My Boyfriend Is My Husband

My Boyfriend Is My Husband
my boyfriend is My Husband



Bel berbunyi. Untuk istirahat aku dan Susan sudah ada bekal karena aku menginap di rumah . Jadi pasti aku di kasih bekal oleh mamahnya Susan. Dan minuman .kami tidak ke kantin karena sudah bawa semua banget.


" Susan, makasih ya udah aku boleh menginap, ama siap in bekel aku .sama mamah kamu."


" Woles aja kali.. , mama aku senang loh soalnya aku belum pernah mengajak temeni aku ke rumah plus kan kamu tahu kemarin ada kejadian apa, jangan lupa hahah,."


" San, malu tahu , kamu bilang gitu."


" Maaf, Tina. Tapi aku ga percaya kamu udah jadian ama Abang aku itu yang kamu tahu kan kalau dia banyak fansnya. Hahah,,."


" Ya. kamu sih, SAN bilang kayak gitu. Jadi mau ga mau aku kan ikut ke pancing sebel deh kamu gitu. "


" Tapi Tina, kan sekarang kamu tahu perasaan Abang aku kayak gimana."


" Ya, sih, makasih ya. Tapi malu. Tapi ya udah .deh aku bahagianya ternyata 1 hati aku pikir aku akan ditolak ternyata ga. Makasih Susan,."


Aku berpelukan ke Susan dan Susan pun sama juga ke aku.


" Oh, ya tadi Abang aku bisikan apa sih Tina."


" Itu , San, sini bisikan aku malu .."


"Oke bentar,."


Aku membisikan ke telinga Susan dan Susan kaget ga percaya .


" Wah aslinya?" Tanya padaku meyakinkan kata-kata ku.


Dan aku mengangguk.


" Wah, benar keren aku tak percaya ini seperti apa Abangku ini ."


" Benar-benar ga percaya aja."


Susan ga percaya apalagi aku ga percaya banget .


Tapi memang itu kenyataannya.


Tiba-tiba teman-teman kelasku mendekati aku dan Susan...


" Tina gimana kamu mau ga jadian ama Edo."


( Edo adalah teman sekelas ku dia pintar tapi dia suka ganti pacar,)


"Hhmm . Maaf ya teman-teman aku ga bisa terima jadi pacarnya karena aku udah punya pacar , jadi ga bisa maaf sekali lagi."


"Ya kok gitu sih, ya kita ga akan dibantu ulangan nanti,."


" Kenapa sih terima aja apa susahnya jangan munafik kamu juga suka dia kan. Pura-pura ga suka padahal suka." Kata siswi 1 lagi yang ngomong asal aja .


Susan pun langsung membela ku .


" Hay, nona tolong ya kalau orang ga mau ya jangan maksa.kalau tolong yang Bener ga apa-apa. Ini kalian minta jadian. Kalian mau enak aja. Tapi ga enak di Tina."


" Kalian kan tahu Edo, itu udah punya pacar. Kamu ga mikir kalau dia dilabrak gara-gara gini. Kamu ego sendiri. Kenapa ga kamu aja yang jadian. Kan kamu termasuk tipe dia "


"Eh, Susan aku ga nanya kamu .aku nanya dia , jadi kamu yang jawab."


" Bilang aja sirik kamu. Yang dapat Edo, Tina bukan Kamu. mengaku aja sih apa susahnya"


" Diam, kamu. Aku ngomong karena, Tina ga mau karena dia udah punya pacar, jadi jangan memaksa."


Semakin memanas aku harus menghentikan ini.


" Jesy, maaf sekali lagi aku ga mau jadian sama Edo, karena aku bilang kan . Jika kamu ga terima ya udah ga usah peduli. Kamu ingin nilai bagus harusnya. Belajar, bukan ribut pada saat mau ujian begitu pun semua teman-teman. Aku bukan menyalakan. Tapi aku gini demi kebaikan kalian. Kalian senang usaha kalian berhasil apa lagi nilai bagus. Meski pas-pasan tapi tetap. Senang.


Mereka semua diam


Tidak untuk Jesy


"Kamu bilang gitu jangan ngomong yang guna, baiknya kamu jadian .kalau udah beres tinggal putus. Katanya masih emosi tetap kekeh ingin aku jadian ama Edo.


" Sekarang aku nanya baik-baik sama kamu .jika kamu di posisi aku kamu akan lakukan kamu punya pacar dan ada yang ingin jadian. Sama kamu akan gimana?"


Aku langsung bertanya


Kepada Jesy langsung.


" Ya, aku akan menerima, itu untuk hasil yang bagus, Dan lagian dia ga tahu kalau aku jadian."


" Gimana ketika kamu menerima jadian dengan cowok lain .pacar kamu dengan , dan pacar yang kami benar kamu sukai malah percaya bahwa kamu jadian sama cowok tersebut. Dan langsung di situ juga minta putus di depan semua orang."


" Kok, kamu ngomongnya kayak gitu. Aku ini sedang membicarakan tentang kamu bukan aku."


" Aku kan hanya menjelaskan, yang tadi kamu katakan. Kamu akan lakukan apa kalau cowokmu tahu kamu jadian sama cowok lain. Itu aja kok kataku."


Akhirnya Jesy diam begitu yang lainnya dan juga si Edo itu pun tak berbicara apa pun.


" Makanya kalau ingin bilang gitu tolong, dipikir ulang ya, bukan aku ga mau bantu tapi ini pribadi aku, dan tolong jangan taruhan ataupun .ini hidup aku mau terima siapa atau ga terima siapa .ga da ya protes karena ini hidup aku."


" Bagaimana setelah aku terima yang Jesy usulkan aku malah di caci maki dan disebut ga baik . Padahal aku jadian atas dasar kalian. Kalian mau bantu aku?, Ga kan jadi jangan campurkan masalah pribadi dengan sekolah."


" Ayo , San kita makan di luar aja, aku pengen di luar, dan enak disini . Pengen makan nikmat ga bisa . "


" Ya, ayo." Jawab singkat Susan .


Dan kami pun keluar kelas. Karena istirahat masih lama .


Setelah mereka pergi. Salah satu murid cewek tadi yang pertama pun berkata .


" Ya, Bener, sih kata-kata Tina. Kalau aku posisinya pasti sama jawabannya. Aku jadi bersalah padanya."


" Ya, aku juga "


Semua pun bilang begitu.


Edo dalam hati diam seribu kata .


Mendengar ucapan yang dikatakan Tina Ada benarnya juga. Aku tidak berpikir seperti itu.


Lalu Edo berinisiatif minta maaf pada Tina.


" Ton, ikut aku yuk," kata Edo


" Memang mau ke mana ?" Balas Toni ke Edo


" Aku mau minta maaf pada Tina atas Omongan aku tadi harusnya aku ga ngomong gitu,."


" Karena Tadi dia udah ingatkan aku pada pacarku jika seperti Tina. dan juga Tina tidak pernah nyusahin atau bikin kita Susan atau apa pun .dia tetap diam. Dan baru tadi dia angkat bicara , mungkin tadi adalah unek-uneknya yang baru keluar "


" Oke deh, aku antar" kata Ton sambil berjalan dengan Edo keluar. Pada saat keluar bel


Berbunyi. Tanda masuk kelas. Dan datanglah Susan dan aku masuk kelas. Serta Guru . Dan mereka tidak jadi meminta maaf karena bel berbunyi semua dia seketika.


" Baik, anak-anak hari ini adalah ujian dadakan untuk. Kelas ini jadi sebelum di mulai . Kalian boleh membaca . Dan ibu beri waktu kalian selama 20 menit. Di mulai sekarang." Kata guru tersebut.


Dan semua mulai membuka buku dan membaca catatan yang telah di catat sebelum . Aku dan Susan pun membaca untuk ujian tersebut tanpa peduli mereka yang ingin berbicara padaku. Setelah 20 menit dan guru tersebut mengakhirinya waktu baca kami dan mulai membagikan ujian .sebelum itu tas mereka dan lainya di simpan di depan kelas.


Setelah beres baru ujian di mulai.


Sekali guruku . Berjalan melewati murid yang sedang ujian.


Dan ada yang sampai mereka ketahuan dan diambil kertas jawaban. Ada yang tetap bingung dan lainya ..


Tidak terasa bel berbunyi waktunya pelajaran tersebut di mulai. Dan mereka harus mengumpulkan secepat mungkin. Sebelum guru tersebut keluar dari kelas. Dan aku pun langsung ke depan mengumpulkan jawaban ujian . Dan Susan pun mengikutinya.


" Baik, anak-anak , terima kasih atas kerja samanya . Mudah-mudahan kalian bisa mendapat nilai memuaskan ."


" Ya, Bu.." pasrah semua murid .


Karena sebagian ada yang tidak mengerti


Lalu datang pelajaran berikutnya..


Sampai pelajaran terakhir. Bel berbunyi..


Waktunya pulang.


" Baik, hari ini cukup pelajaran besok kita lanjutkan lagi .semoga hari ini kalian menyenangkan. Selamat sore"


Guru tersebut dan pergi keluar kelas.


Lalu mereka membereskan semua kelas dan lainya .setelah selesai kami langsung beres dan pulang. Tanpa menunggu aba-aba aku langsung meninggalkan mereka termasuk susan . Yang memanggil-manggil namaku sedari tadi.


Aku hanya ingin pergi dulu dari sana . Karena sebuah kekecewaan. Karena temanya yang tidak punya perasaan. Menjodohkan. Hanya ingin dapat nilai bagus.


"Tina, tunggu aku kamu buru-buru banget sih. Aku lagi ga mau lama di kelas ,San. "


" Kamu kan tahu tadi, aku kecewa ama mereka."


" Ya udah kamu tunggu di gerbang sekolah ya. Nanti aku menyusul.


Kata Susan.


Dan aku hanya mengangguk dan pergi langsung aku melihat pa guru rehan. Aku pun langsung pergi tidak menyapa .karena ingin keluar dari lingkungan sekolah ini.


Tanpa sadar Pa guru Rehan bingung menaikkan alis ke atas. Dan bertanya


" Kenapa dia, tumben banget, langsung pergi, ga menyapa lagi. Pasti ada yang ga beres" batin Pa rehan.penasaran .


Lalu di ikut in Susan


Dan Susan langsung menyapa .


" Permisi Pa guru saya pulang dulu" kata Susan sambil siap untuk pergi


" Mungkin aku akan bertanya kalau disini mungkin akan curiga" batin Pa guru.


" Oh, ya silakan, hati-hati di jalan ." Kata Pa guru mempersilakan.


Tanpa babibu . Susan langsung pergi dan menuju Tina


"Tina, yuk pulang ." Kata Susan


Lalu aku mengangguk. Setelah berjalan pelan menjauhi sekitar sekolah. Kami barulah mengobrol.


"San kenapa mereka kayak gitu sama aku padahal kan aku ga pernah mencampuri urusan mereka. Ataupun yang lainnya. Tapi kenapa mereka gitu ke aku." Kataku sambil sedih dan mulai menangis pelan .


"Aku juga ga tahu , Tina kenapa mereka gitu ke kamu. Jangan menangis dong. Aku ga tega mau ke rumahku atau mau langsung pulang ke rumah kamu ."


"Aku ingin sendiri dulu San , pengen menangis diri dulu. Besok aku ke sekolah kok tenang aja. Dan besok udah mulai PART Time lagi .makasih ya kamu mau jadi teman aku padahal aku ga punya apa-apa."


" Kalem aja kenapa, jangan dipikirkan ya .aku ga lihat pertemanan kita dari harta ataupun apa .aku lihat dari ketulusan hati kamu, Tina, ya udah aku antar sampai rumah ya ."


Aku menggeleng .tanda tidak setuju .


" Jangan biar aku pulang sendiri aja. Nanti kalau aku butuh bantuan aku telepon kamu ya."


Lalu Susan pun mengangguk mengerti. Dan langsung pamit.


" Ya. udah kalau memang gitu. aku pergi dulu. Dah sampai ketemu besok"


Aku melambaikan tangan kepada Susan tanda perpisahan pulang . Aku berjalan menuju rumah. Dan tiba-tiba. Bunyi klakson mobil. Lalu aku menoleh . Dan aku tidak percaya dia adalah Pa Rehan. Sekaligus kekasihku. Aku hampir melupakannya gara-gara masalahku.


Lalu aku mulai mendekat dengan mobil tersebut dan kaca mobil turun


Menampilkan Pa guru di mobil.


" Ayo, masuk aku ingin bicara sama kamu. Dan mengajak kamu ke suatu tempat."


Aku bingung apa aku masuk atau tidak . Tapi kalau aku diam di rumah pasti aku ke pikiran yang tadi. Dengan yakin aku masuk ke mobil. Dan memakaikan sabut pengaman . Dan Pa guru mulai menyalakan mobil dan pergi.


Di dalam mobil masih hening dan belum ada yang berbicara .aku masih ke pikiran yang tadi. Sambil melihat pemandangan di kaca mobilnya.


"Tina, kamu kenapa diam dari tadi apa ada masalah coba ceritakan. Mungkin saya bisa bantu" mulai berbicara yang sebelumnya hening.


Entahlah tiba aku ingin curhat padanya .biasanya aku curhat ke Susan. Tapi seperti aku ingin curhat juga ke orang lain yang tak bukan pacarku kekasihku.


" Pa, gimana kalau bapa harus jadian ama teman guru bapa untuk mendapat sesuatu. Apa bapa akan marah, atau gimana? Terus apa bapa akan diam saja pihak yang ingin mendapat keuntungan dengan jadian dengan Pa Guru. Memaksa atau lainya?."


Dan aku menoleh setelah kata-kata tersebut aku lontarkan . Dengan masih perasaan kecewa dan lainya.


" Kalau aku ada di posisi itu mungkin aku akan marah. Dan aku pergi untuk. Menenangkan diri dengan Sholat dan berdoa. Mungkin di sana kita dapat jalan keluar dari masalah ini . bagaimana dengan masalah kita lebih kuat lagi." Kata-kata Pa guru


Menyentuh hati dan aku langsung tenang .


" Benar, kata Pa guru pasti ada jalan keluar hanya Sholat, Doa dan mungkin kita akan menemukan jalan." Batinku.


" Makasih Pa guru udah kasih saran aku sekarang lega sekali." Sambil tersenyum padanya dan dia pun tersenyum sambil mengelus rambutku .


Aku kaget mendapat perlakuan dari Pa guru.


" Sama-sama Tina, jadi jangan sedih dan cemberut kayak gitu ga cocok sama kamu."


" Ya, Pa guru sekali lagi makasih"


"Oh, ya ngomong kenapa Pa Guru bisa ada dekat jalan raya yang mau menuju rumah .kan rumah Pa guru berbeda arah dari sini."


"Ikh,,, kamu Ya tadi ga dengarkan . Saya mau mengajak kamu ke suatu tempat .memang kamu ga dengar( sambil mencubit hidungku)


" Ih, Pa Guru apa-apaan sih, malu tahu. Tina tahu Pa tapi aneh. Tumben Pa guru mengajak aku ke suatu tempat."


" Ada ingin aku omongan plus sekalian kita kencan .ga apa-apa kan?"


"Apa, Pa guru ini kita mau kencan?"


"Ya, Tina makanya aku bawa mobil. Dan mengajak kamu ke tempat yang indah. Mungkin kamu akan senang , dan melepas stres kamu. Dan bukanya hari ini kamu masih libur kerja kan."


" Dari mana Pa guru tahu aku libur hari ini?"


" Memang dari siapa lagi kalau ga dari adik aku."


" Oh, ya lupa hehe.."


Pa guru hanya tersenyum padaku. dan langsung mengalihkan ke depan karena dia sedang mengemudi .


Dan bersambung ..