My Contract Wife

My Contract Wife
pangeranku



Rona terlalu banyak minum sehingga ia ingin buang air kecil,dia mengatakan pada Bunda Mila terlebih dahulu


"Bund aku kebelet" Bisik Rona


"Yaudah tinggal ke toilet aja" Ucap Bunda Mila simple


"Toiletnya kan gatau dimana bund" ucap Rona kesal


"Bund udah gatahan" ucap Rona lagi


"Bunda tanyain ke nyonya sarah dulu" Ucap Bunda Mila


Bunda melihat kanan kiri mencari keberadaan nyonya sarah yang ternyata berada tak jauh darinya


Ia berjalan kearah Nyonya Sarah dan menanyakan letak toilet


"Nyonya Sarah" Panggil Bunda Mila


"Eh??iya,jangan panggil seperti itu,saya nggak layak dipanggil begitu " Ucap Bu Sarah


"ehh hah? boleh saya tanya?" Tanya Bunda Mila rada tak paham


"iya?"


"Dimana letak toiletnya,anak saya kebelet hehe?" Tanya Bunda Mila


"Toiletnya nggak jauh kok saya suruh pelayan buat nganterin gapapa kan bu?saya harus nyapa tamu lain" Ucap Bu Sarah


"Iyaa"


Bu Sarah menghentikan salah satu pelayan yang sedang membawa nampan dan menyuruh untuk mengantar Rona ketoilet


Pelayan itu mengikuti Bunda mila


"Rona itu kamu ikuti mbaknya" Ucap Bunda Mila


"Oghey" Balas Rona


"Ayo mbak cepett" Ucap Rona sedikit berlari


Pelayan itu mengantar Rona kearah toilet tak jauh dari situ namun jalan yang berbelok sedikit rumit dan Rona cepat cepat masuk kedalam toilet dan melakukan aktivitasnya yakni membuang air kecil


Saat keluar Rona sudah tidak melihat pelayan yang mengantarnya tadi


"Ehh aku ditinggal?? jalannya kemana?aku lupa mana rumahnya gede lagi" Gumam Rona kebingungan


Ia bingung jalan kembali dan mengambil arah sembarang mengikuti instingnya yang berbelok kiri lurus wae


Hingga tak terlihat keramaian sama sekali bahkan sepi namun nampak satu kamar besar berpintukan bahan mahal


' Ini kemana lagi?mana tas aku titip ke bunda lagi ' Batin Rona


' Apa kucoba aja masuk yah? ' pikir nya


Rona mulai memegang gagang pintu dan mendorong pintu itu namun pintu terbuka bersamaan dengan ia membuka pintu tersebut


Alhasil Rona hampir jatuh untungnya dia masih bisa mengatur kestabilan dan jantungnya berdetak tak beraturan ia takut ada kerusakan atau apa pada pintu.


Namun Tampak seorang laki laki tampan luar biasa benar benar luar biasa Rona tidak pernah berbohong soal menilai ketampanan pria


"Eeee e maaf tuan" Ucap Rona gugup namun tak ada balasan hanya terdapat wajah tampan dengan raut muka datar menatapnya


"Bisa tolong tunjukan saya jalan keruang dimana keramaian pertunangan berada?" Tanya Rona ragu


"Hmmm" Hanya deheman saja yang terdengar ditelinga Rona


Laki laki itu berjalan pergi dan Rona mengikuti dibelakangnya tanpa sepatah kata pun yang keluar diperjalanan


' Pangeranku ' Batin Rona tersenyum


Hingga tiba dikeramaian ia celingak celinguk mencari bunda nya berada


"Terima kasih tuan" Ucap Rona menunduk


"Hmm" Balas lelaki itu pergi meninggalkan Rona


"Ngapain aja sih?kok lama?" Tanya Bunda Mila saat Rona sudah disampingnya


"Masa iya aku ditinggalin tadi keluar eh mbaknya udah gaada alhasil aku kesasar bund mana jalannya belok belok lagi" Ucap Rona diiringi kekesalan


"Terus?kok bisa nemu jalan?" Tanya Bunda Mila


"Tadi ketemu pangeran tampan bund" Ucap Rona tersenyum dengan pipi yang merona


"Siapa?" Tanya Bunda Mila penasaran


"Gatau bund cakep pake bangett tapi sayang mukanya datar orangnya kek dingin gitu" Ucap Rona


"Wahhh putriku sedang jatuh cinta rupanya " Goda Bunda Mila


"Calon mantu nihhh"


"Bundaaaa" Rengek Rona


.


.


.


.


.


.


.


"Bund aku mau dia" Ucap pelan Rona


"HAH?" Beo Bunda Mila terkejut


"Aku mau dia" Ucap Rona imut


Bersambung.