
Louis kembali kekamar dengan membawa nampan berisi air satu gelas dan juga dua sendok namun Rona juga melihat mangkok berisikan buah buah segar
Kang datar menaruhnya diatas nakas dan mulai menggerus obat dan menyuapkannya ke Rona
"Makan lah buah ini bila ingin" Ucap Louis
"Tentu"
"Berhentilah bekerja" Ucap Louis tiba tiba
"Kali ini kenapa lagi?" Tanya Rona malas
"Lihatlah kau sakit karna kelelahan" Ucap Louis
"Ada obat"
"Kalau terulang?"
"Ya obat lagi" Ucap Rona santai
"Tidak bisa" Ucap Louis
"Aku ada solusi yang tepat tanpa berhenti bekerja" Ucap Rona
"Apa?"
"Jangan jadikan aku pembantu dikediaman ini,aku lelah!" Ucap Rona mengangkat kedua tangan layaknya tersangka
"Berhenti bekerja!" Ucap Louis sedikit meninggi
"Kau membiarkan aku menjadi pembantu kediaman ini? aku hanya istri kontrakmu bukan pembantu" Ucap Rona mulai kesal
"Turuti saja semua perkataanku!" Ucap Louis penuh penekanan
"Aku tetap menolak,aku akan tetap bekerja juga menjadi pembantu" Ucap Rona kekeh
"KAUU!"
"Kau bilang aku boleh meminta dua syarat saat kau mengatakan tentang pernikahan kontrak ini" Ucap Rona mulai ingat syarat yang boleh dimintanya membuat Louis terdiam
"Aku belum meminta apapun jadi saat ini aku meminta untuk tidak menjadikan aku dan Bibi Sarah menjadi pembantu lagi untuk syarat pertama"
"Dan untuk syarat kedua akan menyusul di saat aku menginginkannya" Ucap Rona tersenyum namun tatapannya tajam
Sebenarnya Rona juga capek menjadi pembantu pagi membersihkan lalu bekerja hingga sore sepulangnya kembali membersihkan
Tak hanya itu dia juga merasa kasihan pada Bibi Sarah yang selalu diperlakukan seperti itu
Padahal Rona diperlakukan seperti itu baru dan hanya beberapa hari lantas bagaimana bibi Sarah? hati tersakiti,fisik tersakiti mungkin bibi Sarah memang sudah terbiasa karna sebelumnya ia bekerja menjadi pembantu dan hatinya sekuat baja
Namun Rona?dia bahkan tak pernah memasak,ingin makan? sudah disediakan oleh ibunda,membersihkan kamarnya? selalu dibersihkan pembantu
Meskipun keluarganya tak sekaya pranata namun keluarganya bisa dibilang berkecukupan hingga bisa memakai pembantu meskipun hanya satu
Ditambah lagi bunda Mila memanjakannya dengan selalu menuruti apapun keinginan Rona entah karna memang sangat sayang atau karna anak semata wayangnya
Dia tak punya ayah entah dimana keberadaan ayahnya karna sejak ia kecil tak pernah melihat sesosok ayah
Saat dia bertanya pada bunda Mila hanya dijawab
"Ada bunda disisimu mengapa mencari ayahmu?dia jahat dan jangan pernah mencari atau menganggapnya ada"
"Bagaimana?" Tanya Rona
"Bagaimana?" Tanya Rona mendesak karna tak ada balasan dari Louis
"Deal" Ucap Louis mendapat senyuman bahagia dari Rona
"Boleh aku mengatakan sesuatu padamu?" Tanya Rona
"Apa?" Tanya Louis
"Hari ini kau benar benar tampan" Ucap Rona mencoba menggoda Louis
"Benarkah?" Tanya Louis mengangkat salah satu alisnya mendapat anggukan
"jadi selama ini aku tak tampan?"
"Emm.. Emm..kau tampan namun ketampananmu hari ini bertambah" Ucap Rona gelagapan
"Ohh" Louis hanya ber oh ria tak tau apa yang ada didalam hatinya mungkin malu?mungkin percaya diri?mungkin pede?hanya Louis yang tahu
"istirahatlah" Ucap Louis berjalan mengambil laptop
"kau mau kemana?" Tanya Rona
"Hanya disini" jawab Louis duduk disofa memangku laptopnya
Rona tersenyum melihat itu,dia menyandarkan kepalanya dan mengambil handphone
Tentu saja menscrol salah satu aplikasi favoritenya karna ia tak bisa tidurrr dia sudah tidur sedari kemaren namun mungkin ia akan kembali tidur lagi karna efek obat
Dan benar saja beberapa menit kemudian Louis melihat Rona yang sudah terlelap dengan handphone yang masih menyala ditangannya
Ia berjalan kekasur mengambil handphone Rona dan menaikkan selimut
Dilihatnya isi handphone Rona setelah kembali kesofa
Membuka aplikasi berwarna hijau dilihatnya satu persatu pesan pesan yang dikirim maupun diterima Rona
Setelah puas melihat dan tak mendapat pesan yang serius ataupun aneh alhasil ia menaruh handphone Rona keatas nakas sebelah Rona
Lalu kembali menatap laptop dan melakukan aktivitas lanjutannya hingga melihat jam yang sudah menunjuk angka satu
Ia pun turun dan makan siang bersama keluarganya
"Gimana kondisi istrimu?" Tanya Ayah Louis ditengah makan siangnya
" mBaik" Ucap Louis singkat
"Kak Rona sakit apa?" Tanya Fani
"Shuttt!,diamlah kau jangan bertanya soal siwanita penjebak itu!" Ucap Mama Dara memberikan tatapan tajam ke Fani
"Maaf" Ucap Fani menunduk dan memilih melanjutkan makannya
Tradisi Dikeluarga ini makan pagi makan siang dan makan malam bersama bila melewati makan bersama maka mereka harus memasak sendiri
Jadi lapar ataupun tidak mereka tetap harus makan bersama sesuai jadwal siapapun itu tak terkecuali tuan Tian meskipun Louis pernah melanggarnya dan mereka bungkam saja
Keluarga pranata dididik sedisiplin mungkin dan harus seperfect mungkin
Bila melanggar akan mendapatkan hukuman
Tradisi dan keluarga macam apa ini?
"Dia demam" Ucap Louis mendapat anggukan dari Fani
Louis menghabiskan makanannya terlebih dahulu dan berniat akan menyuruh salah satu pelayan untuk memasak
"Masakkan sop dan buatkan jus alpukat" Ucap Louis datar
"Baik" Ucap Pelayan
"Untuk siapa?" Tanya Mama Dara
"Rona" Ucap Louis
"Tidak boleh!kau jangan memanjakannya! Biarkan dia memasak sendiri!" Ucap Mama Dara sewot namun mendapat tatapam tajam saja langsung membungkam mulutnya
'Dasarr,awas saja kau wanita penjebakk! ' Batin Mama Dara geram
Bersambung.