
Louis masuk kedalam kamar dan membawakan masakan untuk makan siang Rona perintahnya tadi dan menaruhnya dimeja
Lalu membangunkan Rona dengan cara memanggilnya namun hingga panggilan ketiga tetap tak ada pergerakan sama sekali
Lalu dia menggoyang goyangkan tubuh Rona dan berhasil membangunkan istrinya itu dari tidur lelapnya
"Kenapa?" Tanya Rona susah payah membuka matanya yang masih mengantuk
"Makan" Ucap Louis
"Hmmm" Dehem Rona dengan anggukan anggkuan malasnya
Karna melihat Rona yang lambat memakan membuat Louis sedikit geram dan langsung merebut sendok serta mangkuk yang dibawa Rona
"Apa lagi sih?" Tanya Rona kesal
"makanmu lambatt!" Ucap Louis dan langsung menyuapi Rona
"Wahhh ini pengalaman pertamaku disuapi pria" Ucap Rona
"Hmm" cuek
Selesai menghabiskan makannya Rona masuk kedalam kamar mandi untuk membuang air kecil
"Tanggal 12 persiapkan dirimu" Ucap Louis saat melihat Rona keluar dari kamar mandi
"Ada apa?" Tanya Rona penasaran
"Pesta merayakan Ulang Tahun ke 66 perusahaan pranata" Ucap Louis
"Lalu aku bersiap apa?" Tanya Rona bingung
"Tentu saja persiapkan penampilanmu karna kau istriku jangan membuatku malu " Ucap Louis
"Heyy aku membuat malu apa?bahkan hanya dengan menggunakan piyama atau bikini aku tetap terlihat cantik dan mempesona" Ucap Rona pede
"Jangan berani berani menggunakan bikini!!dimanapun itu!" Ucap Louis sedikit tinggi
"Baiklah baiklah" Ucap Rona
Selepas itu mereka kembali melanjutkan aktivitas mereka hingga keesokan harinya tiba Rona tetap tidak masuk kerja karna memang badannya yang masih tak enak
Sementara Louis ia kembali bekerja dan meminta asisten Zee membeli dan memberikan makanan untuk Rona
Karna ia tahu pasti Rona tidak akan dikasih makanan sedikitpun dan pasti ia disuruh untuk memasak sendiri karna ia belum mengatakan pada keluarganya tentang syarat yang diminta rona
Bila itu terjadi bukannya sembuh tapi Rona akan kembali kumat dan pastinya makanan itu akan tidak enak dan tidak sehat
Otaknya sehat saja masakannya gosong bagaimana kalau otaknya sedang sakit?akan bertambah tak jelas masaknnya
Louis meminta Asissten Zee membelikan bubur ayam untuk sarapan dan gado gado untuk makan siang karna itu yang dipinta Rona sebelum Louis berangkat
Untuk makan malam nanti Louis akan membeli sesuatu sendiri untuknya dan Rona
Namun selama beberapa jam ia disibukkan dengan membalas pesan Louis yang terus terusan masuk
Bahkan saat ia makan Louis memaksa untuk melakukan video call
Entahlah ada apa dengannya
'Ada perubahan yang besar pada pria ini denganku ?' Batin Rona
tak tahu ada apa yang terjadi,tapi yang jelas ia hanya berharap satu bulan segera berakhir tak ada harapan untuk dirinya dan Louis meski hatinya masih pada Pria tampan itu
"Setidaknya dia peduli denganku" Gumam Rona tersenyum
Dia dengan semangat menghabiskan makanan yang dikirim Louis untuknya dengan handphone yang disenderkannya di fas bunga untuknya bisa melakukan video call dengan suaminya
Selesai makan dan menutup video callnya Rona memikirkan rencana kehidupan kedepannya dan bagaimana jika ia memiliki anak
'anak'
itu sangat menakutkan bagi Rona,tak menutup kemungkinan dia memiliki anak tapi ia tak ingin anaknya hidup tanpa ayah tapi jelas tidak mungkin jika ia bersanding lama dengan suaminyaa.
Ia mengunci pintunya yahh takut dua wanita ular akan menganggunya dengan memerintah melakukan sesuatu
Namun beda lagi dengan Louis yang saat ini sedang mengeram kesal pasalnya Rona tak membalas pesan darinya
Bahkan melihatnya saja tidak,dia mendapatkan nomor istrinya saat kemarin ia mengambil hanpdhone Rona
Dan Rona yang tahu itu tak mempermasalahkannya
"Mengapa tak dibalasss!" ucap Louis kesal
"Zee! coba kau lihat apa yang dilakukannya,mungkin saja dia disuruh melakukan sesuatu oleh mama"ucap Louis
"Maaf tuan Saya akan menanyakan pada pelayan disana saja tuan,karna saat ini saya akan bertemu pimpinan perusahaan MILAL sesuai perintah anda" ucap Asissten Zee Menunduk
"Bukan kah pertemuan itu besok?" Tanya Louis mengerutkan dahinya
"Sebenarnya Tuan Aldrich telah berada dinegara ini dua minggu yang lalu namun beliau berbohong pada kita entah apa sebabnya"Jelas asisten Zee
"Kita harus lebih berhati hati mungkin saja dia sudah mengetahui rencana kakek" Ucap Louis dingin
"Tapi sepertinya belum tuan bila rencana berhasil bagaimana dengan nonna?" Tanya asissten Zee
"Ikuti alurnya saja" Ucap Louis menancapkan pulpen kekertas hingga sang pulpen patah
"Baik tuan" Ucap asissten Zee keluar dan menyakanan keadaan nonna nya pada pelayan
"Nonna Rona mengunci pintu tuan mungkin saja sedang istirahat" Ucap asisten Zee setelah mendapat jawaban dari pelayan
"Baiklah,kembalilah bekerja" Ucap Louis
Bersambung.