My Boyfriend Is My Husband

My Boyfriend Is My Husband
episode 26 ending



“ mungkin sebentar lagi mamah akan tau kalau Susan, sedang koma”


“ Jika itu terjadi pasti papa yang akan mengatasi hal itu jika mamah ingin ke sini. Karena mereka mungkin sedang dalam bahaya juga. Jadi papa punya solusi hal ini.”


“ Benar aku pikir begitu.”


 


Setelah perjalanan cukup lama, akhirnya kami sampai ke tempat di mana Susan di rawat.


 


“ Jason apa yang terjadi dengan Susan?”


“ Aku ga tau kak Rehan. Yang aku tau ada seseorang yang menyebabkan ini semua. Aku belum lihat pelakunya tapi aku tau mobilnya. Dan pas papa cek itu mobil yang sudah tak terpakai. Dan pemilik itu sudah meninggal. Dan aku yakin ini sudah di rencananya.”


“ benar itu pasti. Apa masih sama ?”


“ Ya, masih. Oh, ya Arumi selama kamu punya anak kembar.”


“ makasih, dan bukanya kamu juga akan menjadi seorang ayah?”


“ Susan mengalami keguguran akibat kecelakaan itu, sehingga..”


“ astaga aku harus sabar dan kuat dan bisa menghibur Susan. Karena ini fase kamu kuat dengan Susan.”


“ Ya, aku tahu makasih sudah datang.”


“ ya sama-sama. Apa papa sudah di sini?”


“ sudah, hanya saja dia akan kembali karena mama ingin ke sini menemani Susan dan Kaka ipar juga akan ke sini.”.


Aku mengangguk mengerti .mungkin ini sedang genting. Tapi aku penasaran apa tentang ini. Sebaiknya aku bertanya padanya .


“ apa kamu lihat mobil apa dan plat nomornya?”.


“Ya,” lalu Jason menceritakan semua dengan detail. Aku mulai, meneliti dan mendengarkan sedikit lagi. Dan aku tau ini orang yang sama dengan apa yang berpikir..


“ Mungkin kita harus mengawasi, mantan kekasih kak Rena.”


“ tapi kita tetap harus, waspada. Mulai sekarang.”


“Ya, aku berpikir seperti itu. Baiklah kita harus jaga Susan sampai sadar.” Kata Rehan. Dan Di setuju oleh Suami Susan yang tak lain Jason.


Kami menunggu Susan untuk sadar. Dan aku di suruh pulang ke rumah hotel sekitar rumah sakit. Karena dengan kondisi aku yang sedang hamil. Membuat Rehan sangat khawatir dan itu juga di khawatirkan oleh Jason suami Susan.


Aku sudah beranda di hotel. Di sini cukup nyaman dan cukup luas. Mungkin Rehan memesan supaya aku tetap nyaman dan aman. Pikirku.


“ Sugar, aku pergi dulu yah, nanti bentar lagi aku kembali. Aku ingin membeli sesuatu, karena aku selalu khawatir dengan kamu dan anak kita.”


“ oke Daddy tapi jangan lama ya”


“ ya sugar. Aku tau.”


 


Rehan keluar kamar dan pergi menuju ke luar hotel untuk membeli makanan. Dan tanpa dia tau ternyata orang yang di waspadai ada. Dan menuju kamar mereka yang di tempat. Dan dia seperti tau apa yang akan di lakukan Rehan.


Dan aku sedang merebah diri di kasur sambil menunggu Rehan kembali. Dan terdengar suara ketuk, tapi tak ada suara. Aku mengabaikan suara tersebut. Tapi lama\-lama ketukan itu makin keras. Dan perasaan aku tak enak. Begitu pun bayi kami seperti gelisah. Ada apa ini?.


 


Apakah akan terjadi sesuatu?. Tapi apa, lalu aku menelepon Rehan. Dan syukurnya dia mengangkat telepon tersebut.


“ Assalamualaikum, sugar ada apa?. Apa kamu ingin aku bawakan sesuatu?.”


“ Wa ’alaikumsalam. Dear aku sangat takut, entah kenapa aku merasa gelisah. Tadi ada ketukan dan..” sebelum melanjutkan ada suara kunci terbuka. Dan masuk dan terdengar suara sepatu.


 


Aku bersembunyi di balkon dan menutup pintu rapat dan langsung diam di situ. Suara balkon makin keras tak ada suara. Dan mulai terdengar suara seseorang yang menelepon.


 


“ tuan sepertinya istri saudara pria itu tak ada?. Apa yang kita lakukan selanjutnya?”


Dan aku mendengar dia berbicara dan sepatunya berjalan ke arah yang lain. Dan aku langsung sms ke Rehan .


“dear aku takut. Cepat ke sini. ada yang ingin berbuat sesuatu..”


“ Tenanglah aku sudah sampai di hotel. Aku akan menuju hotel jadi tenanglah.”


Dan dia merasakan orang tersebut akan datang ke sini.


 


Sebelum datang ke sini. Dia mendapat telepon dari seseorang. Dan dia segera ke luar dari situ dan menutup pintu. Dan langsung di dobrak oleh Rehan dan berkata “ sugar, kamu di mana?”.


 


Aku keluar dan berkata “ aku di sini, aku membuka pintu balkon dan langsung mendekat . Dan langsung memeluk suaminya dan berkata “ aku takut dear, aku ga tau siapa dia. Dia berkata akan mem....”


 


Rehan langsung memeluk dan berkata “ tenang aku akan di sini. Atau kita kembali ke rumah, aku kalau begini aku sangat ga bisa tenang.”


 


“ aku terserah kamu saja. Aku akan bilang mamah .biar kamu tinggal sama dengan mamah dan Rena ya”.


“ Hmm. Aku setuju, kita akan ke sana sekarang?”.


“ Tentu lebih baik dari sekarang”


 


Dan kami beres dan Rehan menelepon sekretaris, dan kami menuju ke lobby dan langsung check out dan langsung menuju bandara . Di sisi lain ada yang mengintai mereka dari awal. Entah siapa.


 


Setelah sampai bandara di Indonesia kami kembali ke Indonesia sudah lama ga ke sini. Mungkin aku sedikit kangen. Sepertinya Rehan juga, aku berharap di sini aman. Supaya tidak membuat khawatir Rehan .


 


Saat kerja aku sangat menghawatirkan kalau itu, Rehan mengabaikan perusahaan hanya demi aku dan anak\-anak.


 


“ dear apa udah bilang ke mamah kita ke rumah?”


“ Sepertinya belum. Coba kamu bicara Ama mamah.”


“ oke.


Dan setelah aku bicara sama mamah, mendengar hal itu mamah senang dan berkata dia akan menyiapkan semua. Dan ribut di balik telepon. Lalu aku menutup teleponnya.


“ apa kata mamah?”


“ Dia bilang, dia senang kita ke rumah mama. Dan mama menyiapkan kamar juga untuk anak kita nanti.”


“ Dear, akun ingin kamu ada di sisi aku sampai aku melahirkan?”


“ Aku akan usahakan, tapi kita belum beres menyelesaikan masalah ini. Mudah-mudahan, cepat beres. Supaya aku selalu ada di sisi kamu kalau kamu ingin manja dan ingin sesuatu”.


“ Hmm,”


 


Kami sudah sampai rumah mamah. Aku kembali ke rumah ini. Rasanya sudah lama aku memang sebelum punya anak aku kesini. Hanya sebentar, sekarang sampai aku melahirkan. Karena Rehan khawatir tentang aku dan anaknya.


Dia berharap cepat selesaikan dengan masalah ini...


 


 


Tapi Rehan tetap waspada, di tambah bentar lagi aku melahirkan anaknya. Dan itu membuat kami senang. Dan begitu pun dengan yang lain. Dan sekarang aku berada di rumah sakit yang akan siap melahirkan anak Rehan dan aku. Aku berharap semoga lancar.


Untuk yang hampir membuat aku celaka. Sudah di urus, dan dia sudah masuk penjara. Tapi Rehan tetap waspada akan hal lain. Mungkin yang lain bakal akan lebih parah.


 


Di rumah sakit.


 


Aku sudah melahirkan anakku, sepasang 1 perempuan dan laki\-laki. Aku dan Rehan tidak pernah ingin tau jenis kelamin anaknya. Dia ingin suprise, dan kami dapat yang sehat dan lucu. Anak pertama laki dan di beri nama Rega Saputra. Sedang perempuan Arrenada putri.


 


Dan keluarga kecil kami sudah membuat semua orang saling merebutkan mereka. Dan mengenai Susan. Dia akhirnya hamil lagi dan sekarang kandungannya 5 bulan. Dia dan suaminya saling menjaga. Sekarang mereka belum bisa datang ke Indonesia karena tugas Jason belum beres di sana.


Satu Minggu kemudian.


Aku dan juga anakku keluar dari rumah sakit setelah aku dan anakku sehat. Rehan ingin membawa anak dan istrinya kembali karena dia meninggal pekerjaan di sana selama 1 bulan.


 


Karena sebelum hamil besar aku. Rehan bulak balik Jakarta Korea. Mau gimana lagi karena bisnis Rehan mulai lancar. Dan harus di pantau oleh dia langsung.


 


Setelah sampai di rumah, kami. Aku menidurkan anakku yang pertama. Sedangkan Rehan menidurkan anak kami yang kedua. Arenn dan Rega tanpa tidur pulas.


 


Mereka sepertinya tidak terganggu dengan suara hal kecil.


 


“ Dear, makasih udah menerima aku dari awal kita pacaran pas aku SMA. Sampai sekarang.”


“ Sama-sama, aku juga makasih kamu Nerima aku jadi kekasih kamu meskipun kita beda umur. Dan kamu tetap istri buang terbaik. Mudah-mudahan kebahagiaan kita menjadi cerita untuk anak kita.”


“ ya, dear aku berharap seperti itu. Meskipun kemarin aku dan anak kita. Sedang dalam bahaya kamu tetap menjaga kamu dengan baik. Dan aku sangat bahagia suamiku melindungiku dari awal.”


Mereka berpelukan, saling berbagi ke hangatkan” Aku hanya senang aku menikah dengan wanita seperti kamu kuat. Dan aku juga senang.”.


“ sebaiknya kita tidur Sugar, mereka akan mengganggu tidur kita nanti malam. Seperti sebelumya.”


“ ya, benar dear. Love you, My boyfriend is My Husband”


“I am also very in love, and happy. my student is my wife.”


“ Gombal banget sih,” aku pelit erat di kasur kami. Sambil mengenang masa-masa, aku SMA yang jatuh cinta sama guru ku.


“ aku gombal karena kamu. Sekarang kita tidur”


“ Ya, oke dear”.


 


Kami pun tidur dengan nyenyak dan seperti biasa kami bangun dan mulai aktivitas kami. Menemani anak kembar kami yang bangun malam.


Aku dan Rehan menikmati hari sebagai orang tau. Dan aku pun yakin mungkin suatu saat, anak kami juga sama seperti kami. Menemukan jodoh dan menemani kami. Sampai kami menua. Itu yang aku tau.


 


“ Terima kasih telah menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk kami” dalam hati aku berkata sambil melihat Rehan yang menenangkan Rega yang menangis terus. Sedangkan Arren dia tertidur pulas. Dan aku langsung menidurkan di box bayi.


Aku berjalan ke arah Rehan dan berkata “ dear biar aku saja kamu tidur saja besok bukanya kamu akan ada meeting, biar aku saja.”


“ kau yakin, sugar?”


“ Aku yakin dear. Aku ga mau nanti pada saat meeting kamu mengantuk.”


“ Baik, maaf nanti aku akan jaga, kalau ga da meeting ya”.


“ oke dear.”


Aku menimang anakku Rega di sudah mulai tertidur. Dan begitu pun Rehan dia tertidur.


“ kamu ingin ganggu Daddy kamu supaya sama kamu terus Rega, kamu anak nakal” aku tersenyum dan langsung mencium dan menidurkan rega. Dan langsung menuju kasur aku tidur sambil memeluk suami aku yang tertidur pulas..


 


Rehan berangkat pagi\-pagi sekali karena meeting pagi dan bertemu klien yang sangat tepat waktu. Sedangkan aku sudah bangun dengan memandikan si kembar. Aku tidak ingin di bantu oleh babysiter. Karena aku masih bisa mengatasi begitu pun Rehan. Dia juga sama.


 


“ hai, jagoan Mommy dan Daddy serta cantiknya anak Mommy dan Daddy sudah wangi. Ayo kita ke bawah.”.


Dan aku menikmati peranku dan Rehan pun seperti itu. Kadang mamah dan papa menjenguk cucu kembarnya.


“ mudah-mudahan, akan selamanya bahagia. Dan tenang. Dan tentang Susan dia sudah melahirkan anak laki-laki. Sedangkan kak Rena hamil lagi. Untuk yang lain mungkin kalian bisa tau. Temanku juga semua sedang mengandung."


 


seperti Kevin yang mempunyai anak laki, dan mulai serius di mengelola cafe, dan Milla dia selalu berlibur meskipun dia sudah punya anak. dan Rose suami menjadi bisnis man. dan tak lupa keluarga juga. suaminya kadang berkerja sama dengan rehan. kami bertemu kalau rose berkunjung ke orang tuanya bersama keluarganya.


 


aku bahagia, mereka masing-masing menemukan bahagia. dan aku mendengar penguntit ku dulu. sudah menikah dengan temanku Jesy, mereka sampai sekarang tak percaya aku adalah orang yang berbeda bagi orang lain. tapi bagiku sama. begitupun suami ku.


dia akhir ini sibuk dengan perusahaan yang berkembang, dan cabang lumayan pesat. dan banyak yang ingin kerja sama. kadang aku membantu sedikit. sekedar pendapat atau lainya.


 


untuk yang selalu menganggu kami, dia sudah di tangkap dan aku sedikit lega. aku menikmati peranku sebagai mommy si kembar yang sangat aktif. dan bisa segalanya. mungkin turunan Rehan cerdasnya.


 


kadang Rehan menyempatkan diri untuk datang ke ruang sekedar menyapa si kembar dan aku. serta lainya..


" dear, ga akan terlambat kamu di sini terus?"


" emang kenapa ga boleh aku kangen sama anak aku?".


" boleh, dong. tapi ingat kamu punya perusahan juga. yang karyawan tanggung jawab kamu."


" aku tau sugar, kemari kita duduk di sana sambil melihat si kembar."


aku duduk dengan Rehan dan melihat sikembar yang aktif ke sana kemari. aku tersenyum.


aku memegang tangan Rehan dan di balas memegang tangan aku.


" aku ingin seperti ini sampai kapanpun".


" kau juga dear. mudah-mudahan selamanya seperti ini".


“selesai....”


Terima kasih sudah menbaca my boyfriend is My Husband dari awal jangan lupa like komentar dan juga follow ya makasih banyak.


Untuk cerita yang lain tunggu ya makasih


Hapyy day.


See you😘😘