
“ kamu pasti salah orang sehingga, kamu berpikir, aku dia. Apa ini cinta pertama kamu atau gimana?” Aku bertanya dan pura-pura penasaran.
“ Mungkin benar, aku salah orang, tapi muka kalian hampir mirip” kata rendi
“ Ya, Arumi muka kamu. Mirip sama wanita yang di foto, tapi kamu ada perbedaan dengannya.” Kata Milla
“ Emang apa yang beda dan lainya?” Tanya Rose ke Milla.
“Arumi itu kan tomboi, dan suka bela diri, lah wanita ini mah, lemah lembut.”
“ Coba cek lagi”
“ Benar ya beda, kamu pasti salah orang, ayo, kawan-kawan. Kita ke kelas. Nanti pelajaran berikutnya dan dosen yang super waw.”
“ oke “ semua menjawab. Termasuk aku. Dan Rendi masih melihat aku dengan teliti.
“ kenapa kamu lihat aku kayak gitu, apa ada yang aneh lagi”
Belum di jawab, Arumi di tarik oleh Rose, menuju kelas. Dan aku mengikuti dia.
“ Mungkin aku salah, kamu hanya mirip, sebaiknya aku konsentrasi di sini selama 1 bulan. Dan membuktikan aku bisa melakukannya pada mereka .
Kami sudah berada di kelas dan mulai pelajaran dosen menerangkan sangat detail. Dan aku mengikutinya. Dan tak terasa waktu sudah untuk pulang. Aku pulang duluan karena hari ini aku harus datang tempat waktu ke rumah. Entah apa yang di bicarakan oleh Rehan ..
“ Sepertinya serius sampai chat aku” kataku dalam hati. Dan setelah sampai, aku langsung datang ke ruang tamu di sana ada Rehan sedang berpikir sambil terpejam matanya.
“ sepertinya serius, sampai Rehan Seperti ini”
“ Dear, aku sudah pulang.”
“ oh, sugar sudah pulang,”. Aku mengangguk dan duduk sebelah Rehan
“ apa ada masalah?”
“ iya, sangat”
“ Ada, apa dear, katakan jangka bikin takut dan penasaran?”
“ Apa tadi kamu bertemu dengan Rendi?”
“ ya, Emang kenapa, ya tadi ketemu. Awalan kaget tapi aku bisa akting, karena aku ga mau kalau dia tau aku Arumi bukan Tina”
“ ada lagi yang dia masih ragu?”
“ untungnya ada teman-teman aku yang percaya kalau aku bukan Tina .aku Arumi.”
“ Syukurlah kalau gitu. Aku sepat khawatir, tapi dia akan ada di kampus itu selama 1 bulan. Jadi aku harap kamu bisa membuat aku bukan Tina .”
“ aku bisa dear tenanglah. Tapi aku juga sedikit risih kalau dia 1 bulan ada di sini, pasti dia akan menyelidikinya tentang aku”
“ Karena itu aku bilang kan kamu harus waspada. Karena dia pasti masih penasaran . Untung tentang hidup kamu tenanglah. Aku sudah mengurus hal ini jadi jangan khawatir . Yang penting tetap waspada, dalam hal bertindak dan kata-kata.”
“ Ya, aku akan ingat itu”
“ Ayo kita ke kamar untuk mandi dan lainya.”
“Oke..”
Setelah mandi kami ke bawah untuk makan malam dan Shalat dan duduk di sofa kamar, aku memeluk Rehan dengan nyaman, begitu pun Rehan, dia sangat nyaman ada di sisi Arumi istrinya, karena ini adalah kebahagiaan yang tak ternilai.
“ Dear?”
“ hmm,, ada apa, sugar”
“ apa menurut kamu aku istri yang sangat membuat kamu nyaman ?”
Lalu Rehan melihatku dengan tatapan menyelidiki.
“ Ada apa? Apa ada masalah selainya Rendi?”
“ Tidak dear, hanya aku tak percaya kalau aku benar-benar, menjadi istri kamu, karena setahu aku orang yang menyukai kamu banyak termasuk Guru di sekolah”
“ Sugar, dengarkan aku, mungkin ini terlihat gombal, tapi bagiku ini serius. Aku benar-benar jatuh cinta padamu, dan ingin selalu berharap, kamu jadi milik aku. Dan setiap hari aku bangun aku bisa melihat kamu, aku sangat bahagia”
“ Dear, kamu so sweet banget, aku semakin cinta kamu.”
Aku mencium pipi dan mengecup bibir. Dan kami melakukan sex dengan penuh cinta dan ke hangat.
☀️☀️☀️☀️☀️
Sudah pukul 5 pagi, dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan Shalat, lalu setelah itu dia melihat istrinya masih tertidur pulas. Dan Rehan mendekat istri sedang tidur. dan berkata “ Sugar, ayo bangun udah waktunya Shalat dan sebelum itu dia harus mandi dulu. Dan setelah mandi lalu Shalat. Mereka tidur di kasur, dan untungnya seprei dan lainya sudah di masukan ke dalam keranjang cucian dan mengganti dengan yang baru. Dan mereka tidur sambil berpelukan satu sama lain.
“ Sugar, makasih atas malam kemarin ya maaf aku membuat kamu begini?”
“ Ga Apa-apa, yang penting dear puas. Aku sudah senang kok.”
“ iya aku tau.”
Dan mereka bangun jam 11 siang. Dan langsung menuju ruang makan sambil makanan datang mereka bercerita canda tawa, dan yang lainya pun tersenyum dengan tingkah majikanya.
Dr...drtt..
Rehan melihat nomor yang masuk ke ponselnya . Dan itu adalah Rendi.
“ Siapa dear?”
Rehan langsung memberi kode pada istrinya untuk mendengarkan dia
Dan di anggukan oleh istrinya. “ halo, ini siapa?”
“ Aku Rendi, murid bapa yang satu kelas dengan Tina dan adik Anda Susan,”
“Saya ingin. Bertanya tentang banyak hal”
“ Apa yang ingin kamu tanyakan, Rendi. Katakan?”
“ Apa ,Tina sudah meninggal?”
“ bukankah keluarga saya sudah mengumumkan bahwa Tina, meninggal. Dan kami menguburkannya ada saksi yaitu Guru dan kepala sekolah serta temanmu.”
“ saya kemarin melihat ada yang mirip dengan Tina, hanya saja dia berbeda dari penampilan dan juga lainya. Tapi saya masih merasa dia masih hidup dan sekarang sedang menjadi orang lain. Dan saya lebih mencurigakan adalah kenapa ada bisa menikah dengan mirip sekali dengan Tina”
“kamu menyelidiki aku sampai sedetail itu?, Dengar Rendi aku tidak pernah peduli kamu mau bilang istriku mirip Tina atau bukan. Jika kamu masih penasaran silakan kamu selidiki sesuai dengan kemampuan kamu. Dan jika prediksi kamu salah . Aku hanya akan bilang, untuk tidak ikut campur dengan rumah tangga aku.”
“ baik, saya akan mencari tau tentang hal tersebut dan jangan salahkan aku .jika aku juga tau kalau dia Tina”
Lalu Rendi menutup telepon
“ Dear, apa yang kita lakukan?”
“ Kamu tidak usah khawatir di tidak akan mengganggu kamu jadi konsentrasi pada kuliah kamu ya”
“ Ya, aku hari ini ga ada kuliah, jadi aku akan di rumah.”
“ Baiklah nanti makan siang kita makan siang di luar ya?”
“ Oke aku mau”
Rehan tersenyum dan Ar juga tersenyum dan langsung mengantar dia ke depan dan salam dan Rehan pergi dari rumah tersebut. Dan sedikit Arumi melihat ada Rendi di sana . Dia langsung diam sesaat. Dan langsung balik ke rumah. Dan memanggil bibi untuk membuat teh ke ruang Tv berserta camilan . Aku menonton dan datang bibi membawakan minuman dan camilan .
“ bibi, hari ini ga usah bikin makan siang banyak, aku dan suamiku mau makan siang di luar,.”
“ baik, non. Permisi”
Arumi langsung mengangguk mengerti. Dan melihat acara televisi. Dan tak lama suara bel di depan . Dan bibi langsung membuka. Dan langsung datang padaku.
“ Non, ada tamu yang ingin bertemu dengan non?”
“ Siapa Bi?”
“ katanya teman non namanya Rendi”
“ Rendi... Oh ya sudah suruh dia duduk di rumah tamu”
“ Baik, non.”
Aku langsung menuju ke ruang tamu, di sana sudah ada Rendi. Dan dia mulai menyelidiki tentangku dari atas sampai bawah, aku biasa saja.
“ Dari mana kamu tau rumah aku,?”
“ Temanku saja belum tau aku tinggal di sini?, Jangan bilang kamu mematai-matai aku?”
“ Kalau di bilang seperti itu, ya aku harus. Tapi aku ingin bertanya?”
“ emang apa yang ingin ditanyakan?”
“ namamu?”
“ Arumi”
“ tinggal?”
“ di Bali”
“ apa kamu punya orang tua?”
“ tidak aku anak panti asuhan”
“ Kapan kau kenal dengan Pa Guru Rehan?’
“ aku kenal di Bali.., tunggu apa ini sebuah. Interogasi?”
“ anggap saja seperti itu, satu pertanya lagi, apa kamu kenal foto ini?”
Aku melihat sebari pura-pura acuh. Dan melihat sedikit dan berkata” ya aku kenal mereka, mereka kan keluarga Rehan . Kalau aku ga kenal nanti aku ga di Restui oleh Mereka, emang ada masalah apa? Sampai kamu selidiki, jangan bilang kamu masih penasaran dengan orang yang bersama dengan adik ipar ku?”
“ ya, aku masih penasaran dan belum percaya, kecuali kalian kembar?”
“ nah, itu kamu bisa jawab tadi.., bisa jadi aku punya saudara kembar tapi aku sendiri ga tau, ampun deh ini orang bikin aku kesel, pagi-pagi gini, sudah ya aku mau pergi. Dan silakan keluar dari rumah saya, dan jangan datang lagi.”
“ bi,?”
“ ya, non?”
“ tolong antarkan tamu itu ke luar dan jika dia ingin berkunjung jangan di biarkan masuk kecuali izin dari Suamiku ya BI”
“ baik, non. Ayo tuan ikut saya”.
Aku pergi dan menuju lantai 2, dan masuk pintu kamar, dan melihat ke jendela. Dan Rendi melihatku. Dan berkata “ akan ku buktikan kamu adalah Tina, dan aku ga akan menyerah”
Dan dia langsung pergi.
“ assalamualaikum, dear. Kamu sibuk tidak?”
“ Wa ’alaikumsalam, tidak sugar ada apa?, Sepertinya kamu sedang kesal?”
“ ya, aku kesal dengan Rendi sebal banget”
“ apa.. dia ada di rumah? Aku akan ke sana tunggu aku?”
“ Jangan udah pergi. Aku yang usir dia, dia hanya bertanya tentangku. Dia belum percaya,”
“ Hm.. gitu, biarkan lah, biar dia nanti menyerah, oh ya nanti kita makan siang dengan mama dan papa, ke betulan mereka ada di Korea, jadi sekalian ingin melihat kita”
“ benarkah, mau banget aku kangen sama papa dan mama”
“ ya sudah siap-siap “
“ Oke, siap suamiku”
Aku langsung mengganti baju yang cocok dengan acara tersebut,. Dan setelah berdandan, langsung turun ke bawah, di sana sudah ada sopirku, dan kami mulai berangkat, dan sampailah di rumah makan yang cukup mewah, dan tentu suami sudah menunggu . Dan sopirnya pulang. Dan tak lupa ada yang mengawasi mereka. tampaknya Rehan melihat dan tersenyum.
“ Sugar, hari ini kamu cantik, kenapa aku tidak mengenal kamu sejak dulu, malah sekarang,”
“ kamu gombal, aku malu tau dear”
“ jangan malu aku suami kamu, Sugar kamu pasti tau kan?”
“Ya terserah kamu aja deh, ayo ke dalam mama dan papa pasti nunggu kita di sana ?”
“ oke, tapi sebelum itu aku mau memberikan sesuatu kepadamu.”
“ apa,?”
“ Tutup mata kamu jangan lihat ya”
“ ya, dear. Aku penasaran .”
Rehan mengeluarkan sesuatu di kantungnya dan itu dilihat oleh Rendi. Dia kaget guru bisa Seperti itu, “apa benar dia Tina?, Kalau dia Tina pasti dia akan menolak, karena dia punya pacar” pikiran Rendi.
Dan Rehan langsung membuka kotak tersebut “ dear, buka mata kamu”
“ Dear ini cantik sekali untuk aku?”
“ Tentu Sugar ini memang untuk kamu aku pesan khusus untuk istri aku yang cantik, dan tercinta”
“Makasih, boleh pasangan kalungnya”
“ tentu Sugar aku pasti akan memasangkan. Coba berbalik”
Arumi berbalik dan dia melihat Rendi ada di situ terhalang tembok,
“ Kenapa dia ada di sini? Apa dia tau aku dan Rehan akan ke sini? Dan apakah Rehan melihat Rendi ada di sini?” pertanyaan yang muncul di pikiran Ar sehingga Rehan sudah memakaikan kalung tersebut dan berkata” cocok untuk kamu aku tak salah memilihnya untuk kamu”
“ makasih Dear, aku senang”
Aku dan Rehan langsung menuju meja yang di sediakan . Aku langsung menyapa mamah dan papa. Dan begitu pun mereka dan Rehan. Kami mulai mengobrol dan sambil menunggu makanan siap .
“ sayang, gimana kabar kam,?”
“ baik, mah. Mamah dan papa gimana kabarnya?”
“ mamah dan papa baik-baik saja. Apa kamu senang tinggal di sini dengan Rehan?”
“ tentu sangat senang.”
“ Dan makasih pah, udah kasih rekomendasi kuliah yang pas sama Arumi”
“ sama-sama sayang, yang penting kamu bahagia, itu sudah cukup senang papa”
“ Rehan, gimana kabar perusahaan kamu, apa berjalan lancar?”
“ Ya, Pa sangat lancar, aku berharap selanjutnya akan seperti ini terus”
“ ya, mudah-mudahan. Oh ya, kenapa kita makan di sini, kenapa ga di rumah kalian?”
“ aduh, Pah. Supaya ada suasana beda Pah” Rehan sambil memberi kode kepada orang tuanya untuk melihat ada orang yang mengintai. Dan untungnya mereka langsung merespons.
“ Oh, begitu ya. Oh ya gimana apa ada tanda-tanda Arumi untuk dapat momongan?”
“ ampun mah, Rehan dan Arumi baru nikah 2 bulan yang lalu masa udah di tanya momongan, kenapa ga tanya Susan aja.”
“ ih, kamu tuh. Ya kan beda Susan dan kamu.”
“ kalau menurut papa sekasihnya mereka saja. Kita kan masih punya cucu dari kenan”
“ ya, ya udah deh mama pasrah aja. Tapi kalian harus Jaga kesehatan, terutama kamu Ar. “
“ Ya, mah. Aku pasti jaga kesehatan. Makasih udah mengingatkan aku”.
Lalu makanan yang mereka pesan datang dan mereka makan dengan penuh canda tawa. Dan masih di awasi oleh Rendi .
“ mereka bilang sudah menikah 2 bulan, itu berarti sebelum Tina meninggal, jadi wanita itu benar Arumi bukan Tina ?”
“ Dari aku yang selidiki dia bukan Tina”
“ mungkin sebaiknya aku lepaskan dan pergi. Tapi setelah 1 bulan ini beres”
Dan tak terasa mereka sudah beres makan dan langsung pulang. Sebelum Pulang Rehan dan Arumi pamit, dan langsung pulang ke rumah dan sampai rumah mereka mandi dan Shalat. Dan Rehan sekarang sedang mengajarkan istrinya belajar untuk ujian.
Setelah itu, mereka tidur dengan terlelap. Dan terasa waktu sudah pagi.
“ Dear bangun ayo kita Shalat bareng. Dan nanti mandi”
“ ya Sugar. Ayo ..”
Kami pun Shalat berjamaah. Dan kami setelah itu mandi ..
Dan setelah mandi. Pada saat akan ke bawah tiba-tiba. Kepala Arumi sakit dan langsung pingsan melihat hal itu Rehan langsung gerak cepat menangkap tubuh Istrinya supaya tidak kenapa-kenapa. Dan dengan gelisah dia memanggil dokter di ponselnya dan dia turun ke bawah. Dan kebetulan dan sekretaris dan sopirnya.
“ Hari ini aku akan datang telat jadi kamu yang urus semua. Ya istriku tiba-tiba tidak sadarkan diri.”
“ baik Sir permisi.” Sekretaris pun pergi dan sopirnya ke belakang.
“ bibi,”
“ Ya, Den. Ada apa?.”
“ Buatkan teh ya. Nanti bawa ke kamar. “
“ dan nanti ada dokterku suruh masuk saja ya”.
“ Baik Den, ada lagi?”
“ itu saja “ bibi pun kembali ke belakang.
Dan Rehan langsung ke kamar menunggu dokter datang, dan tak lama dokter datang. Dan langsung memeriksakan. Rehan masih panik, dan gelisah.
“ Tuan Rehan istri Anda baik-baik. Saja hanya perlu istirahat yang cukup. Dan selamat Anda akan menjadi seorang Ayah,.”
“ A..pa? Maksud dokter istri saya sedang hamil?”
“ benar, untuk mengetahui perkembangan kandungan istri Anda sebaiknya ada membawa ke rumah sakit, dan ini resepnya . Kalau begitu saya permisi dulu.”
“ iya, makasih dokter saya antar,”
Dan Rehan mengantar dokter tersebut sampai ke depan rumah, dan langsung pergi. Setelah itu, Rehan ke atas ke kamar lagi untuk menemani istrinya yang belum sadar. Dan duduk di sampingnya..
Dia benar-benar bahagia, karena akan ada keluarga kecil kami. Yaitu anak kami, dia tersenyum membayangkan anaknya memanggil papa dan istrinya memanggil mama, rasanya tidak percaya ini.
Tiba-tiba istri bangun. Dan melihat suaminya ada di sebelahnya.
“ dear, kok aku masih di sini bukanya kita akan makan pagi?”
“ Ya, tapi tadi kamu pingsan, jadi aku langsung bawa kamu ke sini, sekarang gimana perasaan kamu?”
“ aku baik, hanya masih pusing. Tapi ga apa-apa, nanti kalau pusingnya parah, aku izin untuk tidak masuk kelas, dear tenanglah.”
Aku menggenggam tangan suamiku yang penuh keyakinan supaya dia tidak khawatir. Tapi tetap di dalam mata Rehan masih ada rasa khawatirnya.
“ dear, ada apa? Apa ada masalah?”
“ Sugar, kita ke rumah sakit ya?”
“ Eh, kenapa? Aku baik-baik aja, dear kamu ga usah cemaskan aku.”
“ Bukan seperti itu, aku hanya ingin memastikan, turuti keinginanku ya”
“ Baik, aku tau aku akan turuti”
Dan kami keluar dari rumah menuju rumah sakit dan setelah sampai rumah sakit. Kami masuk ke ruangan dokter kandungan. Dan aku di periksa. Awalannya aku biasa saja tapi lama-lama, akhirnya aku tau dengan semua tingkah laku suamiku ini.
“ Mari lihat di monitor ini, coba lihat ini adalah bayi kalian, bayi kalian terlihat sehat, dan ibunya juga. Kandungan ibu berusia.
( Gambar tersebut hanya ilustrasi saja😊)
Setelah di jelaskan oleh dokter kandungan Rehan mendengarkan kata-kata, dokter tersebut menyimak apa yang dikatakan dokter dengan teliti. Sedangkan istrinya masih tidak percaya, dan hanya diam.
“ Sugar, kamu kok diam sejak tadi kamu lihat anak kita?”
“ aku.., aku tidak percaya kalau aku akan menjadi seorang ibu, dan . Di sini ada anak kita sedang tumbuh sehat. Aku sangat bahagia, dan terkejut, dear. Di tambah aku punya anak kembar, aku sangat bahagia”
“ Aku juga bahagia, karena itu mulai sekarang kamu harus hati-hati dan jaga kesehatan ya. Dan dengarkan nasehat dokter?”
“ ya, aku tahu. Aku akan jaga dengan baik dan aku juga harus sehat demi anak kita” aku mengelus perutku yang masih rata, yang masih 1 bulan. Dan di ikuti dengan Rehan.
“ ayo, turun kita sudah sampai”
“ hmm, ya ayo”
“ Selamat datang, non dan Den. Dan selamat atas kebahagiaan kalian”
“ terima kasih Bibi,. Dan kalian semua”. Mereka mengangguk mengerti. Dan mereka kembali ke dapur dan ke tempat mereka masing-masing.
Aku sudah duduk di kasur dan Rehan ikut duduk di sana. Aku mulai memeluk suamiku dengan tenang.
“ Ya, nanti ya. Sekarang kamu istirahat dulu ya. Nanti aku kembali. Aku akan ke kantor sebentar ya.”
“iya, Daddy”
“ Daddy?”
“ Hmm,. Mulai sekarang aku akan panggil Daddy, sangat cocok denganmu, dear”
“ Baiklah Mommy, aku ga masalah yang penting senang”
“ aku pergi ya Sugar?”
“ ya, dear”. Rehan mencium kening dan pipi serta bibir kami dan pergi ..
Aku duduk dengan mengelus perutku. Dan berkata” yang sehat ya baby, Mommy dan Daddy sangat menunggu kehadiran kalian berdua.
“ Drtt..... Drtt..
“ assalamualaikum,”
“ Wa ’alaikumsalam, hey kakak ipar. Gimana kabarmu?”
“ Eh, Susan. Aku baik kamu gimana?”
“ Aku baik sekali, hanya kesepian karena suami aku sedang pergi ke Bali untuk melihat proyek hotel dia pertama kali, jadi aku ditinggal deh. Dari pada aku bosan. Lebih baik aku telepon kamu. Kan ga terlalu suntuk hahahha”
“ Ya, oke ga masalah. Oh ya Susan aku ingin memberi tau kamu info penting dan bahagia”
“ apa itu cepat cerita”
“ aku sedang hamil”
“hah?, Apa..., Tadi kamu bilang apa?”
“ aku sedang mengandung anak pertama Rehan.”
“ wah, ini berita besar dan bahagia. Dan kok baru kasih kabar sih”
“ maaf tadi kami baru tau, dan anak kami kembar Susan.”
“ Benarkah, wah ini aku sangat bahagia, selamat ya.”
“ ya, kamu juga menyusul ya. Jangan terlalu memikirkan yang lain .”
“ ya,.. tapi... “Tiba-tiba. Tidak terdengar suara Susan dan mendengar suara keras terbentur.
“ Haloo.... Susan kamu masih di situ kan halo” dengan cemas dan kaget aku menutup telepon dan menelepon Rehan. Belum sempat menelepon, Rehan sudah ada di dekatnya
“ Sugar, ada apa? Apa yang membuatmu cemas, apa anak kita kenapa2?”
“ Bukan aku dear, tapi Susan tiba-tiba ada suara keras terbentur. Mungkin Susan pingsan. Dear coba telepon Jason. Aku benar-benar khawatir”
“ Baiklah tenang, Sugar jangan pusing dan stres. Aku ga mau itu terjadi padamu karena ini.”
“ ya, tapi...”
“ baiklah, sebentar”
Rehan menelepon Jason, deringan pertama tidak di angkat. Dan deringan ke 2 akhirnya di angkat .
“ assalamualaikum, Jason kamu di mana?”
“ Wa ’alaikumsalam, kak Rehan .aku sedang menuju pulang ke rumah. Ada apa?”
“ Cepat segera ke rumah. Sepetinya Susan pingsan, aku takut kenapa-kenapa. Tadi istriku baru saja telepon,.”
“ baik, kak aku akan segera makasih.”
“ ya cepat. Nanti kabari ya “
“ Baik kak”
Lalu Rehan menutup panggilan. Dan menoleh ke arah istrinya dan berkata “ dia akan baik-baik saja tenanglah.”
“ ya, . Peluk”
“ Sini aku peluk”
Dan Rehan dan Tina sudah berpelukan di sofa. Dan menunggu kabar dari Jason.
Setelah beberapa saat . Dan muncul notifikasi dari Jason.
“ kak Syukurlah, Susan tak apa-apa, harus banyak istirahat. Da. Makan yang bergizi. Karena Susan sedang mengandung anakku kak. Dan kami akan ke rumah sakit besok. Dan maaf menghawatirkan kakak dan juga kakak ipar . Terima kasih”
“ Ya, tak apa-apa, kalau gitu selamat. Cepat check mungkin mamah akan senang mendapat kabar bawah menantu dan anaknya akan punya anak, dan. Dia memiliki cucu lagi.”
“ maksud kakak, istri kakak hamil?”
“ ya, kamu harus menjaga mulai sekarang”
“ Ya, pasti “
“ ya sudah. Selamat ya “
Dan Rehan mengakhiri Chat. Dan langsung memberi kabar pada istrinya.
“Dear, ada apa. Apa Susan baik-baik saja kan ga da masalah?”
“ ya, ga ada masalah, mereka sama seperti kita”
“ Maksudnya, punya anak?”
“ ya, tapi belum memastikan berapa bulan mungkin mereka besok mengecek kandungan Susan. Dan aku harap sehat.”
“ aku juga. Dear”
“ hmm. Ada apa Sugar?”
“ Aku ingin makan nasi goreng buatan kamu”
“ sugar kau mengidam?”
“ Ya, ayo. Dear”
“ baiklah, tunggu sebentar ya”
“ oke, makasih”
Rehan mengangguk mengerti dan pergi. Sedangkan istrinya menunggu Rehan buat nasi goreng .
Dan beberapa menit kemudian, datanglah Rehan membawa makanan yang ingin istrinya inginkan. Dan dia makan dengan lahap. Dan minum susu untuk ibu hamil rasa coklat.
“ sudah kenyang?”
“ ya, makasih”
“ iya, ada lagi?”
“ ga, tapi ingin tidur di pangkuan kamu dear, boleh ga?”
“ tentu dear tak masalah”
Akhirnya seperti yang di katakan istrinya dia tidur di pangkuan suaminya dan tertidur pulas. Dan setelah, Rehan menidurkan istrinya. Dan langsung menelepon mamahnya. Dan sebelum menelepon ternyata mama sudah telepon duluan.
“ Assalamualaikum, Rehan. Mamah dapat kabar dari adik kamu, dia hamil katanya 3 Minggu , mamah senang banget. Susan punya anak. Dan sekarang kapan kamu. Kok di kalah sama adik kamu,.”
“ Mamah, cuman telepon cuman bilang itu aja,”
“ ya, biar kamu giat sama istri kamu.”
“ kalau gitu mamah, harus gembira Sepertinya”
“ Emang ada apa?”
“ mamah sekarang punya cucu 3 dari Rehan 2 dan dari Susan 1.”
“ tunggu maksud kamu, Arumi hamil anak kembar?”
“ Yap, benar mah. Tadi aku dan Arumi check ke dokter kembar “
“ ya ampun Rehan mama senang, ya udah nanti kalau Ar sudah libur kuliah suruh kesini yah. Nanti aman juga akan suruh Susan ke sini”
“ ya, mah,. Udah dulu ya mah”
“ ya, assalamualaikum”
“ Wa ‘alaikumsalam”
Dan Rehan langsung menuju kamar mandi dan mandi ..
Setelah itu Shalat. Dan sepertinya istrinya tidurnya nyenyak. Dan Rehan tertidur di samping sambil memeluk dengan penuh ke hangatkan.
☀️☀️☀️☀️.🌄🌄🌄🌄
Rehan sudah Shalat dan mandi pagi tadi dan dia sebentar mengecek dokumen lainya untuk meeting hari ini. Dan bangunlah istrinya dari tidurnya ..
“ dear?”
“ ada apa Sugar? Apa ingin sesuatu?”
Rehan mendekat istrinya. Dan mendekat suaminya sambil memeluk dia dan mencium wangi badan suaminya yang sangat menenangkan .
“ aku ingin ikut sama kamu ke kantor boleh ga?”
“ Oh, tumben ingin ikut ada apa”
“ ga boleh ya?”
“ tentu boleh Sugar, ya sudah siap-siap, dulu kamu. Aku tunggu di bawah ya”
Aku mengangguk mengerti dan langsung ke kamar mandi. Setelah 10 menit langsung memakai Dress berwarna merah muda dengan aksen bunga dan rambut yang diikat satu tak. Lupa untuk Make Up yang simpel menambah kecantikan di Arumi. Dan dia pun turun ke bawah. Dan melihat suaminya sudah ada di ruang makan. Dan aku langsung melingkari tanganku ke lehernya dan mencium pipinya. Lalu dia menoleh dan tercengang. Melihat penampilan ku.
“ Sugar, hari ini kamu cantik sekali”
“ Ah, biasa aja kamu gombal. Aku Cuma ingin beda penampilan aku.”
“ tak apa. Asal kamu harus jadi diri sendiri bukan jadi orang lain ya”
“ Oke Dear. Ayo makan aku udah lapar”
“ Baik ayo.”
Kami makan dengan lahap. Dan aku menambah makan 2 porsi yang biasanya 1 porsi makan. mungkin semenjak hamil. Tau untungnya Rehan tak pernah protes malah dia suka dan senang dengan makanku ini.
“ Sudah kenyang?”
“ Sudah, ayo kita berangkat?”
“ oh, ya bagaimana dengan kuliahmu Sugar? Jangan bilang kamu mau bolos?”
“ iya, hanya hari ini saja dear boleh ya?”
“ aku ingin melihat kamu kerja, aku ga akan ganggu kamu. Hanya ingin itu saja .
“ Oke boleh, tapi besok di kamu harus ke kampus ya,”
“ oke, makasih Dear. Jadi makin sayang deh”
Dan kami mulai berangkat ke kantor Rehan. Di sana kami sudah di sambut oleh sekretaris dan kami langsung pergi ke lantai 10, ke tempat Rehan bekerja. Dan aku selalu diperhatikan oleh karyawan Rehan tapi aku pura-pura mengabaikan mereka. Mungkin mereka penasaran.
Nanti aku pura-pura jadi karyawan nanti. Seberapa besar pengagum suamiku di sini. “Sugar ada apa?”
“ aku ingin minum coklat hangat”
“ Boleh nanti setelah sampai aku pesankan”
“ ya, makasih”
Dan memeluk suamiku dengan erat dan sambil berjalan, aku dan Rehan sudah sampai di ruangnya dan Rehan. Menelepon OB untuk membuat minuman coklat hangat dan juga camilan untuk supaya tidak bosan. Dan tak lama pesanan datang dan aku menikmati minuman tersebut dan Rehan berkonsentrasi pekerjaannya. Aku sedikit melirik Rehan yang serius membuatku terpesona dan tampan. Aku lalu melanjutkan minum dan melihat ponselnya. Sedikit dia melihat istrinya yang masih menikmati camilan . Dan tersenyum,
“ Aku tidak menyangka bakal secepat ini menjadi seorang ayah, aku bahagia “ baginya Rehan. Dan Rehan melanjutkan pekerjaannya. Dan tiba-tiba ada seorang wanita datang dengan pakaian tidak pantas datang.
“ permisi Pa saya membawa berkas yang saya benarkan dan perlu di tanda tangan Anda segera.”
Sambil memamerkan asetnya. Dan untung Rehan tak peduli.
“ baik simpan di situ saja, nanti aku cek lagi dan baru di tanda tangan.”
Ternyata wanita tersebut mengabaikan kata-kata Rehan malah makin menggoda. Lalu dengan sigap Ar datang ke tempat mereka. Dan berkata “ waw.... Hebat banget ya. Apa semua karyawan seperti ini di depan atasan?”
“ Siapa kau, kamu berani komentar aku?”
“ Harusnya kamu sadar diri yah..”
“ Aku, harusnya kamu yang ga mencampuri urusan aku sebaiknya pergi dari sini, aku ini kekasihnya”
“ Ya, ampun benarkah?”
“ ya tentu saja, sebaiknya kamu pergi sana “
“ Hmm.. harusnya yang pergi itu kamu bukan aku. Dear sebaiknya pecat dia sebelum aku membuat dia patah kakinya”
“ apa kamu bilang beraninya, dan apa yang kamu katakan dear, itu tidak cocok denganmu. Sana pergi”
“ dear?”
“ Aku ga akan larang kamu terserah Sugar”
“ nah, lihat pimpinan kamu aja bilang gitu mau aku seperti itu?”
“ apa, kamu” dia hampir membuatku terluka, untuk di tahan oleh Rehan. Dan sepertinya Rehan marah, dan aku hanya menunggu apa yang akan dilakukan.
“ kamu berani tidak sopan?”
“ direktur, maaf tapi Anda tau siapa yang duluan saya hanya menanyakan Anda, kenapa dia yang marah?”
“ Ya, tentu saja istri saya marah karena kamu, dan kamu hampir membuat dia celaka?”
Rehan memanggil sekretaris dia untuk masuk. “ pecat dia jangan kembali lagi. Dan jangan ada menerima dia di perusahaan kita. Dan kamu, harusnya aku memecatku sejak awal. Kamu tau dia ini istri saya, wajar kalau dia seperti itu. Cepat pergi”
Mendengar hal itu wanita itu kaget dan mulai minta maaf, dan Rehan menyuruh sekretaris untuk mengeluarkan dia tanpa ada kata-kata. Dan di anggukan oleh sekretaris.
“ dear, nanti aku setiap hari boleh ke kantor kamu kalau di kampus tak ada kegiatan?”
“ tentu Sugar ga apa-apa”
“ terima kasih, tapi apa dear ga mau gitu tanya kenapa aku ingin ke sini setiap hari.?”
“ aku tau kamu ke sini karena anak kita ingin selalu dengan ayahnya, benar?”
“ Benar, Daddy yang terbaik” aku langsung memeluknya dan langsung mencium pipinya. Dan dia terkekeh, karena sikapku. Aku hanya biasa saja. Dan melanjutkan chat dengan teman kampusku.
“ Sugar, kamu ingin sesuatu lagi?”
“ Tidak dear aku sudah kenyang. Jangan mengantuk, apa aku boleh tidur di sini?”
“ Jangan tidur di situ sebaiknya tidur di kamar, ayo aku gendong kamu ke kamar?”
“ kamar? Memang di sini ada kamar?”
“ ada Sugar khusus untuk aku ketika pusing dengan pekerjaan atau lainya aku. Langsung tidur di sana. Tentu saja aku kunci semua pintu biar Tak ada yang masuk .”
“ Hmm, aku lebih suka seperti itu jangan sampai wanita lain masuk selain aku ya”
“ tentu Sugar, hanya dirimu dan anak kita nanti” dan Rehan mengendong istrinya ke kamar yang di sediakan di sana dan masuk dan menidurkan istrinya dan mengunci pintu dan menemani istrinya tidur sebentar, sampai pulas. Setelah pulas, Rehan melanjutkan pekerjaannya. Dan datang sekretaris.
“ ada apa?”
“ ini Anda harus memeriksa kerja sama dengan grup c. Dia ingin bekerja sama tapi ada yang aneh tentang kontraknya.”
“ Aneh? Emang ada apa?”
“ coba Sir lihat dengan teliti di bagian ini dan juga ini”
Akhirnya sekretaris memperlihatkan dokumen tersebut. Dan ternyata memang sangat tidak percaya tentang hal ini.
“ sepertinya ini harus di selidiki secara diam-diam. Supaya mereka tidak curiga tentang kita.”
“ baik, dan apa Anda punya rencana cadangan?”
“ memang kenapa?”
Lalu sekretaris membisikan kata-kata ke Rehan, dan Rehan mengerti dan menjelaskan semua dengan detail di ponsel. Dan sekretaris mengangguk mengerti dan pergi. Lalu tanpa di sadari ada yang mendengar selesai sekretaris. Seseorang yang dari tadi menguping adalah. OG dari perusahaan mereka. Dan sekaligus mata-mata musuh mereka.
Rehan tampak berpikir tentang ini, dan tidak menyadari bahwa istrinya telah bangun. Dan langsung mencium pipinya . Dan Rehan sedikit kaget dan langsung menyentuh tangan istrinya.
“ Ada apa Sugar, apa tidurnya terganggu? Katakan biar aku akan membuat tempat tidurnya nyaman.”
“ Ga sangat nyaman yang aku khawatir hanya padamu. Dear, apa ada masalah?”
“ kamu tak usah khawatir Sugar, aku masih bisa mengatasi. Ini hal yang biasa dalam dua bisnis. Jadi jangan cemas,” sambil mendudukkan di pangkuan sambil mengelus rambut dengan lembut. Dan tersenyum.
“ Aku juga ingin bantu, dear jangan menyimpan sendiri beban. Kita menikah kan saling mendukung, tidak hanya setia dan cinta, dear. Mungkin aku bisa bantu kamu dalam hal ini.”
“ hmm., Aku paling tak bisa menyembunyikan. Ke gelisah aku kepada kamu, Sugar. Kamu pasti tau saja Sugar.”
“ cepat kasih tau saja, aku akan berusaha. Ya meskipun aku sedang hamil . Tapi bukan berarti aku ga bisa apa-apa, dear.”
Lalu Rehan menceritakan semua dari dokumen yang menyangkut kerja sama dan lainya serta lainya. Dan dia akan membuat rencana untuk kondisi darurat.
“ kalau menurut aku sih itu bagus. Dan juga sangat keren. Tapi kalau ada yang memantau kamu . Di sini aku akan melakukan juga”
“ Maksudnya? Apa aku ga mengerti Sugar, masuk”
“ maaf saya ganggu Anda, “ sambil menunduk sekretaris Rehan.
“ aku bukan menyalahkan kamu tapi ada seseorang yang mengawasi kalian berdua. Dari tadi dear, dia menyamar sebagai OB, dan aku juga akan menyamar, sebagai seperti dia. Boleh”
“ Sugar, jangan jadi itu aku ga mau kelelahan sugar”
“ ini juga demi kamu dear, jadi jangan khawatir.”
“ gimana tidak khawatir kamu itu sedang mengandung anak kita Sugar jangan banyak bergerak. Aku takut kamu kenapa-kenapa, jadi jangan melakukan hal gila ini”
“ Rudolf, siapkan semuanya aku akan menyamar sebagai OG, jadi siapkan semua dengan teratur dan jangan sampai mereka tau aku istri direktur perusahaan ini.”
“ Tapi, saya tidak bisa”
“ dear percaya padaku, ini tidak akan berakhir kalau kamu hanya diam di sini. Aku akan baik-baik saja. Ya tapi setelah aku beres, ujian besok. Gimana?”
“ Baiklah akan ku pikirkan dengan tenang. Sebaiknya kamu di antar Anton.”
“ baiklah, jangan terlalu khawatir ya dear.” Lalu mencium suaminya dan pergi ..
Sedangkan suaminya memikirkan apa yang di ceritakan istrinya .. dan dia juga harus berpikir tentang keadaan istrinya yang hamil muda, tapi mereka sudah mulai melihat, perusahan aku yang aku bangun. dan dukungan dari keluargaku yaitu papa. apakah aku harus bertanya padanya. nanti apa yang akan di katakan papa tentang hal ini, apa papa sependapat denganku atau tidak, sebaiknya aku coba dulu. yang penting aku sudah berkata pada papa, apapun yang terjadi aku harus bisa bertahan ..
Rehan menelepon papanya akhirnya ..
Tut..... Tut....Tut.
lalu tersambung teleponnya.
" assalamualaikum, pah. Rehan langsung saja ga akan bertele-tele. pah aku minta saran dan lainya."
" Wa'alaikumsalam, ada apa Rehan tumben telpon papa ada apa?"
" begini pa aku sedang ada ..."
Rehan menceritakan semua termasuk istrinya ingin membantu.. dan respon papa benar-benar di luar dugaan ..
" Rehan, kamu percis seperti papa, dulu. dan istri kamu seperti mamah kamu. dengar apa yang akan papa katakan, percayalah padanya. meski dia sedang hamil dia bisa menjaga diri. kamu hanya perlu percaya. dan kamu hanya perlu yakin dia bisa. dan kamu juga bisa membantu dia dan menjaga dia dengan orang yang kamu kenal untuk menjaga istri kamu."
" memang siapa pah?"
bersambung...
terimakasih udah membaca novelku jangan lupa like,subscribe.
biar aku kan berusaha keras..
terima kasih 😘