My Contract Wife

My Contract Wife
cuilan cuilan cinta



"Ada apa?Mengapa kau kemari Felix?" Tanya Ayah Louis


"Dipanggil Louis om" Ucap Dokter Felix


"Memang ada apa?" Sahut Mama Dara penasaran


"Entahlah tante aku dihubungi Louis untuk segera kesini" Ucap Dokter Felix


"Sarahh panggilkan Louis kemari" Perintah mama Dara


"Baik"


Bibi Sarah pergi keatas dimana Louis berada saat ini dia mengetuk pintu dengan tiga kali ketokan


TOK


TOK


TOK


Pintu terbuka


"Dokter Felix dibawah menunggumu" Ucap Bibi Sarah


"Ya" Ucap Louis turun kebawah diikuti Bibi Sarah tak lupa ia menutup pintu kamarnya


"Ada apa Louis? mengapa kau memanggil dokter Felix? kau sakit?" Tanya mama Dara


"Tidak"


"Lalu?"


"Ikut aku keatas,periksa Rona" Ucap Louis datar pada Dokter Felix yang dibalas pelototan


'Rona? ada apa dengannya? '


"Yaa" Mereka berdua pergi keatas sementara mama Dara langsung menggosipkan Rona dengan putrinya


"Dasarr penyakitan" Ucap Mama Dara


"Sakit apa memangnya dia?" Tanya Zahra


"Paling pura pura" Ucap Mama Dara


"Ya mungkin saja ma Dan mungkin penyakitnya akan bertambah dihari minggu" Bisik Zahra tersenyum licik


"Semoga" Ucap Mama Dara tersenyum cerah


Diatas Dokter Felix terkejut melihat Rona yang pucat dan langsung menatap tajam Louis


Seakan paham ehh bukan memang paham, Louis langsung mengatakan untuk segera memeriksa Rona dulu baru caci maki bisa dilontarkannya


"Dia demam tinggi kau ini suami apa!! dia kecapekan ditambah perutnya kosong pasti semalam magnya kabuh" Ucap Dokter Felix yang memberikan pengobatan entah apa pada Rona yang hanya dipahami oleh ahli kedokteran,Louis tak paham yang ia pentingkan Rona segera bangun


"Kau tak bisa menjaganya? maka kubawa saja dia kerumahku akan kusuguhkan dia makanan berlimpah,tidak akan kubiarkan dia melakukan aktivitas berat" Ucap Dokter Felix sedikit meninggi dan mulai menggendong Rona namun ucapan Louis menghentikan gerakannya


"Berhenti dan lepaskan atau keluargamu sebagai gantinya"


"Asuu!"


Dengan terpaksa dia kembali menarik tangannya dan turun dari kasur


"Baiklah aku pulang" Ucap Dokter Felix memberikan resep obat


"Mungkin Rona ku akan bangun tak lama lagi" mendapat tatapan tajam dari Louis


"Rona kita" Ralatnya dengan cengengesan


"Baiklah baiklah Ronamu!" Ucap Dokter Felix mengalah saat melihat muka menyeramkan Louis


Namun Dokter Felix tak kunjung keluar dari kamar bahkan tak berpindah tempat dia hanya menatap Louis terus menerus


"Apa?"


"Kau belum membayarku!" Ucap Dokter Felix kesal


"Akan ku transfer"


"Dua kali lipat" Ucap Dokter Felix menunjukkan kedua jarinya


"Hmm"


Meskipun keluar dengan kekesalan dia tetap berbicara sopan pada keluarga pranata saat berpamitan


Beda lagi dengan Louis yang saat ini menatap Rona yang berbaring pingsan didepannya


Dia mendekat dan mengelus kepala Rona dengan lembut lalu dia menghubungi asisten Zee untuk membelikan obat untuk Rona yang sudah dituliskan Dokter Felix resepnya


Tak terlewati ia pun meminta pembantu untuk membuatkan bubur dan membawanya kekamar


Beberapa saat kemudian datangnya asisten Zee bersamaan dengan bubur yang diminta Louis masuk dan dibawa kekamar


Yakk tepat sekali Rona bangun tak lama setelah asisten Zee pergi


Dia memegang kepalanya yang pusing dan menatap langit langit kamar hingga kemudian mencoba untuk duduk


Namun ia dikejutkan dengan Louis yang tiba tiba berada disampingnya membantunya untuk duduk


"Kau tak bekerja?" Tanya Rona


"Tidak"


"Kenapa?" Tanya Rona


"Aku bosnya maka terserahku bila aku tak bekerja" Ucap Louis datar


"Yayaya boss selalu dibenarkan" Gumam Rona


"Makanlah ini" Ucap Louis memberikan bubur


"Hem?"


"Habiskan cepat lalu makan obatnya" Ucap Louis memberikan obat


"Aku tidak bisa memakan obat utuh" Ucap Rona sembari makan


"Gunakan pisang" Ucap Louis


"Itu menyangkut digigi"


"Gunakan nasi" Mendapat gelengan


"Lalu apa maumu?" Tanya Louis kesal


"Geruskan" jawab Rona manja


"Gerus saja sendiri" Ucap Louis


"Baiklah" Ucap Rona pelan dengan menunduk


Louis yang melihat itu jadi tak tega


Ada apa dengannya?mengapa dia merasa tak tega? dia melakukan kegiatan yang ekstrim bahkan melihat orang yang ia pecat dengan tak hormat bahkan memohon mohon padanya ia biasa saja tak perduli usia tua atau lain sebagainya


Namun melihat istri kontraknya yang hanya berbicara pelan dan menunduk dia tak tega?


Fix no debat no kecot pasti sudah muncul cuilan cuilan cinta didirinya pada Rona


Namun memang pada dasarnya Louisnya saja yang nggak ngeh,jadi kita doakan bersama semoga sikang datar cuilan cuilan cintanya bertambah menjadi potongan cintaaaa


Setelah selesai menghabiskan buburnya Rona berniat akan mengambil sendok untuk menggerus namun tak jadi dilakukannya lantaran kang datar memintanya untuk duduk saja


"Ada lagi yang kau inginkan?" Tanya Louis datar mendapat anggukan


"Apa?"


" Air "


Betapa tololnya Louis hingga melupakan air untuk Rona bahkan pembantupun tak mengingatkannya


Dia akan memarahi pembantu itu!!


"Baiklah" Ucap Louis sok cool


Bersambung.


hayu kakak kakak dibaca cerita baru sayaaa😚