
Zavyan dan Rosse keluar dari ruangan Zavyan,begitu mereka tiba di lift mereka masuk kedalam dan menunggu sampai tiba di tiba di lobby,begitu sampai di lobby Zavyan dan Rosse pun langsung melangkah keluar.
Tampak semua yang ada di lobby pun seketika langsung menghenti kan apa pun yang saat itu sedang mereka kerjakan dan langsung memberi hormat pada Zavyan.
Rosse kini semakin merasa lebih canggung lagi saat melihat semua
orang menunduk ke arah nya..lebih tepat nya ke arah Zavyan dan meski pun orang-orang itu tidak lah sedang memberi hormat pada nya dan Rosse tidak mempermasalahkan itu.
Saat ini dia tengah berjalan bersama Zavyan bos perusahaan di mana dia berada,sehingga dia juga ikut menjadi pusat perhatian semua orang di sana.
Saat Rosse melirik ke arah tempat di mana tadi resepsionis yang menghina nya berada,Rosse melihat bahwa wanita yang tadi sudah menolak kedatangan nya ternyata sudah tidak ada di tempat itu.
Rosse tidak tahu bahwasan nya si
resepsionis itu telah kehilangan
pekerjaan nya karena sudah bersikap tidak semua dan juga kasar kepada nya..dan aneh nya saat dia memandang ke arah meja
resepsionis malah terlihat seorang pria yang tengah bergegas
menghampiri Zavyan dengan hormat.
Wajah pria itu memang bisa di bilang tampan,dia juga menggunakan kacamata minus di mata nya,tapi aneh nya itu malah semakin membuat nya terlihat lebih pintar.
Dia terlihat sangat rapi dari ujung kepala hingga ke ujung kaki,tidak ada satu helai rambut pun yang keluar dari tatanan nya..klimis sekali seperti menggunakan pomade satu box.
Tubuh nya pun tinggi semampai hingga hampir menyamai tinggi Zavyan..tapi kulit nya sangat berbanding terbalik dengan kulit milik Zavyan yang berwarna putih seperti orang asing.
Zavyan malah merespon pria itu dengan menepuk bahu nya meski pelan dan itu membuat pria di depan nya langsung menegakkan tubuh nya.
"Tomi,kita berangkat sekarang" kata Zavyan memberi perintah pada Tomi.
"Baik,tuan" jawab Tomi dengan segera dan menuntun langkah kedua orang di belakang nya.
Mendengar nama itu,kini Rosse pun langsung menyadari bahwa pria itu lah yang bernama Tomi sang asisten pribadi dan juga sekaligus orang kepercayaan Zavyan.
Ya bisa dibilang,Tomi itu adalah si tangan kanan seorang Zavyan Wilingham..sebelum melangkah Tomi pun menyadari keberadaan Rosse di sisi Zavyan,dia kemudian
sedikit mengangguk kan kepala nya.
Rosse pun ikut membalas anggukan itu dan kembali mengikuti Zavyan dan Tomi menuju ke mobil Zavyan..
di depan tampak sebuah mobil berwarna hitam yang begitu mewah
langsung berhenti tepat di hadapan mereka bertiga ketika mereka sudah menunggu di lobby.
Sebelum mereka bisa melangkah menuju mobil,tampak seseorang keluar dari pintu pengemudi.. Rosse seperti mengenal orang itu..dia baru ingat bahwa orang itu adalah Ben, supir Zavyan yang diperintah kan oleh Zavyan tadi pagi untuk menjemput nya.
Pria paruh baya itu pun segera membuka kan pintu untuk Zavyan dan juga Rosse..d untuk Tomi,dia melangkah menuju kursi samping kemudi penumpang depan..saat Ben menatap Rosse, Ben pun tersenyum dengan ramah lalu mempersilahkan.
"Silahkan masuk tuan,nona"