My Contract Wife

My Contract Wife
Cerita bibi Sarah



"Apa apaan ini! Makanan apa yang kau buat!" Ucap Louis kesal


Dia kesal karna makanan yang dibuat tak layak dimakan tampilannya saja tak jelas bahkan nasi dan telurnya gosong


Dia pasti akan bertambah marah karna rasa yang aneh dan terlalu asin untung saja tak dimakan


"Apa kau tidak bisa memasak hah?mengapa masakanmu begini!" Ucap Louis


"Aku memang tidak bisa memasak" Ucap Rona pelan menundukkan kepalanya


"AKHH aku salah memilih wanita" Ucap Louis kesal


"aku akan belajar memasak lebih giat" Ucap Rona


"Ck! pergi dan buang makanan ini aku akan makan dibawah " Ucap Louis datar


"Baiklah" Balas Rona


Louis turun kebawah sementara saat ini pelayan masih memasak didapur untuk makan malam Keluarga Pranata


Alhasil Louis menuju ruang kerja untuk berbicara sesuatu dengan kakeknya yakni Tuan Tian


Rona diatas mandi membersihkan tubuhnya lalu ia turun kebawah menaruh masakan tak layaknya kedapur


Namun saat ia tiba dibawah seluruh keluarga sudah duduk rapi dimeja makan dengan makanan yang sudah siap didepan mereka


"Hei kau!" Ucap Mama Dara menunjuk Rona


"Ya?"


"Ingat sampai kapanpun kau tidak boleh makan dimeja ini bersama kami dan kau hanya boleh makan didapur memakan masakanmu!" Ucap Mama Dara


'Aku harus memakan masakkanku?jadi aku harus memakan makanan gosong terus?bisa bisa disalah satu kamar rumah sakit akan terisi aku disana' Batin Rona


'aku menyesali semuanya' Batin Rona meratapi nasib


"Baiklah" Ucap Rona pergi kedapur


Namun saat tiba didapur dia benar benar terkejut dengan apa yang dilihatnya


"BIBI?apa yang kau lakukan disini?" Tanya Rona terkejut


Yang dilihatnya adalah Bibi Sarah sedang makan didapur persis seperti saat tadi dirinya makan


"Ahh emm emm nggak papa kok,bibi cuma pengen makan disini aja" Ucap Bibi Sarah


"Beneran?" Tanya Rona tak percaya


"Iya Rona" Ucap Bibi Sarah


Rona menghampirinya dan ikut berjongkok didepan Bibi Sarah


"Bi jujur lah padaku,mengapa kau makan disini?" Ucap Rona


"Sebaiknya kamu makan yah Bibi masak lebih tuu" Ucap Bibi Sarah menunjuk makanan yang dimasaknya


"Bii" Ucap Rona


"Nanti malam ketaman depan" Ucap Bibi Sarah


"Baiklah" Ucap Rona


Rona mengambil makanan yang dimasak Bibi Sarah beruntungnya kali ini ia tak makan masakan gosong dan asin miliknya


"Masakkanmu sunggu yang terbaik" Puji Rona


"Benarkah?" Tanya Bibi Sarah tersenyum


"Namun masakan bundaku yang lebih terbaik" Ucap Rona menunjukkan jari jempol dan gigi putihnya


"Tentu saja,masakan ibu adalah yang terbaik" Ucap Bibi Sarah tersenyum


"Sudah cepat habiskan" Ucap Bibi Sarah


"Okayy" Ucap Rona


"Ennak?sudah selesaikan makannya?" Tanya Mama Dara


"Sudah" Ucap Bibi Sarah


"Maka cepat bersihkan meja makan!!" Ucap Mama Dara


"Baiklah" Ucap Bibi Sarah


'Hah??lalu untuk apa para pembantu disini?aku heran dengan keluarga ini,mengapa bibi sarah diperlakukan seperti pembantu ' Batin Rona melamun


Setelah kepergian mama Dara, Bibi Sarah menyadarkannya dari lamunan


"Ayo sayang" Ucap Bibi Sarah


"ahh ya" Ucap Rona


Mereka berdua pergi kemeja makan dan hanya Terlihat Febian saja disana


Dan Bibi Sarah langsung mengambil piring piring kotor dan dibantu oleh Febian


Rona yang melihat itupun langsung ikut membantu dengan mengambil piring piring yang tersisa dan membawanya kedapur untuk dicuci


Ia mencuci semua piring dan gelas kotor hingga bersih dan sebelum itu bibi sarah mengatakan


"Bibi tunggu ditaman depan"


"Iyaa" Ucap Rona mencuci piring


Hingga beberapa menit kemudian ia selesai mencuci semua piring dan langsung menuju taman depan


Terlihat Bibi Sarah duduk dikursi taman dan menatap kearah atas dimana bintang bintang terlihat


"Bii" Ucap Rona menyadarkannya dari lamunan


"yaa,sini duduk" Ucap Bibi Sarah menepuk nepuk bangku kosong yang berada disampingnya


"Bibi gapapa?" Tanya Rona


"Bibi gapapa kok" Ucap Bibi Sarah


"Bibi kenapa kok mau disuruh suruh? Bibi kan menantu keluarga ini juga?" Tanya Rona


"Mereka tidak akan pernah menganggapku sebagai Menantu sayang" ucap Bibi Sarah


"Tapi kenapa?" tanya Rona penasaran


"karna dulu Bibi adalah pembantu dikeluarga ini" Cerita Bibi Sarah


"Lalu?"


"Tapi karna Suami Bibi menghamili bibi dan diketahui oleh ayah tuan Tian alhasil dia terpaksa Menikahi Bibi dan keluarga ini tidak suka pada bibi karna menganggap bibi itu tidak pantas menjadi menantu keluarga ini karna status bibi yang rendah" Ucapnya dengan menangis


"Tttapi aku tetap bertahan demi putraku Febian" Ucap Bibi Sarah


"Makanya sayang lebih baik kamu tidak melanjutkan pernikahan ini karna kamu tidak akan kuat sebelum adanya penghalang yakni anak lebih baik kamu memakai pencegah hamil "


"ini demi masa depanmu nak,keluarga ini.hanya terlihat baik didepan"


' siapa juga yang mau bertahan? massanya hanya 1 bulan setelah itu kadaluarsa dan aku akan segera bebas ' Batin Rona


"Hati dan cinta bukan milik kita semua,bahkan perilaku keluarga terhadap kita sama sayang"


"Bibi hanya tak ingin ada yang mengalami nasib sama sepertiku,mereka akan terus menjadikanmu babu mereka" Ucap Bibi Sarah


'hanya satu bulan bi,satu bulan aku menjadi babu mereka setelah itu tidak akan'


"pakah paman (suami bibi Sarah) Pernah berselingkuh?" Tanya Rona


"Entahlah aku tidak tahu dan tidak perduli yang terpenting hidup anakku terpenuhi dan berkecukupan" Ucap Bibi Sarah mengapus air mata yang terus terusan mengalir


"Sudah bi jangan menangis lagi" Ucap Rona menenangkan Bibi Sarah kedalam pelukannya


Bersambung.