
"HAH??ngadi ngadi lo mana ada cantik cantik punya nama juminten" Ucap Dokter Felix kesal
"Emak lo kali juminten" Ucapnya lagi
"Mana ada emak gue Suminten!" Balas Kailo
"Lecet dikit doang busett baper amat" Ucap Dokter Felix
"Udah siapa namanya?" Tanya Dokter Felix ke
Louis
"Rona" Ucap Louis datar dan berdiri pergi
"Yahh pergi lagi dia" Ucap Kailo
"Yaudah gue juga mo pergi" Ucap Dokter Felix
"Terus yang bayar syape?" Tanya Kailo
"Ngutang aja dulu ke mbaknya" balas Dokter Felix santai dan pergi meninggalkan kailo sendiri
"Oyy! Gue ditinggal sendiri anjir ehhh kan ini perusahaan punya Louis kantin juga punya louis jadi gratis dong gue kan temennya " gumam Kailo pergi dari kantin
.
.
.
Saat ini Rona sudah berada diruangan bosnya berada dan sedang berhadapan pula dengan bossnya itu
"Kamu ini bisa bisanya membuat saya malu" Ucap Boss kesal
"kalau emang kamu nggak mau telat ya bangun lebih awall! biar bisa sarapan!" Ucap bossnya emosi
"Maaf pak" Ucap Rona menunduk
"Karna aku baik maka pulanglah" Ucap Bos menghela nafas pelan
"Hari ini beristirahatlah yang cukup! dan jangan ulangi lagi!" Ucap Boss lagi
"Baik pak terima kasih" Ucap Rona pergi dari ruangan Boss
Saat dilantai bawah Rona dihentikan oleh dua orang wanita
"Ronaaa" panggil karyawan wanita sambil berlari pelan kearahnya
"Apa?" Tanya Rona
"Mau kemana lo?" Tanya karyawan wanita lainnya
"Pulang Des" Balas Rona
"Pulang?" Beo Desi teman atau bisa dibilang sahabat dekat Rona
"Maag gue kambuh pala gue pusing trus disuruh pulang ama Boss" jelas Rona
"Ooo" Ucap Desi
"Besok ulang tahun si Tari nohh, besok dia traktir makan kita" Ucap Desi
"Lo bisa ikutan kan?" Tanya Desi
"Bisa bisa buat kalian apa yang gabisa" Ucap Rona mengedipkan sebelah mata
"Gombal lo" Ucap Desi
"Yaudah gue balik ya" Ucap Rona
"Yaa,jangan lupa makan tuh obat" Ucap Tari
"Iya iya beb" Ucap Rona
・・・・
Rona dihentikan Bunda Mila saat berada diambang pintu
"Lohhh,kok udah pulang?" Tanya Bunda Mila heran
"Maagku kambuh bund,kepalaku juga pusing" balas Rona
"Nggak sempat bund" Ucap Rona
"Yaudah cepet makan Bunda ambilin obat maag kamu" Ucap Bunda Mila
"Aku udah makan bund,kan obatnya dikamarku bund sekalian aku ambil terus istirahat" Ucap Rona sedikit kesal
"Ohh iya hehe,yaudah gihh buruan kamu istirahat jangan diulangi lagi,jangan terlalu fokus kerja mulu fokuslah cari mantu terus kenalin ke Bunda" Ucap Bunda Mila
"Ada bund" Ucap Rona
"Siapa?" Tanya Bunda Mila penasaran
"Pangeranku Louis"ucap Rona tersenyum merona
"Itu lagi,cari lain aja ya sayang" bujuk Bunda Mila
"Nggak mau bund mau yang itu aja nggak mau yang lain" Rengek Rona
"Jodohin aku dengan pangeranku ya Bund" Rengek Rona
"Bunddd jodohin akuu"
"Jodohin ya?masa cuma Fina doang yang dijodohin aku enggak?"
"Akukan juga mau"
"Jodohin ya?"
"Huss! Jangan disini ayo kekamar kamu" Ucap Bunda Mila
Bunda Mila dan Rona pergi naik keatas dimana kamar rona berada,bunda mila langsung mengambilkan obat dan memberikannya pada putri semata wayangnya
"Ini sayang kamu minum dulu" Ucap Bunda Mila memberikan obat lalu menutup pintu dan menguncinya
"Sayang kamu beneran suka sama Louis?" Tanya Bunda Mila
"Iya bund" Balas Rona
"Kenapa emangnya?" Tanya Rona penasaran
".................................................................." Bisik Bunda Mila ditelinga Rona
"Hah?? tapi bagus juga si Bund" Ucap Rona tersenyum
"Gimana?" Tanya Bunda Mila
"Okeelah makasih ya bunda" Balas Rona tersenyum memeluk Bunda Mila
"aapasi yang engga buat anak bunda satu satunya ini" Ucap Bunda Mila membalas pelukan putrinya
"Yaaudah kamu istirahat yang nyenyak bunda mau kebawah" Ucap Bunda Mila
"Siapppp" Ucap Rona
Selepas kepergian Bunda Mila,Rona langsung mengistirahatkan badannya hingga tak terasa ia bangun saat jarum jam menunjuk angka empat
Ia bangun dan membersihkan tubuhnya setelah itu melakukan aktivitas kesehariannya yakni makan malam bersama
"Pernikahan Fina dan Febian akan dilaksanakan lima hari lagi" Ucap Ayah Fina
"LIMA HARI?" Teriak Bunda mila dan Rona bersamaan yang membuat mereka menjadi pusat perhatian
"Kenapa emangnya?" Tanya Bibi Shinta curiga
"Kalian iri?" Tanya Bibi Shinta meledek
"Pasti kalian iri kan karna anakku akan menjadi menantu keluarga pranata sedangkan anakmu tidak" Ejek bibi Shinta
"Sintaaa diammm!" Ucap Ayah Fina penuh penekanan
"Jaga ucapanmu!" Ucap Bunda Mila
"Maafkan ucapan Shinta kak" Ucap Ayah Fina
"Didik istrimu agar menjaga ucapannya!" Ucap Bunda Mila emosi
"Udah bund gapapa" Ucap Rona menenangkan ibundanya.
Bersambung.