My Dream Wedding

My Dream Wedding
Ep_12..Bertemu Lagi



Wanita itu hanya menatap remeh Rosse dari ujung kepala hingga ke ujung kaki nya lalu melengos mengalihkan tatapan nya ke arah pekerjaan yang tengah dia lakukan..


Rosse pun masih berusaha untuk tidak memperduli kan tatapan mata yang meremeh kan dari wanita tersebut.


"Permisi mba,maaf saya ingin bertemu dengan pak Zavyan Wilingham" kata Rosse sambil memberikan kartu nama hitam milik Zavyan.


Wanita itu bahkan tidak memandang kartu nama yang diserahkan oleh Rosse sama sekali dan menjawab dengan ketus seakan enggan melayani Rosse.


"Apa kau sudah buat janji?" tanya nya sambil melihat kuku-kuku nya yang seperti nya baru saja dicat karena warna nya masih mengkilap dan fresh.


"Emm maafkan saya karena seperti nya saya belum membuat janji,tapi pak Zavyan yang tadi pagi mencari saya..kata nya beliau ingin bertemu dengan saya" jawab Rosse sambil menarik kembali tangan nya


dengan perasaan canggung.


Dia pun menyimpan kembali kartu nama itu ke dalam tas nya karena dia merasa dia di pandang rendah oleh resepsionis itu dan itu membuat nya merasa kecil.


"Kamu tidak bisa menemui nya jika kamu belum membuat janji, pergi" Kata wanita itu sambil mengibas kan tangan nya mengusir Rosse dari hadapan nya.


Lalu resepsionis itu pun mulai berpura-pura mengerjakan hal lain nya seolah dia memang sedang sibuk.


"Tapi saya hanya__" ujar Rosse masih kekeh karena dia sangat ingin bertemu dengan Zavyan saat ini.


Mendengar wanita di depan nya yang masih juga bersikeras,wanita


itu pun langsung mendongak dan menatap Rosse dengan tatapan tajam..dia mendengus kasar sambil


berkata.


"Dengar ya nona,asal anda tau saja..sudah terlalu banyak sekali wanita seperti mu yang hilir mudik mencari kesempatan juga ingin bertemu dengan pak Zavyan,mereka semua menggunakan berbagai alasan hanya untuk bisa bertemu pak Zavyan dan kali ini kau juga menggunakan metode itu .lihat lah pnampilan mu nona ckckck apa kau benar-benar tidak tahu diri?" kata si resepsionis itu menghina Rosse dan


Rosse tidak lahi bisa untuk berkata apa-apa saat mendengar wanita itu menghina penampilan nya.


Memang lah pakaian nya tidak lah semewah dan semahal milik orang-


orang yang berada di sana,tetapi bukan berarti wanita itu bisa dengan seenak nya merendahkan nya dengan cara seperti ini..dia juga punya harga diri dan rasa malu.


Dia juga memang tidak berbohong soal Zavyan yang memang benar-benar mencari nya..tapi apa yang bisa Rosse katakan untuk bisa membela diri nya sendiri karena si Resepsionis itu tidak akan pernah percaya dengan apapun yang ia katakan.


Rosse pun kini berdiri dengan rasa canggung luar biasa saat semua orang di sekitar nya mulai menatap nya,mungkin mereka saat ini sedang menilai rendah akan diri nya,bahkan mungkin kini mereka juga seolah menganggap nya tak pantas untuk tetap berada di tempat itu.


Pada akhir nya, Rosse memutus kan untuk melangkah pergi meninggal kan gedung itu..dia merasa tidak ada guna nya jika dia tetap berada di sana..lagi pun tidak peduli apapun yang ia lakukan tetap saja dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan Zavyan.


Tomi yang tidak sengaja lewat di sekitar sana pun tidak menyangka akan melihat sosok Rosse di gedung Wilingham Corporation's..dia memang tahu bahwa tadi pagi Rosse telah menolak jemputan dari Ben dan dia juga kekeh tidak mau untuk bertemu dengan Zavyan.


Tapi kenapa wanita itu tiba-tiba saja muncul di kantor Zavyan..memang lah wanita itu sudah di mengerti,dia juga menyaksikan sikap sang resepsionis yang sama sekali tidak profesional saat mengusir Rosse untuk pergi dari tempat itu.


untuk melaporkan hal ini..pasti bos nya sangat senang bisa bertemu kembali dengan wanita itu.


"Halo tuan,Nona Rosse saat ini sedang berada di lobby kantor kita..


tapi resepsionis kantor tidak


membiarkan nya masuk karena nona Rosse tidak memiliki janji dengan anda,bagaimana ini tuan?" kata Tomi memberitahu.


"Tahan dia dan jangan biarkan dia pergi,aku akan turun" jawab Zavyan


dengan singkat lalu menutup sambungan telepon nya.


Setelah menerima perintah dari Zavyan,Tomi pun masih tetap setia berada di lobby untuk mengamati wanita yang membuat bos nya di mabuk cinta itu..Tomi hanya bersiap saja untuk mencegah nya jika Rosse akan pergi,dia juga sambil menantikan kedatangan bos nya.


Saat Rosse hendak berbalik dan pergi dari meja resepsionis meninggal kan tempat tersebut, tiba-tiba saja suara lift pribadi milik Zavyan berbunyi lalu kemudian terbuka.


Hal itu membuat atensi semua karyawan yang sedang berada di sana buyar..mereka menatap bos besar mereka yang telah sampai di lobby dan menunduk memberi hormat.


Zavyan sendiri langsung berjalan keluar dari lift tersebut dan hal itu membuat semua orang yang ada


di sekitar nya langsung menunduk dan memberi hormat padanya karena jarang sekali bos besar turun ke lobby.


Tapi Zavyan sama sekali tidak lah memeduli kan para orang-orang tersebut,bahkan dia sama sekali tidak melirik mereka..Zavyan hanya langsung berjalan menuju ke arah Rosse berada dan berhenti tepat di


hadapan nya.


Sementara itu,Rosse masih terpana


saat melihat pria yang pernah menghabiskan malam panas dengan nya,pria yang mendapatkan kesucian nya yaitu Zavyan tengah berjalan ke arah nya.


Bagaimana bisa ada pria yang begitu sempurna di dunia ini seperti Zavyan,pria itu terlihat begitu tampan dan juga sangat berbahaya apalagi saat mengenakan pakaian yang bernuansa gelap.


Itu malah semakin menambah kesan sexxy dan hot.. Rosse saja sampai terlena dan terus menatap ke arah Zavyan yang tengah berjalan ke arah nya..kenapa pria setampan itu mencari nya,apa dia mencuri sesuatu dari nya tapi Rosse merasa dia tidak melakukan hal yang salah.


Justru malah dia yang kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup nya sebagai seorang wanita..dia juga tidak menuntut tanggung jawab atau malah mencari Zavyan karena dia sadar kejadian itu bukan lah kesalahan Zavyan melainkan jebakan dari Evelyn.


Entah motif apa yang Evelyn tengah lakukan hingga mengorbankan diri nya juga Zavyan yang notabene adalah tunangan nya sendiri dan kini dia lah yang jadi tersangka utama dari jebakan Evelyn.


Rosse masih menatap wajah tampan Zavyan yang tak pernah bisa membuat nya bosan untuk terus menatap nya bahkan aihhh sudah lah.


Kacamata hitam di wajah nya juga membuat nya terlihat semakin cool dan gagah..bahkan rambut nya yang sedikit berantakan itu juga tidak mengurangi ketampanan nya barang sedikit saja dan malah justru malah membuat nya terlihat semakin menggoda di mata para wanita termasuk Rosse sendiri.