
Rona terkejut melihat Louis yang berada diruang tamu dengan santainya merokok
Ia pikir Louis sudah berangkat kekantornya sedari tadi
Dan nampaknya tak ada orang dirumah,kemana orang orang? mengapa sangat sepi? itulah yang ada dipikiran Rona
"Aku akan mengantarmu" Ucap Louis datar bangkit tanpa mematikan rokoknya
"Aku sudah memesan ojek online" Ucap Rona memberhentikan Louis
"Cancel" Ucap Louis singkat dan melanjutkan jalannya
Rona mengikutinya memasuki mobil mewah milik suami tampannya dan meminta memberhentikan mobil saat seorang satpam membukakan gerbang
"Berhenti" Ucap Rona
"PAKKK" Teriak Rona memanggil satpam
"Iya non?" Tanya Satpam sopan
"Nanti kalau ada ojek online dateng tolong kasihin uang ini ya bilang aja maaf akunya udah berangkat" Ucap Rona memberikan uang
"Oh iya non siapp" Ucap Satpam
"Makasih pakk" Ucap Rona tersenyum
"Sama sama non" Ucap Satpam tersenyum
Louis melihat adegan di sampingnya tentu saja dengan kedatarannya memang apa lagi yang bisa ia perlihatkan diraut wajahnya?dengan tetap melanjutkan aktivitasnya yakni merokok
"Bisa tolong buang saja rokok itu?" Tanya Rona pelan
"Kenapa?" Tanya Louis datar
"Baunya menggangu" Ucap Rona menutupi hidungnya dengan tangan
Louis membuang rokok yang memang sudah kecil
"Udahh ayokk" Ucap Rona dibalas deheman
Mereka melanjutkan perjalanan dan selama diperjalanan tak ada obrolan sama sekali,Louis fokus pada jalan didepannya sementara Rona fokus pada handphone miliknya
Dengan sesekali tersenyum malu membuat Louis melirik tajam padanya namun itu tak menyadarkan Rona karna ia tak tahu lirikan tajam itu mengarah padanya
"Apa kau berniat untuk berselingkuh?" Tanya Louis datar
"HAH?" Beo Rona terkejut
"Untuk apa kau senyum senyum tak jelas!hah?" Tanya Louis dingin
"Tidak tidakk aku hanya sedang melihat foto foto masa laluku yang memalukan" Ucap Rona menjelaskan
"Lagian untuk apa aku berselingkuh" ucap Rona
"Ya meskipun kontraknya satu bulan tapi buat apa selingkuh?" Ucap Rona
"Turun" Ucap Louis datar memberhentikan mobil
"Hah?kenapa?"
"Mengapa tiba tiba menyuruhku turun?"
"Apakah ucapanku menyinggungmu?maka maafkan aku"
"Ini sudah didepan kantor tempatmu bekerja! Kau tak ingin turun?" Ucap Louis datar
"Oh hehehehe,maap galihat soalnya" Ucap Rona cengengesan
"Baiklah terimakasih atas tumpangannya" Ucap Rona tersenyum cerah
"Hmmm" hanya deheman ya didengar Rona
"Apa kau punya masker?" Tanya Rona ragu
"Untuk apa?" Tanya Louis
CANDAAAA
"Ada atau tidak?" Tanya Rona
Louis mengambil masker dan memberikannya ke Rona yang langsung dipakai
Louis menjalankan mobilnya setelah melihat rona memasuki bangunan tinggi tempat istrinya bekerja
Saat berada didalam kantor Rona hanya menunduk dan berlari cepat untung saja karna masih pagi jadi banyak karyawan yang belum datang
Hingga tiba diruangannya Rona langsung menjatuhkan tubuhnya dikursi miliknya
Setelah beberapa menit kemudian datanglah Bunda Mila dengan membawa tupperware berisi makanan kesukaan rona
"SAYANGGG" Teriak Bunda Mila menghamburkan pelukan keputri semata wayangnya
"loh bund? janjiannya kan nanti pulang kerja dikaffe"
"Keburu kangen hehe" jawab Bunda Mila
"Oh,bunda gimana kabarnya?" Tanya Rona
"Bunda baik kamu gimana?" Tanya Bunda Mila
"Baik dong bund,bawa apaan nihh" Ucap Rona melihat tupperware
"Makanan kesukaan kamu dongg" Ucap bunda Mila memberikan kotak yang lumayan besar
Mata Rona berkaca kaca selama beberapa hari lalu ia hanya makan makanan gosong asin dan tak sedap dan baru kemarin ia merasakan makanan enak dari Bibi Sarah kini sang ibunda dengan perhatian memberikan makanan enak kesukaannya lagi
"makasih banyak Bund tapi aku tadi udah sarapan ,aku makan nanti siang yah" Ucap Rona
"Iya,yang penting harus kamu makan" Ucap Bunda Mila tersenyum lalu pergi mengunci pintu Ruangan Rona dan kembali duduk didepan putrinya
"Sayang gimana?" Tanya Bunda Mila
"Aku nyesel bund hiks,harusnya aku bener ikutin omongan abunda kalo dia emang kejam,aku harusnya nggak maksa kebunda buat nikahin aku sama dia aku bener bener nyesel bund hiks"
"Kenapa nak? kenapa sayang? ada apa?" Tanya Bunda Mila khawatir
"Aku nggak tau rencana Bunda kemarin apa tapi aku bener bener trauma sama pukulan malam itu bund hiks"
"Maafin bunda nak,gara gara Bunda kamu jadi begini, awalnya Bunda nggak ngira kalau malam itu bakal jadi gila seperti itu"
"Bunda ngasih dia obat perangsang tapi bunda nggak tau kenapa dia malah jadi kayak orang kesurupan yang sampe pukulin dan tampar kamu,bunda bener bener kaget dan histeris takut kamu kenapa kenapa" jelas Bunda Mila
"j-jadi bunda kasih obat perangsang?" Tanya Rona dibalas anggukan
hemm sebenarnya waktu itu Louis tak hanya melakukan kekerasan Fisik terhadapnya namun mereka juga melakukan ehem ehem
"Apa Louis memperlakukan mu buruk nak? apa dia melakukan kekerasan lagi?" Tanya Bunda Mila
"Enggak bund, tapi keluarganya bangsat semua hikss, aku nggak boleh makan ambil dimeja tapi disuruh masak sendiri bunda kan tau aku nggak bisa masak jadinya aku makan makanan gosong terus hwaaaaaaa" Ucap Rona menangis histeris
"apa? si*l*n beraninya mereka ngelakuin kek gitu ke anakku! tenang nak bunda nanti bakal kesana....."
"Nggak usah bund,lagian ini cuma sebulan"
"Apa? maksudnya sebulan?"
"Louis ngasih aku perjanjian kontrak nikah satu bulan habis itu bakal ceraiin aku"
"Apa? kamu bakal jadi janda nak"
"Nggak papa bund yang penting terlepas dari keluarga itu"
"Yasudah,itu keputusanmu bunda hanya mendukung"
"Makasih bund" Ucap Rona memeluk Bunda Mila eratt
Bersambung.