My Contract Wife

My Contract Wife
kusantet



Saat ini semua keluarga pranata berkumpul dimeja makan termasuk Rona dan Bibi Sarah,Mereka semua menanti apa yang akan dilontarkan oleh sang kang datar


"Mulai hari ini Rona dan Bibi Sarah tidak perlu memasak ataupun membersihkan rumah lagi" Ucap Louis mengejutkan mereka semua kecuali Rona


"APA?"


"KENAPA?"


"APA APAAN INI!"


"Jangan lagi memerintah apapun pada mereka berdua" Ucap Louis


"Gak bisa!" Ucap Mama Dara tidak terima


"Kamu ini apa apaan sih Louis!"


"Bila ada yang tidak terima maka aku akan keluar dari kediaman ini" Ucap Louis datar


"TIDAKKKK" Teriak Tuan Tian dan Mama Dara


"Apa yang kau berikan kepada anakku hingga dia jadi seperti ini!" Ucap Mama Dara sinis menunjuk Rona


"Kusantet" Ucap Rona santai


"APAAAA?" Teriak Mama Dara


"DIAM! setuju atau tidak?" Ucap Louis dingin


"Baiklahh" Ucap Mama Dara mengalah


Mereka makan bersama dengan keheningan dan Paman Bagas sedari tadi menatap Bibi Sarah terus menerus


Mama Dara yang juga melirik tajam Rona sementara Zahra yang melototi Rona hingga mata dia seperti akan keluar


Febian yang bahagia diikuti pula Fani yang bahagia melihat suaminya senang, meja itu bagai air dan api


Disisi kanan terlihat raut wajah bahagia sementara disisi kiri mereka semua jengkel dan marah


Selepas makan mama dara berdiri dengan mendorong keras kursi dan berlalu pergi kekamarnya


Sementara bibi Sarah yang memang sudah terbiasa membersihkan sisa piring pun akhirnya tetap membersihkan piring dan gelas kosong


Namun berbeda dengan Rona yang hanya melihat saja hehe memang dia saat ini ingin bebas


"Bii udah biarin pelayan aja yang bersihin" Ucap Rona


"Gapapa udah biasa kok" Ucap Bibi Sarah tersenyum


"Jangan gitulah,pelayan disini dibayar untuk bekerja" Ucap Rona


"Jadi udah tinggalin aja" Ucap Rona menghampiri Bibi Sarah dan menurunkan piring piring yang sudah berada ditangan bibi Sarah


"Aku udah mohon mohon sama Louis jadi tolong hargai permohonanku" Bisik Rona ditelinga bibi Sarah lalu meninggalkannya


Bibi Sarah menghela nafas pelan setelah mendengar bisikan Rona dan terlihat seperti berpikir keras namun tak lama kemudian senyuman terbit dari bibirnya dan pergi kekamarnya


Sementara saat ini Rona sedang berbicara dengan Louis dikamar mereka


"kapan?" Tanya Louis


"Baiklah sepulang dari kantor kita langsung kebutik saja" Ucap Louis


"ya" Ucap Rona senang dan pergi kekamar mandi untuk menggosok gigi juga mencuci muka


Setelah itu ia baringkan tubuhnya dikasur empuk dan terlelap tidur diikuti Louis yang juga tidur disampingnya


.


.


Keesokan paginya mereka siap untuk berangkat bekerja semua namun sebelum itu seperti biasa Rona akan meminta dasi louis untuk dipasangkannya


Dan berangkat bersama dengan Rona yang diantar Louis tiba diperusahaan tempatnya bekerja Rona langsung masuk kedalam ruangannya


Namun ia kedatangan tamu yakni kedua sahabatnya Desi dan Tarri


"Aaaa Rona aku rindu padamuuuuuuu" Ucap Desi berhamburan memeluk Rona


"Yaa! Aku juga merindukannya,lepaskan dia aku juga ingin memeluknya" Ucap tari


"Hikss bagaimana kabarmu?bagaimana bisa kau dipukul pria itu?" Tanya Desi


"Yaa bagaimana bisa?cepat ceritakan pada kami" Ucap Tari


"Entahlah aku tiba tiba terbangun dikamar hotel dengan louis yang sudah memukul tubuhku" Ucap Rona asal


"Apa?lantas bagaimana adegan 21+kalian?cepat ceritakan" Ucap Desi semangat


"Heyy otak mesumm!" Ucap Tari melotot


"Ehehehehe" Ucap Desi cengengesan


"Jadi gimana pernikahanmu?" Tanya Desi


"Bahagia atau tidak?" Tanyanya lagi


"Ya seperti itu"


"Udahlah gausah bahas itu lagi,gimana kalau nanti kita makan siang bareng?tapi nggak dikantin yah" Ucap Rona mengalihkan topik


"Ohh ya gampang itu mah ntar direstoran sebelah aja" Ucap Desi mengerti


"Gimana nih hubungan lo sama Aldo?" Tanya Rona ketarri


"Huwaaaaaaa hiks hiksss gausah bahas bajingan itu!!" Ucap Tari menangis


"Kenape?" Tanya Rona berbisik ke Desi


"Omongan gue terbukti, Aldo punya selingkuhan" Ucap Desi santai


"Huwaaa dasarr laki laki sokk ganteng sokk kayaaa brengsekkkk" Maki Tari


"Udah udah lupain aja si Aldo cari yang lebih tampan kalo bisa lebih kaya juga" Ucap Rona


"ya iyalah masa iya gue kalah sama si sok ganteng itu?bentar lagi pasti gue dapet gantinya" Ucap Tari menghapus air mata dan tersenyum


Bersambung.