My Contract Wife

My Contract Wife
Louis



"Masalahnya dia itu siapa sayang?kita tidak tau dia siapa?lagian kamu baru pertama kali ketemu" Ucap Nunda Mila memberi penjelasan pada putri semata wayangnya


"Kamu ketemu dimana?" Tanya Bunda Mila


"Disalah satu ruangan rumah ini" balas Rona


"Yaudah nan.." Ucapan Bunda Mila terpotong karna suara Host yang memulai acara


Tak lama kemudian Keluarga Pranata keluar semua dan Rona dapat melihat kalau lelaki yang membantunya ada disalah satu rombongan Keluarga Pranata


"Bund itu pangeranku" Bisik Rona menunjuk kearah pangerannya


Bunda Mila mengarahkan pandangannya pada orang yang ditunjuk putrinya yang membuat ia terkejut


"Sayang itu Cucu Tuan Pranata" Bisik Bunda Mila


"Terus?" Tanya Rona


"Dia itu memang datar dan kejam nak ,tidak pernah ada wanita yang dekat dengannya karna memang susah" Jelas Bunda Mila


"Siapa bund namanya?" Tanya Rona pemasaran


"Louis" Ucap Bunda Mila


"Nama yang indah" Ucap Rona tersenyum


"Sebaiknya kamu cari pria lain saja sayang karna memang sangat susah dekat dengannya" Ucap Bunda Mila menasehati Rona


"Tapi aku ingin dia bund,hanya dia" Ucap Rona kekeh membuat bunda Mila menghela nafas kasar


"Sudahlah kita bahas nanti saja" Ucap Bunda Mila


Acara berjalan dengan lancar Rona juga melihat calon dari sepupunya memang benar tampan namun masih tetap tampan pangerannya


Sebenarnya dia juga menjadi pusat perhatian karna kecantikannya yang mengundang kaum lelaki untuk mendekatinya tapi tak ia tanggapi sedari tadi dia hanya memperhatikan setiap pergerakan Louis


"Mengapa ada lelaki setampan dia?ahh benar benar tampan, saking tampannya dia mengalahkah Cha eun wo dihatiku" Gumam Rona tersenyum


Dia benar benar jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pria yang menyandang nama Louis


・・・・


Pagi harinya usai pulang dari acara pertunangan sepupunya, Rona dihubungi Bosnya untuk segera datang keruangannya karna memang pekerjaannya menjadi seketaris yang harus cekatan


Dengan terburu buru ia berdandan dan tidak sempat sarapan karna tadi ia bangun kesiangan


Ia mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan tinggi yang membuat ia cepat sampai ditempat Nya bekerja


Ia lari terbirit birit kearah Ruangan Bos nya yang berada dilantai paling atas hingga tiba diruangan yang dituju


"Iya pak?" Tanya Rona


"Kamu ikut saya keperusahaan pranata" Ucap Bosnya


"Pranata?" Tanya Rona tersenyum


"Ya"


'Rejeki nomplokkk ' Batin Rona


Perjalanan yang lumayan lama karena macet membuat Rona dan bosnya melewati jam kesepakatan


Mereka berdua masuk kedalam perusahaan besar pranata dan menanyakan kepada resepsionis


"Dengan siapa?dan ada keperluan apa?" Tanya ramah resepsionis


"Kita dari perusahaan BBB ada janji dengan tuan Louis" Jawab Rona sopan


"Silahkan kelantai 6 Anda sudah ditunggu oleh tuan Louis" Ucap resepsionis


"Baik terima kasih" Ucap Rona


Rona dan Boss Nya pergi ke lantai yang diucapkan sang resepsionis padanya tiba dilantai 10 Rona menanyakan pada sekertaris Louis yang berada didepan ruangan Louis


"Ini benar ruangan Tuan Louis?" Tanya Rona ramah


"Hmmm" Balas sekertaris cuek


"Terima kasih"


Boss Rona masuk terlebih dahulu lalu disusul rona dibelakang dan terlihat Louis sedang duduk dikursi kebesarannya dan ada seorang pria duduk disofa ruangan itu berbincang dengan louis


"Permisi" Ucap Bos Rona


"Ya" Balas Louis singkat


Mereka berdua duduk dan mulai melakukan perbincangan mengenai kerja sama yang akan dilakukan hingga jam 11 barulah selesai


Saat akan berjabatan tiba tiba Rona jatuh pingsan dan reflek Louis menangkap tubuh Rona kedalam pelukannya dikarenakan posisinya yg paling dekat dengan wanita itu


"Heyy!bangunlah!" Ucap Louis menepuk pipi Rona


"Rona Rona Heyyy Rona" Panggil Boss


"Ee maaf saya akan membawanya kembali saja tuan" Ucap Boss Rona berniat mengambil alih gendongan karyawannya


"Hubungi Felix" Ucap Louis datar pada seseorang yang tadi sedang duduk disofa


"Oke" Balas Kailo teman Louis


Louis menggendong Rona Lantas meletakkan nya Disofa empuk hingga beberapa saat kemudian datanglah Dokter Felix teman dari Louis


"Periksa dia" Ucap Louis datar


"Ya"


Dokter Felix memeriksa keadaan Rona dengan teliti dan hati hati


"Maagnya kambuh perutnya belum terisi apapun dan dia tak kuat menahan lapar dan ia kecapekan juga membutuhkan istirahat" jelas Dokter Felix


"Kau ini bagaimana jadi boss!!jangan terlalu menekan karyawanmu bila tak ingin merugi!" Ucap Louis dingin


"emm iya maaf dengan apa yang terjadi" Ucap Boss Rona


Bersambung.