
5 hari kemudian
"Heyy jadi menantu itu yang baik, tiru sepupumu itu yang shubuh shubuh sudah bangun membuatkan makanan!" Ucap Mama Dara membanding bandingkan
"Bukankah dirumah ini banyak pelayan?lalu mengapa aku harus memasak?lalu untuk apa para pelayan itu?" Jawab Rona
"Beraninya kau menjawabbb!!" Ucap Mama Dara berdiri menghampiri Rona dan
PLAKKKK
Tamparan panas mendarat dipipi mulus Rona membuat sang empu jatuh kelantai dan reflek memegang pipinya.
Aishh luka pemberian Louis masih ada sekarang ditambah dari sang Mama sungguh nasib sial untuknya
"Maaa" Ucap Ayah Louis
Sementara yang lain hanya melihat saja bahkan Louis pun sama hal hanya menonton dengan santai seperti biasa hanya wajah datarnya saja yang selalu terlihat
Mama Dara adalah tipe wanita keras dan pemilih dia tak segan main tangan kepada siapapun kecuali Louis
"Lain kalii jangann menjawab ucapanku!!" Ucap Mama Dara menunjuk nujuk ibu jarinya didahi Sang menantu
"Iya" Ucap Rona menahan tangisan
Fani membantu Rona untuk berdiri dan membawanya kekursi kosong disamping Louis namun ucapan Mertua Rona membuat Rona tidak jadi duduk
"Mau kemana kau HAH??masak dan makan sendiri masakan mu! jangan mengambil makanan diatas meja ini sedikitpun!" Ucap Mama Dara dengan tatapan tajam
"Dengarr tidak?? cepat pergi dari sini!!" Ucap Mama Dara
Rona melihat Louis berharap mendapat bantuan namun yang didapat hanyalah suaminya yang sibuk makan tanpa melihatnya sedikitpun.
"B-baik" Ucap Rona pelan pergi ke dapur
Saat di dapur ia tak melakukan apapun karna ia tak mengerti apapun soal dapur selama hidupnya ia tak pernah memasak sekalinya memasak ya telor gosong tapi karna perut nya yang terus menerus keroncongan membuatnya mau tak kau mencoba membuat sesuatu
Ia melihat beberapa butir telur lalu mengambilnya satu butir dan menaruh teflon diatas kompor dan menyalakannya
diketuk dan dibuka telur tersebut dan memasaknya ditelfon tak lupa ia memberinya garam.
Namun hasilnya tetaplah gosong dan keasinan tapi mau bagaimana lagi perutnya sudah sangat lapar alhasil ia mengambil nasi dan memakan telur itu hingga habis tak tersisa
"Auh perutku kenyang" Gumam Rona menaruh piringnya dan pergi
Saat ia keluar, meja makan sudah sepi hanya pelayan yang membersihkan piring piring sisa tuan dan nyonya mereka.
Ia tak ambil pusing dia lebih memilih kembali kekamarnya,selang beberapa menit pintu kamarnya diketuk
TOKK
TOKKK
"PERMISI NYONYA RONA" Teriak Asissten Louis dari depan pintu
Rona membuka pintu dan Asissten Louis memberikan handphone milik Rona yang disuruh Louis
"Terima kasih" Ucap Rona
"Sama sama nyonya,saya permisi" Ucap Asissten Zee dibalas anggukan
Rona langsung membuka Handphone miliknya,tak lama kemudian
DRETTT
DRETTT
Bunda Mila langsung menelfol anaknya saat tau handphone putrinya itu Aktif
"Hallo sayang" Ucap Bunda Mila
"Iya bund" Balas Rona senang
"Bagaimana disana?" Tanya Bunda Mila
"Kamu udah makan?kamu lagi apa sekarang?" Tanya Bunda Mila
"kenapa baru aktif nak?"
"aku nggak suka bund,aku nyesel, aku peng... " Balas Rona
"apa? Hallo hallo,Rona! Kenapa nak? nyesel kenapa? hallo" tanya Bunda Mila
apa maksud ucapan putrinya? dan kenapa panggilan dimatikan mendadak?
"baguss ya! enak enak an dikamar nggak mau bantu bantu!" Ucap Mama Dara mengagetkan Rona yang berhasil membuat Rona mematikan sambungan telfon dengan sang ibunda terputus
"enggak Ma,Aku Mau bantu Fani abis ini kok" sanggah Rona
"alesan! jangan jangan kamu pura pura sakit lama biar nggak disuruh ngapa ngapain hah! iya?" Ucap Mama Dara
"enggak Ma"
"Diem! buruan turun! bantuin Fani sana""
"jangan panggil Mama! aku bukan Mamamu!" ucap Mama Dara sebelum menutup pintu
BRAKK
"Hallo bund"
"gimana nak?ada apa? kenapa?" Tanya Bunda Mila
"enggak papa kok,cuma mau bilang aku mungkin minggu besok ini masuk kerja lagi" Ucap Rona
"loh kenapa kerja? kamu dikasih uang Louis kan nak?" Tanya Bunda Mila terkejut
"Dikasih kok bund,tapi aku lebih suka kerja dari pada dirumah" Ucap Rona
"emang kamu kenapa nggak suka dirumah? apa yang kamu sembunyiin dari bunda?" Tanya Bunda Mila
"pulang kerja kita ketemuan di kaffe *** aku bakal ceritain semuanya bund" Ucap Rona
"Oke,hati hati nak jangan lupa makan nanti maag kamu kambuh" Ucap Bunda Mila
"Iya" ia beranjak dan keluar untuk beberes beres tapi tak sengaja mendengar ucapan sang Mertua
"bentar lagi Layla bakal pulang kesini,pasti dia akan mudah membuang sipenjebak itu dengan cepat"
" ...... "
"heii Layla itu teman masa kecil Louis pasti sangat mudah mereka dekat kembali dan merebutnya dari sipenjebak itu" Ucap Mama Dara dengan handphone yang berada ditelinga
"Apa maksud Mama?" ucap Rona tiba tiba mengejutkan sang mertua
"Kau bukan menantuku!! Menantuku hanya layla yang sebentar lagi akan kembali kemari!" Ucap Mama Dara membuat Rona terkejut dan juga sakit hati
"Apa maksudnya? tapi aku istri sahnya" Ucap Rona
"Beraninya kau menjawabku lagi hah! Kemari kau!" Ucap Mama Dara menarik paksa Rona dan membawanya turun keluar
Mama dara menyeret Rona tak perduli teriakan menantunya
"MAAA,LEPASIN! SAKITTT" Teriak Rona
"Mau dibawa kemana ma?lepasin" Ucap Rona menarik narik tangannya hingga akhirnya terlepas namun tiba tiba Adik perempuan Louis menangkapnya dan manarik paksa Rona
Mama Dara langsung manarik lagi alhasil Rona tak bisa melepas diri dari kedua wanita ular
Hingga tiba dikolam,Mama Dara dan Adik Louis mendorong Rona hingga tercebur kedalam kolam renang dengan ketinggian 2M
Sialnya lagi Rona tak bisa berenang yang membuat ia hanya berteriak meminta pertolongan
"Tol....."
"Tolonggg"
"Hah tolo.."
"Ahahahah mampus lo!" Ucap Adik perempuan Louis menertawai Rona
"Ahahahah dasar wanita lemah! rasakan itu!" Ucap Mama Dara
"Ayo Zahra kita tinggalkan saja dia" Ucap Mama Dara
"Ayo ma biarin aja dia mati dikolam ini ahahaha" Ucap Zahra
Dua ular itu meninggalkan Rona dengan santai tanpa rasa belas kasihan
"TOLONG" Teriak Rona
Fani dan Febian yang mendengar suara pinta tolong mencari asal suara dan me dikejutkan dengan keadaan Rona yang sudah hampir kehilangan kesadaran
"Cepat bantu kak Rona" Ucap Fani terkejut
"ya" Balas Febian
Febian langsung masuk kedalam kolam renang dan membawa Rona keatas dan Fani langsung berlari mencari handuk
"Kak rona ini pakai handuk dulu,ayo kekamar nanti fani buatin teh" Ucap Fani
Rona tak menjawab dan mengikuti ucapan Fani untuk pergi kekamar.
Saat tiba dikamar Rona mengganti pakaian nya dan Fani memberikan teh padanya
Sementara Febian mengganti pakaiannya yang basah
"Kak Rona kenapa dikolam? kan kak Rona gak bisa berenang?" Tanya Fani
"Mama yang mendorongku" Ucap Rona pelan lalu meminum tehnya
"Hah? Bibi? kak mengapa keluarga ini begitu jahat kepadamu?" Tanya Fani terkejut
"Entahlah" Ucap Rona pelan
Bersambung.