
Namun saat Rona selesai mandi dan kembali kedapur ia dihentikan tuan tian
"Dari mana kamu?" Tanya Tuan Tian
"Mandi" jawab Rona
"Lalu siapa yang memasakkan mu hah?" Sahut Mama Dara
"Bibi Sarah" Ucap Rona
"Heii dia bukan pembantumu!!" Ucap Zahra sinis
"SARAHHH SARAHHHHH!!" Teriak Suami Bibi Sarah yang bernama Bagas
"Iyaa?" Tanya Bibi Sarah sambil berlari dari dapur kemeja makan
"jangan layani dia!! jangan bantu dia! Biarkan dia melakukannya sendiri" Ucap Paman Bagas menatap tajam Rona
"Maaf" Ucap Bibi Sarah menunduk
Febian yang melihat ibunya diperlakukan seperti itu sebenarnya tak terima sedari tadi ia mengenggam tangannya dengan sangat kuat
Dia memang sudah biasa melihat perlakuan keluarga Pranata yang seperti itu kepada ibunya namun Bibi Sarah selaku ibu kandungnya selalu mengatakan untuk sabar dan sabar.
Fani yang melihat tangan suaminya terkepal kuat langsung memegang dan menenangkan dengan cara mengelus lembut.
"Pergilah" Ucap Louis datar
"Louis! aku belum puas memarahinya!" Ucap Mama Dara Tak terima
"Pergilah" Ucap Louis
Rona dan Bibi Sarah kembali kedapur dan memakan masakan mereka
"Kamu apa apaan sih Louis!! mengganggu orang saja" Ucap mama Dara kesal
"Makan!" Ucap Louis
Mereka kembali melanjutkan aktivitasnya memakan sementara didapur.
"Bi maafin Rona yaa gara gara aku Bibi dimarahi aku bener benet nggak tau kalau bakal kaya gini,tau gitu aku masak sendiri" Ucap Rona
"Gapapa ini sudah biasa" Ucap Bibi Sarah tersenyum
"Buruan gih dimakan ntar kalau terlambat gimana?" Ucap Bibi Sarah
Selesai mengerjakan tugas pembantu Rona langsung naik keatas bersiap untuk pergi kekantor dengan terburu buru
Karna saking terburu burunya ia tak perduli pada Louis yang sedari tadi mencari Dasi yang ia inginkan
"ARGHHH"
"Kenapa?" Tanya Rona terkejut
"Dasi biruku hilang" Ucap Louis datar
"Mungkin saja terselip disitu" Ucap Rona kembali menatap cermin didepannya
"Tidak ada!"
HUFT
"aku tidak tahu,aku tidak pernah membuka atau bahkan menyentuh isi lemarimu" ucap Rona takut disalahkan
"Carikan!" Ucap Louis
"Hah? tap.."
"Buka saja lemarinya,carikan cepat!" Ucap Louis
Dengan ragu Rona membuka Lemari besar itu dan mencoba mencari benda yang dituju dan benar saja tak lama matanya menangkap
Dasi itu terselip dipojokan,Rona mengambil dan memberikan isyarat untuk Louis membuka kakinya lebar lebar dan langsung dilakukan oleh louis
Ah ya tinggi Louis sekitar 186 cm dan itu sangat tinggi sementara Rona hanya 160cm bila tanpa sepatu hak namun bila memakai akan bertambah beberapa cm
"Sudahh" Ucap Rona menata sedikit
'Ketampanannya bertambah karna memakai jas warna kesukaanku' Batin Rona tersenyum
' ahhh sadar Rona sadar kau hanya satu bulan sadar! '
"Kenapa kau tersenyum tak jelas?" Tanya Louis dingin
"Tidak ada" Ucap Rona kembali kemeja riasnya
Seperti kemaren dia juga memakai masker dan tetap menjadi topik gosip disana karna malu ia memesan makanan melalui OB
Hingga pukul empat tiba dia tetap membeli lauk direstoran sebelah untuknya makan malam
Namun hujan tiba dan handphone Rona lowbet ia tak sempat memesan ojol,malang betul bukan nasib Rona?
Entah kesialan apalagi yang akan terjadi padanya
Dengan terpaksa dia menunggu direstoran itu tak kunjung mereda hujannya semakin lama semakin deras
Hingga ia memaksakan diri untuk berjalan kaki ditengah hujan deras yang tengah melanda karna hari sudah mulai gelap
disaat saat seperti ini otaknya bleng untuk berpikir keras,mengapa tadi ia tak meminjam charge karyawan restoran? dasar bodoh bodoh
Makanan yang tadinya hangat menjadi dingin tubuhnya basah kuyup kedinginan karna letak kantornya jauh kekediaman Pranata
'Mengapa hari ini sial sekali? ' Batin Rona kesall
Karna basah sepatu haknya ia lepas dan ia tenteng untungnya setelah berjalan cukup lama ada taxi
Dengan cepat ia cegat karna sudah kedinginan sedari tadi
Ia tiba didekediaman pranata saat hari sudah gelap Dan ia langsung masuk kedalam kamarnya namun kamar mandi tengah dipakai oleh Louis
TOK
TOK
"Bisakah lebih cepat?" Tanya Rona dengan bibir bergetar
Tak ada balasan namun beberapa menit kemudian Louis keluar dengan mengenakan handuk dibagian bawah saja
Rona langsung menyelonong masuk kedalam kamar mandi
Louis turun kebawah untuk makan malam namun hingga selesai ia tak melihat Rona berjalan kedapur
Pergilah dia ke kamarnya dan melihat Rona tertidur pulas ia ingin membangunkannya namun diurungkan
Alhasil dia membiarkan Rona tidur dan ia pergi ke ruang kerjanya, ditengah perjalanan dia dihentikan Tuan Tian
"Dimana wanita itu?" Tanya Tuan Tian
"Tidur" Ucap Louis
"Minggu dia akan datang kesini jadi perlakukan dia dengan manis jangan hilangkan kesempatan berharga ini" Ucap Tuan Tian
"Hmmm"
Dia berada diruang kerjanya hingga malam lalu kembali kekamarnya dan tidur disamping Rona
Rona tak bangun bangun hingga Louis akan berangkat,melihat ini membuat Louis merasa heran
Mengapa istrinya itu tidak bangun pagi seperti biasa?bahkan ia lihat gaya tidur Rona tetap sama tak berubah sedari malam
Ia mendekati Rona menggoyang goyangkan badan istrinya
"Heyyy bangunnn"
"Heyy bangun ini sudah siang dan kau tetap tidur dengan santai?" Namun Rona tetap tak membuka matanya
Dia menempelkan tangannya kedahi Rona dan WAHHHHH
PANASSSS
PANASSSS
PANASSS
BADAN INI
Dahinya panas ia mencoba memegang tangan Rona yang ternyata juga panas,Louis langsung menghubungi Dokter Felix untuk segera datang kemari
"Kemari!" Ucap Louis
"Apa lagi?" Tanya Dokter Felix malas dari seberang
"Kemari kekediaman" Ucap Louis
'Tunggu?kekediaman?aku bisa melihat Rona disana ' Batin Dokter Felix tersenyum
"Baiklahh" Ucap Dokter Felix semangat dan segera datang Kekediaman Pranata
Bersambung.