
Asisten nya itu tampak sangat cantik dengan rambut coklat nya yang terurai..assisten nya itu hanya
mengenakan blus putih dan juga rok span hitam yang terlihat rapi..sepatu hak tinggi berwarna merah juga tampak menghiasi kaki nya,dan itu semakin membuat nya tampa seksi.
Namun yang ada di mata Zavyan
asisten nya itu tidak berarti apapun. hanya ada Rosse yang masih saja memenuhi pikiran Zavyan saat ini. Rosse di buat terperangah saat dia melihat asisten Zavyan.
Dia jadi berpikir apa kah menjadi seorang asisten itu memang
membutuh kan penampilan yang cantik seperti wanita ini,wanita ini seharus nya menjadi seorang model,bukan lah asisten.
Melihat kecantikan asisten Zavyan itu membuat Rosse jadi sedikit menunduk kan kepala nya..Rosse jadi merasa khawatir terhadap penampilan nya sendiri saat ini.
Asisten Zavyan mengernyit saat melihat kedatangan Rosse yang berbarengan dengan bos nya Zavyan..dia menatap Rosse dari
ujung kaki ke ujung kepala,dia juga merasa aneh dengan kehadiran seorang wanita yang berpenampilan seperti ini di kantor bos nya.
Ditambah lagi dengan wanita ini yang datang dan dijemput secara khusus oleh Zavyan..walau pun
ketidaksukaan nya pada Rosse sangat terpancar dengan jelas,dia masih tetap bersikap sopan dan
profesional di depan bos nya.
"Tunda semua rapat" kata Zavyan tanpa menoleh sedikit pun dan juga
sambil berlalu begitu saja dari hadapan asisten nya itu.
Zavyan bahkan sama sekali tidak
memandang nya barang sebentar, meskipun wanita bernama yang menjadi asisten nya itu terus saja menatap wajah tampan Zavyan.
"Baik pak Zav" jawab nya dengan sopan,namun kekecewaan juga bisa terdengar dalam suara nya.
Kemudian wanita itu pun kini mulai mengalih kan pandangan nya dan menatap Rosse dengan tatapan tajam.. Rosse juga sedikit tersentak ketika melihat tatapan itu di arah kan pada nya,kemudian Rosse pun berlari kecil untuk mengejar Zavyan.
Jujur saja tatapan wanita bisa membuat nya takut..tatapan itu juga seperti tatapan seorang wanita yang tengah cemburu saat kekasihnya ketahuan bersama dengan wanita lain.
'Dia menakutkan sekali,jangan sampai aku berurusan dengan nya' batin Rosse lalu mulai memasuki ruangan Zavyan.
Rossa di buat terpana saat melihat ruangan milik Zavyan..ruangan itu tampak begitu luas dengan meja kerja berwarna hitam yang berdiri dengan gagah di depan jendela,di atas meja itu juga tampak berbagai macam dokumen yang berserakan di atas nya.
Di sisi lain ruangan itu juga terdapat sofa besar yang bahkan bisa di gunakan untuk tempat tidur..ya dulu saat Rosse masih tinggal bersama dengan ayah nya yang kaya pun, Rosse tidak pernah memiliki sofa sebesar ini.
Di dekat sofa itu juga terdapat sebuah pintu yang terbuka lebar yang mana pintu itu menuju ke kamar tidur pribadi milik Zavyan.. Rosse pun merasa heran saat melihat kamar tersebut berada di dalam ruangan Zavyan.
Apa jangan-jangan Zavyan...oh tuhan jauhkan pikiran itu dari otak Rosse.
Untuk apa ada kamar tidur di kantor..tapi sayang nya,ruangan yang luar biasa mewah itu tidak mendapat kan cahaya matahari langsung karena jendela besar nya sudah ditutupi dengan tirai.
Rosse bisa membayang kan betapa indah nya ruangan itu jika cahaya terang matahari bisa masuk dan menerangi nya..dia juga bisa
membayang kan betapa indah nya
pemandangan yang terpampang dari balik jendela besar tersebut.
memperhati kan isi ruangan nya dengan tatapan yang begitu takjub dan mulut nya yang juga menganga
membentuk huruf O.
Dia ikut tersenyum melihat tingkah wanita itu bagi nya Rosse sangat menggemaskan saat ini..wanita ini sangat menarik untuk terua di perhati kan,dia bahkan tidak akan
pernah bosan untul selalu melihat tingkah laku nya yang unik.
Zavyan pun mulai berdeham pelan dan membuat Rosse jadi tersentak dari ketakjuban nya dan dia segera berjalan menuju ke sofa di hadapan Zavyan.
Bahkan setelah Rosse sudah duduk pun Zavyan masih tidak mengata kan apapun juga.
'Kenapa dia hanya diam saja,bukan kah seharus nya dia membuka topik..kan dia yang mencari ku' batin Rosse masih menantikan apa Zavyan akan bicara atau tidak.
Sungguh stuasi saat ini malah membuat Rosse kembali menjadi
merasa canggung..dia menyisir rambut nya ke belakang telinga sebagai tanda bahwa saat ini dia sedang gugup bagai di ruang sidang.
Saat ini Rosse sendiri tidak tahu harus berbuat apa karena dia tidak tau apa uang Zavyan ingin kan dari nya.
"Apa,apa benar yang ku dengar bahwa kamu mencari ku?" tanya Rosse untuk memecah kan suasana keheningan di antara mereka.
"Hmm" Dan Zavyan hanya menjawab nya dengan deheman singkat.
Zavyan tidak berniat untuk menjelas kan tentang apa niat nya mencari Rosse dan itu membuat Rosse hampir frustasi.
Melihat bahwa Zavyan tidak lah mau merespon nya akhir nya malah membuat Rosse jadi merasa kebingungan sendiri..mengapa pria ini begitu misterius sih..apa yang sebenar nya peia itu inginkan dan apa tujuan nya mencari Rosse.
Mengapa sekarang malah dia tidak mengatakan apapun setelah mereka bertemu,Rosse benar-benar ingin berteriak keras pada pria di hadapan nya itu.
"Untuk apa kamu mencari ku?" lagi dan lagi Rosse berusaha untuk
memberani kan dirinya bertanya pada Zavyan.
Ya walaupun sebenar nya Rosse juga sedang merasa terintimidasi dengan keberadaan pria di hadapan nya ini yang hanya diam bak patung selamat datang.
"Bukan kah kau sudah menolak untuk bertemu dengan ku,lalu kenapa kau menemui ku di kantor?" tanya Zavyan dengan terus
terang.
Rosse jadi merasa semakin gugup saat mendengar pertanyaan itu..dia memang telah menolak jemputan dari Ben,dia juga sudah menolak dan tidak mau untuk bertemu dengan Zavyan sebelum nya.
Tetapi saat ini dia benar-benar sedang membutuh kan bantuan
dari nya..dia juga harus segera mencari sebuah alasan yang masuk di akal.
"Maaf sebelum nya,aku tidak mau masuk ke kendaraan orang yang tidak ku kenal sama sekali dan aku juga berencana untuk menemui mu sendiri setelah mengunjungi ibu ku di rumah sakit" ujar Rosse beralasan.
Ya hanya itu lah satu-satu nya alasan yang terpikir kan oleh Rosse saat ini..alis Zavyan pun jadi terangkat ke atas sebelah saat mendengar jawaban dari Rosse.
Dia tahu bahwa wanita di hadapan nya itu saat ini sedang berbohong. entah apa yang sudah mengubah pikiran Rosse sehingga akhir nya Rosse mau bertemu dengan nya.
Tetapi Zavyan sama sekali tidak masalah dengan kebohongan yang telah Rosse katakan,ya setidak nya sekarang wanita itu sudah berada di depan nya dan dia juga sudah cukup senang dengan itu.