
Saat ini Zavyan sama sekali tidak mempeduli kan wajah Rosse yang
memerah bahkan merona,dan fokus Zavyan tetap pada mengamati luka
goresan di pipi Rosse yang membuat nya bertanya-tanya.
Tubuh nya kini menegang dan dia sedang menahan amarah yang dia rasakan di hati nya..siapa orang yang berani-berani nya melakukan hal ini kepada gadis nya..Rosse pun menyadari bahwa Zavyan tidak berniat untuk melepas kan tangan nya dari dagu nya pun berinisiatif untuk segera mundur dan juga menarik kepala nya.
Rosse masih berusaha untuk bisa
melepas kan diri dari tangan Zavyan dan mencoba untuk tersenyum tipis seolah ingin mengisyarat kan bahwa dia tidak apa-apa dan jangan khawatir.
"Ini hanya luka kecil yang tidak sengaja tercakar kuku ku sendiri" kata Rosse beralasan.
Zavyan pun kembali duduk di kursi nya,tetapi dia tidak bisa untuk setenang sebelum nya..kini aura yang terpancar dari nya justru lebih terasa mengerikan.
Walaupun kemarahan itu tidak ditujukan Zavyan pada Rosse tapi karena sekarang hanya ada Rosse lah satu-satunya orang di ruangan itu,sehingga Rosse lah uang harus
terkena imbas nya.
Zavyan sangat tau bahwa saat ini Rosse sedang berbohong..Zavyan bisa melihat bahwa kuku-kuku di jari Rosse bahkan masih pendek dan telah terpotong dengan rapi..kuku seperti itu tidak akan mungkin bisa meninggal kan bekas luka di pipinya.
Kini Zavyan justru merasa semakin kesal karena dia tidak bisa meminta Rosse untuk menjelaskan pada nya. dia bukan lah siapa-siapa Rosse saat ini dan kalau pun Rosse tetap
menolak untuk bercerita,maka dia juga tidak bisa memaksakan dirinya untuk ikut campir dalam masalah Rosse.
Melihat Zavyan yang saat ini, Rosse kembali di buat merasa kebingungan dengan sikap nya yang seperti bunglon..mengapa pria di hadapan nya itu tiba-tiba saja marah,apakah karena dia telah
menolak untuk bertemu dengan nya sebelum nya.
Atau apakah sekarang justru Zavyan lah yang tidak ingin berbicara dengan nya..dia harus apa sekarang,kenapa Zavyan harus bersikap seperti ini kan dia tidak tau kesalahan nya karena dia merasa tidak melakukan kesalahan tadi.
"Emm..begini aku sungguh minta maaf pada mu karena sebelum nya aku telah menolak jemputan dari mu..tapi saat ini aku benar-benar sedang membutuh kan bantuan mu"
akhir nya Rosse memutus kan untuk berterus terang pada Zavyan mengenai kedatangan nya.
"Bantuan apa?" tanya Zavyan masih dengan nada suara yang dingin.
Sebenar nya Zavyan sudah tau tentang segala informasi mengenai Rosse,tapi kini suasana hati nya untuk saat ini sedang buruk sehingga sikap nya juga menjadi sangat dingin..pengaruh dari suasana hati nya yang kacau.
"Aku membutuh kan uang untuk biaya rumah sakit ibu ku..maaf apa kau bisa memberi ku pinjaman..aku janji aku akan mengembalikan nya sesegera mungkin setelah aku mendapatkan pekerjaan" kata rosse
sambil menarik napas nya panjang dan melanjutkan lagi ucapan nya.
"Atau mungkin aku bisa bekerja
untuk mu..aku mau bekerja menjadi apa saja asalkan kamu mau membantu ku meminjamkan uang itu,aku bukan lah penipu aku berani bersumpah" kata Rosse sambil berusaha meyakinkan Zavyan agar mau meminjam kan uang untuk biaya ibu nya di rumah sakit nanti.
Jujur saja, Rosse merasa sangat tegang saat mengatakan nya tadi tapi dia tidak perduli apapun lagi karena hanya Zavyan lah satu-satu nya orang yang bisa dia mintai tolong.
Jika Zavyan juga menolak,maka jalan satu-satunya adalah bekerja di club' dan menjadi wanita panggilan mungkin..dia sudah benar-benar putus asa,dia kehilangan kesucian nya di tambah ibu nya yang membutuhkan biaya sangat banyak.
Ya jalan itu lah yang akan Rosse tempuh jika harapan nya pada Zavyan pupus.
tidak.
Yang dia lihat dari tatapan nya tidak ada rasa kasihan dan juga tidak
ada tatapan jijik..dan yang bisa Rosse lakukan hanya lah menunggu.
"Kenapa aku harus membantu mu,jelaskan dan ya bukan kah kau juga tidak mengenal ku jadi untuk apa aku membantu mu?" tanya nya.
"A.. aku__" ujar Rosse tercekat tak sanggup menjawab pertanyaan Zavyan.
Benar,memang Rosse tidak lah
mengenal pria di hadapan nya itu.. setelah dia mengingat-ingat bahkan berulang kali..dia masih saja tidak bisa menemukan ingatan akan pria ini di otak nya.
Tetapi kenapa Zavyan bersikap bahwa seolah-olah mereka memang lah saling mengenal satu sama lain.. Rosse benar-benar bingung..melihat
Rosse yang tidak bisa menjawab nya,Zavyan pun kembali bertanya.
"Kau masih tidak bisa mengingat ku Rosse?" tanya Zavyan lagi dengan tatapan intens nya.
"Maaf apa kita memang pernah bertemu sebelum nya..apakah kita juga sudah saling mengenal,aku benar-benar tidak bisa menemukan ingatan tentang mu" kata Rosse yang membalas pertanyaan Zavyan dengan pertanyaan lain.
Dia benar-benar frustasi karena tidak bisa mengingat seorang Zavyan di otak nya..lagipula,kalau mereka memang pernah saling mengenal bagaimana mungkin Rosse bisa melupakan sosok seperti Zavyan.
"Coba kau ingat sendiri" kata Zavyan
dengan singkat.
Rosse semakin frustasi karena Zavyan bahkan tidak memberi kan nya petunjuk barang sedikit pun
mengenai hubungan mereka..ingin dia lempar Zavyan dari ketinggian tapi dia tau dia tidak akan bisa.
"Aku janji aku akan berusaha untuk bisa mengingat nya,tapi aku benar-benar sangat membutuh kan bantuan mu saat ini" kata Rosse sambil terus memohon pada Zavyan.
"Aku bisa menjadi asisten pribadi mu dan aku juga bersedia untuk melakukan pekerjaan apa pun" lanjut nya masih berusaha.
"Aku tidak membutuh kan asisten pribadi karena Tomi saja sudah cukup untuk membantu seluruh pekerjaan ku" jawab Zavyan dengan nada suara yang masih dingin.
Rosse bahkan tidak tahu siapa itu Tomi..tapi dari cara bicara Zavyan seperti nya Tomi adalah orang kepercayaan nya..lalu apa pekerjaan
yang bisa dia lakukan.
Rosse tidak memiliki kemampuan lain selain membuat parfum..hanya itu kemampuan yang Rosse miliki.
"Kalau begitu,emm mungkin aku bisa menjadi pelayan mu saja..aku bisa membersih kan kantor ini,atau
bahkan membersih kan rumah mu aku juga bisa..apa saja akan aku lakukan asalkan kau mau membantu ku" kata Rosse masih berusaha karena dia benar-benar sudah putus asa.
Dia mau melakukan pekerjaan apa pun selama pekerjaan itu baik dan juga menghasil kan.