuk mu?" tanya Zavyan dengan suara tenang meski dalam hati nya bergemuruh kesal.


Rencana,rencana apa yang Zavyan maksud kan..dia jadi curiga dengan pria itu.


"Rencana apa?" tanya Rosse menatap intens Zavyan.


Zavyan kembali menatap lurus ke arah Rosse,tetapi tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibir nya itu seolah mulut nya terkunci dan tertutup rapat,juga seolah dia tidak ingin memberitahu pada Rosse tentang apa yang tengah di pikirkan nya.


Rosse Jakarta berpikir yang,apa kah mungkin Zavyan juga ingin membalas dendam pada Evelyn, karena tunangan nya itu telah mengkhianati nya..Itukah sebabnya Zavyan mau menggunakanbnya


sebagai senjata untuk membuat Evelyn bisa merasakan hal yang sama dengan apa yang telah dia rasakan.


Sebenar nya Rosse sungguh merasa enggan untul melakukan semua ini. dia tidak ingin menikah dengan pria yang tidak di cintai nya..Tetapi apa dia punya pilihan lain..Hanya ini lah satu-satu nya jalan bagi Rosse untuk bisa menyelamat kan ibunya.


Rosse tidak punya pilihan lain dan


hanya Zavyan lah jawaban atas semua permasalahan yang menimpa nya saat ini.. Rosse hanya bisa menunduk di bawah tatapan tenang Zavyan.


Rosse tidak berani menatap pria itu secara langsung..tangan nya kini bergerak-gerak dengan gelisah di antara kedua lutut nya,dia tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Baiklah,aku bersedia" kata Rosse


pada akhir nya karena dia tidak ada lagi pilihan lain.


Ya Rosse akhir nya memutus kan untuk menerima tawaran dari Zavyan..sungguh rasa nya seperti ada sesuatu yang mengganjal di


tenggorokan nya saat Rosse hendak mengucap kan kata-kata itu.


Rosse telah memberi kan


kebebasan nya kepada seorang pria yang tidak dikenal nya bahkan mereka baru bertemu kemarin malam..tetapi di sisi lain dia juga


merasa sangat lega,karena seolah beban berat yang dia pikul di kedua pundak nya seolah telah terangkat.


Setidak nya dia tidak lagi perlu untuk


memikir kan biaya rumah sakit untuk ibu nya yang terus menerus membengkak,juga pengobatan


dan perawatan ibu nya akan aman karena sudah terjamin oleh Zavyan.


Zavyan kini merasa teramat sangat gembira saat mendengar jawaban dari Rosse,tetapi dia tidak ingin menunjuk kan perasaan nya secara


terang-terangan pada Rosse.


Zavyan hanya tersenyum tipis dan mengangguk. tangan nya juga terkepal erat di sisi nya,bukan karena dia merasa marah atau kesal ya,tapi karena hal membahagiakan lain nya.


Ya, Zavyan saat ini tengah menahan dorongan di hati nya agar dia tidak spontan langsung memeluk wanita di hadapan nya itu..dia hanya tidak mau membuat Rosse semakin takut dan akhir nya malah semakin menjauh dari nya.


Zavyan pun segera bangkit dan juga mengambil handphone-nya yang tergeletak di atas meja besar


nya..dia meninggal kan Rosse yang masih kebingungan seorang diri sementara ia menelepon beberapa orang.


Meski dia sedang menelfon seseorang,namun mata nya tidak pernah jauh-jauh dari sosok wanita yang tengah duduk di atas sofa di ruang kantor nya itu..setelah selesai, dia kembali lagi dan melangkah mendekati Rosse lalu berkata.


"Berdiri lah,kita pergi ke kantor catatan sipil sekarang untuk mengurus dokumen pernikahan kita" kata Zavyan membuat Rosse semakin bingung.