My Boyfriend Is My Husband

My Boyfriend Is My Husband
episode 18



Mereka menunggu tambah penasaran aku . Kenapa mereka di sini.


Lalu Jesy menyapa kami ..


“ Hai, Tina dan Susan. Wah kok tumben bareng sama Sirli ?” Sambil tersenyum


“ Ya, ga tahu , tadi ada Sirli di depan rumah . Dan mau bareng ya. Jadi bareng aja sekalian,”


“Ya, bareng banget, jadi ya ga apa-apa”


“ Ayo, kita masuk , bareng kita teman kan.”


Kami berdua saling Padang satu sama lainnya.


“ Aneh, sekali tiba-tiba mereka baik Pasti ada yang tidak. Beres.” Batinku.


Setelah sampai kelas kami duduk .dan menyiapkan pelajaran pertama dan mereka datang siapa lagi kalau bukan grup Jesy. Datang.


“ kalian udah buat PR ga. Hari ini aku belum boleh lihat ga ?”


“ Kenapa kami harus kasih lihat PR kami kan kamu juga bisa .ayolah jangan pelit. Kali ini aja.”


“maaf Jesy aku dan Tina juga ga bisa bantu kalian. Karena aku kasihan kalau ke Tina dia tiap hari datang ke sekolah dan kerja , lalu pulang kerja langsung kerjakan PR, apa kalian ga kasihan. Ke Tina?”


“ kalau aku kasihan karena aku dan Tina tau bagaimana kehidupan dia. Kalau aku sih ga mau karena aku kan pasti dapat nilai pas-pasan.”


“Ya, aku tau aku cuman bertanya , Bener teman-teman?” Jesy


“ benar...” semua grup Jesy


Dan datanglah penguntit itu.


“Seperti kata Dearku aku cuek dan lainya. Batinku


“ Halo, ganteng. Baru datang,” kata Sirli


“ Ya, . Kalian tumben bareng ama Tina, dan Susan. Tapi aku senang kalian bertam dengan siapa pun.” Katanya .aku hanya dia dan cuek aja . Begitu juga dengan Susan .


Bel berbunyi semua duduk dengan baik. Aku juga ..


Dan tidak terasa bel istirahat berbunyi.


Aku seperti biasa sebelum makan aku akan Sholat dan Susan pun tau itu. Dan muncul grup Jesy.


“ San, kamu ga makan,?”


“ nanti tunggu Tina Sholat . Makan bareng, kenapa?”


“ Loh, kenapa ga bareng aja makannya sama kita , biar aja Tina makan sendiri kan dia lama. Kalau di tunggu, benar ga teman-teman?”


“ silakan kalau kalian mau makan . Aku mau tunggu Tina , karena aku udah biasa bareng Tina , sebelum kalian mau mengajak makan bareng”


“Loh, gitu sih. Kan kita mengajak kamu dari pada menunggu.”


Sebelum aku masuk aku dapat mendengar suara Jesy bahwa dia mengajak Susan makan sama-sama, tapi. Ditolak oleh Susan karena dia sudah terbiasa dengan ku . Jadi cuek.


Aku tau kalau Susan tidak akan . Pernah mengabaikan ku. Aku senang sekali. Dan aku masuk kelas dan duduk dan langsung berbalik makan bareng ..


“ San maaf kamu menunggu aku makan. “


“Ga apa-apa kok . Tenang kayak ke siapa aja.” Sambil tersenyum padaku. Aku pun ikut tersenyum. Jesy di sana terlihat kesal karena tidak berhasil menghasut Susan. Mungkin dia akan mencari rencana lain. Untuk menjauhkan Susan dan Tina.


Selesai makan dan membereskan meja. Kami berbicara tentang hal lain. Dan lagi-lagi grup Jesy datang ke meja kami .


“Hay, guys .begini aku ada acara .di rumah aku mau ikut ga .kalian .?”


“ memang acara kapan, ?” kata Susan


“ ya, aku ingin tau acaranya kapan? Dan memang acara apa ?”kataku bertanya pada Jesy .


“ini acara biasa kok. Datang ya, jangan telat, eh lupa bukanya Tina, ga bisa datang kan kerja sampingan .benar ga?”


“ Ya, sih tapi aku sempatkan aja kan. Kamu udah mengundang, jadi aku usahakan “ jawab sambil tersenyum.


“ Kalau Susan gimana, mau ikut?”


“ aku, sih kalau. Tina ikut aku juga ikut. Dan bakal bareng datangnya. Karena aku selalu bersama Tina ke mana-mana.” Kata Susan masih cuek .


“ Ya, udah ga apa-apa. Yang penting datang. Makasih”


Aku mengangguk mengerti dan Susan pun sama .


Dan mereka kembali ke meja mereka . Tanpa tau mereka mempunyai niat untuk menghancurkan persahabatan mereka.


“ Tina, sebaiknya kita ga usah ke rumah Jesy perasaanku ga enak . Tumben dia mengundang kita kalau bukan ga ada apa-apa.?”


“ ya, aku tahu . Makanya kita tetap waspada dan tetap. Tau dia merencana apa. Makanya aku ingin ikut acara itu ingin tau . Tapi kalau kamu ga mau juga aku ga akan pergi. Karena aku sedikit gelisah kalau ke pesta tersebut.


“Tina, menurutmu mereka merencanakan apa ya?”


“pasti supaya kamu masuk grupnya mereka, kan mereka menata matai . Kamu dari kemarin meskipun kita tinggal di rumah Tante Riska . Mereka pasti mencari tau tentang semuanya.”


“ ya, Bener. Untuk itu kita waspada. Supaya dia ga bisa. Eh, Susan kamu mau tau rencana aku ga?”


“Apa Tina aku pengen tau penasaran .coba katakan “


Lalu aku membisikan ke Susan dan Susan mengerti dan dia siap. Tinggal rencana aja.


Lalu guru masuk dan kami melanjutkan pelajaran .dan pelajaran selanjutnya . Dan pelajaran terakhir berakhir. Dan kami membereskan buku pelajaran ke tas.


“ kalian jangan lupa ya, aku tunggu Dah”


“ ya,.”


Dan aku melanjutkan membereskan . Dan tanpa sadar ada yang memperhatikannya .dan Tina merasakannya .tapi dia cuek .


“ San , aku duluan ya, .”


“ hati-hati di jalan”


“ ya, San.”


Dan penguntit itu juga mengikuti Tina, dan dia tetap cuek . seolah-olah dia tidak tau . Bahwa penguntit itu mengikutinya. Dan setelah beberapa menit sampai di halte dan naik bis tujuan ke tempat kerja .


Lalu Tina aneh kenapa ada orang baru di sana . Lalu aku masuk dan juga aku melihat ada pemilik toko di sana .lalu aku menyapanya .


“ selamat sore, bibi.”


“Oh, selamat sore Tina, kebetulan sekali .kamu ada aku. Mau bicara kamu. Apa kamu sudah sembuh sakitnya.”


“ Ya, bibi makasih . Atas perhatian dan juga telah diperbolehkan untuk izin. “


“ begini , Tina sebenarnya .saya tidak ingin mengatakan ini tapi saya harus mengatakan ini. Sejak kamu tidak masuk bibi keteteran. Di toko banyak yang membeli dan lainya serta jarang ada yang orang aneh lewat. Dan bibi sudah dapat penganti kamu.”


“ tunggu maksud bibi saya di keluarkan dari pekerjaan ini, tapi bibi saya selalu masuk dan rajin .cuman kemarin saja saya tidak masuk .”


“ saya tau tapi maaf ya Tina , saya tidak bisa menerima kamu lagi bekerja karena ini sudah jadi keputusanku. Dan ini gaji terakhir dan pesangon kamu selama di sini. Terima kasih sudah berkerja di sini .”


Dengan kesal dan berat hati aku keluar .ingin menangis aku berusaha untuk hidupku ini supaya tidak terbeban oleh lainya. Dan akhirnya mereka . memecatku .rasanya sedih ..


“Baik, makasih bibi sudah menerima saya dan terima kasih atas apa yang bibi berikan dan mohon maaf jika aku tidak bisa lebih membantu . permisi.” Aku langsung pergi ada SMS tapi aku abaikan .dan aku langsung jalan menuju taman . Ingin rasanya menangis tapi tidak sekarang karena aku pasti sedang di awasi oleh penguntit itu. Jadi aku hanya memejamkan mata dan pergi menuju halte untuk pulang..


Di tempat yang sama


Ada sosok laki-laki. Yang melihat perempuan itu. Dengan ingin dia memberi tahu kalau dia tidak sendiri. Lalu dia SMS Pertama


Si gadis mengabaikan pesanya . Dan dia SMS lagi .


Hey, jangan menangis ya. Kamu harus kuat . Aku selalu ada di sisimu meskipun kamu tidak tau .cantik jangan sedih ya


Dan dia mengabaikan lagi. Kenapa dia mengabaikan pesan apa sebenarnya terjadi .


Lalu di lain tempat..


“ apaan sih SMS pusing deh,”


Lalu aku berjalan dan menunggu bis untuk pulang dan masuk bis dan aku sambil memikirkan . Dan tak terasa sudah sampai .dan turun aku berjalan .dan di belakang masih di ikuti.


Aku telepon Dearku saja ya. Tapi gimana kalau dia sibuk .. aku tetap bingung bagaimana ini. Susan tapi dia pasti juga pusing untuk grup Jesy .


Dan aku duduk di taman yang dekat dengan rumah Tante Riska .aku termenung. Dan akhirnya aku memutuskan .untuk menelepon kekasihku. Apa pun yang terjadi aku harus bilang karena komunikasi paling penting.


Lalu aku memencet nomor tapi .langsung di reject lagi . Dan akhirnya memutuskan untuk pulang. Nanti aku cerita ke Susan saja.


Dan berjalan ..


Setelah sampai dia masih melihat adanya mobil .. dari Jesy ngapain dia di sini. Bukanya dia ada acara di rumah kenapa ada di sini. Masih menerka-nerka.


Aku mengetuk pintu dan ucap “ assalamualaikum”


Lalu tak butuh waktu lama .Tante Riska membuka dan tersenyum.” Eh Tina kok udah jam begini udah pulang ,libur ya ?”


“ Ya, Tante libur “ sambil masuk dan aku mendengar suara Jesy dan temannya .


“ah, ya ada teman Susan katanya bikin acara di sini. “


“ Lalu , Susan mana Tante .tuh ada di sana kaya cuek bebek”


“ Ya, Tante aku ke sana ya “


“ Ya, sana “


Dan aku ke sana .dan menuju Susan .sepertinya Susan tanpa kesal dan tak bersemangat . kelihatan dari caranya. Sedang ya yang lainya tanpa menikmati..


“San, ada acara kok di sini bukan , di rumah Jesy.”


“ ga, tau Tina , tiba-tiba aja dia pengen di sini. Repot in tanteku lagi. Untung tanteku di bantu Ama pembatu yang sering beres-beres rumah .”


“ ya, Tina tadi kami maunya di rumah Jesy tapi kayaknya ada tamu di rumah Jesy jadi di rumah Susan aja .karena kan dekat dari sekolah.”


“ benarkah, kok ga ada yang chat atau apa ke aku .gitu”


“ Takutnya kamu sibuk “ salah satu teman grup Jesy.


“Oh, gitu ya , aku baru tau , boleh aku ikutan?”


“ tentu dong , yuk,,”


Dan pesta di mulai Susan masih bosan dan seperti aku pun aku harus punya cara untuk akhiri pesta ini .batinku.


“ tapi gimana caranya” tanpa berpikir sejenak .sambil menikmati .dan supaya mereka tidak cerita .”dan sepertinya aku dapat ide “ batinku.


Aku keluar sebentar dan langsung ke tempat sakelar listrik dan mematikannya .lalu kembali dengan pura-pura tidak tau .


“ Loh, kok mati lampu sih, aneh” kataku sambil tersenyum. Dan di ikuti oleh Susan .


“ Ya, kok tumben banget ya ,”


“ Aku tanya Tante dulu ya San, kamu sama mereka tenangkan. Biar ga panik .lalu Susan melihat mereka dan berkata “ biar aja malas lihat mereka dan apalagi dekat malasnya ..”


Kami berdua pun pergi meninggalkan mereka .namun di cegat oleh , Jesy.


Dan aku dan Susan tampak kesel sih.


“ Ada apa Jesy, aku harus ke tempat listriknya .”


“ Ya aku harus ikut karena takut Tina . kenapa-kenapa, kamu di sini aja. Jangan ke mana-mana.”


“ ya, tetap aja kami takut “


“ Kamu di sini ya Susan ,”


“ ampun deh Jesy kamu ya repot in aku . Ya udah oke .”


“ Tina, ga apa-apa”


“ ya, aku mau sekalian lihat Tante .”


“ Oke”


“ Tante , loh kamu kenapa di sini .Tante dan bibi mau lihat kenapa mati listrik, perasaan udah banyak tempat waktu “


“ ga usah ke sana Tante ayo ke atas. Bibi ke kamar aja ya. Menginap ga ?”


“ menginap non soalnya saya mulai sekarang tinggal di sini.”


“ Oke, bibi langsung kamar aja . Nanti juga nyala “


“ ya, non permisi.”


“ kenapa ga boleh ke sana “


“ ayo, Tante nanti Tina, cerita aja pas di kamar Tante .”


“ baiklah”


Setelah mengantar Tante Riska aku ceritakan semua dan dia tertawa dan menggelengkan kepalanya tidak percaya


“Kamu itu, jail banget sih, ya udah. Tante disini aja ya.”


Alu mengangguk mengerti. Dan pamit dan keluar dari kamar Tante. Dan ke bawah.


Lalu aku langsung ke sakelar untuk menyalakan. Da akhirnya nyala. Da mereka sudah ga teriak ataupun lainya.


Rasanya menyenangkan mainan mereka .


Dan di nyala lampu semua .mereka lega, tapi Susan tetap biasa aja. Mungkin dia sudah bosan dengan mereka .makanya malas.


“ akhirnya, lampunya semua nyala . Wah sudah mau malam yuk kita pulang aja . kapan-kapan kita adakan acara lagi ya Susan.”


“ Maaf jangan di tempatku. Kalau ingin adakan acara . Cari saja tempat yang lain. Aku ga mau merepotkan tanteku.” Kata Susan dengan tegas dan tajam .


“ Akhirnya sudah, nyala .loh kalian mau pada ke mana ?”kataku.


“Ya, kami mau pulang dulu .nanti kita adakan acara .biar seru” Jesy


“ Ya, benar kapan-kapan . Tau tadi Iftina datang telat sih, kalau ga telat pasti rame ya.” Salah satu dari teman Jesy.


“Ah, benarkah. Ya sudah nanti aku ikut .” kataku.


“ ya udah kami pulang ya Dah” mereka buru-buru keluar dan pergi begitu saja tanpa ada yang membereskan .aku mengelas nafas.


“ Tina biar aku bantu ya “kata Susan.


“Ya, ..”


Lalu kami membereskan semua dan membersihkan semua yang terjadi. Setelah beres . Kami istirahat di sofa sebentar dengan pekerjaan membereskan sudah beres .


“ mereka itu mau aja pesta tapi ga pernah bantu-bantu di sini.” Kesal Susan


“ Ya, Bener. Tapi untung aja udah kan kasih kalau belum .Tante pasti ga bisa tidur gara-gara mereka.


Tapi mereka memaksa banget . Acaranya di sini.”


“Memang ceritanya gimana bisa jadi acara di sini “


Lalu Susan menceritakan semua..


“ Wah , mereka niat banget ingin kesini. Untuk Tante ga kerepotan .karena ada pembantu baru . Kasihan kalau ga ada yang bantu .”


“ ya, makanya aku kesel dari tadi , mereka ga pernah peduli .banget “


“ aku akan bilang dan ingin menjauh dari mereka ., Seolah mereka tidak menghargai pemilik rumah ini .sebel aku” kata Suan lagi.


“Ya, udah Susan kita ke kamar yuk?”


“ ayo, tapi tunggu kok kamu baru pulang biasanya pulang jam malam .ini jam begini baru pulang. Ada masalah?”


“ Ada makanya aku mau cerita. Lebih baik kita ke atas yuk” kataku


Lalu Susan mengikutiku dan kami sudah sampai di kamar .


“Coba ceritakan kenapa kamu pulang jam begini .?”


Lalu aku menceritakannya. Susan benar-benar kaget dan sangat sedih.


“ kamu , sabar ya mungkin bukan di tempat itu kamu bisa dapat uangnya.”


“ ya, dan aku juga mengerti .jadi jangan cemas aku bisa cari lagi.”


“ oh ya , menurut kamu aku ga usah kerja atau gimana? Aku juga punya beasiswa jadi ga terlalu . Memikirkan biaya ya. Tapi aku bingung dengan biaya sehari- harinya .aku cari di mana lagi. Aku bingung.”


“ Kamu ga usah bingung gitu deh, kan ada Abang aku yang selalu menjadi terbaik.”


“ bukan, gitu San . Aku ga mau menyusahkan Abang kamu itu.”


“ ga , usah di pikiran deh, sekarang coba kamu telepon Abang aku .aku mau mandi dari tadi aku belum mandi.”


“ oh, ya silakan, nanti giliran aku ya San.”


“Oke, siap”


Aku pun menelepon kekasihku dan keluar dan membuka jendela kamar yang terhubung dengan balkon memang sih tidak terlalu besar tapi lumayan untuk menyejukkan pikiran. Setelah dapat nomor lalu aku menghubunginya .


Tuh...Tut...


Bel pertama belum di jawab.


Lalu aku menelepon lagi ..


Tut..... Tut ....


Dan belum di jawab lagi. Apa mungkin sibuk ya Pa guru. Mungkin sibuk karena bentar lagi ujian kelas 3 di mulai jadi sibuk . Ya sudah nanti lagi aja .pada saat aku mau masuk tiba-tiba ponselku berbunyi .dan aku melihat siapa yang menelepon. Dan itu Pa guru Rehan .kekasihku..


Aku menjawabnya..


Sugar


“ assalamualaikum,”


Dearku


“Wa’alikumussalam, Sugar, maaf baru di jawab ya soalnya sibuk untuk yang kelas 3 ga apa-apa kan?”


Sugar


“ Ya ga apa kok, Dearku. Kalau sibuk nanti saja , aku mengobrolnya.”


Dearku


“ ga apa-apa, memang ada apa . Sampai pengen mengobrol . Kangen?”


Sugar


“ ih, GR . Banget sih ga mau cerita “


Dearku


“ ya, udah. Tinggal cerita sugar, aku dengarkan”


Lalu aku menceritakan sepulang sekolah dan .tentang part time aku. Dan awalannya dia diam .


Dan berkata


Dearku


“ sudah jangan dipikirkan kamu nikmati saja masa SMA kamu sugar. “


Sugar


“ tapi aku tidak bisa hanya sekolah. Kasina Tante Riska selalu membeli makanan dari uang pensiunnya .aku hanya ingin mandiri .”


Dearku


“ syut... Jangan di pikirkan . Besok kamu ke rumah mamahku ya.?”


Sugar


“ Ada acara apa . Aku harus ke rumah mamahmu Dearku. Apa kamu membunyikan sesuatu?”


Dearku


“Tidak ada yang disembunyikan. Aku hanya ingin memberi kejutan sama kamu.”


Sugar


“ Susan gimana apa dia ikut juga.”


Dearku


“ tentu dia ikut tapi bareng dengan Tante Riska, jadi kamu tidak usah khawatir ya.”


“ Sekarang istirahat, sampai jumpa besok . assalamualaikum”


Sugar


“Wa ’alaikumsalam. “


Lalu Kekasihku mematikan telepon.


“sebenarnya ada apa aku harus ke rumah Susan aneh. Besok Minggu. Ya sudah nanti aku tanya Susan .”batinku.


Susan sudah mandi. Dan duduk sambil mengeringkan rambut.


“Tina, kamu kenapa? Udah bicara sama Abangku ?”


“Udah, tapi...”


“tapi, apa .. ada yang kamu pikirkan.?”


“Ya, San memang di rumah kamu ada acara apa?”


“ Hah, rumah aku emang acara apa lagi. Perasaan ga ada deh. Emang apa kata Abangku bilang ?”


“ kata Abang kamu bilang besok aku harus ke sana . Dan kamu harus ke sana sama Tante Riska sedangkan aku mungkin sendiri ke sana tau di antarkan sama Abang kamu aku ga mengerti . Sebenarnya ada apa sih?”


“ yeah,, mana aku tau kan kamu tadi ngomong Ama Abang aku. Dan lagian kok aneh aku kan di sini kok bisa ada acara ... Aku masih di sini mereka ga tau kalau aku di sini mereka senang-senang .malah acara-acara sedih aku..😢”


“ Udah mungkin ini dadakan. Udah aku mau mandi dulu.”


“ ya, silakan ga ada yang larang kamu .”


“Setelah aku masuk kamar mandi. Aku berpikir ada apa ya, . Sudah ah mandi aja .” batinku.


Di tempat Susan .


Susan langsung ke luar kamar dan langsung mencari tempat sembunyi supaya Tina tidak mendengar ucapannya .


Susan


“Assalamualaikum. “


Abang


“Wa’ alaikumsalam., Ada apa adiku tumben telepon Abang, ada masalah?”


Susan


“ ada sih. Tapi ga terlalu penting mungkin tapi aku mau nannya Ama Abang, emang ada acara apa di rumah “


Abang


“ Kamu pasti tau dari Tina, yah”


Susan


“ Ya, Abang siapa lagi. Emang ada acara apa sih kok Susan ga tau sih.”


Abang


“ Abang mau bikin surprise untuk Tina. Abang, udah niat pengen serius Ama Tina . Tapi Abang ga bilang dulu Ama Tina .dan Abang ini lagi mau mengobrol masalah ini sama papa dan mamah. Kalau Tante Riska nanti kamu aja yang bilang ya .”


Susan


“ oke, kalau itu mah. Tapi Abang yakin pengen serius sama Tina ? Emang apa niat Abang pengen serius sama Tina .”


Abang


“Abang serius sekali .Abang tidak mau di tunda-tunda kalau hal yang baik. Dan mungkin Abang serius sampai seterusnya . mudah-mudahan jodoh Abang. Abang hanya ingin yang terbaik .dan secara Tina sekarang sedang pusing untuk biaya lainya. Jadi Abang tambah yakin .”


Susan


“Susan dukung aja yang terbaik untuk teman terbaik aku dan abangku. Gimana kalau sampai sekolah tau atau fans abang. Secara Abang punya banyak fans banyak hahahha”


Abang


“ Untuk hal ini Abang minta sama kamu untuk rahasiakan. Karena Abang takut kalau nanti Tina terluka .”


Susan


“Baiklah aku dukung aja. Semoga langgeng ya Abang. Aku sedang punya saudara Tina rasanya ga percaya aja .heheh..”


Abang


“Abang juga percaya murid Abang bisa jadi pendamping hidup. Dan sampai proses ini awal dari ini kan kamu ya .”


Susan


“ benar. Abang udah dulu nanti Tina curiga aku .mau kasih tau Tante ya .”


Abang


“ ya sana . “


Susan


“Assalamualaikum”


Abang


“Wa'alikumussalam”


Lalu Susan langsung ke kamar Tante Riska untuk menceritakan tentang hal baik tersebut dan Tante pun ikut senang dan ikut ambil tentang rencana tersebut dan Susan permisi untuk kembali ke kamar.


Susan melihat Tina sudah beres mandi


“ Tina, kamu ga tanya kamu di jemput atau ga ?”


“ San, aku ga sempat nanya keburu ditutup. Besok aja nanya, besok kan Minggu jadi enak .”


“ Oke, siap . Yuk kita tidur udah mengantuk . Gara-gara Jesy .sebel aku .”


“ Ya, duluan aja.”


Dan Tina sedang bereskan pelajaran .dan lalu ke kasur tidur .sedangkan Susan sudah tidur nyenyak.


Aku tidur .


Di tempat rumah Susan


1 keluarga belum tidur karena ada hal yang dia obrolkan.


“Ini kenapa semua di panggil, ada masalah apa,?” kata papa Susan .


“ ga tau pah, tanya Aja Ama tuh.”


Makanya Susan yang ke 2 menuju ke Rehan.


“ Ya Rehan ada apa . Kita semua di panggil. Ada yang penting kan bisa besok “ kata mamah


“ begini mah, Pah dan semuanya . Aku ingin membicarakan tentang serius. Aku tau kalau ini terlalu cepat . Tapi aku benar ingin serius dan ada ikatan”


“ Maksudnya” semua bertanya pada Rehan.


“ Begini, aku ingin mengikat Tina jadi tunangan aku mungkin lebih dari tunangan. Aku benar-benar serius dengan hubunganku dan Tina meskipun kalian tau aku baru menjalin hanya 2 bulan pacaran. Tapi aku benar sangat ingin sampai menikah dan seterusnya hubungan ini .dan tidak main-main dalam hubungan ini, dan aku tau Tina masih kelas 2 SMA . Tapi aku benar ingin serius .sangat . Jadi aku mohon papa , mamah dan kalian Restui hubungan serius aku.”


Rehan dengan kata-kata yang penuh yakin dan benar ingin menjalani serius dengan Tina .


“Apa, Tina tau tentang hal ini?” tanya papah


“ Belum pah, karena aku belum memberi tahukan tentang ini .aku ingin memberi tau besok.”


“ mamah, senang kamu mau serius sama perempuan. Tapi apa tidak terlalu cepat. Soalnya kan Tina itu masih 2 SMA Rehan. Kamu tau itu.” Mamah Susan


“ Aku tau mah, makannya aku ingin serius .kami nikah nanti setelah lulus sekolahnya atau setelah kuliah. Aku hanya ingin mengikatnya sebagai calon istriku. Kata Rehan


“ bro, ini ga main-main loh kalau masalah mau nikah dan keseriusan.” Kakak 2 Susan.


“ ya, makanya aku serius .jadi aku mohon tolong Restui aku dan Tina “


“gimana pah, menurut papah, mamah gimana papah. Kalau mamah sih ingin banget punya menanti kaya Tina . Dia tidak pilih-pilih atau tidak minta apa pun .sampai sekarang Ama Susan .bahkan dia ikut Susan ke rumah Tante Riska.” Kata mamah


Papanya Rehan diam sejenak . “Beri waktu papah untuk memikirkannya. Sampai besok pagi. Besok jawaban.” Kata papa


“baik, pah aku mengerti. Makasih .” kata Rehan.


Semua bubar dari papa dan mamah. Menyisakan adiknya, kakak ipar dan Rehan.


“ Kakak ipar, “ bertanya pada Rehan.


Lalu Rehan melihat ke arah adik iparnya .


“ ada apa?” kata Rehan singkat


“aku malah senang, kalau dia jadi adik ipar , karena kemarin mamah cerita kalau Tina tidak pernah mengeluh ataupun tidak pernah gengsi. Membatu mamah. Dan dia juga selalu berusaha untuk membantu orang .meskipun dia juga lelah.”


“Jadi, maksud kamu dukung aku dengan Tina” tanya Rehan kembali ke adik iparnya .


“Ya, mamah pun suka Tina, “


“ terima kasih, “ kata Rehan sambil tersenyum.


Dan adik iparnya mengangguk mengerti.


“ Ya, kalau aku bro, sih silakan selagi dia baik dan kamu benar cinta ga masalah, aku dukung kamu,”


“ Terima kasih banyak,”


Mereka semua mengangguk mengerti. Dan bubar untuk ke kamar masing-masing. Tinggal restu mamah dan papa. Saja .


Aku harus istirahat besok..


Dan menuju kamar.


Ke esokkan harinya


Masih di rumah Susan .


“ini penentuan aku di Restui untuk lebih serius dengan Tina atau tidak. Mudah-mudahan aku dan Tina bisa serius sampai menikah dan selamanya .amin” batin Rehan.


Setelah membereskan dan mandi . Rehan pun ke bawah . Dan langsung ke ruang makan karena setiap pagi kami selalu makan bersama .


Dan aku belum melihat papah, sejak tadi . Ke mana papah.


Aku bertanya pada mamah .


“ mah, papah ke mana ?” tanyaku pada mamah yang tadi sibuk membatu bibi di dapur .


“ papah tadi keluar bentar, ga tau ke mana , soalnya mamah ga tanya ke mana-mananya .”


“ Oh, ya” jawab singkat ku.


“ Hai , bro,”


“ Hay kakak ipar”


“ Ya, “


“ Kenapa bro , ada masalah ?”


“ Ga ada masalah kok, yuk makan.”


“ Oke,”


Setelah aku makan aku pun langsung ke kamar. Dan masih dengan pikiran tentang kemarin malam.


“Aku memang ingin serius dengan hubungan ini. Bahkan sebelumnya aku memang belum pernah serius dengan wanita lain .karena aku fokus dengan yang lain. Tapi dengan Tina , berbeda . Aku merasa dia bisa menenangkan diriku dan membuatku terpesona .sejak dia masuk sekolah .dan aku selalu melihatnya . Aku kira aku hanya kagum padanya .tapi ternyata 1 tahun aku bukan sekedar kagum tapi menyukai dan sampai cinta. Tapi aku masih ragu tentang itu mengingat dia muridku. Tapi pada saat dia di ajak oleh Susan makan malam dan Susan bertanya apakah dia suka .dan jawaban aku benar-benar terkejut, ternyata dia suka . Aku ternyata tidak bertepuk sebelah tangan perasaanku .dan dia pun mengucapkan alasannya suka padaku. Aku pun menerimanya .aku bahagia karena orang aku tunggu jawabnya sama denganku. Setiap hari aku bertemu dengan dia aku deg-degan. Dengan gaya bicara dan lainya. Dan juga tingkah lakunya. Kadang dia kuat seperti tidak ada masalah tapi ternyata ada. Hanya saja dia tidak pernah memberi tau orang lain. Dan ketika dia kencan pertama kali aku bahagia. Dan dia pertama kali memanggil ku Dearku dengan muka malu . Dan aku memanggilnya Sugar. Karena dia manis menurutku. Dan ke esokkan harinya dia tiba-tiba menelepon ku . Tentu aku senang tapi dia dengan suara yang takut kecemasan ku ada . dan berkata dia sedang di ikuti oleh seseorang. Dia bilang ada penguntit .dan aku tidak tinggal diam .karena dia benar takut . Lalu aku menjemputnya dia kaget .dan aku menenangkannya dan menyuruhnya tinggal dengan Susan ”batinku


“Tentu , adiku Susan senang karena dia ada teman . Dan ditambah masalah bukan cuman itu ternyata aku tau siapa yang menguntit itu . Aku tetap mengawasi. Dan adikku pun dapat masalah karena ada temannya yang ingin memanfaatkan dia. Karena mereka melihat Susan kaya. Untungnya ada kekasihku. Dan dia membantu Susan. Meskipun dia harus bolos kerja .demi adiku .aku sungguh terharu. Dan di lain sisi penguntit itu terus meneror dengan SMS. Dan aku terus mengawasi. Dan kekasih menelepon tentang hal tersebut. Lalu aku bertemu di restoran yang bisa privasi. Dia awalnya marah .dan aku menjelaskannya dia mengerti dan minta maaf. Dan aku menyuruhnya mengabaikannya. Da sepertinya dia mengikuti saranku. Tapi setelah lumayan terkendali situasi. Ternyata aku mendapat telepon dari kekasihku .dia bilang bahwa dia di pecat. Aku perasaan sudah tidak bisa di menentu. Batinku


“dan aku memutuskan untuk menjalin serius kepada keluargaku .dan aku belum bilang kepada kekasihku bawah aku akan melamarnya . Tapi aku sudah mendapat restu dari mamah serta adikku .tinggal papaku, Entahlah sejak pagi papah sudah tidak ada di rumah mungkin dia sedang sibuk. Aku ingin tau apakah aku akan di Restui. Atau tidak “ batinku


Di lain tempat di rumah Tante Riska ...


Aku bangun subuh. Dan seperti aktivitasku. Aku Sholat dan mandi di pagi hari biar segar. Mungkin sudah terbiasa dengan tersebut .


Setelah mandi dan dandan seadanya. Karena aku memang jarang sekali dandan. Lalu aku keluar dari kamar menuju ke bawah untuk biasa


Membantu menyiapkan sarapan. Dan ternyata Tante sudah memperkerjakan seorang yang membantu rumah Tante. Mungkin dia kerepotan kalau mengurus rumah dan di tambah ada tamu . Mungkin.


“Selamat pagi Tante , “ kataku dengan senyuman manis.


“ Oh, pagi sayang, kok udah bangun kan ini Minggu sayang,” tanya sambil membatu bibi tersebut


“Ya, Tante kan aku udah biasa bangun pagi jadi udah biasa .he he..”


“Oh gitu,. Duduk aja bentar lagi beres”


“ ya, Tante ,”


“ Oh, ya kenalkan ini bibi Nur yang akan membantu kita di sini .”


“ oh, ya halo bibi Nur “


“ Ya , non halo juga, mudah-mudah saya bisa betah di sini”


“ ya, bibi yang betah ya , aku senang “


“ ya, udah yuk makan . Bibi tolong sisanya ya.”


“ ya, bu. “


“ ayo, oh ya panggil Susan . Biar kita langsung makan bareng “


“ ya, Tante bentar “


Aku pun ke atas memanggil Susan .dan pas mau ke kamar Susan udah mandi dan mau menuju ke bawah .


“ loh, kamu udah bangun ternyata aku kira kamu masih tidur?”


“ Ga, udah bangun 5 menit yang lalu .dan langsung mandi. Tapi belum beresin”


“ ya, udah Susan aku beresin.”


“ Bareng aja beresinya kan ini kamar kita , jadi harus beresin bareng-bareng.”


Aku mengangguk mengerti.


Dan di bawah ..


Tiba-tiba berbunyi bel rumah . Dan bibi membukakan pintu .lalu bertanya


“ Maaf, pak mau cari siapa?”


“ apa Riska ada?”


“ bu, ada di ruang makan, mau di panggilkan “


“ ya, silakan , bilang saya mertua anaknya “


“ Baik, pak permisi.”


Papah mengangguk mengerti . Dan beberapa saat ketika Susan dan Tina ke bawah .ada seseorang tamu dan ternyata adalah papanya Susan. Aku kaget begitu pun Susan . Dan Susan langsung ke tempat tamu di ruang tunggu tamu .


“Papah, Susan kangen?” sambil memeluk papanya dan di balas oleh papanya .


“ Ya, papa juga kangen, kamu belum bisa pulang ya, papa kangen ga ada cerewet kamu “


“ ih, kok gitu sih papa, ya pah masih belum bisa soalnya teman aku di sekolah makin jadi kemarin aja masa acara di sini. Kan kerepotan tante. Untung ada bibi Nur yang bantu jadi ga terlalu repot.”


“ Ya, udah mau gimana lagi , papa hanya tunggu aja .eh Tina apa kabar?”


“ Baik, om. Om sendiri gimana kabarnya?”


“ baik, hanya saja kangen Ama Susan aja. Kamu betah di sini ?”


“ Alhamdulillah, betah om, Tante Riska baik sama kami.”


“ Oh, syukurlah,.”


Dan datanglah Tante Riska .


“ eh, Roy. Kamu tumben datang pagi-pagi ke sini .apa ada perlu. Kayaknya penting deh .sampai kamu datang kesini pagi-pagi. Gimana kalau sarapan dulu baru ngobrol?”


“ ya, boleh,”


“ asyik papah, sarapan bareng kita “


“Ya, bawel”


“Ikh, jahat papa bilang gitu ke Susan, kangen pah.”


“ Ya, papah tau yuk dari pada di sini kasihan Tante sama teman kamu nunggu”


“Oke, ayo Tina , Tante”


“ ya, “ Kata aku dan Tante.


Dan sesampai ke ruangan makan. Kami makan dan setelah beres aku membatu bibi dan Tante .dan Susan dan papahnya langsung ke ruang tamu .mereka saling mengobrol dan ada suara tertawa .aku jadi sangat iri karena jarang aku mendapat perhatian . Karena aku sendiri. Lalu aku merasa ada yang mengelus pundak ku. Dan aku menoleh


“ Tina, kamu kenapa?”


“ ga , Tante hanya senang lihat Susan , bahagia. Sepertinya dia kangen papanya sampai dia tertawa gitu”


“ oh, gitu. Ya udah ayo kita ke ruang tamu sepertinya papanya Susan mau ngomong sesuatu penting.” Kata Tante .


“ ya Tante, ayo”


Dan kami mendekat .dan mereka menoleh kepada kami .dan tersenyum.


Tante bertanya langsung ke intinya .


“ oh, ya Roy tumben kamu kesini. Ada masalah kah.?” Ternyata Tante langsung bertanya mengenai perihal papah Susan datang ke sini.


“ oh, ya sampai lupa , gara-gara kangen ke anak papah, jadi lupa deh .”


“ kok salah Susan sih pah, papa aja yang lupa” dengan cemberut Susan tidak suka .


Aku tertawa kecil. Dan di ikuti dengan yang lainya .


“ya, sudah, maafkan papa,. “


“ Ya, deh. Di maafkan sama Susan. Oh ya, papa ke sini pagi-pagi bukan Cuman pengen ketemu Susan dan kangen kan? “kata Susan .


“ ya, memang bukan sekedar kangen sayang, papah mau nanya ke Tina” bertanya dengan sedikit serius .


“ Eh, serius .”


“ ya, sayang, jadi dengarkan” kata papa Susan


Susan hanya mengangguk mengerti. Sedangkan aku kaget dan sedikit gugup. Karena tiba-tiba ingin ditanyakan .sepertinya serius dari wajah papanya Susan .


“begini, Tina. Om mau nanya pribadi “


“ oh, ya silakan aja om, om mau nanya apa”


“ Kamu sekolah sejak SD dan SMP , boleh om tau dari mana?”


“apa?,” aku kaget karena tiba-tiba om berkata seperti itu.


“Eh, kenapa papa bicara gitu ke Tina, emang Tina ada masalah sama papa?”


“ Ya, Roy. Kok kamu berbicara gitu.”


Lalu aku menjawab. Meskipun aneh kenapa tiba-tiba papahnya Susan nanya gitu .


“ om, aku sekolah SD aku dapat biaya dari peninggalan harta orang tua saya . Itu sampai SMP kelas 1 dan sisanya aku dapat bantuan dari beasiswa. Dan kalau SMP saya belum bisa kerja PART Time karena tidak boleh. Kataku sambil gugup dan cemas


“ oke, boleh tau nama lengkap kamu , Tina?”


“ Iftina Queen. “


“oh, begitu dan kamu tahu nama orang tua kamu .”


“ papa saya namanya Basra Tonny. Dan mamah saya Pelita Karin.”


“ oh, pantas. Om mengenal wajah kamu. Ternyata benar ya. Kamu mirip sekali dengan kedua orang tua kamu .”


“ apa om kenal orang tua saya?”


“ tentu mereka adalah teman saya sejak SMA , ternyata aku tidak menyala bahwa kamu anak dari temanku itu.” Kata papanya Susan yang tidak percaya .


Lalu papanya Susan menceritakan tentang keluargaku. Aku kaget dan sedih, dan bercampur aduk. Tapi aku masih mendengar kan cerita papanya Susan . Susan dan Tante Riska menyimak cerita yang di ceritakan pada mereka.


Lalu Susan langsung komen .


“ Wah, berarti turun deh ke anak papah. Sama teman papah”


“ Ya, Tante juga berpikir seperti itu.”


Aku hanya mengangguk mengerti. Dan papanya Susan tetap melanjutkan cerita . Kadang kami tertawa melihat tingkah papaku dan papanya Susan dulu. Aku cukup senang bisa tau kehidupan orang tuaku dari papahnya Susan .dan sepertinya mereka benar sayang padaku. Aku sangat senang sekali.


“Oh, ya Tina om mau nanya lagi.” Tanya papahnya Susan .


“ Boleh, om mau nanya apa lagi,?”


“ Kamu sejauh apa hubunganmu dengan Rehan, anak saya?” kata papanya Susan . Membuatku kaget dan sedikit tidak bisa bicara .tidak hanya aku Susan pun kaget .


“ tunggu, deh pah. Kenapa papa ngomong gitu ama Tina”


“ papa hanya ingin tau dari dalam hatinya Tina dan katanya , hanya itu Susan tidak ada yang lain.”


“ Oh, gitu. Tina jelaskan aja pada papaku semuanya .”


Awalnya ragu tapi Susan melihatku dan mengangguk .


“ saya sayang sama Pa Rehan, saya suka sama Pa Rehan, bukan karena dia terkenal ataupun Guru saya. Tapi saya suka melihat sebagai laki-laki yang bisa melindungi ku , menjaganya agar tetap tenang, dan selalu tau ketika aku merasa cemas dan takut di ikuti oleh seseorang. Dan rindu sebuah kasih sayang yang belum pernah aku rasakan. Karena aku merasa dia seperti papa dan kakak dan keluargaku bagiku. Itu bagi saya untuk Pa Rehan. Dan aku juga senang berteman dengan Susan karena dia menerima apa adanya diriku. Yang kurang dan tidak pernah melebih-lebihkan dirinya .”kataku


Sambil tersenyum dan aku hampir menangis namun di tahan karena aku tidak mau jadi cengeng .aku harus kuat supaya tidak terlalu banyak orang yang mencemaskan dirinya . Bahkan Susan pun.


Lalu suasana begitu hening, pada saat aku bilang seperti itu. Dan Susan sangat senang mendengar perkataan ku . Lalu aku dielus punggung aku oleh Tante Riska untuk menguatkan ku. Dan aku tersenyum. Sedangkan papanya Susan. Sedang memikirkan sesuatu. Dan keheningan tersebut dipecahkan oleh Tante Riska.


“ Roy, kamu sedang mikir apa? “kata Tante Riska


“ Ah, tidak. Aku hanya sedikit memikirkan untuk ke depanya saja .”jawab papa Susan


“ oh, jadi . Kenapa ?”kata Susan .


“ hari ini Susan kamu ke rumah mamah ya. Nanti kamu di temani oleh Tante Riska.”


“ Terus, Tina gimana masa di rumah sendiri Ama bibi Nur ?”


“ Tina, akan ikut dengan papa. Dan sekalian papah ingin lihat di mana makam orang tuanya . Sekalian papah menyapa teman lama. Ga apa-apa kan Tina?” tanya papanya Susan


“ Ya, om boleh, ga apa-apa”. Kataku


“ Baiklah sekarang siap-siap dulu kamu dan Susan ya.”


“ Oke papa “ sebelum pergi Susan mencium tangan dan memegang tangan Tina supaya siap-siap.


Aku hanya diam dan mengikuti Susan.


Saat aku mau Mengganti pakaian. Susan langsung berkata “ eh, tunggu jangan pake baju itu aku kasih baju untuk kamu ke makam papa kamu.”


“ ga usah San, aku pakai yang ada aja .”


“ Jangan protes ok.”


Aku pasrah .dan aneh kenapa Susan jadi pemaksa hari ini .


“Susan, kenapa kamu jadi aneh hari ini?”


“Hah, Tina emang aku kenapa, kan aku biasa aja ?”


“ ga cuman aneh kenapa aku ga boleh pake yang biasa aku pake .”


“ kamu itu harus tampil ga kayak yang menderita atau lainya. Kan mau ke tempat makam orang tua kamu. Nanti gimana kalau orang tua kamu melihat dari sana kamu pakaian yang tidak terurus dan bla-bla...” kata Susan masih dengan bawelnya .


“ ya, Susan yang cantik oke. Udah jangan bawel berisik tau.”


“ Eh, Ngomong aku bawel . Gini-gini juga akunkan teman kamu tau .”


“ Ya, deh, gimana kamu aja .mana sini aku mau ganti yang kamu kasih .”


“ Oke, tunggu. Nah, ini aja cocok .sip lah ini mah “


“oke aku ganti”


Susan mengangguk mengerti dan aku ganti di kamar mandi sedangkan Susan di kamar .


Setelah kami ganti lalu kami turun. Dan di sana Tante Riska sudah siap dengan pakaian untuk acara .


“ wah, Tante udah siap juga . Aku kalah sama Tante. Tante. Sumpah cantik banget “ kata Susan memuji Tante hingga Tante tersipu.


“ Ah, kamu biasa aja . Kamu juga cantik sayang . Sama kaya Tina .”


“ Ya, makasih, Tante aku emang cantik .”


“ Gr, amat. Kan yang cantik bukan kamu .tapi pakaian kamu, San.”


“ Biar in, kali-kali aja. Menyombongi sendiri ha .hah..”


“ Sudah, sana pergi. Papa juga sama Tina mau pergi.”


“ ya, udah papa duluan aja .nanti kami pergi bentar lagi “


“ Ya, jangan telat, ya anak papah.”


“ Oke, papa tenang aja “ ...


Aku pun mengikuti papa Susan. Dan papa Susan, bertanya padaku .


“Di mana makam Orang tua kamu Tina?”


Lalu aku di semburkan makam orang tua ku .lalu segera menuju kesana .


Dan di tempat yang sama di rumah Tante Riska.


“Tante , ayo langsung ke rumah mamah, aku pengen cepat-cepat. Sampai dan bantu untuk acara Tina. Aku sudah tidak sabar..


Dan pada saat ingin keluar. Susan tidak jadi keluar lalu menutup pintu lagi.


Dan sepertinya Tante bingung kenapa berhenti.


“Kenapa berhenti dan menutup pintu lagi Susan . Nanti telat loh.”


“Tante aku masih di awasi teman ku. Dan juga seseorang yang selalu membuat khawatir Tina.”


“ teman kamu belum, kapok atau berhenti .dan kenapa Tina khawatir. “ tanya Tante dengan cemas .


Aku membawa kembali Tante dan duduk di kursi sofa .dan aku menceritakan semuanya .


“ Ya, ampun kasihan sekali, Tina. Dan dia juga harus menjaga kamu dari teman kamu dan sekarang dia juga harus selalu tidak tenang. Apa ini yang membuat kakakmu ingin mengikat dia, Susan katakan pada Tante?” Tanya Tante Riska.


“ Ya, Tante. Itu benar. Makanya .sekarang biar Abangku selalu menjaga Tina . Dan juga aku .”


“ Dan sepertinya temanmu belum menyerah sampai kamu menjadi teman mereka. Tante sebenarnya tidak suka dengan mereka, karena menurut Tante . Kamu akan jauh dari keluarga dan orang lain sebaiknya kamu menjauh, atau kamu bilang pada mereka. Dengan pelan.”


“Ya, Tante aku tau, makanya aku masih memikirkan hal ini belum ada solusi. Di tambah Tina di pecat mungkin karena aku. Cuman Tina ga bilang aja.”


“ ya, sudah nanti Tante nanti buat mereka. Ya “


“ ya, Tante makasih udah peduli Ama aku dan Tina. Aku senang ,pasti Tina lebih senang. Karena Tante mirip sekali dengan ibunya. Meskipun tidak pernah cerita ke Susan, tapi Susan tau itu dari tatapan matanya .”


“ ya, tentu Tante peduli kamu dan Tina. Sekarang kita harus keluar tanpa mereka tau.”


“ ya, Tante aku juga bingung. Gimana caranya .”


Beberapa menit kemudian. Susan mempunyai sebuah ide .yang sangat bagus .untuk temanya dan. Untuk penguntit itu.


“ Tante, gimana kalau kita pura-pura ke rumah sakit. Nanti di sana kita belok dan balik lagi .mereka juga menunggu pasti “


“ ide yang bagus .oke ayoo. Taksinya udah di tunggu.”


“ Siap, tante.”


Susan dan Tante keluar dari rumah dan masuk ke taksi. Dan menuju yang di rencanakan. Sebelum itu .Tante menitipkan pesan pada Nur, untuk tidak memberi tau ke mana kami pergi ataupun Tina pergi. Dan Bibi Nur mengangguk mengerti.


Ternyata yang mengikuti hanya teman Susan .sedang penguntit itu pura-pura bertemu dengan pemilik rumah seperti sekarang.


Ting... Tong..


Lalu di bukalah pintu rumah .


“Ya, ada yang bisa saya bantu, tuan?” kata bibi Nur


“ ya, mau ketemu Tante Riska, ada?”


“ oh, Bu Riska baru aja pergi Ama non Susan.”


“ kalau Tina ada,?”


“ non Tina pergi tuan,”


“pergi ke mana? Kalau boleh saya tau?”


“ Saya ga tau Tuan. Soalnya bibi . Di dapur jadi kurang tau. Tuan siapa ya. Mungkin ada titip pesan buat Bu, tau siapa?”


“ Ga, deh. Bibi nanti saya ke sini lagi. Makasih bi. Dan permisi.”


“ Ya, sama.”


Lalu bibi menutup pintu. Dan si penguntit itu, berpikir. Kapan Tina keluar perasaan aku dari tadi di sini ga tau keluarnya (batin nya)


Lalu dia pun pergi..


Di tempat pemakaman umum.


Tidak terasa sudah sampai di tempat pemakaman umum. Dan aku papanya Susan pun sudah sampai. Dan langsung ke pemakaman orang tuaku.


Lalu Sudah sampailah di tempat makam Orang tua ku.


Dan setelah sampai kami berdoa membacakan doa untuk orang tuaku.


Dan setelah selesai. Papanya Susan mulai bicara kepada orang tuaku.


“ Basra, lama ya tidak ketemu terakhir aku lulus SMA dan aku pergi ke luar negeri untuk kuliah di sana sedangkan kamu dan pelita kuliah di sini karena kalian hidup di panti asuhan dari kecil. Dan harus berusaha untuk kuliah dengan usaha kalian. Dan maaf aku baru datang kepada kamu karena menghilang. Dan aku mencari kamu dan pelita tapi tidak ada yang tau bahkan Bu panti pun tidak tau. Mungkin kamu pengen jauh dari mereka. Dan aku pun mengerti. Aku juga sedang membangun bisnis keluarga. Dan kamu tau kan. Impianku apa membangun hotel yang bisa memenuhi kriteria semua. Dan aku juga ingin membangun panti asuhan. Untuk orang yang tidak mempunyai tempat tinggal. Akhirnya aku mewujudkannya. Tapi aku masih terpikir kamu di mana .dan aku sudah mencari kamu lagi tapi tidak di temukan .dan akhirnya aku pasrah.” Jeda cerita papanya Susan. Lalu melihatku. Dan kembali ke makam papaku.


“ kau tahu ternyata anak perempuan ku dan anak perempuanmu satu-satunya ternyata berteman seperti kita, aku tidak tau kalau dia adalah anakmu. Ternyata Takdir mempertemukan anak-anak kita. Dan akhirnya aku bertemu denganmu di sini di tempat makam kamu Basra. Dan sebenarnya maksud kedatangan ku bukan untuk melihatmu. Ada yang ingin aku sampaikan secara berdua denganmu. “


“ Tina, boleh om berbicara berdua dengan orang tuamu. Sebentar”


“ tentu om, Tina menunggu di dekat mobil aja ya om.”


“ ya, baiklah”


Lalu aku mengangguk mengerti dan pergi meninggalkan om . Sepertinya ada yang di bicara penting deh selain yang tadi . Lalu aku berlalu dari situ.


Dan di tempat makam.


Masih ada om yang masih diam sebentar dan berkata


“ Basra , pelita , sebenarnya aku datang ke sini bukan hanya menyapa ataupun reuni . Tapi meminta izin kepada kalian. “


Dan papahnya Susan diam. Dan melanjutkan bicaranya .


Seolah-olah mereka ingin mendengar melanjutkan omongan sahabatnya.


“kalian tau, aku masih punya anak cowok 2 tapi yang satu sudah menikah .dan anak pertama saya adalah Rehanda al-Fazza. Dia mencintai anak kalian berdua. Karena itu aku datang ke sini untuk meminta izin kepada kalian. Bolehkah anakku menjadi calon mantu kalian, dan menjadi calon suami untuk anak kalian.” Kata papanya Susan.


“ Aku ingin, melihat anak pertamaku bahagia dengan anak kalian. Karena baru kali ini Rehan serius kepada seorang perempuan biasanya .dia cuek dan tidak pernah peduli. Sampai istriku pusing dengannya . Dan akhirnya dia jatuh cinta pada anak kalian..”


“Dan kemarin dia bilang padaku ingin. Tina sebagai calon istrinya .dan ingin menikah dengannya. Meskipun mereka baru pacaran selama 2 bulan. Tapi rasa sayang mereka melebihi. Apa yang saya tahu. Jadi bisakah kalian menerima anakku sebagai menantu kalian.”


Dan om Roy pun berdiri dan mengucapkan selamat tinggal.


Dan pada saat om Roy pergi. Entah dari mana muncul bunga jatuh di makam papaku. Dan samar-samar “ tentu Roy kami senang mendengarnya”


Dan om Roy berbalik tidak ada siapa-siapa. Tapi dia yakin mendengar suara itu. Dan om Roy tersenyum. Dan berkata “ Terima kasih, atas dukungannya “


Dan Roy pun pergi keluar pemakaman dan menuju Tina. Dan melihat Tina .


“ Ayo, masuk kita ke rumah .” kata om Roy


“ Emang kita mau ke rumah siapa om?”


“ tentu rumah om, kan di sana ada acara bukan . Kamu juga di undang jadi lebih baik bareng aja ya”


“ ya, om.”


Dan pergi meninggalkan kompleks pemakaman .dan menuju rumah Susan.


Di rumah Susan


Di lantai dua Rehan masih belum keluar kamar. Dan tiba- tiba SMS dari papa


Lalu aku membuka pesan


Papaku


Kamu siap-siap dan bilang ke mamah kamu dan semua . Untuk siap-siap acara tunangan kamu .1 jam lagi papah sampai dengan Tina .jadi tunggu apa lagi. Dan papa sudah Restui kalian.


Aku kaget dan langsung ke luar kamar dan ketika aku mau ke kamar mamah. Mamah sudah tersenyum padaku. Dan berkata “ Rehan anak mamah kok belum siap-siap sih. Kan bentar lagi datang calon menantu mama. Cepat ya kamu malu-maluin mamah sama papah. Cepat ganti baju Sanah.”


“ ya, mah. Aku tadinya ingin bilang ada SMS dari papah tentang restu aku Ama Tina.”


“ mamah tau baru aja papa SMS mamah. Cepat “


“ Ya, mah. Makasih ya mah. Udah Restui aku dan Tina.”


Lalu mamah mengangguk mengerti. Lalu mamah bilang


“ tapi sepertinya adik kamu dan Tante Riska agak telat karena mau mengelabui temanya itu. Dan mamah dapat SMS ada penguntit itu juga di rumah Tante. Tapi Susan ga bilang kalau penguntit itu apa mengikuti Susan atau tidak .”


“aku tau kalau Susan bisa melewati mereka .yang ku khawatir penguntit itu takutnya mengikuti papa.”


“ Ya, mamah juga khawatir, soalnya mungkin dia bisa melakukan apa aja.”


“ Mudah-mudahan, mereka baik-baik saja .”


“ Ya, amin. Ya udah cepat dandan .”


Aku mengangguk mengerti dan masuk ke kamar lagi untuk acara nanti..


Lalu mamah ke bawah . Dan mamah melihat anak dan menantunya lagi berleha-leha karena hari ini libur .


“ Kok kalian di sini?”


“ lah, emang kita mau ke mana mah, kan biasa juga aku sama istri tersayang aku kayak gini mah. “


“ cepat mandi dan ganti baju .kita kan mau adakan acara masa kamu lupa sih, mamah aja ga lupa”


“ Emang acara apa sih?” Kaka Susan yang penasaran dan juga kakak iparnya .


“ ya, mah ada apa sih”


“ Kan hari ini acara tunangan kakak kamu sih masa lupa sih, dan juga adik aku dan mamah mertua kamu juga datang. Jadi siap-siap Sana. Mamah mau siap-siap makanan dan lainya cepat sana.”


“ ya, benar. Emang papa udah setuju?”


“ tentu dong papa udah SMS mamah biar persiapan acaranya. Supaya lancar. Jadi mamah mau siapkan semua dengan benar. “


Dan mamah Susan langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk acara dan di bantu oleh pelayan di sana .


“ Ya, sudah yang, kita siap-siap juga.”


“ Ya, yang”


Dan mereka pun siap-siap. Dan di sana sedang sibuk mempersiapkan semuanya mulai dari makanan dan lainya. Dan sebelum di mulai.


“ maaf ya mengganggu aktivitas kalian. Karena ini adalah acara keluarga .makan tolong di persiapkan dengan benar. Dan tolong ketika ada yang menanyakan ada apa atau yang lainya . Dan kalian katakan maaf saya tidak tau.”


“ Baik. Nyonya.” Semua mengerti .


“ Dan tolong setiap ada yang mencurigakan tolong bilang padaku atau pada suami saya, mengerti?”


“ Baik, nyonya” dan mereka bubar setelah mendengar perintah nyonyanya .


Dan mamah Susan pun siap-siap. Dan setelah 20 menit siap-siap dia. Ke bawah untuk melihat situasi tersebut. Dan ternyata .mamahnya Susan sudah mendapat ada seseorang yang mencurigakan di sana. Sepeti sedang melihat situasi di sana. Orang tersebut laki-laki umurnya sepeti sama dengan Susan dan Tina .dan mamahnya Susan ingat bahwa Tina selalu di ikuti orang . Apa dia yah orangnya. Kalau begini tidak bisa di sini .harus di tempat lain .dan sebelum itu harus mengalihkan dia dulu. Dan memberi tau semuanya .


“ Kenapa kamu di sini?” tanya mamah Susan padanya.


Dia menjawab tenang tapi ada sedikit gemetar.


“ maaf nyonya saya . Tadi sedang membersihkan ruangan dan takut ada yang tidak bersih. Jadi saya melihat sekitar. “ kata pemuda tersebut .


“ Oh, baiklah lanjutkan .” lalu mamahnya menuju ke atas .dan memberi tahu Rehan dan anak dan menantunya .


Mengetuk pintu Rehan.


Tok .. tok ..


Lalu Rehan membuka pintu . Dan berkata


“Ada apa mah kok, mamah kesini. Bukanya mamah tadi lagi lihat kerja di bawah. Mempersiapkan, kenapa ke sini .” sepertinya mamanya menghiraukan ucapan Rehan . Dan mengetuk pintu kamar satu lagi dan dibuka anak kedua serta menantunya .


“Loh kok mamah,” tak sempat dijawab oleh anak keduanya . Dan langsung bilang “tadi mama lihat ada orang yang mencurigakan. Dia Seumur dengan adik kamu. Ditanya malah bikin mamah curiga. Dan mama ingat kalau penguntit Tina juga Seumur dia kan. Jadi mama langsung ke sini .”


Mendengar hal itu Rehan marah. Tapi Rehan tidak bisa apa-apa karena belum ada bukti.


“Ma, menurut mamah gimana. Rehan bingung gimana.?” Kata Rehan dengan pasrah .


“ kenapa pasrah gitu sih”


“ ya, gimana ga pasrah, aku mau tangkap dia tapi belum ada bukti. Jadi bingung”


“ ya, udah ganti rencana aja” kita pergi ke Villa kita aja . tapi bergiliran perginya mama sama kamu terakhir aja .”


“ dan kalian duluan ke Villa mama. Kamu tau kan Villannya?” tanya mamah.


“ Ya, tau ya udah sana dulu. Ga usah bawa baju nanti curiga ya.”


“ ya, ma. Ya udah kami duluan. Assalamualaikum”


“Wa ’alaikumsalam” balas mamah . Dan mamah segera SMS papa dan juga Susan.


Lalu 20 menit sudah berlalu . Dan Rehan dan mama Rehan turun dan Rehan menuju ke mobil . Dan sebelum pergi mama Susan berkata


“Bi, Inah” memanggilnya .dan datang Bi Ina salah satu pelayan rumah ini.


“ Bi aku mau keluar dulu Ama Rehan. Kalau ada tamu bilang lagi keluar ya BI” dan kebetulan pria mencurigakan ada di dekat Bi Inah.


“ ya, nyonya” Bi Inah mengangguk mengerti. Dan nyonya pergi .


Dan pria tersebut tidak curiga sama sekali.


Dan setelah masuk mobil dan keluar dari pekarangan rumah. Ternyata Susan telepon mamanya .


“ Assalamualaikum, Ma. Kok pindah tempat emang ada apa sih.?”


“ Wa’alikumussalam kamu di mana? Di lampu merah dekat mal mah .macet banget ya udah turun di situ nanti mama ke sana sama Rehan.”


“ oke mah, assalamualaikum.”


“Wa’alaikumsalam .”


Setelah 10 menit datanglah mobil Rehan. Dan mereka buru-buru masuk. Dan pergi . Dan menuju ke Villa. Di sana mamah Susan sudah bilang ke pengurus di sana untuk membersihkan dan menyiapkan makanan seadanya karena memang dadakan ke sana.


Dan giliran papa telepon .


“ Assalamualaikum, mah. Kenapa ga jadi acara di rumah. Emang acaranya di mana?”


“ di Villa pah, papa tau kan alamatnya?”


“ Ya, tau itu kan Villa keluarga kita”


“ nah, ke sana saja .nanti mamah ceritakan semuanya. Udah dulu .tutup teleponnya nanti di sambung lagi .”


“ ya, mah . Assalamualaikum”


“ Wa'alikumussalam.”


Dan mamah menutup telepon dari papa Susan. Dan Susan penasaran .dan langsung tanya .


“ Mah, kenapa acaranya di ubah jadi di Villa , emang ada apa sih?”


“ Ya, jeng. Kok pindah lokasi acaranya “. Kata Tante Riska.


Lalu mamah Susan menceritakan semua. Dan Susan kaget dan tidak hanya Susan bahkan Tante Riska kaget. Dan sementara Rehan tetap fokus. Meskipun dia marah . Tapi bisa mengontrol emosi tetap tenang.


“ Mah, tadi aja sebelum aku pergi, aku Ama Tante . Juga lihat penguntit dan juga teman Susan yang ingin tau .meskipun libur gini juga. Sampai mengelabuhi mereka . Dan akhirnya mereka di kelabui. Dan kalau si penguntit aku ga tau tuh .”


“ Ya, jeng. Kalau yang penguntit. Ga ikuti kita . Tapi mungkin dia penasaran rumah kamu. Mungkin dia melihat ada Tina atau tidak .”


“ ya, sepertinya jeng .ya udah kita fokus dulu acaranya .”


“ ya, “ semua berkata seperti itu.


Di mobil papanya Susan


“Om, kok tadi berhenti terus. Terus om telepon Tante. Apa ada yang terjadi om?”


Om Roy masih berkonsentrasi pada depan dan kemudi. Dan berkata “ acaranya pindah Tina, ke Villa katanya ada yang ga beres di rumah. Jadi pindah”


“ oh, gitu. Tapi ga ada masalah kan om?”


“ tenang aja Tina, semua baik-baik saja .sekarang kita ke Villa dan .sebentar lagi kita sampai karena tempatnya ga jauh dari tempat Villa .”


“ ya, om.”


Di rumah Susan


“ Kok ga ada siapa , pada ke mana. Apa aku tanya saja. Penasaran karena aku belum melihat cantik” sambil tersenyum.


“ Bibi Inah, semua pada ke mana katanya ada acara. Kok sepi banget .”


“ Ga tau. Gani( nama samaran dia untuk masuk rumah Susan). Mungkin ga jadi ya. Secara tuan belum pulang jadi ga jadi.”


“ Oh, gitu. Oke aku mau melanjutkan bereskan yang lain. Permisi Bi Inah.


“ya, “ tanpa curiga pelayan langsung pergi. Dan sedangkan dia bingung. Mungkin sebaiknya aku istirahat aja dan besok pasti ada kabar” katanya .


Di Villa


Sampailah Rehan, mama Rehan, Susan dan Tante Riska. Dan tak lupa kak dan kakak iparnya .


Dan langsung masuk .dan di sana sudah ada pengurus Villa.


“ assalamualaikum, Pa Tama.” Mama Rehan memberi salam.


“Wa’alaikumsalam, wah udah datang. Cepat juga.”


“Ya, Pa Tama. Dan maaf merepotkan .sampai harus menyiapkan makanan buat saya dan sekeluarga.”


“ Oh, ga apa-apa, bu . Saya senang justru. Soalnya Bu jarang datang ke sini. Jadi saya senang sekali. Dan saya harus permisi undur diri. Saya harus pulang. Assalamualaikum.”


“Wa’alaikumsalam” kata semuanya .


“ Yah, udah duduk semua. Sambil menunggu tamu spesial datang duduk dan istirahat sejenak”


“ ya, mah” jawab Rehan, anak-anak lainya .


“ Ya, jeng,. Oh ya jeng di sini enak sekali suasananya. Masih asri ya.”


“ Ya, jeng, sengaja mencari Villa yang masih asri biar ingat jaman dulu yang masih asri .”


Dan istirahat semua sambil menunggu tamu yang di tunggu-tunggu. Dan tidak terasa 20 menit berlalu. Dan datanglah tamu yang di tunggu-tunggu. Terdengar suara mobil dan tutup pintu mobil serta matikan mobil. Dan tersebut .


“ Assalamualaikum. Ma” kata papa.


“Wa’alaikumsalam, ah Tina ayo masuk. Sudah menunggu semua . Juga Rehan dari tadi menunggu kamu.”


“ Emang ada acara apa Tante, kok. Pa guru menunggu saya. Nanti ceritanya .” dan di lihat cuman ada Tante Riska, Susan, dan kakak dan kakak iparnya. Di sofa dengan makanan dan minuman.


Lalu aku melihat ke mana pun tidak ada Pa Rehan. Lalu Susan datang kepadaku langsung menarik ke kamar. Dan aku kaget .dan langsung mengikuti Susan . Dan masuk kamar dan mengunci pintu. Dan keluarlah Rehan . Dan melihat papanya.


Dan berkata “ makasih Pa, papa mau Restui aku dan Tina .”


“ papa udah Restui sejak malam. Dan papa hanya ingin . Tau keluarga Tina. Dan meminta izin. Kepada Mereka. Dan ternyata dia adalah sahabat papa waktu SMA orang tua Tina.”


“ Wah, benar Pa?” kata mama sambil tidak percaya. Lalu papa mengangguk dengan yakin .


“ Wah, ternyata yang selama ini papa cari sudah ada di sekitar papa. Tapi papa tidak tau.”


“ sudah, yang penting . Papa tau sekarang dan kita harus mulai acaranya . Karena sepertinya Rehan sudah tidak sabar papa.” Ledek mama ke Rehan.


“ aduh, mah jangan bilang gitu. Malu tau.”


“ kenapa kamu malu Rehan. Kan yang dikatakan mama kamu benar”


Semua orang tertawa...


Dan 5 menit kemudian... Di buka pintu kamar dan semua melihat takjub begitu juga Rehan. Sangat tidak berkedip begitu Tina keluar dari kamar bersama Susan. Karena dia memakai gaun yang cantik. Dan juga rambut yang di biarkan tergerai.


“ Bro, kamu kenapa, jangan gitu dong . Hahah” kata adiknya laki-laki.


“ Ya, kak. Jangan terpesona sama Tina, nanti. Pengen cepat-cepat nikah kan Tina belum lulus. Hahah”.


Semua orang menertawakan Rehan . Rehan dan Tina malu. Dan tidak tau harus ngomong apa .


“ ya, udah kita mulai acaranya .” mulai om Roy berbicara . Dan aku melihat kekasihku di sana dengan baju yang lumayan memikat .begitu dengan Rehan. Sekali-sekali dia melihat sekilas melihat Tina dari atas sampai bawah . Sangat terpesona dengan kecantikan alami Tina, dengan dress yang sederhana pun tetap cantik.


“ Dan maksud acara ini . Yang asalnya acaranya di rumah . Tidak jadi karena ada masalah jadi akhirnya di sini. Di Villa, dan aku ingin anakku Rehan akan tunangan dengan gadis pilihannya yaitu Tina. Karena itu Tina dan Rehan kesini di sebelah papa.”


Dan aku dan Kekasihku ke depan berhadapan satu sama lain .dan juga memandang satu sama lain dengan malu-malu.


“ dengan saksi kalian semua. Bahwa Rehan resmi menjadi tunangan Tina. Dan Tina pun resmi jadi tunangan. Dan kita langsung tukar cincin tunangan .


Lalu Rehan. Mengambil sebuah kotak di saku dan membuka kotak tersebut. Dan Rehan menyematkan cincin tunangan ke tangan Tina sebagai pengikat keseriusan. Dan begitu pun dengan Tina menyematkan cincin tunangan ke Rehan. Dan terakhir dengan tepuk tangan dan ucapan selamat kepada pasangan tersebut mulai dari papa Rehan.


“ selamat ya Rehan, papa bangga dan senang kamu benar-benar serius dengan Tina. Dan kedepanya kamu harus lebih baik dan bijak .dalam apa pun.” Kata papa kepada Rehan.


“ ya Pa, makasih udah merestui aku Ama Tina, dan terima kasih udah bimbing Rehan sampai sini dan sayang Rehan, sampai sekarang” dan Rehan . Sambil memeluk papanya dan papanya membalas pelukan Rehan serta mengelus punggung Rehan. Lalu berjalan kepadaku.


“ Selamat, ya Tina, mulai sekarang panggil om papa ya. Dan semoga bahagia” kata papa ke padaku aku mengangguk mengerti dan memeluk papa seperti papa sendiri.


Lalu di ikuti mamah.


“ selamat ya buat kalian berdua semoga sampai nikah mamah berharap seperti itu. Dan kamu Tina boleh panggil Tante mama sepeti Susan dan Rehan. “


“ Ya, Ma. Makasih udah Restui kami .aku sayang mama.” Ucap Rehan.


“ Terima kasih mamah, udah terima Tina.” Ucapku kepada mama. Dan mama mengangguk mengerti dan memeluk. Dan di ikuti yang lain.


“ selamat ya, bro dan Tina , kalian bentar lagi nikah . Aku ga tidak menyangka Rehan. Terpincut oleh Anak SMA, dan biasanya di yang cuek serang ga malah demen banget ama calon istrinya. Tapi ingat kalian Ati-ati . Jangan terbawa nafsu. Sah dulu hahahha.”


“Makasih, kak .atas doanya, mudah-mudahan ga sampai. Amin” kataku sambil tersenyum malu


“kamu kok ngomongnya gitu sih bukan doain yang baik malah gitu .” ucap Rehan kesel plus malu dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh adik laki-lakinya itu.


“ Udah , yang . Jangan gitu dia kakak kamu, dan selamat untuk kalian. Cepat-cepat nikah ya.” Kata kak ipar


“ Ya, makasih adik ipar” aku pun berterima kasih padanya..


Dan Tante Riska


“ Selamat ya Tina dan Rehan , semoga sampai nikah dan langgeng, Tante hanya bisa doa yang terbaik buat kalian berdua.” Kata Tante Riska


“ Makasih Tante,” ucapku dan Rehan dengan senyum.


Dan terakhir sahabatku dan teman sekelasku serta adiknya Rehan.


“ Selamat untuk kalian berdua , semoga sampai nikah dan seterusnya. Dan tetap kompak.dan bahagia. Sumpah aku. Ga percaya, kalau aku akan jadi saudara kamu Tina, aduh mimpi apa semalam aku ya hahahha. Dan kakak bisa pengen hubungan serius. Di kasih sama apa sih coba kasi tau aku hahhahhah..” kata Susan dengan bercanda .dan meledek kalanya juga .


“ makasih Susan, kamu teman terbaik dan sahabat, makasih udah support aku .” kataku dan memeluk Susan dan melepaskannya.


“ kamu ya , gitu Ama Abang awas nanti kalau kamu punya pacar kaya Abang baru tau loh.”


Sambil tertawa Rehan. Aku lalu mencubit dia dan berkata “ Kamu jangan bilang gitu dong ke Susan. Dia teman aku. Aku ga suka gitu.” Kataku.


“ ya, deh maaf. Ya adiku “ Susan masih dia. Tapi tetap berusaha .senyum .


Aku tau dia pasti sakit. Karena kata-kata Rehan.


Dan kami semua melanjutkan pesta tidak terasa sudah malah dan kami menginap dan kekamar masih dan istirahat.


Dan pagi harinya kami pulang langsung ke rumah masing-masing. Papa tidak langsung pulang karena langsung kerja. Yang lainya pulang . Rehan dan mamah pulang ke rumah . Sedangkan makanya Susan yang ke 2 mengantarkan kami sampai di tempat rumah sakit. Dan pulang langsung. Dan kami 3 pulang. Dan tidak beberapa menit . Grup Jesy ada di belakang kami. Dan terus mengikuti kami ke mana pun .


Kami sudah sampai di rumah dan tidak sengaja aku melihat penguntit itu . Aku abaikan. Tetap lurus ke depan. Dan turun dari mobil taksi .dan taksi tersebut pergi. Dan kami mulai peran di depan mereka termasuk penguntit itu.


“ San, Tante . Maaf ya merepotkan jadi . Ga enak sama kalian.” Ucapku sambil tersenyum . Dan ingin tertawa..


“ ga, Apa-apa yang penting kamu sehat dulu. Nanti Tante Riska bilang ke sekolah ya.”


“ Ya, Tina, kamu harus sembuh dulu ya” kata Tante dengan akting yang bagus .


“ terima kasih, “


“ ayo masuk jangan di luar nanti kamu ga sembuh.” Kata Susan yang masih ingin jail.


Dan semua masuk ke rumah.


“ Bilang ke Jesy . Mereka berdua ga masuk. Berati kemarin kita ke rumah sakit itu Tina yang sakit.”


“ Pantaskan, biasanya Tina selalu ikut ke mana pun ini ga ikut jadi ini ya.”


“ayo kita ke sekolah dan bilang nanti” salah satu grup Jesy .


“ oke, siap .”


Dan sisi lain di belakang mereka.


“Ternyata , Tina sakit .pantas kemarin ga ada di mana pun ternyata aku baru tau, sakit apa cantik.


Semoga cepat sembuh aku menunggu untuk masuk kelas “ dengan khawatir serta senyum yang menyeringai .


Lalu di kirim SMS ke Tina .dan langsung pergi .


Dan setelah istirahat. Langsung ke kasur . tiba-tiba ada notifikasi dari si penguntit itu. Dan mengabaikannya . Lalu Susan bertanya .di sebelah dia juga sedang tiduran .


“ SMS dari siapa Tina kok diabaikan?”


“dari penguntit itu” kata Tina sambil masih tetap tiduran. Dan tidak terasa dia tertidur begitu juga dengan Susan.


Mereka menunggu tambah penasaran aku . Kenapa mereka di sini.


Lalu Jesy menyapa kami ..


“ Hai, Tina dan Susan. Wah kok tumben bareng sama Sirli ?” Sambil tersenyum


“ Ya, ga tahu , tadi ada Sirli di depan rumah . Dan mau bareng ya. Jadi bareng aja sekalian,”


“Ya, bareng banget, jadi ya ga apa-apa”


“ Ayo, kita masuk , bareng kita teman kan.”


Kami berdua saling Padang satu sama lainnya.


“ Aneh, sekali tiba-tiba mereka baik Pasti ada yang tidak. Beres.” Batinku.


Setelah sampai kelas kami duduk .dan menyiapkan pelajaran pertama dan mereka datang siapa lagi kalau bukan grup Jesy. Datang.


“ kalian udah buat PR ga. Hari ini aku belum boleh lihat ga ?”


“ Kenapa kami harus kasih lihat PR kami kan kamu juga bisa .ayolah jangan pelit. Kali ini aja.”


“maaf Jesy aku dan Tina juga ga bisa bantu kalian. Karena aku kasihan kalau ke Tina dia tiap hari datang ke sekolah dan kerja , lalu pulang kerja langsung kerjakan PR, apa kalian ga kasihan. Ke Tina?”


“ kalau aku kasihan karena aku dan Tina tau bagaimana kehidupan dia. Kalau aku sih ga mau karena aku kan pasti dapat nilai pas-pasan.”


“Ya, aku tau aku cuman bertanya , Bener teman-teman?” Jesy


“ benar...” semua grup Jesy


Dan datanglah penguntit itu.


“Seperti kata Dearku aku cuek dan lainya. Batinku


“ Halo, ganteng. Baru datang,” kata Sirli


“ Ya, . Kalian tumben bareng ama Tina, dan Susan. Tapi aku senang kalian bertam dengan siapa pun.” Katanya .aku hanya dia dan cuek aja . Begitu juga dengan Susan .


Bel berbunyi semua duduk dengan baik. Aku juga ..


Dan tidak terasa bel istirahat berbunyi.


Aku seperti biasa sebelum makan aku akan Sholat dan Susan pun tau itu. Dan muncul grup Jesy.


“ San, kamu ga makan,?”


“ nanti tunggu Tina Sholat . Makan bareng, kenapa?”


“ Loh, kenapa ga bareng aja makannya sama kita , biar aja Tina makan sendiri kan dia lama. Kalau di tunggu, benar ga teman-teman?”


“ silakan kalau kalian mau makan . Aku mau tunggu Tina , karena aku udah biasa bareng Tina , sebelum kalian mau mengajak makan bareng”


“Loh, gitu sih. Kan kita mengajak kamu dari pada menunggu.”


Sebelum aku masuk aku dapat mendengar suara Jesy bahwa dia mengajak Susan makan sama-sama, tapi. Ditolak oleh Susan karena dia sudah terbiasa dengan ku . Jadi cuek.


Aku tau kalau Susan tidak akan . Pernah mengabaikan ku. Aku senang sekali. Dan aku masuk kelas dan duduk dan langsung berbalik makan bareng ..


“ San maaf kamu menunggu aku makan. “


“Ga apa-apa kok . Tenang kayak ke siapa aja.” Sambil tersenyum padaku. Aku pun ikut tersenyum. Jesy di sana terlihat kesal karena tidak berhasil menghasut Susan. Mungkin dia akan mencari rencana lain. Untuk menjauhkan Susan dan Tina.


Selesai makan dan membereskan meja. Kami berbicara tentang hal lain. Dan lagi-lagi grup Jesy datang ke meja kami .


“Hay, guys .begini aku ada acara .di rumah aku mau ikut ga .kalian .?”


“ memang acara kapan, ?” kata Susan


“ ya, aku ingin tau acaranya kapan? Dan memang acara apa ?”kataku bertanya pada Jesy .


“ini acara biasa kok. Datang ya, jangan telat, eh lupa bukanya Tina, ga bisa datang kan kerja sampingan .benar ga?”


“ Ya, sih tapi aku sempatkan aja kan. Kamu udah mengundang, jadi aku usahakan “ jawab sambil tersenyum.


“ Kalau Susan gimana, mau ikut?”


“ aku, sih kalau. Tina ikut aku juga ikut. Dan bakal bareng datangnya. Karena aku selalu bersama Tina ke mana-mana.” Kata Susan masih cuek .


“ Ya, udah ga apa-apa. Yang penting datang. Makasih”


Aku mengangguk mengerti dan Susan pun sama .


Dan mereka kembali ke meja mereka . Tanpa tau mereka mempunyai niat untuk menghancurkan persahabatan mereka.


“ Tina, sebaiknya kita ga usah ke rumah Jesy perasaanku ga enak . Tumben dia mengundang kita kalau bukan ga ada apa-apa.?”


“ ya, aku tahu . Makanya kita tetap waspada dan tetap. Tau dia merencana apa. Makanya aku ingin ikut acara itu ingin tau . Tapi kalau kamu ga mau juga aku ga akan pergi. Karena aku sedikit gelisah kalau ke pesta tersebut.


“Tina, menurutmu mereka merencanakan apa ya?”


“pasti supaya kamu masuk grupnya mereka, kan mereka menata matai . Kamu dari kemarin meskipun kita tinggal di rumah Tante Riska . Mereka pasti mencari tau tentang semuanya.”


“ ya, Bener. Untuk itu kita waspada. Supaya dia ga bisa. Eh, Susan kamu mau tau rencana aku ga?”


“Apa Tina aku pengen tau penasaran .coba katakan “


Lalu aku membisikan ke Susan dan Susan mengerti dan dia siap. Tinggal rencana aja.


Lalu guru masuk dan kami melanjutkan pelajaran .dan pelajaran selanjutnya . Dan pelajaran terakhir berakhir. Dan kami membereskan buku pelajaran ke tas.


“ kalian jangan lupa ya, aku tunggu Dah”


“ ya,.”


Dan aku melanjutkan membereskan . Dan tanpa sadar ada yang memperhatikannya .dan Tina merasakannya .tapi dia cuek .


“ San , aku duluan ya, .”


“ hati-hati di jalan”


“ ya, San.”


Dan penguntit itu juga mengikuti Tina, dan dia tetap cuek . seolah-olah dia tidak tau . Bahwa penguntit itu mengikutinya. Dan setelah beberapa menit sampai di halte dan naik bis tujuan ke tempat kerja .


Lalu Tina aneh kenapa ada orang baru di sana . Lalu aku masuk dan juga aku melihat ada pemilik toko di sana .lalu aku menyapanya .


“ selamat sore, bibi.”


“Oh, selamat sore Tina, kebetulan sekali .kamu ada aku. Mau bicara kamu. Apa kamu sudah sembuh sakitnya.”


“ Ya, bibi makasih . Atas perhatian dan juga telah diperbolehkan untuk izin. “


“ begini , Tina sebenarnya .saya tidak ingin mengatakan ini tapi saya harus mengatakan ini. Sejak kamu tidak masuk bibi keteteran. Di toko banyak yang membeli dan lainya serta jarang ada yang orang aneh lewat. Dan bibi sudah dapat penganti kamu.”


“ tunggu maksud bibi saya di keluarkan dari pekerjaan ini, tapi bibi saya selalu masuk dan rajin .cuman kemarin saja saya tidak masuk .”


“ saya tau tapi maaf ya Tina , saya tidak bisa menerima kamu lagi bekerja karena ini sudah jadi keputusanku. Dan ini gaji terakhir dan pesangon kamu selama di sini. Terima kasih sudah berkerja di sini .”


Dengan kesal dan berat hati aku keluar .ingin menangis aku berusaha untuk hidupku ini supaya tidak terbeban oleh lainya. Dan akhirnya mereka . memecatku .rasanya sedih ..


“Baik, makasih bibi sudah menerima saya dan terima kasih atas apa yang bibi berikan dan mohon maaf jika aku tidak bisa lebih membantu . permisi.” Aku langsung pergi ada SMS tapi aku abaikan .dan aku langsung jalan menuju taman . Ingin rasanya menangis tapi tidak sekarang karena aku pasti sedang di awasi oleh penguntit itu. Jadi aku hanya memejamkan mata dan pergi menuju halte untuk pulang..


Di tempat yang sama


Ada sosok laki-laki. Yang melihat perempuan itu. Dengan ingin dia memberi tahu kalau dia tidak sendiri. Lalu dia SMS Pertama


Si gadis mengabaikan pesanya . Dan dia SMS lagi .


Hey, jangan menangis ya. Kamu harus kuat . Aku selalu ada di sisimu meskipun kamu tidak tau .cantik jangan sedih ya


Dan dia mengabaikan lagi. Kenapa dia mengabaikan pesan apa sebenarnya terjadi .


Lalu di lain tempat..


“ apaan sih SMS pusing deh,”


Lalu aku berjalan dan menunggu bis untuk pulang dan masuk bis dan aku sambil memikirkan . Dan tak terasa sudah sampai .dan turun aku berjalan .dan di belakang masih di ikuti.


Aku telepon Dearku saja ya. Tapi gimana kalau dia sibuk .. aku tetap bingung bagaimana ini. Susan tapi dia pasti juga pusing untuk grup Jesy .


Dan aku duduk di taman yang dekat dengan rumah Tante Riska .aku termenung. Dan akhirnya aku memutuskan .untuk menelepon kekasihku. Apa pun yang terjadi aku harus bilang karena komunikasi paling penting.


Lalu aku memencet nomor tapi .langsung di reject lagi . Dan akhirnya memutuskan untuk pulang. Nanti aku cerita ke Susan saja.


Dan berjalan ..


Setelah sampai dia masih melihat adanya mobil .. dari Jesy ngapain dia di sini. Bukanya dia ada acara di rumah kenapa ada di sini. Masih menerka-nerka.


Aku mengetuk pintu dan ucap “ assalamualaikum”


Lalu tak butuh waktu lama .Tante Riska membuka dan tersenyum.” Eh Tina kok udah jam begini udah pulang ,libur ya ?”


“ Ya, Tante libur “ sambil masuk dan aku mendengar suara Jesy dan temannya .


“ah, ya ada teman Susan katanya bikin acara di sini. “


“ Lalu , Susan mana Tante .tuh ada di sana kaya cuek bebek”


“ Ya, Tante aku ke sana ya “


“ Ya, sana “


Dan aku ke sana .dan menuju Susan .sepertinya Susan tanpa kesal dan tak bersemangat . kelihatan dari caranya. Sedang ya yang lainya tanpa menikmati..


“San, ada acara kok di sini bukan , di rumah Jesy.”


“ ga, tau Tina , tiba-tiba aja dia pengen di sini. Repot in tanteku lagi. Untung tanteku di bantu Ama pembatu yang sering beres-beres rumah .”


“ ya, Tina tadi kami maunya di rumah Jesy tapi kayaknya ada tamu di rumah Jesy jadi di rumah Susan aja .karena kan dekat dari sekolah.”


“ benarkah, kok ga ada yang chat atau apa ke aku .gitu”


“ Takutnya kamu sibuk “ salah satu teman grup Jesy.


“Oh, gitu ya , aku baru tau , boleh aku ikutan?”


“ tentu dong , yuk,,”


Dan pesta di mulai Susan masih bosan dan seperti aku pun aku harus punya cara untuk akhiri pesta ini .batinku.


“ tapi gimana caranya” tanpa berpikir sejenak .sambil menikmati .dan supaya mereka tidak cerita .”dan sepertinya aku dapat ide “ batinku.


Aku keluar sebentar dan langsung ke tempat sakelar listrik dan mematikannya .lalu kembali dengan pura-pura tidak tau .


“ Loh, kok mati lampu sih, aneh” kataku sambil tersenyum. Dan di ikuti oleh Susan .


“ Ya, kok tumben banget ya ,”


“ Aku tanya Tante dulu ya San, kamu sama mereka tenangkan. Biar ga panik .lalu Susan melihat mereka dan berkata “ biar aja malas lihat mereka dan apalagi dekat malasnya ..”


Kami berdua pun pergi meninggalkan mereka .namun di cegat oleh , Jesy.


Dan aku dan Susan tampak kesel sih.


“ Ada apa Jesy, aku harus ke tempat listriknya .”


“ Ya aku harus ikut karena takut Tina . kenapa-kenapa, kamu di sini aja. Jangan ke mana-mana.”


“ ya, tetap aja kami takut “


“ Kamu di sini ya Susan ,”


“ ampun deh Jesy kamu ya repot in aku . Ya udah oke .”


“ Tina, ga apa-apa”


“ ya, aku mau sekalian lihat Tante .”


“ Oke”


“ Tante , loh kamu kenapa di sini .Tante dan bibi mau lihat kenapa mati listrik, perasaan udah banyak tempat waktu “


“ ga usah ke sana Tante ayo ke atas. Bibi ke kamar aja ya. Menginap ga ?”


“ menginap non soalnya saya mulai sekarang tinggal di sini.”


“ Oke, bibi langsung kamar aja . Nanti juga nyala “


“ ya, non permisi.”


“ kenapa ga boleh ke sana “


“ ayo, Tante nanti Tina, cerita aja pas di kamar Tante .”


“ baiklah”


Setelah mengantar Tante Riska aku ceritakan semua dan dia tertawa dan menggelengkan kepalanya tidak percaya


“Kamu itu, jail banget sih, ya udah. Tante disini aja ya.”


Alu mengangguk mengerti. Dan pamit dan keluar dari kamar Tante. Dan ke bawah.


Lalu aku langsung ke sakelar untuk menyalakan. Da akhirnya nyala. Da mereka sudah ga teriak ataupun lainya.


Rasanya menyenangkan mainan mereka .


Dan di nyala lampu semua .mereka lega, tapi Susan tetap biasa aja. Mungkin dia sudah bosan dengan mereka .makanya malas.


“ akhirnya, lampunya semua nyala . Wah sudah mau malam yuk kita pulang aja . kapan-kapan kita adakan acara lagi ya Susan.”


“ Maaf jangan di tempatku. Kalau ingin adakan acara . Cari saja tempat yang lain. Aku ga mau merepotkan tanteku.” Kata Susan dengan tegas dan tajam .


“ Akhirnya sudah, nyala .loh kalian mau pada ke mana ?”kataku.


“Ya, kami mau pulang dulu .nanti kita adakan acara .biar seru” Jesy


“ Ya, benar kapan-kapan . Tau tadi Iftina datang telat sih, kalau ga telat pasti rame ya.” Salah satu dari teman Jesy.


“Ah, benarkah. Ya sudah nanti aku ikut .” kataku.


“ ya udah kami pulang ya Dah” mereka buru-buru keluar dan pergi begitu saja tanpa ada yang membereskan .aku mengelas nafas.


“ Tina biar aku bantu ya “kata Susan.


“Ya, ..”


Lalu kami membereskan semua dan membersihkan semua yang terjadi. Setelah beres . Kami istirahat di sofa sebentar dengan pekerjaan membereskan sudah beres .


“ mereka itu mau aja pesta tapi ga pernah bantu-bantu di sini.” Kesal Susan


“ Ya, Bener. Tapi untung aja udah kan kasih kalau belum .Tante pasti ga bisa tidur gara-gara mereka.


Tapi mereka memaksa banget . Acaranya di sini.”


“Memang ceritanya gimana bisa jadi acara di sini “


Lalu Susan menceritakan semua..


“ Wah , mereka niat banget ingin kesini. Untuk Tante ga kerepotan .karena ada pembantu baru . Kasihan kalau ga ada yang bantu .”


“ ya, makanya aku kesel dari tadi , mereka ga pernah peduli .banget “


“ aku akan bilang dan ingin menjauh dari mereka ., Seolah mereka tidak menghargai pemilik rumah ini .sebel aku” kata Suan lagi.


“Ya, udah Susan kita ke kamar yuk?”


“ ayo, tapi tunggu kok kamu baru pulang biasanya pulang jam malam .ini jam begini baru pulang. Ada masalah?”


“ Ada makanya aku mau cerita. Lebih baik kita ke atas yuk” kataku


Lalu Susan mengikutiku dan kami sudah sampai di kamar .


“Coba ceritakan kenapa kamu pulang jam begini .?”


Lalu aku menceritakannya. Susan benar-benar kaget dan sangat sedih.


“ kamu , sabar ya mungkin bukan di tempat itu kamu bisa dapat uangnya.”


“ ya, dan aku juga mengerti .jadi jangan cemas aku bisa cari lagi.”


“ oh ya , menurut kamu aku ga usah kerja atau gimana? Aku juga punya beasiswa jadi ga terlalu . Memikirkan biaya ya. Tapi aku bingung dengan biaya sehari- harinya .aku cari di mana lagi. Aku bingung.”


“ Kamu ga usah bingung gitu deh, kan ada Abang aku yang selalu menjadi terbaik.”


“ bukan, gitu San . Aku ga mau menyusahkan Abang kamu itu.”


“ ga , usah di pikiran deh, sekarang coba kamu telepon Abang aku .aku mau mandi dari tadi aku belum mandi.”


“ oh, ya silakan, nanti giliran aku ya San.”


“Oke, siap”


Aku pun menelepon kekasihku dan keluar dan membuka jendela kamar yang terhubung dengan balkon memang sih tidak terlalu besar tapi lumayan untuk menyejukkan pikiran. Setelah dapat nomor lalu aku menghubunginya .


Tuh...Tut...


Bel pertama belum di jawab.


Lalu aku menelepon lagi ..


Tut..... Tut ....


Dan belum di jawab lagi. Apa mungkin sibuk ya Pa guru. Mungkin sibuk karena bentar lagi ujian kelas 3 di mulai jadi sibuk . Ya sudah nanti lagi aja .pada saat aku mau masuk tiba-tiba ponselku berbunyi .dan aku melihat siapa yang menelepon. Dan itu Pa guru Rehan .kekasihku..


Aku menjawabnya..


Sugar


“ assalamualaikum,”


Dearku


“Wa’alikumussalam, Sugar, maaf baru di jawab ya soalnya sibuk untuk yang kelas 3 ga apa-apa kan?”


Sugar


“ Ya ga apa kok, Dearku. Kalau sibuk nanti saja , aku mengobrolnya.”


Dearku


“ ga apa-apa, memang ada apa . Sampai pengen mengobrol . Kangen?”


Sugar


“ ih, GR . Banget sih ga mau cerita “


Dearku


“ ya, udah. Tinggal cerita sugar, aku dengarkan”


Lalu aku menceritakan sepulang sekolah dan .tentang part time aku. Dan awalannya dia diam .


Dan berkata


Dearku


“ sudah jangan dipikirkan kamu nikmati saja masa SMA kamu sugar. “


Sugar


“ tapi aku tidak bisa hanya sekolah. Kasina Tante Riska selalu membeli makanan dari uang pensiunnya .aku hanya ingin mandiri .”


Dearku


“ syut... Jangan di pikirkan . Besok kamu ke rumah mamahku ya.?”


Sugar


“ Ada acara apa . Aku harus ke rumah mamahmu Dearku. Apa kamu membunyikan sesuatu?”


Dearku


“Tidak ada yang disembunyikan. Aku hanya ingin memberi kejutan sama kamu.”


Sugar


“ Susan gimana apa dia ikut juga.”


Dearku


“ tentu dia ikut tapi bareng dengan Tante Riska, jadi kamu tidak usah khawatir ya.”


“ Sekarang istirahat, sampai jumpa besok . assalamualaikum”


Sugar


“Wa ’alaikumsalam. “


Lalu Kekasihku mematikan telepon.


“sebenarnya ada apa aku harus ke rumah Susan aneh. Besok Minggu. Ya sudah nanti aku tanya Susan .”batinku.


Susan sudah mandi. Dan duduk sambil mengeringkan rambut.


“Tina, kamu kenapa? Udah bicara sama Abangku ?”


“Udah, tapi...”


“tapi, apa .. ada yang kamu pikirkan.?”


“Ya, San memang di rumah kamu ada acara apa?”


“ Hah, rumah aku emang acara apa lagi. Perasaan ga ada deh. Emang apa kata Abangku bilang ?”


“ kata Abang kamu bilang besok aku harus ke sana . Dan kamu harus ke sana sama Tante Riska sedangkan aku mungkin sendiri ke sana tau di antarkan sama Abang kamu aku ga mengerti . Sebenarnya ada apa sih?”


“ yeah,, mana aku tau kan kamu tadi ngomong Ama Abang aku. Dan lagian kok aneh aku kan di sini kok bisa ada acara ... Aku masih di sini mereka ga tau kalau aku di sini mereka senang-senang .malah acara-acara sedih aku..😢”


“ Udah mungkin ini dadakan. Udah aku mau mandi dulu.”


“ ya, silakan ga ada yang larang kamu .”


“Setelah aku masuk kamar mandi. Aku berpikir ada apa ya, . Sudah ah mandi aja .” batinku.


Di tempat Susan .


Susan langsung ke luar kamar dan langsung mencari tempat sembunyi supaya Tina tidak mendengar ucapannya .


Susan


“Assalamualaikum. “


Abang


“Wa’ alaikumsalam., Ada apa adiku tumben telepon Abang, ada masalah?”


Susan


“ ada sih. Tapi ga terlalu penting mungkin tapi aku mau nannya Ama Abang, emang ada acara apa di rumah “


Abang


“ Kamu pasti tau dari Tina, yah”


Susan


“ Ya, Abang siapa lagi. Emang ada acara apa sih kok Susan ga tau sih.”


Abang


“ Abang mau bikin surprise untuk Tina. Abang, udah niat pengen serius Ama Tina . Tapi Abang ga bilang dulu Ama Tina .dan Abang ini lagi mau mengobrol masalah ini sama papa dan mamah. Kalau Tante Riska nanti kamu aja yang bilang ya .”


Susan


“ oke, kalau itu mah. Tapi Abang yakin pengen serius sama Tina ? Emang apa niat Abang pengen serius sama Tina .”


Abang


“Abang serius sekali .Abang tidak mau di tunda-tunda kalau hal yang baik. Dan mungkin Abang serius sampai seterusnya . mudah-mudahan jodoh Abang. Abang hanya ingin yang terbaik .dan secara Tina sekarang sedang pusing untuk biaya lainya. Jadi Abang tambah yakin .”


Susan


“Susan dukung aja yang terbaik untuk teman terbaik aku dan abangku. Gimana kalau sampai sekolah tau atau fans abang. Secara Abang punya banyak fans banyak hahahha”


Abang


“ Untuk hal ini Abang minta sama kamu untuk rahasiakan. Karena Abang takut kalau nanti Tina terluka .”


Susan


“Baiklah aku dukung aja. Semoga langgeng ya Abang. Aku sedang punya saudara Tina rasanya ga percaya aja .heheh..”


Abang


“Abang juga percaya murid Abang bisa jadi pendamping hidup. Dan sampai proses ini awal dari ini kan kamu ya .”


Susan


“ benar. Abang udah dulu nanti Tina curiga aku .mau kasih tau Tante ya .”


Abang


“ ya sana . “


Susan


“Assalamualaikum”


Abang


“Wa'alikumussalam”


Lalu Susan langsung ke kamar Tante Riska untuk menceritakan tentang hal baik tersebut dan Tante pun ikut senang dan ikut ambil tentang rencana tersebut dan Susan permisi untuk kembali ke kamar.


Susan melihat Tina sudah beres mandi


“ Tina, kamu ga tanya kamu di jemput atau ga ?”


“ San, aku ga sempat nanya keburu ditutup. Besok aja nanya, besok kan Minggu jadi enak .”


“ Oke, siap . Yuk kita tidur udah mengantuk . Gara-gara Jesy .sebel aku .”


“ Ya, duluan aja.”


Dan Tina sedang bereskan pelajaran .dan lalu ke kasur tidur .sedangkan Susan sudah tidur nyenyak.


Aku tidur .


Di tempat rumah Susan


1 keluarga belum tidur karena ada hal yang dia obrolkan.


“Ini kenapa semua di panggil, ada masalah apa,?” kata papa Susan .


“ ga tau pah, tanya Aja Ama tuh.”


Makanya Susan yang ke 2 menuju ke Rehan.


“ Ya Rehan ada apa . Kita semua di panggil. Ada yang penting kan bisa besok “ kata mamah


“ begini mah, Pah dan semuanya . Aku ingin membicarakan tentang serius. Aku tau kalau ini terlalu cepat . Tapi aku benar ingin serius dan ada ikatan”


“ Maksudnya” semua bertanya pada Rehan.


“ Begini, aku ingin mengikat Tina jadi tunangan aku mungkin lebih dari tunangan. Aku benar-benar serius dengan hubunganku dan Tina meskipun kalian tau aku baru menjalin hanya 2 bulan pacaran. Tapi aku benar sangat ingin sampai menikah dan seterusnya hubungan ini .dan tidak main-main dalam hubungan ini, dan aku tau Tina masih kelas 2 SMA . Tapi aku benar ingin serius .sangat . Jadi aku mohon papa , mamah dan kalian Restui hubungan serius aku.”


Rehan dengan kata-kata yang penuh yakin dan benar ingin menjalani serius dengan Tina .


“Apa, Tina tau tentang hal ini?” tanya papah


“ Belum pah, karena aku belum memberi tahukan tentang ini .aku ingin memberi tau besok.”


“ mamah, senang kamu mau serius sama perempuan. Tapi apa tidak terlalu cepat. Soalnya kan Tina itu masih 2 SMA Rehan. Kamu tau itu.” Mamah Susan


“ Aku tau mah, makannya aku ingin serius .kami nikah nanti setelah lulus sekolahnya atau setelah kuliah. Aku hanya ingin mengikatnya sebagai calon istriku. Kata Rehan


“ bro, ini ga main-main loh kalau masalah mau nikah dan keseriusan.” Kakak 2 Susan.


“ ya, makanya aku serius .jadi aku mohon tolong Restui aku dan Tina “


“gimana pah, menurut papah, mamah gimana papah. Kalau mamah sih ingin banget punya menanti kaya Tina . Dia tidak pilih-pilih atau tidak minta apa pun .sampai sekarang Ama Susan .bahkan dia ikut Susan ke rumah Tante Riska.” Kata mamah


Papanya Rehan diam sejenak . “Beri waktu papah untuk memikirkannya. Sampai besok pagi. Besok jawaban.” Kata papa


“baik, pah aku mengerti. Makasih .” kata Rehan.


Semua bubar dari papa dan mamah. Menyisakan adiknya, kakak ipar dan Rehan.


“ Kakak ipar, “ bertanya pada Rehan.


Lalu Rehan melihat ke arah adik iparnya .


“ ada apa?” kata Rehan singkat


“aku malah senang, kalau dia jadi adik ipar , karena kemarin mamah cerita kalau Tina tidak pernah mengeluh ataupun tidak pernah gengsi. Membatu mamah. Dan dia juga selalu berusaha untuk membantu orang .meskipun dia juga lelah.”


“Jadi, maksud kamu dukung aku dengan Tina” tanya Rehan kembali ke adik iparnya .


“Ya, mamah pun suka Tina, “


“ terima kasih, “ kata Rehan sambil tersenyum.


Dan adik iparnya mengangguk mengerti.


“ Ya, kalau aku bro, sih silakan selagi dia baik dan kamu benar cinta ga masalah, aku dukung kamu,”


“ Terima kasih banyak,”


Mereka semua mengangguk mengerti. Dan bubar untuk ke kamar masing-masing. Tinggal restu mamah dan papa. Saja .


Aku harus istirahat besok..


Dan menuju kamar.


Ke esokkan harinya


Masih di rumah Susan .


“ini penentuan aku di Restui untuk lebih serius dengan Tina atau tidak. Mudah-mudahan aku dan Tina bisa serius sampai menikah dan selamanya .amin” batin Rehan.


Setelah membereskan dan mandi . Rehan pun ke bawah . Dan langsung ke ruang makan karena setiap pagi kami selalu makan bersama .


Dan aku belum melihat papah, sejak tadi . Ke mana papah.


Aku bertanya pada mamah .


“ mah, papah ke mana ?” tanyaku pada mamah yang tadi sibuk membatu bibi di dapur .


“ papah tadi keluar bentar, ga tau ke mana , soalnya mamah ga tanya ke mana-mananya .”


“ Oh, ya” jawab singkat ku.


“ Hai , bro,”


“ Hay kakak ipar”


“ Ya, “


“ Kenapa bro , ada masalah ?”


“ Ga ada masalah kok, yuk makan.”


“ Oke,”


Setelah aku makan aku pun langsung ke kamar. Dan masih dengan pikiran tentang kemarin malam.


“Aku memang ingin serius dengan hubungan ini. Bahkan sebelumnya aku memang belum pernah serius dengan wanita lain .karena aku fokus dengan yang lain. Tapi dengan Tina , berbeda . Aku merasa dia bisa menenangkan diriku dan membuatku terpesona .sejak dia masuk sekolah .dan aku selalu melihatnya . Aku kira aku hanya kagum padanya .tapi ternyata 1 tahun aku bukan sekedar kagum tapi menyukai dan sampai cinta. Tapi aku masih ragu tentang itu mengingat dia muridku. Tapi pada saat dia di ajak oleh Susan makan malam dan Susan bertanya apakah dia suka .dan jawaban aku benar-benar terkejut, ternyata dia suka . Aku ternyata tidak bertepuk sebelah tangan perasaanku .dan dia pun mengucapkan alasannya suka padaku. Aku pun menerimanya .aku bahagia karena orang aku tunggu jawabnya sama denganku. Setiap hari aku bertemu dengan dia aku deg-degan. Dengan gaya bicara dan lainya. Dan juga tingkah lakunya. Kadang dia kuat seperti tidak ada masalah tapi ternyata ada. Hanya saja dia tidak pernah memberi tau orang lain. Dan ketika dia kencan pertama kali aku bahagia. Dan dia pertama kali memanggil ku Dearku dengan muka malu . Dan aku memanggilnya Sugar. Karena dia manis menurutku. Dan ke esokkan harinya dia tiba-tiba menelepon ku . Tentu aku senang tapi dia dengan suara yang takut kecemasan ku ada . dan berkata dia sedang di ikuti oleh seseorang. Dia bilang ada penguntit .dan aku tidak tinggal diam .karena dia benar takut . Lalu aku menjemputnya dia kaget .dan aku menenangkannya dan menyuruhnya tinggal dengan Susan ”batinku


“Tentu , adiku Susan senang karena dia ada teman . Dan ditambah masalah bukan cuman itu ternyata aku tau siapa yang menguntit itu . Aku tetap mengawasi. Dan adikku pun dapat masalah karena ada temannya yang ingin memanfaatkan dia. Karena mereka melihat Susan kaya. Untungnya ada kekasihku. Dan dia membantu Susan. Meskipun dia harus bolos kerja .demi adiku .aku sungguh terharu. Dan di lain sisi penguntit itu terus meneror dengan SMS. Dan aku terus mengawasi. Dan kekasih menelepon tentang hal tersebut. Lalu aku bertemu di restoran yang bisa privasi. Dia awalnya marah .dan aku menjelaskannya dia mengerti dan minta maaf. Dan aku menyuruhnya mengabaikannya. Da sepertinya dia mengikuti saranku. Tapi setelah lumayan terkendali situasi. Ternyata aku mendapat telepon dari kekasihku .dia bilang bahwa dia di pecat. Aku perasaan sudah tidak bisa di menentu. Batinku


“dan aku memutuskan untuk menjalin serius kepada keluargaku .dan aku belum bilang kepada kekasihku bawah aku akan melamarnya . Tapi aku sudah mendapat restu dari mamah serta adikku .tinggal papaku, Entahlah sejak pagi papah sudah tidak ada di rumah mungkin dia sedang sibuk. Aku ingin tau apakah aku akan di Restui. Atau tidak “ batinku


Di lain tempat di rumah Tante Riska ...


Aku bangun subuh. Dan seperti aktivitasku. Aku Sholat dan mandi di pagi hari biar segar. Mungkin sudah terbiasa dengan tersebut .


Setelah mandi dan dandan seadanya. Karena aku memang jarang sekali dandan. Lalu aku keluar dari kamar menuju ke bawah untuk biasa


Membantu menyiapkan sarapan. Dan ternyata Tante sudah memperkerjakan seorang yang membantu rumah Tante. Mungkin dia kerepotan kalau mengurus rumah dan di tambah ada tamu . Mungkin.


“Selamat pagi Tante , “ kataku dengan senyuman manis.


“ Oh, pagi sayang, kok udah bangun kan ini Minggu sayang,” tanya sambil membatu bibi tersebut


“Ya, Tante kan aku udah biasa bangun pagi jadi udah biasa .he he..”


“Oh gitu,. Duduk aja bentar lagi beres”


“ ya, Tante ,”


“ Oh, ya kenalkan ini bibi Nur yang akan membantu kita di sini .”


“ oh, ya halo bibi Nur “


“ Ya , non halo juga, mudah-mudah saya bisa betah di sini”


“ ya, bibi yang betah ya , aku senang “


“ ya, udah yuk makan . Bibi tolong sisanya ya.”


“ ya, bu. “


“ ayo, oh ya panggil Susan . Biar kita langsung makan bareng “


“ ya, Tante bentar “


Aku pun ke atas memanggil Susan .dan pas mau ke kamar Susan udah mandi dan mau menuju ke bawah .


“ loh, kamu udah bangun ternyata aku kira kamu masih tidur?”


“ Ga, udah bangun 5 menit yang lalu .dan langsung mandi. Tapi belum beresin”


“ ya, udah Susan aku beresin.”


“ Bareng aja beresinya kan ini kamar kita , jadi harus beresin bareng-bareng.”


Aku mengangguk mengerti.


Dan di bawah ..


Tiba-tiba berbunyi bel rumah . Dan bibi membukakan pintu .lalu bertanya


“ Maaf, pak mau cari siapa?”


“ apa Riska ada?”


“ bu, ada di ruang makan, mau di panggilkan “


“ ya, silakan , bilang saya mertua anaknya “


“ Baik, pak permisi.”


Papah mengangguk mengerti . Dan beberapa saat ketika Susan dan Tina ke bawah .ada seseorang tamu dan ternyata adalah papanya Susan. Aku kaget begitu pun Susan . Dan Susan langsung ke tempat tamu di ruang tunggu tamu .


“Papah, Susan kangen?” sambil memeluk papanya dan di balas oleh papanya .


“ Ya, papa juga kangen, kamu belum bisa pulang ya, papa kangen ga ada cerewet kamu “


“ ih, kok gitu sih papa, ya pah masih belum bisa soalnya teman aku di sekolah makin jadi kemarin aja masa acara di sini. Kan kerepotan tante. Untung ada bibi Nur yang bantu jadi ga terlalu repot.”


“ Ya, udah mau gimana lagi , papa hanya tunggu aja .eh Tina apa kabar?”


“ Baik, om. Om sendiri gimana kabarnya?”


“ baik, hanya saja kangen Ama Susan aja. Kamu betah di sini ?”


“ Alhamdulillah, betah om, Tante Riska baik sama kami.”


“ Oh, syukurlah,.”


Dan datanglah Tante Riska .


“ eh, Roy. Kamu tumben datang pagi-pagi ke sini .apa ada perlu. Kayaknya penting deh .sampai kamu datang kesini pagi-pagi. Gimana kalau sarapan dulu baru ngobrol?”


“ ya, boleh,”


“ asyik papah, sarapan bareng kita “


“Ya, bawel”


“Ikh, jahat papa bilang gitu ke Susan, kangen pah.”


“ Ya, papah tau yuk dari pada di sini kasihan Tante sama teman kamu nunggu”


“Oke, ayo Tina , Tante”


“ ya, “ Kata aku dan Tante.


Dan sesampai ke ruangan makan. Kami makan dan setelah beres aku membatu bibi dan Tante .dan Susan dan papahnya langsung ke ruang tamu .mereka saling mengobrol dan ada suara tertawa .aku jadi sangat iri karena jarang aku mendapat perhatian . Karena aku sendiri. Lalu aku merasa ada yang mengelus pundak ku. Dan aku menoleh


“ Tina, kamu kenapa?”


“ ga , Tante hanya senang lihat Susan , bahagia. Sepertinya dia kangen papanya sampai dia tertawa gitu”


“ oh, gitu. Ya udah ayo kita ke ruang tamu sepertinya papanya Susan mau ngomong sesuatu penting.” Kata Tante .


“ ya Tante, ayo”


Dan kami mendekat .dan mereka menoleh kepada kami .dan tersenyum.


Tante bertanya langsung ke intinya .


“ oh, ya Roy tumben kamu kesini. Ada masalah kah.?” Ternyata Tante langsung bertanya mengenai perihal papah Susan datang ke sini.


“ oh, ya sampai lupa , gara-gara kangen ke anak papah, jadi lupa deh .”


“ kok salah Susan sih pah, papa aja yang lupa” dengan cemberut Susan tidak suka .


Aku tertawa kecil. Dan di ikuti dengan yang lainya .


“ya, sudah, maafkan papa,. “


“ Ya, deh. Di maafkan sama Susan. Oh ya, papa ke sini pagi-pagi bukan Cuman pengen ketemu Susan dan kangen kan? “kata Susan .


“ ya, memang bukan sekedar kangen sayang, papah mau nanya ke Tina” bertanya dengan sedikit serius .


“ Eh, serius .”


“ ya, sayang, jadi dengarkan” kata papa Susan


Susan hanya mengangguk mengerti. Sedangkan aku kaget dan sedikit gugup. Karena tiba-tiba ingin ditanyakan .sepertinya serius dari wajah papanya Susan .


“begini, Tina. Om mau nanya pribadi “


“ oh, ya silakan aja om, om mau nanya apa”


“ Kamu sekolah sejak SD dan SMP , boleh om tau dari mana?”


“apa?,” aku kaget karena tiba-tiba om berkata seperti itu.


“Eh, kenapa papa bicara gitu ke Tina, emang Tina ada masalah sama papa?”


“ Ya, Roy. Kok kamu berbicara gitu.”


Lalu aku menjawab. Meskipun aneh kenapa tiba-tiba papahnya Susan nanya gitu .


“ om, aku sekolah SD aku dapat biaya dari peninggalan harta orang tua saya . Itu sampai SMP kelas 1 dan sisanya aku dapat bantuan dari beasiswa. Dan kalau SMP saya belum bisa kerja PART Time karena tidak boleh. Kataku sambil gugup dan cemas


“ oke, boleh tau nama lengkap kamu , Tina?”


“ Iftina Queen. “


“oh, begitu dan kamu tahu nama orang tua kamu .”


“ papa saya namanya Basra Tonny. Dan mamah saya Pelita Karin.”


“ oh, pantas. Om mengenal wajah kamu. Ternyata benar ya. Kamu mirip sekali dengan kedua orang tua kamu .”


“ apa om kenal orang tua saya?”


“ tentu mereka adalah teman saya sejak SMA , ternyata aku tidak menyala bahwa kamu anak dari temanku itu.” Kata papanya Susan yang tidak percaya .


Lalu papanya Susan menceritakan tentang keluargaku. Aku kaget dan sedih, dan bercampur aduk. Tapi aku masih mendengar kan cerita papanya Susan . Susan dan Tante Riska menyimak cerita yang di ceritakan pada mereka.


Lalu Susan langsung komen .


“ Wah, berarti turun deh ke anak papah. Sama teman papah”


“ Ya, Tante juga berpikir seperti itu.”


Aku hanya mengangguk mengerti. Dan papanya Susan tetap melanjutkan cerita . Kadang kami tertawa melihat tingkah papaku dan papanya Susan dulu. Aku cukup senang bisa tau kehidupan orang tuaku dari papahnya Susan .dan sepertinya mereka benar sayang padaku. Aku sangat senang sekali.


“Oh, ya Tina om mau nanya lagi.” Tanya papahnya Susan .


“ Boleh, om mau nanya apa lagi,?”


“ Kamu sejauh apa hubunganmu dengan Rehan, anak saya?” kata papanya Susan . Membuatku kaget dan sedikit tidak bisa bicara .tidak hanya aku Susan pun kaget .


“ tunggu, deh pah. Kenapa papa ngomong gitu ama Tina”


“ papa hanya ingin tau dari dalam hatinya Tina dan katanya , hanya itu Susan tidak ada yang lain.”


“ Oh, gitu. Tina jelaskan aja pada papaku semuanya .”


Awalnya ragu tapi Susan melihatku dan mengangguk .


“ saya sayang sama Pa Rehan, saya suka sama Pa Rehan, bukan karena dia terkenal ataupun Guru saya. Tapi saya suka melihat sebagai laki-laki yang bisa melindungi ku , menjaganya agar tetap tenang, dan selalu tau ketika aku merasa cemas dan takut di ikuti oleh seseorang. Dan rindu sebuah kasih sayang yang belum pernah aku rasakan. Karena aku merasa dia seperti papa dan kakak dan keluargaku bagiku. Itu bagi saya untuk Pa Rehan. Dan aku juga senang berteman dengan Susan karena dia menerima apa adanya diriku. Yang kurang dan tidak pernah melebih-lebihkan dirinya .”kataku


Sambil tersenyum dan aku hampir menangis namun di tahan karena aku tidak mau jadi cengeng .aku harus kuat supaya tidak terlalu banyak orang yang mencemaskan dirinya . Bahkan Susan pun.


Lalu suasana begitu hening, pada saat aku bilang seperti itu. Dan Susan sangat senang mendengar perkataan ku . Lalu aku dielus punggung aku oleh Tante Riska untuk menguatkan ku. Dan aku tersenyum. Sedangkan papanya Susan. Sedang memikirkan sesuatu. Dan keheningan tersebut dipecahkan oleh Tante Riska.


“ Roy, kamu sedang mikir apa? “kata Tante Riska


“ Ah, tidak. Aku hanya sedikit memikirkan untuk ke depanya saja .”jawab papa Susan


“ oh, jadi . Kenapa ?”kata Susan .


“ hari ini Susan kamu ke rumah mamah ya. Nanti kamu di temani oleh Tante Riska.”


“ Terus, Tina gimana masa di rumah sendiri Ama bibi Nur ?”


“ Tina, akan ikut dengan papa. Dan sekalian papah ingin lihat di mana makam orang tuanya . Sekalian papah menyapa teman lama. Ga apa-apa kan Tina?” tanya papanya Susan


“ Ya, om boleh, ga apa-apa”. Kataku


“ Baiklah sekarang siap-siap dulu kamu dan Susan ya.”


“ Oke papa “ sebelum pergi Susan mencium tangan dan memegang tangan Tina supaya siap-siap.


Aku hanya diam dan mengikuti Susan.


Saat aku mau Mengganti pakaian. Susan langsung berkata “ eh, tunggu jangan pake baju itu aku kasih baju untuk kamu ke makam papa kamu.”


“ ga usah San, aku pakai yang ada aja .”


“ Jangan protes ok.”


Aku pasrah .dan aneh kenapa Susan jadi pemaksa hari ini .


“Susan, kenapa kamu jadi aneh hari ini?”


“Hah, Tina emang aku kenapa, kan aku biasa aja ?”


“ ga cuman aneh kenapa aku ga boleh pake yang biasa aku pake .”


“ kamu itu harus tampil ga kayak yang menderita atau lainya. Kan mau ke tempat makam orang tua kamu. Nanti gimana kalau orang tua kamu melihat dari sana kamu pakaian yang tidak terurus dan bla-bla...” kata Susan masih dengan bawelnya .


“ ya, Susan yang cantik oke. Udah jangan bawel berisik tau.”


“ Eh, Ngomong aku bawel . Gini-gini juga akunkan teman kamu tau .”


“ Ya, deh, gimana kamu aja .mana sini aku mau ganti yang kamu kasih .”


“ Oke, tunggu. Nah, ini aja cocok .sip lah ini mah “


“oke aku ganti”


Susan mengangguk mengerti dan aku ganti di kamar mandi sedangkan Susan di kamar .


Setelah kami ganti lalu kami turun. Dan di sana Tante Riska sudah siap dengan pakaian untuk acara .


“ wah, Tante udah siap juga . Aku kalah sama Tante. Tante. Sumpah cantik banget “ kata Susan memuji Tante hingga Tante tersipu.


“ Ah, kamu biasa aja . Kamu juga cantik sayang . Sama kaya Tina .”


“ Ya, makasih, Tante aku emang cantik .”


“ Gr, amat. Kan yang cantik bukan kamu .tapi pakaian kamu, San.”


“ Biar in, kali-kali aja. Menyombongi sendiri ha .hah..”


“ Sudah, sana pergi. Papa juga sama Tina mau pergi.”


“ ya, udah papa duluan aja .nanti kami pergi bentar lagi “


“ Ya, jangan telat, ya anak papah.”


“ Oke, papa tenang aja “ ...


Aku pun mengikuti papa Susan. Dan papa Susan, bertanya padaku .


“Di mana makam Orang tua kamu Tina?”


Lalu aku di semburkan makam orang tua ku .lalu segera menuju kesana .


Dan di tempat yang sama di rumah Tante Riska.


“Tante , ayo langsung ke rumah mamah, aku pengen cepat-cepat. Sampai dan bantu untuk acara Tina. Aku sudah tidak sabar..


Dan pada saat ingin keluar. Susan tidak jadi keluar lalu menutup pintu lagi.


Dan sepertinya Tante bingung kenapa berhenti.


“Kenapa berhenti dan menutup pintu lagi Susan . Nanti telat loh.”


“Tante aku masih di awasi teman ku. Dan juga seseorang yang selalu membuat khawatir Tina.”


“ teman kamu belum, kapok atau berhenti .dan kenapa Tina khawatir. “ tanya Tante dengan cemas .


Aku membawa kembali Tante dan duduk di kursi sofa .dan aku menceritakan semuanya .


“ Ya, ampun kasihan sekali, Tina. Dan dia juga harus menjaga kamu dari teman kamu dan sekarang dia juga harus selalu tidak tenang. Apa ini yang membuat kakakmu ingin mengikat dia, Susan katakan pada Tante?” Tanya Tante Riska.


“ Ya, Tante. Itu benar. Makanya .sekarang biar Abangku selalu menjaga Tina . Dan juga aku .”


“ Dan sepertinya temanmu belum menyerah sampai kamu menjadi teman mereka. Tante sebenarnya tidak suka dengan mereka, karena menurut Tante . Kamu akan jauh dari keluarga dan orang lain sebaiknya kamu menjauh, atau kamu bilang pada mereka. Dengan pelan.”


“Ya, Tante aku tau, makanya aku masih memikirkan hal ini belum ada solusi. Di tambah Tina di pecat mungkin karena aku. Cuman Tina ga bilang aja.”


“ ya, sudah nanti Tante nanti buat mereka. Ya “


“ ya, Tante makasih udah peduli Ama aku dan Tina. Aku senang ,pasti Tina lebih senang. Karena Tante mirip sekali dengan ibunya. Meskipun tidak pernah cerita ke Susan, tapi Susan tau itu dari tatapan matanya .”


“ ya, tentu Tante peduli kamu dan Tina. Sekarang kita harus keluar tanpa mereka tau.”


“ ya, Tante aku juga bingung. Gimana caranya .”


Beberapa menit kemudian. Susan mempunyai sebuah ide .yang sangat bagus .untuk temanya dan. Untuk penguntit itu.


“ Tante, gimana kalau kita pura-pura ke rumah sakit. Nanti di sana kita belok dan balik lagi .mereka juga menunggu pasti “


“ ide yang bagus .oke ayoo. Taksinya udah di tunggu.”


“ Siap, tante.”


Susan dan Tante keluar dari rumah dan masuk ke taksi. Dan menuju yang di rencanakan. Sebelum itu .Tante menitipkan pesan pada Nur, untuk tidak memberi tau ke mana kami pergi ataupun Tina pergi. Dan Bibi Nur mengangguk mengerti.


Ternyata yang mengikuti hanya teman Susan .sedang penguntit itu pura-pura bertemu dengan pemilik rumah seperti sekarang.


Ting... Tong..


Lalu di bukalah pintu rumah .


“Ya, ada yang bisa saya bantu, tuan?” kata bibi Nur


“ ya, mau ketemu Tante Riska, ada?”


“ oh, Bu Riska baru aja pergi Ama non Susan.”


“ kalau Tina ada,?”


“ non Tina pergi tuan,”


“pergi ke mana? Kalau boleh saya tau?”


“ Saya ga tau Tuan. Soalnya bibi . Di dapur jadi kurang tau. Tuan siapa ya. Mungkin ada titip pesan buat Bu, tau siapa?”


“ Ga, deh. Bibi nanti saya ke sini lagi. Makasih bi. Dan permisi.”


“ Ya, sama.”


Lalu bibi menutup pintu. Dan si penguntit itu, berpikir. Kapan Tina keluar perasaan aku dari tadi di sini ga tau keluarnya (batin nya)


Lalu dia pun pergi..


Di tempat pemakaman umum.


Tidak terasa sudah sampai di tempat pemakaman umum. Dan aku papanya Susan pun sudah sampai. Dan langsung ke pemakaman orang tuaku.


Lalu Sudah sampailah di tempat makam Orang tua ku.


Dan setelah sampai kami berdoa membacakan doa untuk orang tuaku.


Dan setelah selesai. Papanya Susan mulai bicara kepada orang tuaku.


“ Basra, lama ya tidak ketemu terakhir aku lulus SMA dan aku pergi ke luar negeri untuk kuliah di sana sedangkan kamu dan pelita kuliah di sini karena kalian hidup di panti asuhan dari kecil. Dan harus berusaha untuk kuliah dengan usaha kalian. Dan maaf aku baru datang kepada kamu karena menghilang. Dan aku mencari kamu dan pelita tapi tidak ada yang tau bahkan Bu panti pun tidak tau. Mungkin kamu pengen jauh dari mereka. Dan aku pun mengerti. Aku juga sedang membangun bisnis keluarga. Dan kamu tau kan. Impianku apa membangun hotel yang bisa memenuhi kriteria semua. Dan aku juga ingin membangun panti asuhan. Untuk orang yang tidak mempunyai tempat tinggal. Akhirnya aku mewujudkannya. Tapi aku masih terpikir kamu di mana .dan aku sudah mencari kamu lagi tapi tidak di temukan .dan akhirnya aku pasrah.” Jeda cerita papanya Susan. Lalu melihatku. Dan kembali ke makam papaku.


“ kau tahu ternyata anak perempuan ku dan anak perempuanmu satu-satunya ternyata berteman seperti kita, aku tidak tau kalau dia adalah anakmu. Ternyata Takdir mempertemukan anak-anak kita. Dan akhirnya aku bertemu denganmu di sini di tempat makam kamu Basra. Dan sebenarnya maksud kedatangan ku bukan untuk melihatmu. Ada yang ingin aku sampaikan secara berdua denganmu. “


“ Tina, boleh om berbicara berdua dengan orang tuamu. Sebentar”


“ tentu om, Tina menunggu di dekat mobil aja ya om.”


“ ya, baiklah”


Lalu aku mengangguk mengerti dan pergi meninggalkan om . Sepertinya ada yang di bicara penting deh selain yang tadi . Lalu aku berlalu dari situ.


Dan di tempat makam.


Masih ada om yang masih diam sebentar dan berkata


“ Basra , pelita , sebenarnya aku datang ke sini bukan hanya menyapa ataupun reuni . Tapi meminta izin kepada kalian. “


Dan papahnya Susan diam. Dan melanjutkan bicaranya .


Seolah-olah mereka ingin mendengar melanjutkan omongan sahabatnya.


“kalian tau, aku masih punya anak cowok 2 tapi yang satu sudah menikah .dan anak pertama saya adalah Rehanda al-Fazza. Dia mencintai anak kalian berdua. Karena itu aku datang ke sini untuk meminta izin kepada kalian. Bolehkah anakku menjadi calon mantu kalian, dan menjadi calon suami untuk anak kalian.” Kata papanya Susan.


“ Aku ingin, melihat anak pertamaku bahagia dengan anak kalian. Karena baru kali ini Rehan serius kepada seorang perempuan biasanya .dia cuek dan tidak pernah peduli. Sampai istriku pusing dengannya . Dan akhirnya dia jatuh cinta pada anak kalian..”


“Dan kemarin dia bilang padaku ingin. Tina sebagai calon istrinya .dan ingin menikah dengannya. Meskipun mereka baru pacaran selama 2 bulan. Tapi rasa sayang mereka melebihi. Apa yang saya tahu. Jadi bisakah kalian menerima anakku sebagai menantu kalian.”


Dan om Roy pun berdiri dan mengucapkan selamat tinggal.


Dan pada saat om Roy pergi. Entah dari mana muncul bunga jatuh di makam papaku. Dan samar-samar “ tentu Roy kami senang mendengarnya”


Dan om Roy berbalik tidak ada siapa-siapa. Tapi dia yakin mendengar suara itu. Dan om Roy tersenyum. Dan berkata “ Terima kasih, atas dukungannya “


Dan Roy pun pergi keluar pemakaman dan menuju Tina. Dan melihat Tina .


“ Ayo, masuk kita ke rumah .” kata om Roy


“ Emang kita mau ke rumah siapa om?”


“ tentu rumah om, kan di sana ada acara bukan . Kamu juga di undang jadi lebih baik bareng aja ya”


“ ya, om.”


Dan pergi meninggalkan kompleks pemakaman .dan menuju rumah Susan.


Di rumah Susan


Di lantai dua Rehan masih belum keluar kamar. Dan tiba- tiba SMS dari papa


Lalu aku membuka pesan


Papaku


Kamu siap-siap dan bilang ke mamah kamu dan semua . Untuk siap-siap acara tunangan kamu .1 jam lagi papah sampai dengan Tina .jadi tunggu apa lagi. Dan papa sudah Restui kalian.


Aku kaget dan langsung ke luar kamar dan ketika aku mau ke kamar mamah. Mamah sudah tersenyum padaku. Dan berkata “ Rehan anak mamah kok belum siap-siap sih. Kan bentar lagi datang calon menantu mama. Cepat ya kamu malu-maluin mamah sama papah. Cepat ganti baju Sanah.”


“ ya, mah. Aku tadinya ingin bilang ada SMS dari papah tentang restu aku Ama Tina.”


“ mamah tau baru aja papa SMS mamah. Cepat “


“ Ya, mah. Makasih ya mah. Udah Restui aku dan Tina.”


Lalu mamah mengangguk mengerti. Lalu mamah bilang


“ tapi sepertinya adik kamu dan Tante Riska agak telat karena mau mengelabui temanya itu. Dan mamah dapat SMS ada penguntit itu juga di rumah Tante. Tapi Susan ga bilang kalau penguntit itu apa mengikuti Susan atau tidak .”


“aku tau kalau Susan bisa melewati mereka .yang ku khawatir penguntit itu takutnya mengikuti papa.”


“ Ya, mamah juga khawatir, soalnya mungkin dia bisa melakukan apa aja.”


“ Mudah-mudahan, mereka baik-baik saja .”


“ Ya, amin. Ya udah cepat dandan .”


Aku mengangguk mengerti dan masuk ke kamar lagi untuk acara nanti..


Lalu mamah ke bawah . Dan mamah melihat anak dan menantunya lagi berleha-leha karena hari ini libur .


“ Kok kalian di sini?”


“ lah, emang kita mau ke mana mah, kan biasa juga aku sama istri tersayang aku kayak gini mah. “


“ cepat mandi dan ganti baju .kita kan mau adakan acara masa kamu lupa sih, mamah aja ga lupa”


“ Emang acara apa sih?” Kaka Susan yang penasaran dan juga kakak iparnya .


“ ya, mah ada apa sih”


“ Kan hari ini acara tunangan kakak kamu sih masa lupa sih, dan juga adik aku dan mamah mertua kamu juga datang. Jadi siap-siap Sana. Mamah mau siap-siap makanan dan lainya cepat sana.”


“ ya, benar. Emang papa udah setuju?”


“ tentu dong papa udah SMS mamah biar persiapan acaranya. Supaya lancar. Jadi mamah mau siapkan semua dengan benar. “


Dan mamah Susan langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk acara dan di bantu oleh pelayan di sana .


“ Ya, sudah yang, kita siap-siap juga.”


“ Ya, yang”


Dan mereka pun siap-siap. Dan di sana sedang sibuk mempersiapkan semuanya mulai dari makanan dan lainya. Dan sebelum di mulai.


“ maaf ya mengganggu aktivitas kalian. Karena ini adalah acara keluarga .makan tolong di persiapkan dengan benar. Dan tolong ketika ada yang menanyakan ada apa atau yang lainya . Dan kalian katakan maaf saya tidak tau.”


“ Baik. Nyonya.” Semua mengerti .


“ Dan tolong setiap ada yang mencurigakan tolong bilang padaku atau pada suami saya, mengerti?”


“ Baik, nyonya” dan mereka bubar setelah mendengar perintah nyonyanya .


Dan mamah Susan pun siap-siap. Dan setelah 20 menit siap-siap dia. Ke bawah untuk melihat situasi tersebut. Dan ternyata .mamahnya Susan sudah mendapat ada seseorang yang mencurigakan di sana. Sepeti sedang melihat situasi di sana. Orang tersebut laki-laki umurnya sepeti sama dengan Susan dan Tina .dan mamahnya Susan ingat bahwa Tina selalu di ikuti orang . Apa dia yah orangnya. Kalau begini tidak bisa di sini .harus di tempat lain .dan sebelum itu harus mengalihkan dia dulu. Dan memberi tau semuanya .


“ Kenapa kamu di sini?” tanya mamah Susan padanya.


Dia menjawab tenang tapi ada sedikit gemetar.


“ maaf nyonya saya . Tadi sedang membersihkan ruangan dan takut ada yang tidak bersih. Jadi saya melihat sekitar. “ kata pemuda tersebut .


“ Oh, baiklah lanjutkan .” lalu mamahnya menuju ke atas .dan memberi tahu Rehan dan anak dan menantunya .


Mengetuk pintu Rehan.


Tok .. tok ..


Lalu Rehan membuka pintu . Dan berkata


“Ada apa mah kok, mamah kesini. Bukanya mamah tadi lagi lihat kerja di bawah. Mempersiapkan, kenapa ke sini .” sepertinya mamanya menghiraukan ucapan Rehan . Dan mengetuk pintu kamar satu lagi dan dibuka anak kedua serta menantunya .


“Loh kok mamah,” tak sempat dijawab oleh anak keduanya . Dan langsung bilang “tadi mama lihat ada orang yang mencurigakan. Dia Seumur dengan adik kamu. Ditanya malah bikin mamah curiga. Dan mama ingat kalau penguntit Tina juga Seumur dia kan. Jadi mama langsung ke sini .”


Mendengar hal itu Rehan marah. Tapi Rehan tidak bisa apa-apa karena belum ada bukti.


“Ma, menurut mamah gimana. Rehan bingung gimana.?” Kata Rehan dengan pasrah .


“ kenapa pasrah gitu sih”


“ ya, gimana ga pasrah, aku mau tangkap dia tapi belum ada bukti. Jadi bingung”


“ ya, udah ganti rencana aja” kita pergi ke Villa kita aja . tapi bergiliran perginya mama sama kamu terakhir aja .”


“ dan kalian duluan ke Villa mama. Kamu tau kan Villannya?” tanya mamah.


“ Ya, tau ya udah sana dulu. Ga usah bawa baju nanti curiga ya.”


“ ya, ma. Ya udah kami duluan. Assalamualaikum”


“Wa ’alaikumsalam” balas mamah . Dan mamah segera SMS papa dan juga Susan.


Lalu 20 menit sudah berlalu . Dan Rehan dan mama Rehan turun dan Rehan menuju ke mobil . Dan sebelum pergi mama Susan berkata


“Bi, Inah” memanggilnya .dan datang Bi Ina salah satu pelayan rumah ini.


“ Bi aku mau keluar dulu Ama Rehan. Kalau ada tamu bilang lagi keluar ya BI” dan kebetulan pria mencurigakan ada di dekat Bi Inah.


“ ya, nyonya” Bi Inah mengangguk mengerti. Dan nyonya pergi .


Dan pria tersebut tidak curiga sama sekali.


Dan setelah masuk mobil dan keluar dari pekarangan rumah. Ternyata Susan telepon mamanya .


“ Assalamualaikum, Ma. Kok pindah tempat emang ada apa sih.?”


“ Wa’alikumussalam kamu di mana? Di lampu merah dekat mal mah .macet banget ya udah turun di situ nanti mama ke sana sama Rehan.”


“ oke mah, assalamualaikum.”


“Wa’alaikumsalam .”


Setelah 10 menit datanglah mobil Rehan. Dan mereka buru-buru masuk. Dan pergi . Dan menuju ke Villa. Di sana mamah Susan sudah bilang ke pengurus di sana untuk membersihkan dan menyiapkan makanan seadanya karena memang dadakan ke sana.


Dan giliran papa telepon .


“ Assalamualaikum, mah. Kenapa ga jadi acara di rumah. Emang acaranya di mana?”


“ di Villa pah, papa tau kan alamatnya?”


“ Ya, tau itu kan Villa keluarga kita”


“ nah, ke sana saja .nanti mamah ceritakan semuanya. Udah dulu .tutup teleponnya nanti di sambung lagi .”


“ ya, mah . Assalamualaikum”


“ Wa'alikumussalam.”


Dan mamah menutup telepon dari papa Susan. Dan Susan penasaran .dan langsung tanya .


“ Mah, kenapa acaranya di ubah jadi di Villa , emang ada apa sih?”


“ Ya, jeng. Kok pindah lokasi acaranya “. Kata Tante Riska.


Lalu mamah Susan menceritakan semua. Dan Susan kaget dan tidak hanya Susan bahkan Tante Riska kaget. Dan sementara Rehan tetap fokus. Meskipun dia marah . Tapi bisa mengontrol emosi tetap tenang.


“ Mah, tadi aja sebelum aku pergi, aku Ama Tante . Juga lihat penguntit dan juga teman Susan yang ingin tau .meskipun libur gini juga. Sampai mengelabuhi mereka . Dan akhirnya mereka di kelabui. Dan kalau si penguntit aku ga tau tuh .”


“ Ya, jeng. Kalau yang penguntit. Ga ikuti kita . Tapi mungkin dia penasaran rumah kamu. Mungkin dia melihat ada Tina atau tidak .”


“ ya, sepertinya jeng .ya udah kita fokus dulu acaranya .”


“ ya, “ semua berkata seperti itu.


Di mobil papanya Susan


“Om, kok tadi berhenti terus. Terus om telepon Tante. Apa ada yang terjadi om?”


Om Roy masih berkonsentrasi pada depan dan kemudi. Dan berkata “ acaranya pindah Tina, ke Villa katanya ada yang ga beres di rumah. Jadi pindah”


“ oh, gitu. Tapi ga ada masalah kan om?”


“ tenang aja Tina, semua baik-baik saja .sekarang kita ke Villa dan .sebentar lagi kita sampai karena tempatnya ga jauh dari tempat Villa .”


“ ya, om.”


Di rumah Susan


“ Kok ga ada siapa , pada ke mana. Apa aku tanya saja. Penasaran karena aku belum melihat cantik” sambil tersenyum.


“ Bibi Inah, semua pada ke mana katanya ada acara. Kok sepi banget .”


“ Ga tau. Gani( nama samaran dia untuk masuk rumah Susan). Mungkin ga jadi ya. Secara tuan belum pulang jadi ga jadi.”


“ Oh, gitu. Oke aku mau melanjutkan bereskan yang lain. Permisi Bi Inah.


“ya, “ tanpa curiga pelayan langsung pergi. Dan sedangkan dia bingung. Mungkin sebaiknya aku istirahat aja dan besok pasti ada kabar” katanya .


Di Villa


Sampailah Rehan, mama Rehan, Susan dan Tante Riska. Dan tak lupa kak dan kakak iparnya .


Dan langsung masuk .dan di sana sudah ada pengurus Villa.


“ assalamualaikum, Pa Tama.” Mama Rehan memberi salam.


“Wa’alaikumsalam, wah udah datang. Cepat juga.”


“Ya, Pa Tama. Dan maaf merepotkan .sampai harus menyiapkan makanan buat saya dan sekeluarga.”


“ Oh, ga apa-apa, bu . Saya senang justru. Soalnya Bu jarang datang ke sini. Jadi saya senang sekali. Dan saya harus permisi undur diri. Saya harus pulang. Assalamualaikum.”


“Wa’alaikumsalam” kata semuanya .


“ Yah, udah duduk semua. Sambil menunggu tamu spesial datang duduk dan istirahat sejenak”


“ ya, mah” jawab Rehan, anak-anak lainya .


“ Ya, jeng,. Oh ya jeng di sini enak sekali suasananya. Masih asri ya.”


“ Ya, jeng, sengaja mencari Villa yang masih asri biar ingat jaman dulu yang masih asri .”


Dan istirahat semua sambil menunggu tamu yang di tunggu-tunggu. Dan tidak terasa 20 menit berlalu. Dan datanglah tamu yang di tunggu-tunggu. Terdengar suara mobil dan tutup pintu mobil serta matikan mobil. Dan tersebut .


“ Assalamualaikum. Ma” kata papa.


“Wa’alaikumsalam, ah Tina ayo masuk. Sudah menunggu semua . Juga Rehan dari tadi menunggu kamu.”


“ Emang ada acara apa Tante, kok. Pa guru menunggu saya. Nanti ceritanya .” dan di lihat cuman ada Tante Riska, Susan, dan kakak dan kakak iparnya. Di sofa dengan makanan dan minuman.


Lalu aku melihat ke mana pun tidak ada Pa Rehan. Lalu Susan datang kepadaku langsung menarik ke kamar. Dan aku kaget .dan langsung mengikuti Susan . Dan masuk kamar dan mengunci pintu. Dan keluarlah Rehan . Dan melihat papanya.


Dan berkata “ makasih Pa, papa mau Restui aku dan Tina .”


“ papa udah Restui sejak malam. Dan papa hanya ingin . Tau keluarga Tina. Dan meminta izin. Kepada Mereka. Dan ternyata dia adalah sahabat papa waktu SMA orang tua Tina.”


“ Wah, benar Pa?” kata mama sambil tidak percaya. Lalu papa mengangguk dengan yakin .


“ Wah, ternyata yang selama ini papa cari sudah ada di sekitar papa. Tapi papa tidak tau.”


“ sudah, yang penting . Papa tau sekarang dan kita harus mulai acaranya . Karena sepertinya Rehan sudah tidak sabar papa.” Ledek mama ke Rehan.


“ aduh, mah jangan bilang gitu. Malu tau.”


“ kenapa kamu malu Rehan. Kan yang dikatakan mama kamu benar”


Semua orang tertawa...


Dan 5 menit kemudian... Di buka pintu kamar dan semua melihat takjub begitu juga Rehan. Sangat tidak berkedip begitu Tina keluar dari kamar bersama Susan. Karena dia memakai gaun yang cantik. Dan juga rambut yang di biarkan tergerai.


“ Bro, kamu kenapa, jangan gitu dong . Hahah” kata adiknya laki-laki.


“ Ya, kak. Jangan terpesona sama Tina, nanti. Pengen cepat-cepat nikah kan Tina belum lulus. Hahah”.


Semua orang menertawakan Rehan . Rehan dan Tina malu. Dan tidak tau harus ngomong apa .


“ ya, udah kita mulai acaranya .” mulai om Roy berbicara . Dan aku melihat kekasihku di sana dengan baju yang lumayan memikat .begitu dengan Rehan. Sekali-sekali dia melihat sekilas melihat Tina dari atas sampai bawah . Sangat terpesona dengan kecantikan alami Tina, dengan dress yang sederhana pun tetap cantik.


“ Dan maksud acara ini . Yang asalnya acaranya di rumah . Tidak jadi karena ada masalah jadi akhirnya di sini. Di Villa, dan aku ingin anakku Rehan akan tunangan dengan gadis pilihannya yaitu Tina. Karena itu Tina dan Rehan kesini di sebelah papa.”


Dan aku dan Kekasihku ke depan berhadapan satu sama lain .dan juga memandang satu sama lain dengan malu-malu.


“ dengan saksi kalian semua. Bahwa Rehan resmi menjadi tunangan Tina. Dan Tina pun resmi jadi tunangan. Dan kita langsung tukar cincin tunangan .


Lalu Rehan. Mengambil sebuah kotak di saku dan membuka kotak tersebut. Dan Rehan menyematkan cincin tunangan ke tangan Tina sebagai pengikat keseriusan. Dan begitu pun dengan Tina menyematkan cincin tunangan ke Rehan. Dan terakhir dengan tepuk tangan dan ucapan selamat kepada pasangan tersebut mulai dari papa Rehan.


“ selamat ya Rehan, papa bangga dan senang kamu benar-benar serius dengan Tina. Dan kedepanya kamu harus lebih baik dan bijak .dalam apa pun.” Kata papa kepada Rehan.


“ ya Pa, makasih udah merestui aku Ama Tina, dan terima kasih udah bimbing Rehan sampai sini dan sayang Rehan, sampai sekarang” dan Rehan . Sambil memeluk papanya dan papanya membalas pelukan Rehan serta mengelus punggung Rehan. Lalu berjalan kepadaku.


“ Selamat, ya Tina, mulai sekarang panggil om papa ya. Dan semoga bahagia” kata papa ke padaku aku mengangguk mengerti dan memeluk papa seperti papa sendiri.


Lalu di ikuti mamah.


“ selamat ya buat kalian berdua semoga sampai nikah mamah berharap seperti itu. Dan kamu Tina boleh panggil Tante mama sepeti Susan dan Rehan. “


“ Ya, Ma. Makasih udah Restui kami .aku sayang mama.” Ucap Rehan.


“ Terima kasih mamah, udah terima Tina.” Ucapku kepada mama. Dan mama mengangguk mengerti dan memeluk. Dan di ikuti yang lain.


“ selamat ya, bro dan Tina , kalian bentar lagi nikah . Aku ga tidak menyangka Rehan. Terpincut oleh Anak SMA, dan biasanya di yang cuek serang ga malah demen banget ama calon istrinya. Tapi ingat kalian Ati-ati . Jangan terbawa nafsu. Sah dulu hahahha.”


“Makasih, kak .atas doanya, mudah-mudahan ga sampai. Amin” kataku sambil tersenyum malu


“kamu kok ngomongnya gitu sih bukan doain yang baik malah gitu .” ucap Rehan kesel plus malu dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh adik laki-lakinya itu.


“ Udah , yang . Jangan gitu dia kakak kamu, dan selamat untuk kalian. Cepat-cepat nikah ya.” Kata kak ipar


“ Ya, makasih adik ipar” aku pun berterima kasih padanya..


Dan Tante Riska


“ Selamat ya Tina dan Rehan , semoga sampai nikah dan langgeng, Tante hanya bisa doa yang terbaik buat kalian berdua.” Kata Tante Riska


“ Makasih Tante,” ucapku dan Rehan dengan senyum.


Dan terakhir sahabatku dan teman sekelasku serta adiknya Rehan.


“ Selamat untuk kalian berdua , semoga sampai nikah dan seterusnya. Dan tetap kompak.dan bahagia. Sumpah aku. Ga percaya, kalau aku akan jadi saudara kamu Tina, aduh mimpi apa semalam aku ya hahahha. Dan kakak bisa pengen hubungan serius. Di kasih sama apa sih coba kasi tau aku hahhahhah..” kata Susan dengan bercanda .dan meledek kalanya juga .


“ makasih Susan, kamu teman terbaik dan sahabat, makasih udah support aku .” kataku dan memeluk Susan dan melepaskannya.


“ kamu ya , gitu Ama Abang awas nanti kalau kamu punya pacar kaya Abang baru tau loh.”


Sambil tertawa Rehan. Aku lalu mencubit dia dan berkata “ Kamu jangan bilang gitu dong ke Susan. Dia teman aku. Aku ga suka gitu.” Kataku.


“ ya, deh maaf. Ya adiku “ Susan masih dia. Tapi tetap berusaha .senyum .


Aku tau dia pasti sakit. Karena kata-kata Rehan.


Dan kami semua melanjutkan pesta tidak terasa sudah malah dan kami menginap dan kekamar masih dan istirahat.


Dan pagi harinya kami pulang langsung ke rumah masing-masing. Papa tidak langsung pulang karena langsung kerja. Yang lainya pulang . Rehan dan mamah pulang ke rumah . Sedangkan makanya Susan yang ke 2 mengantarkan kami sampai di tempat rumah sakit. Dan pulang langsung. Dan kami 3 pulang. Dan tidak beberapa menit . Grup Jesy ada di belakang kami. Dan terus mengikuti kami ke mana pun .


Kami sudah sampai di rumah dan tidak sengaja aku melihat penguntit itu . Aku abaikan. Tetap lurus ke depan. Dan turun dari mobil taksi .dan taksi tersebut pergi. Dan kami mulai peran di depan mereka termasuk penguntit itu.


“ San, Tante . Maaf ya merepotkan jadi . Ga enak sama kalian.” Ucapku sambil tersenyum . Dan ingin tertawa..


“ ga, Apa-apa yang penting kamu sehat dulu. Nanti Tante Riska bilang ke sekolah ya.”


“ Ya, Tina, kamu harus sembuh dulu ya” kata Tante dengan akting yang bagus .


“ terima kasih, “


“ ayo masuk jangan di luar nanti kamu ga sembuh.” Kata Susan yang masih ingin jail.


Dan semua masuk ke rumah.


“ Bilang ke Jesy . Mereka berdua ga masuk. Berati kemarin kita ke rumah sakit itu Tina yang sakit.”


“ Pantaskan, biasanya Tina selalu ikut ke mana pun ini ga ikut jadi ini ya.”


“ayo kita ke sekolah dan bilang nanti” salah satu grup Jesy .


“ oke, siap .”


Dan sisi lain di belakang mereka.


“Ternyata , Tina sakit .pantas kemarin ga ada di mana pun ternyata aku baru tau, sakit apa cantik.


Semoga cepat sembuh aku menunggu untuk masuk kelas “ dengan khawatir serta senyum yang menyeringai .


Lalu di kirim SMS ke Tina .dan langsung pergi .


Dan setelah istirahat. Langsung ke kasur . tiba-tiba ada notifikasi dari si penguntit itu. Dan mengabaikannya . Lalu Susan bertanya .di sebelah dia juga sedang tiduran .


“ SMS dari siapa Tina kok diabaikan?”


“dari penguntit itu” kata Tina sambil masih tetap tiduran. Dan tidak terasa dia tertidur begitu juga dengan Susan.


Lalu setelah itu. Kami belajar biasa karena bel masuk. Dan kami serius dengan pelajaran tersebut hingga pelajaran selanjutnya berakhir.


“Kita pulang Susan aku ga sabar pengen makan di rumah Tante .masih lapar”


“ Wah, Tina tumben kamu lapar ada angin apa? “ Kata Susan lalu aku berbisik dan dia kaget lalu mengangguk mengerti padaku.


“ Tina, dan Susan mau pulang bareng ga sama aku udah di jemput sama sopir aku. “kata Jesy.


“ Ga, ah lebih seru naik bus dari pada bawa sopir lebih senang ya kan Tina” kata Susan.


“ Ya, kalau kamu mau bareng ama kita, ga masalah mau sama sopir kamu juga ga masalah, kalau gitu aku duluan ya, dah” setelah Susan bilang seperti itu aku dan Susan pergi


“ Yah, kasihan di tinggal, mungkin belum percaya kali hahaha”


Jesy yang tidak terima langsung pergi dan tanpa ingin tau apa pun.


Setelah sampai rumah di rumah Tante Riska. Ternyata Rehan sudah ada di sini.


Lalu aku bertanya padanya .


“ loh, kok Ka Rehan ada di sini, ke sininya,?” tanya aku ke Rehan. Dia hanya tersenyum padaku.


“ Ya, nih. Abang udah datang langsung ke sini. Kangen ke Tina atau emang ada yang harus di obrolkan.”


“ Kalian duduk dulu. Tante mau buatkan minum buat kalian”


“ tidak usah Tante aku mau ajak Susan dan Tina pergi ke suatu tempat. Sekalian libur aja.”


“ Oh, gitu ya. Tapi ini hari Selasa masa libur hari Selasa.”


“ Ga, Tante. Malam udah balik kok ke sini. Jadi ga apa-apa kan Tante.”


“ ya, ga apa-apa, yang penting jangan ga masuk sekolah.”


“ Oke, ayo kita pergi. Ga usah ganti baju langsung aja. “


“ Emang mau ke mana sih penting banget, Abang?”


“ ya, ini sangat penting.”


“Ya, udah tunggu apa lagi,.”


Kami pun pergi meninggalkan rumah Tante. Dan masuk ke mobil di sana sudah ada Jason. Dan betapa kagetnya dia sudah stay kalem di dalam mobil Rehan.


“ loh, kok kamu ada di sini juga, emang dia di ajak juga Abang,?”


“ ya,. Tentu . Masa kamu mau aku pacaran sama Tina kamu sendiri diam liat kita kamu ini ada-ada aja sih ampun deh.”


“ Oh, gitu. Ya udah aku terserah aja “


“ Ka Rehan kita mau ke mana?” kataku.


Rehan tau dia tidak akan memanggil kata kesayangan di depan orang maupun Susan sendiri.


Lalu setelah itu. Kami belajar biasa karena bel masuk. Dan kami serius dengan pelajaran tersebut hingga pelajaran selanjutnya berakhir.


“Kita pulang Susan aku ga sabar pengen makan di rumah Tante .masih lapar”


“ Wah, Tina tumben kamu lapar ada angin apa? “ Kata Susan lalu aku berbisik dan dia kaget lalu mengangguk mengerti padaku.


“ Tina, dan Susan mau pulang bareng ga sama aku udah di jemput sama sopir aku. “kata Jesy.


“ Ga, ah lebih seru naik bus dari pada bawa sopir lebih senang ya kan Tina” kata Susan.


“ Ya, kalau kamu mau bareng ama kita, ga masalah mau sama sopir kamu juga ga masalah, kalau gitu aku duluan ya, dah” setelah Susan bilang seperti itu aku dan Susan pergi


“ Yah, kasihan di tinggal, mungkin belum percaya kali hahaha”


Jesy yang tidak terima langsung pergi dan tanpa ingin tau apa pun.


Setelah sampai rumah di rumah Tante Riska. Ternyata Rehan sudah ada di sini.


Lalu aku bertanya padanya .


“ loh, kok Ka Rehan ada di sini, ke sininya,?” tanya aku ke Rehan. Dia hanya tersenyum padaku.


“ Ya, nih. Abang udah datang langsung ke sini. Kangen ke Tina atau emang ada yang harus di obrolkan.”


“ Kalian duduk dulu. Tante mau buatkan minum buat kalian”


“ tidak usah Tante aku mau ajak Susan dan Tina pergi ke suatu tempat. Sekalian libur aja.”


“ Oh, gitu ya. Tapi ini hari Selasa masa libur hari Selasa.”


“ Ga, Tante. Malam udah balik kok ke sini. Jadi ga apa-apa kan Tante.”


“ ya, ga apa-apa, yang penting jangan ga masuk sekolah.”


“ Oke, ayo kita pergi. Ga usah ganti baju langsung aja. “


“ Emang mau ke mana sih penting banget, Abang?”


“ ya, ini sangat penting.”


“Ya, udah tunggu apa lagi,.”


Kami pun pergi meninggalkan rumah Tante. Dan masuk ke mobil di sana sudah ada Jason. Dan betapa kagetnya dia sudah stay kalem di dalam mobil Rehan.


“ loh, kok kamu ada di sini juga, emang dia di ajak juga Abang,?”


“ ya,. Tentu . Masa kamu mau aku pacaran sama Tina kamu sendiri diam liat kita kamu ini ada-ada aja sih ampun deh.”


“ Oh, gitu. Ya udah aku terserah aja “


“ Ka Rehan kita mau ke mana?” kataku.


Rehan tau dia tidak akan memanggil kata kesayangan di depan orang maupun Susan sendiri.


“ oh, ya sayang nanti kamu juga tau. Jadi pake sabuk dan sekarang pergi.


3 jam berlalu ini sudah magrib. Kami pun berhenti untuk Sholat dan melanjutkan lagi perjalanan. Setelah sampai di bandara. Kami kaget kenapa ke sini ke bandara.


“ Abang kok ke bandara katanya mau ke suatu tempat. Kenapa ke sini.


“ ya, emang ke suatu tempat, jadi jangan banyak tanya, kita turun.


Lalu kami mengikuti Rehan dan seperti Jason masih stay saja. Ga banyak omong .


Setelah sampai di tempat yang beda yaitu pesawat seperti pesawat pribadi. Kami masuk dan kami melihat keluarga Susan dan aku ga tau itu siapa tapi sepertinya Susan tau siapa .


Dan menyalami mereka aku pun ikut menyalami. Dan kami duduk di pesawat dan pesawat tersebut mulai berangkat.


Lalu Susan dan keluarga berbicara dengan yang lain aku. Hanya diam dengan di depan Rehan.


***


“ Aku tahu apa yang Ikin kamu tanyakan, aku hanya ingin jauh dulu dari mereka yang mengusik keluarga aku saja. Dan Tante Riska tidak di bawa untuk itu .ada yang ingin aku bicarakan padamu. Tentang tadi siang. Aku ke pikiran dan dia sudah mulai bertindak tidak baik.”


“ Aku melihat sesudah kamu pergi dia berkata “ aku ga akan biarkan kamu bersama dengan orang yang kamu cintai. Akan ku buat kita pisah. Itu yang dia katakan meskipun nada pelan aku tau itu. Dan aku tidak bisa hanya diam. Untuk itu kamu harus menurut sama aku demi kebaikan kamu dan aku. Dan Susan juga akan ikut dengan rencana ini biar aman kita akan bikin rencana.”


“ Rencana apa?” kataku sambil penasaran.


“Baik kamu harus ingat baik-baik yah.” Kata Rehan. Aku mengangguk mengerti.


Lalu dia menceritakan semua rencana awalnya aku kaget tapi mungkin satu-satunya cara untuk menghentikan dia yang bertindak seenaknya .


Lalu aku mengerti kenapa aku dan Susan ikut.. terlebih ternyata Susan akan dilamar oleh Jason . Dan kami sekarang menuju Bali tempat lumayan jauh, tapi kenapa ke sini aneh.


1 jam berlalu sudah jam 10 malam. Dan kami sudah sampai di tempat tujuan.


Kami langsung ke Resort dan istirahat.


Susan tidak tau tentang ini .


Dan kadang dia bertanya padaku. Aku pura-pura tidak tahu aja .seperti rencana pertama.


“ Tina, ada yang aneh antara keluarga aku sama keluarga Jason., Sibuk gitu.”


“ benarkah aku malah biasa aja, aku merasa menikmati ini. Aduh benar. Oh ya sepertinya papa kamu minta izin deh ke sekolah buat kita besok ga masuk.”


“ ya, tadi papa bilang gitu, katanya acara penting jadi ya. Gimana lagi.”


“ emang boleh kita ga masuk?” kataku sambil bertanya .


“ Kamu tau kan papaku bisa meyakinkan sekolah dan Abangku selalu mendukung. Jadi mungkin di beri izin. Tapi alasannya ga tau .”


“oh, ya. Kita lihat aja ..”


Waktu semakin malam dan kami pun belum tidur .lalu kami masih mengobrol di kamar kami. Dan ada ketukan pintu muncul mamah.


“ aduh anak gadis mama kok di sini ga ke bawah,”


“ Malas, mah mending di sini sama Tina kalian sibuk melulu. Pusing pala Susan”


Loh kok gitu sih, kamu ke kamar kakak ipar kamu dulu ya. “


“ emang ada apa sih mah. Kok pake aku harus ke kamar kakak ipar dulu.”


“ pokonya ga Ada protes dan Tina kamu di sini sama mamah ya mau ngomong sama kamu.”


Sedangkan Susan kesal dan keluar dan aku di sini bersama mamah.


“ Ada apa mah, kenapa Susan si suruh ke kamar kakak ipar?”


“ Susan hari ini tunangan dan 3 harinya menikah bareng ama kamu acaranya nikahnya . Dan mulai saat ini kamu dan Susan home schooling”


“ Tunggu, maksud mama, aku dan Susan nikah 3 hari lagi. Dan aku setelah nikah aku harus home schooling gitu. Kok dadakan sih. Ga kasih tau Tina.”


“ Ini demi keselamatan kamu dan Susan mamah ga mau mengambil resiko. Jadi harus ikut ya .”


Kamu istirahat aja. Di sini ini acara bentar. Kamu harus persiapkan besok dari mulai baju dan lainya. Untuk tamu mamah hanya mengundang yang kenal aja .oke jangan membantah”


Aku mengangguk mengerti. Dan mamah pergi dari kamarku. Dan aku istirahat dan akupun tertidur pulas.


Sementara di kamar kakak ipar Susan


“ kak, kok Susan di dandan emang ada acara apa sih. Harus ini itu .aku pusing deh, kak bilang dong. Dan kenapa Tina ga boleh kesini.”


“ mana kakak tau mamah kamu kan yang untuk kesini jadi tanya pada mamah kamu.”


Dan mamah datang ..


“belum siap-siap ini, kok kamu ga dandan langsung.”


“ya, mah, ini lagi. Dan Susan banyak tanya”


Susan kesal dan diam tanpa kata.


“ jangan cemberut nanti hilang cantiknya. Nanti kamu berterima kasih sama mamah. Tentang ini”


“ya, terserah mama aja. Sekarang ikut aja dari pada nanti mamah ngomel-ngomel ke aku .dan mana Tina kok ga datang ke sini.”


“ Tina sepertinya capek. Sampai tidur lelap banget.”


“ Ya, sih akhir-akhir ini banyak di pikirkan, Susan tau itu dia juga pikirkan Susan dengan grup Jesy. Sampai kadang bingung mau gimana. Emang dia ga bilang mah , tapi Susan tau itu bahwa Tina pusing pikiran aku .”


“ Ya, udah, karena udah beres, langsung ke bawah. Kamu Ati-ati langkahnya. Dan kamu Ren, kamu istirahat juga mamah ga mau kenapa-kenapa. Kamu lagi hamil ga bagus tidur malam. Istirahatlah nanti mamah suruh suami kamu kesini langsung begitu udah beres ya, ga akan lama.”


Kak Ren, mengerti dan duduk lalu Susan dan mamahnya ke bawah. Dan Susan kaget kenapa Jason berubah jadi pake jas yang kasual. Sementara lainya sudah ganti dengan pakaian yang khusus acara .


Lalu Susan pun. Duduk di sebelah Jason .dan mulai acaranya ..


Susan sangat gugup lalu ada tangan di tangannya ternyata itu adalah Jason.


“ Susan ga usah tegang. Ini acara biasa aja tenang yah.”


“ emang kenapa ada acara ini, dan kenapa kamu pake baju gitu.”


Jason tidak menjawab pertanya Susan


Lalu sesampai inti acara


“baiklah sekarang kita mulai acaranya . Aku ingin mempertahankan Susan anak saya yang terakhir dengan Jason. Dan akan kami sekaligus menikah 3 hari lagi . Bareng dengan anak saya pertama Rehan. Dan untuk itu mari kita mulai acara tunangan antara Jason dan Susan. “


Mereka semua melihat Jason dan Susan.


Susan benar tidak percaya bahwa dia benar-benar akan tunangan dan menikah dengan. Orang yang dia cintai sebelumnya. Dan ini sangat kaget dan diam tanpa katanya . Dia hanya melihat ke Jason dengan tatapan malu dan tegang.


“ maaf ga bilang ke kamu tentang ini. Karena ini dadakan dan juga aku pun ingin serius dengan hubungan ini. Dan ini menjadi pengikat kita untuk selalu berada dalam kondisi apapun. Aku senang akan menikah dengan kamu.”


“ aku juga senang, sekali dengan ini bahkan sampai mau nikah bareng ama teman aku .aku terharu.”


Lalu mereka menukar cincin dan memasangkan cincin tunangan tersebut di jadi masing-masing dan akhirnya mereka resmi menjadi tunangan. Dan 3 hari lagi menikah.


Setelah itu mereka berbincang-bincang. Lalu kak kedua Susan lansung ke atas mengingat istrinya yang tidak boleh ditinggalkan.


“ Selamat adik kecil ku, bentar lagi kamu menikah.”


“ya, Abang, Abang juga selamat yah. Berganti nanti di pingit dong aku Tina hahah..”


“ ya, benar sekali jadi siap-siap yah. Dan oh ya setelah menikah kamu ikut sama Jason ke Australia. Dan melanjutkan sekolah di sana . Tapi untuk SMU sepertinya kamu di sini bersama Tina .”


“benarkah .home schooling ya? “kata Susan


Rehan mengangguk yakin . Dan menyalami mereka.


Dan masing-masing keluarga beristirahat ..


Di pagi hari ... Rehan dan Jason mulai di pingit..


Rehan dan Jason kembali ke Jakarta sedang Tina dan Susan. Menikmati menuju pernikahan.


Setelah hampir 2 hari besok menjelang menikah . Tina dan Susan tetap deg-degan bagaimana pernikahan mereka dan bagaimana sebaliknya.


“ Tina, aku benar-benar nikah sama cinta pertama aku Jason .aku pikir aku ga akan bisa jadi, tapi ternyata jodoh aku bahagia, apa kamu juga bahagia?”


“ Tentu aku bahagia, tapi yang membuat aku tidak bahagia aku tidak boleh menelepon ke Abang kamu karena ponselku di ambil oleh mama”


“Ya, sih mau gimana lagi demi kebaikan kita, oh ya apa si Rendy dia SMS kamu ga pas besoknya?”


“Kan kamu tau ponsel kita disita, dan tidak komunikasi sampai beres nikah”.


bersambung..