My Boyfriend Is My Husband

My Boyfriend Is My Husband
My boyfriend is My Husband



“Aku pun menuju ke sana dan tidak akan mungkin mengikuti.” Pikirku


Tapi di belakangnya ada seseorang yang mengikuti dari belakang. Dia adalah seorang laki-laki yang selalu menguntitnya . Tanpa rasa curiga Iftina pun pergi .


Di tempat lain


“ Mana sih katanya ada yang mau jemput aku tapi mana ya, ga kelihatan dari tadi. Ah ini pasti akal-akalan doang. Pengen berdua kali ya. Ampun deh.”


Dan di belakang Susan sudah ada yang ingin mengikuti Susan sejak kemari ya. Grup Jesy.


Dan muncul mamahnya Susan , . Di taksi ..


“ loh , mamah kenapa ada di sini.?”


“ tentu mau jemput kamu, memang siapa lagi, apa Tina udah pergi ?”


“ Ya , udah barusan .dan aku menunggu jemput. Kata Abang tunggu in aja .”


“ Ya, mamah yang mau jemput kamu , ga Apa-apa kan?”


“ Ya,.”


“ Cepat masuk, nanti mamah mau bicara juga.”


Dan Susan masuk ke taksi di ikuti yang mengikuti..


Di dalam mobil


“ mah, ada apa sih kok, serius , sampai mamah , pake taksi.”


“ Sayang, kamu pernah bilangan, kamu 2 Minggu yang lalu di ikuti Ama seseorang?”


“ ya, mah, aku di ikuti, terus Tina juga sadar bahwa kami juga di ikuti, pas mau pulang. Dia yang asalnya mau kerja ga jadi izin. “


“ Mamah, tau siapa yang mengikuti kamu. Dan dia ingin manfaatkan kamu, jadi mamah suruh kamu tinggal di mamahnya kakak ipar kamu . Untuk sementara .”


“ ya , tahu, mah tapi kenapa mereka ingin dekat Ama aku dan ingin tahu. Padahal dulu ga pernah tuh..


“ Waktu itu mereka ga sengaja melihat kamu masuk rumah sayang, mamah bisa lihat dari CCTV rumah. Dan melihat teman kamu kaget makanya .mereka pastikan .”


“ jadi untuk. Sekarang kamu di rumah Tante dulu yah, “


“Oke , mamah..”


Di tempat lain.


Aku udah duduk di cafe jauh dari kaca .di lantai 2 biar tidak kelihatan aku ketemu Pa Guru Rehan.


Setelah 10 menit menunggu dan memesan minum. Aku melihat jam dan belum. Ada tanda-tanda. Pa guru datang, aku kesal...


“ini, ke mana orang yang buat janji. Belum datang aja .kesel aku “


Tanpa sadar. Pa guru sudah di sana sambil mengamati dan mengawasi. Karena sedari kemarin Dia mengikuti Tina. Dan dia melihat ada cowok yang mengikuti. Apalagi pada saat dia mau kerja .dan dia terus melihat terus ke Tina .memang sih dia memakai jaket tapi .Rehan tau siapa orangnya..


Dan benar dugaan Rehan . Dia datang dengan jaket yang sama dan . Rehan kaget siapa yang selalu mengikuti kekasihnya itu. Dia murid pindahan. Dan untungnya dia belum menyadari Rehan.


Dan dia duduk jauh dari Rehan dan Tina .tapi masih melihat tempat iftina. Lalu dia memesan kopi, dan terus menatap wajah Tina. Sambil tersenyum . Dan mengambil ponsel lalu memfoto iftina yang sedang duduk jengkel. Dan SMS Tina seperti nya.


Dan di tempat Tina dia kesal dari tadi belum datang kekasihnya itu ..


Lalu dia chat Kekasihnya itu. Sebelum chat dia menerima pesan dan membukanya .ternyata dia kaget pesan dari penguntit itu .


Hay, cantik gimana fotonya .cantik ya kamu di foto di mana saja dengan ekspresi apa .dan gerak gerik apa. Aku tetap suka kamu. Suatu saat aku bisa memilikimu


Love you ..


Aku kaget dengan gemetar . Aku membalasnya .


Kamu ngapain foto aku. Aku ga suka sama kamu. Dan jangan ganggu aku lagi. Dan cari saja yang ingin menjadi milikmu. Jangan aku.


Lalu dia menjawab pesan


Aku tidak peduli


Karena kamu milik aku cuman milik aku


Kalaupun kamu punya pacar aku akan


Tetap setia dan akan mengganggu kamu cantik .


Aku mengakhiri pesan tersebutlah.


Di sisi lain penguntit itu masih tidak sadar bahwa Rehan masih ada di sekitar kekasihnya .itu.


Lalu Rehan. Langsung keluar dari cafe dan ke mobil


Lalu menelepon kekasihnya yang tadi gemetar akibat penguntit itu .


“ Assalamualaikum, Sugar, kamu masih di cafe,?”


“i...ya, Dearku, aku masih di cafe, kapan kamu kesini aku benar-benar kesal kamu ga datang .dan menunggu kamu dari tadi .”


“ Ya, udah langsung ke bawah ga usah bayar langsung ke mobil. Dan nanti Aku akan ceritakan ya.”


“ Ya.. oke”


Dan aku sudah menunggu datang . Ternyata dia ada di mobil dengan kesal dan takut langsung beresin dan pergi begitu saja


Untuk kata pelayan sudah di bayar . Jadi langsung ke dan dengan cepat .langsung pergi. Dan penguntit itu ketika akan mengetahui gadisnya pergi langsung turun dan membayar


Setelah membayar dia kehilangan jejak .


Di dalam mobil


Aku langsung pake sabuk pengaman.


Dan. Mulai berbicara sambil jalan .


“Dearku, kenapa kamu lama, banget sih .aku udah menunggu lama .kalau kamu ga jadi tunggu di situ ngapain aku. Dia di suruh menunggu di situ bukan di jalan akan atau di halte .” sambil emosi meleduk- leduk. Aku tumpahkan kekesalannya.


Dia hanya dia saja. Dan fokus ke depan sambil. Menyetir.


“ berasa ngomong Ama tembok deh .”kataku masih kesal.


Dan sampailah di sebuah restoran .


“ Kita turun ya nanti kita bicara”


“ ga, aku mau pulang Dearku,. Pokonya pulang”


“ jangan begitu dong, Sugar, aku ingin bicara sama kamu penting banget. Hanya di tempat ini satu-satunya supaya aku bisa cerita .di sini ada tempat khusus. Mengertilah Sugar”


Aku berpikir sejenak dan melihat kekasihku yang benar ingin bicara serius .


“ Baiklah, ayo.”


Dia mengangguk mengerti dan keluar dari mobil dan membuka pintu mobil lalu aku keluar mobil.


Dan masuk restoran tersebut. Kami pun langsung ke ruang yang privat ..


Dan sampailah di sana kami memesan makan dan minuman .lalu tidak menunggu lama datang pesanan kami . Kami pun makan dengan tenang. Sedangkan aku makan dengan pikiran yang Entahlah ke mana .


Aku hanya ingin makan dulu. Dia pasti akan cerita .(batinku.)


Setelah selesai makan dan terakhir minum. Akhirnya Kekasihnya langsung bicara .


“Sugar, aku tahu 2 hari ini kamu sedang di awasi sama penguntit itu, kan?”


Aku kaget, kenapa dia tau .aku saja belum memberi tau tentang ini apa Susan, ah itu ga mungkin dia aja pasti pikirannya yang grup Jesy mengikutinya . Lalu siapa .


“ Kamu pasti, bertanya-tanya kenapa aku tahu kan, Sugar dengarkan aku . Aku tahu kita baru pacaran singkat , tapi aku tau apa yang kamu pikirkan dan kamu rasakan, . 2 hari yang lalu aku melihatmu gemetar lihat kertas yang ada di dalam tas sekolahmu. Dan kamu hanya cerita pada Susan. Dan pada saat , kamu berolahraga kamu pun dapat pesan .dan juga hari ini benarkan?”


“Hm.. ya aku memang dapat pesan catatan dan pesan SMS.”


“ makanya aku langsung tadi mengajak kamu cafe . Dan pasti kamu akan duduk dilantai 2 jauh dari kaca kan. Sebelum kamu datang aku sudah datang. Dan melihat gerak gerik semua orang. Dan datanglah seorang pria yang aku tahu dia menggunakan jaket waktu menguntit kamu. Dan dia duduk jauh dari kamu terhalang 2 meja .kosong . Lalu aku mengawasinya dari dia duduk sambil memesan .dan dia melihat wajahmu dan tersenyum. Dia belum menyadari kalau aku juga melihatnya juga .dan dia langsung ambil ponsel dan mengetik pesan. Aku pikir mungkin pesan ke teman . Tapi langsung di terima oleh mu Sugar, dan kamu langsung kaget .dan aku tau itu. Dan kamu membalas dan dia juga. Lalu kamu tetap tenang sampai aku tau. Kamu masih takut. Dan aku langsung ke bawa membayar pesanan dan pesanan kamu. “


“ aku , maafkan kamu Dearku, tapi jangan kayak. Gitu lagi ya .aku kesel tau.”


Aku mendengar dia cerita seperti itu aku langsung tidak. Marah, kesal apalagi yang lain .justru aku senang dia mengerti dan melindungi ku.


“Ya, Sugar . Kamu ga usah khawatir. “ sambil mengelus tanganku dan rambutku. “Sekarang kita harus ada rencana untuk membuatnya jera”


“ ya, tapi apa Dearku. Dia sepertinya bukan orang yang gampang menyerah”


“ oke, nanti kalau ada pesan kamu abaikan, dan cuek, kita belum punya rencana untuk yang ini. Yang penting usahakan abaikan dulu ya”


Aku mengangguk mengerti


“ Oh, ya kamu senang tinggal dengan siapa ?”


“ Hah, kenapa Dearku ngomong gitu.”


“ aku hanya nanya Sugar, biar kamu nyaman ?”


“ Aku suka tinggal di rumah Susan secara ketemu Dearku. “


“ Tapi aku suka di rumah tantenya Susan, atau mamahnya kakak iparnya Susan.”


“Ya ,udah kamu tinggal di sana saja bantu dan sekalian nemenin. Nanti aku bilang ke mamah aku.”


“ Benerkah, boleh Dearku?”


“ ya, boleh tapi demi keselamatan kamu sementara kamu harus tinggal di rumah mamah ya, aku ga mau kenapa-kenapa Sugar, tapi untuk saat ini kamu . Jaga Susan, dari grup apa namanya?”


“ Jesy, dearku,. “


“ Ya, itu dan kamu harus waspada padanya ya. Kalau di sekolah kamu cuek. Dan tetap tenang


Nanti aku pikirkan cara lainya.”


“Dan aku kangen sekali Sugar, sampai aku ke pikiran kamu.”


“ Aku juga Dearku, tapi kita harus melindungi Susan dulu.”


“ ya Sugar, ayo. Udah magrib kita Sholat dulu . Baru pulang ya?”


“ ya, siap”


Kami berdua tersenyum. Dan kami pun Sholat bareng. Setelah Sholat bareng kami pun pulang. Dan dia mengantarkan ku ke rumah Tante Riska ( itu nama ibunya kakak, ipar Susan )


Dan sampailah.


“ Sugar, masuk aja . Yah takut ada yang lihat kamu .naik mobil aku .”


“ Ya, Dearku , ya udah makasih . Assalamualaikum”


“ Wa’alikumussalam”


Dan aku membuka pintu mobil dan mobil tersebut pergi setelah aku melambaikan tangan untuk perpisahan.


Dan aku mengetuk pintunya. Dan di bukakan Susan .


“ hai, Susan,”


“ Hm.. baru pulang yah..”


“ Ya,.. sudah makan belum,?”


“Masuk aja udah dari tadi sama Tante dan mamah. Dan mamah baru pulang naik taksi”


“ Loh jadi yang mengantar kamu mamah kamu.”


“ Ya Tina, soalnya mamah aku khawatir banget ama aku.”


“Oh, gitu ya udah mau langsung ke kamar yuk mau cerita, tapi Tante Riska mana ,San . Ga kelihatan dia udah ke atas , soalnya tadi mamah bicara panjang lebar ke Tante Riska.”


“ Oh, gitu, “


Setelah sampai di kamar aku pun cerita . Dan Susan kaget banget tentang itu. Dan setelah aku ceritakan. Susan pun menceritakan tadi dengan mamahnya. Dan aku tak percaya . Lalu aku masih mendengarkan dia cerita.


“San, mamah kamu Ama Abang kamu sifatnya mirip banget. Bakal tau dan waw keren “


“ Ya siapa lagi mamah aku.”


Sambil tertawa..


Dan pagi hari....


Aku biasa aktivitas pagi ku. Adalah Sholat dan ke kamar mandi .dan tak terasa waktu jam 6 waktunya biasa bangunkan Susan .yang tertidur nyenyak ini hari Jumat jadi pulang tidak terlalu sore..


“ San, bangun udah jam 6 nanti telat loh. Cepat. Aku tunggu di bawah ya”


“ Ya, sana. Nanti menyusul”


“Oke , “


Pada saat aku ke bawah ternyata Tante Riska sudah menyiapkan sarapan. “ Tante kok menyiapkan sendiri sih . Aku mau bantu loh.”


“ sudah ga apa-apa, ini juga udah beres. Cepat ke sini. Makan “


“Wah, makanannya banyak banget lagi. Ada acara apa lagi Tante?”


“ ga, ada acara hanya biasa Tante lebihkan untuk kalian bekal. Dan ya sepetinya masih banyak “


“ Ya udah ga apa nanti aku bagikan ke satpam aja deh . Ga apa-apa kan Tante.?”


“ oh, tentu ga masalah tante senang berbagi. “Dan 10 menit kemudian Susan datang


“ Pagi Tante ..”


“ Aduh pagi sayang, cepat makan nanti keburu dingin dan telat .nanti Tante siapkan bekal dan yang lainya ..”


“ ya, Tante “ kataku


Susan hanya mengangguk mengerti saja .


Kami pun makan dengan tenang dan kadang kami berbicara lucu ataupun mengenang apa pun.


Dan kami sudah beres makan dan membereskan peralatan makan dan lalu siap-siap untuk pergi ke sekolah. Dan terasa sudah di pintu depan dan kami salam pada Tante Riska dan pergi. Di perjalanan itu kebetulan atau memang mereka sudah datang dari tadi .


“ Hey, Tina, Susan, apa kabar ? Kebetulan sekali ya ketemu di sini ?” kata Sirli salah satu grup Jesy .


“ Assalamualaikum, ?” kata ku


“ Wa ’alaikumsalam, maaf Tina hehhe”


“ ga apa-apa, kok ,”


Sedangkan Susan hanya cuek dan masih diam tanpa suara


“ San, aku menyapa kamu , kok ga di jawab”


“ aduh, Sirli kan udah di jawab Ama Tina kenapa kamu pengen di jawab Ama aku sih?”


“ Ya, ga apa-apa biar kompak kali, Ga boleh?”


“ Boleh aja sih, tapi aku malas, jadi yang penting udah di jawab “


“ ya , deh . Bareng ya”


Aku mengangguk mengerti sedangkan Susan sih cuek . Kami berjalan dan dia mengoceh .dan aku dan Susan tidak peduli. Dan tidak. Terasa sampai sekolah dan di depan gerbang sekolah udah ada Jesy dan grupnya .


“Kayaknya udah di rencanakan deh, makanya mereka udah ada di sini."


dan kamipun menuju depan gerbang, dan di sambut oleh Guru dan tak lupa oleh grup Jesy .


bersambung .