My Dream Wedding

My Dream Wedding
Ep_17.. Menikahlah Denganku



"Aku sudah memiliki banyak pelayan di rumah" jawab Zavyan dengan singkat.


Rosse benar-benar merasa bahwa harapan di hati nya pupus..ini semua juga salah nya,kenapa juga dia harus menolak untuk bertemu dengan Zavyan sebelum nya dan kini dia sudah membuat pria itu begitu marah.


Sekarang Zavyan tidak mau lagi untuk membantu nya dan dia juga telah kehilangan harapan terakhir nya.


Kemana lagi dia harus mencari


bantuan..Rosse hanya bisa menunduk kan kepala nya dan berusaha untuk mencari cara apa kira-kira yang bisa ia lakukan


untuk membujuk Zavyan.


Namun,otak nya saat ini seolah tidak bekerja dengan baik..dia tidak bisa menemukan ide apa pun dan itu terlihat jelas di wajah nya.. Zavyan bisa melihat kekalutan yang amat jelas di wajah Rosse saat dia menolak untuk membantu nya.


Bukan nya dia tidak ingin membantu Rosse,tapi dia memang tidak sedang membutuh kan asisten pribadi ataupun pelayan karena dia sudah memiliki semua itu..dia


memiliki rencana lain untuk Rosse dan dia yakin Rosse akan kaget dengan rencana nya.


"Aku bisa membantu mu" kata Zavyan sambil memandang lurus ke arah Rosse yang kini menegakkan kembali kepala nya.


Satu kalimat dari Zavyan itu seakan bisa membuat kepala Rosse sayang sebelum nya tertunduk kini jadi


langsung mendongak..mata nya yang sebelum nya telah kehilangan harapan pun kini begitu tampak berbinar,seolah dia telah menemukan sebuah harapan baru.


Rosse mulai membalas tatapan


Zavyan dan berkata dengan terbata-bata.


"Ka..kau..kau mau membantu, sungguh?" tanya Rosse terbatas saking senang nya.


"Hm" gumam Zavyan sambil


mengangguk kan kepala nya masih menatap Rosse dengan intens


Zavyan senang bisa melihat senyum Rosse kembali.


Sungguh Rosse merasa sangat gembira saat ini sehingga rasa nya dia ingin sekali melompat dari kursi nya dan berteriak..akhir nya..akhir nya ada juga seseorang yang mau membantu nya.


"Aku janji akan melakukan pekerjaan apa pun yang kau suruh..aku bisa membersih kan rumah,memasak,


bersih-bersih dan yang lain nya..aku juga bisa mengangkat barang" kata Rosse dengan antusias karena terlampau bahagia mendapatkan bantuan dari Zavyan.


Rosse pun menatap Zavyan dengan penuh harap, Rosse tengah menanti pekerjaan apa yang akan diberi kan oleh Zavyan kepada nya..dia mau melakukan apa pun demi membiayai pengobatan ibu nya.


Zavyan masih menatap reaksi Rosse dengan begitu tenang..dia menatap wajah wanita itu lekat-lekat lalu berkata.


"Menikahlah denganku"


Rosse menatap Zavyan dengan mulut nya yang menganga..dia yakin mungkin telinga nya itu saat ini sedang bermasalah..atau mungkin dia malah sedang berhalusinasi.


Seperti nya hari ini dia terlalu


kelelahan sehingga otak nya sedang tidak beres..ya dia yakin dengan hal itu dan dia juga yakin bahwa dia memang salah dengar.


Hahaha..mana mungkin seorang Zavyan Wilingham melamar nya..dia menggaruk-garuk kepala nya walau pun kepala nya itu sama sekali tidak terasa gatal..dia juga merasa bahwa dia kini sedikit bodoh dengan berpikir bahwa pria tampan,super kaya dan misterius di hadapan nya itu melamar nya.


Zavyan memperhati kan setiap gerakan yang Rosse buat.. Zavyan juga sedang menantikan reaksi dari wanita itu..Namun,seperti nya Rosse tidak mendengar apa yang dia katakan tadi..atau mungkin dia tidak bisa mempercayai apa yang tadi di dengar nya.


Maka dari itu, Zavyan pun memutus kan untuk memperjelas nya sekali lagi dan mengatakan nya dengan tegas.


"Menikah lah dengan ku dan aku berjanji akan membantu mu" kata Zavyan untuk yang kedua kali nya dengan nada tegas.


"Ta..tapi.." ujar Rosse tergagap.


Rosse benar-benar tidak menyangka bahwa hal seperti ini akan benar


terjadi pada nya,sehingga dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


Mulut nya kini telah lalu kembali


tertutup dan terbuka lagi karena dia tidak tahu apa yang harus dia katakan..setelah memasti kan bahwa Rosse benar-benar telah memahami niat nya,Zavyan hanya


diam dan tak bereaksi.


Zavyan masih menunggu hingga Rosse bisa mencerna situasi saat ini..dia tahu bahwa lamaran nya yang tiba-tiba seperti ini,begitu sangat mengejut kan bagi Rosse.


Sementara itu,Rosse menarik napas nya dalam-dalam berusaha untuk


menenang kan diri nya dari rasa terkejut nya..dia benar-benar sedang bingung dan pikiran nya kini malah jadi terasa semakin kacau.


Seolah Zavyan baru saja mengirimkan sinyal eror yang berhasil memporak-poranda kan akal sehat nya.


Rosse pun memutar otak nya,dia berusaha untuk mencari tahu apa yang sedang dipikir kan oleh pria


di hadapan nya ini..tetapi dia tetap saja tidak mengerti mengapa Zavyan malah tiba-tiba saja melamar nya.


Rosse hanya datang untuk meminta


bantuan dari Zavyan,tetapi bukan hal seperti ini yang terpikir kan oleh nya..apa sebenar nya yang di ingin kan oleh pria ini..apa tujuan nya hingga pria itu berniat menikahi nya.


"Mengapa kau meminta ku untuk menikah dengan mu,apa alasan nya?" tanya Rosse dengan menatap intens Zavyan.


Sebenar nya Zavyan sendiri tidak tahu mengapa dia bisa melamar Rosse dengan cara seperti ini.


Yang pasti Zavyan hanya ingin


melindungi Rosse..dia hanya tidak ingin ada sesuatu yang terjadi kepada gadis nya..dia juga hanya ingin memasti kan bahwa Rosse akan selalu aman,dan satu-satu nya tempat yang aman bagi Rosse adalah bersama nya.


Dia juga tidak tahu bagaimana cara nya menjelaskan semua ini kepada Rosse,ditambah lagi dengan Rosse yang sama sekali tidak bisa mengingat nya.


Dia hanya bisa membiar kan saja perasaan itu tersembunyi dengan rapat nya di dalam hati nya sendiri.


janya dia lah satu-satu nya orang yang mengetahui perasaan ini.


Melihat Zavyan yang tidak kunjung menjawab pertanyaan nya, Rosse pun berkata lagi.


"Tapi pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan pernikahan juga bukan lah suatu hubungan yang bisa


di gunakan sebagai bahan untuk sebuah permainan" kata Rosse sedikit ragu.


"Aku tidak bermain-main" jawab Zavyan dengan singkat.


"Lalu kenapa?" tanya Rosse lagi meminta penjelasan.


"Aku hanya mau bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan kemarin malam" jawab Zavyan.


Ya hanya kejadian malam itu lah yang bisa Zavyan gunakan sebagai suatu alasan untuk nya bisa mengikat Rosse.


Mengingat malam itu,wajah Rosse pun langsung kembali memerah. sebenar nya semua ini adalah


kesalahan nya dan bukan lah kesalahan Zavyan,tapi Zavyan malah ingin mempertanggung jawab kan nya dan itu membuat Rosse terharu sekaligus canggung.