
Tidak terasa pelajaran Pa guru berakhir dan bel berbunyi .dan pa guru menyuruh semua murid untuk mengumpulkan soalnya yang dikerjakan mereka ke depan. Dan aku pun ikut mengumpulkan . Dan setelah semua beres pa guru langsung pamit dan pergi .
Dan kami semua beres kelas dan setelah membereskan kelas kami pun beres dan pulang masing-masing.
Aku pun keluar kelas bareng dengan susan dan juga masih cerita tentang lainya sambil menuju keluar gerbang setelah keluar gerbang sekolah aku pamit pulang karena hari ini. Aku harus kerja samping. Bisa karena kemarin sudah libur selama 2 hari. Dan itu cukup untuk merealisasikan badanku.
Setelah perjalan menuju tempat kerja ku dan aku merasa ada yang mengikuti lalu aku diam dan sedikit menoleh tapi tidak ada orangpun di sana .lalu aku berjalan lagi dan aku masih merasa ada mengikuti sedari tadi lalu membuka tasku lalu membuka kaca dan aku sambil jalan aku melihat lewat kaca cermin siapa yang mengikuti.
Dan aku kaget, ternyata ada yang mengikuti aku 3 blok dari rumah tersebut. Dia seorang laki-laki tapi ku seperti tidak mengenalnya. Dan aku terus berjalan .dan memasukan kaca tersebut kedalam saku dan hampir sampai di tempat kerjaku aku langsung masuk ke toko dan langsung menyapa pemilik toko ini .
“ Apa kabar, bibi.” Kataku dengan sopan sambil melihat ke arah jendela apakah yang mengikuti aku masih ada ternyata masih aku deg-degan dan plus takut. Aku harus gimana tapi aku harus tenang jangan membuat dia curiga bahwa aku tau ..
“Oh, nak Tina, baik .kamu gimana liburan apa menyenangkan karena .sepertinya kamu masih bahagia”.
“ tentu saja bi, aku senang . Dan bibi gimana apa masalah sudah selesai.”
“ Tentu saja maka kamu tidak heran aku buka toko pagi-pagi sekali. Untuk mendapat rezeki di pagi hari hahahha” jawabnya dengan ceria dan sopan.
Dia termasuk orang yang baik menurut ku .karena dia tidak terlalu banyak keinginan dari pegawainya.
“ kalau begitu aku, ganti baju dulu ya, BI nanti giliran aku .” kataku kepada bibi tersebut dan bibi itu tersenyum mengangguk mengerti.
Dan aku berganti pakaian. Pada saat membuka loker aku kaget tiba ada surat dan foto ketika aku bersama Susan 2 hari yang lalu. Kenapa ada yang fotoin aku dan susan. Ini aneh .lalu aku membuka surat dan berisi tentang
Hai cantik , aku selalu melihatmu setiap hari . Aku ingin berada di sampingmu melihat tertawa denganku . Dan ingin sekali aku memelukmu.aku berharap itu terjadi.
Aku kaget sekali ..aku tidak percaya kenapa ada yang menyimpangkan surat ini dan kenapa bisa ini kan di kunci oleh ku . Aku bingung dan aku diam sesaat. Dan aku langsung ganti baju dan bersiap keluar dengan tekat kuat dan semangat aku tetap fokus kerja. Dan aku mengabaikan surat tersebut.
Aku keluar dan bibi tersenyum padaku.
“Tina aku ke rumah yah nanti kamu biasa ya langsung kasihkan penjualan dan lainya.”
“ baik, bi okey .tenang aja .”
“ ya udah selamat berkerja ya.”
Aki hanya menganggu dan melihat bibi tersebut keluar dan pergi ke rumah aku tadi melihat yang mengikuti .ternyata tidak ada.
Aku bernafas lega. Tapi tidak sengaja ada pelanggan datang .
“ selamat datang” kataku dengan sopan.
Lalu pelanggan itupun memilih milih makanan dan minuman .dan aku pun melihat serta mengamati. Aku sedikit ingat bahwa yang mengikuti tadi tipe tubuhnya seperti itu.
Aku ingat dan persis banget. Dan aku benar gerakan dan lainya persis. Apa dia yang penguntit itu. Aku harus tenang . Jangan salah orang. Aku pura-pura mengerjakan sesuatu ketika dia datang ke meja kasir
“ jadi berapa semuanya?”kata pelanggan .
Lalu aku pengecek satu dan menghitung dengan komputer .
“ Total semua jadi 45,000 kk, apa ada lagi “ kataku tetap tenang .
“sudah itu saja,” sambil mengeluarkan dompet dan mengambil uang.aku lihat sedikit terdapat catatan dan tulisan tangan yang sama dengan surat tersebut .aku diam dan tetap tenang .
“Ini kembalian dan terima kasih sudah berbelanja di toko kami, silakan mampir lagi kk”jawabanku sopan dan tersenyum .
Lalu dia tersenyum padaku. Aku sedikit agak risih dengan senyumnya .dan dia pergi dari toko .aku langsung mengelas nafas lega karena tersebut lalu aku keluar meja kasir dan mengecek barang-barang yang sudah berkurang dan lainya.
Lalu bunyi bel tanda ada pelangan. Dan yang baru datang lalu aku kembali ke kasir.
Dan melayani pelanggan. Tanpa terasa waktu semakin malam. Dan tiba-tiba pemilik toko .datang
“ bibi, kenapa kesini , apa ada yang ketinggalan ,? Kau bertanya padanya . Karena aneh tiba-tiba datang .
“kita tutup toko lebih awal, karena bibi kurang enak,.”
“ baik, bi aku beresin ini semua , baru tutup,”
“ ga, usah Tina, biar bibi yang bereskan”
“ ya udah kalau gitu aku beresin nutup pintu dan lainya aja .setelah itu aku langsung ganti baju, .
“ ya, udah sana,.”
Aku mebereskan semuanya .dan masuk ke loker
Dan pas buka aku kaget ada surat lagi .
Hay, cantik aku tidak menyangka kamu bisa tegas dan bisa melawan pria .aku semakin menyukai kamu itu .suatu saat kita bertemu langsung.dan selamat istirahat
Aku benar-benar gemetar tiba-tiba bunyi pintu terbuka .dan aku bernafas lega ternyata bibi pemilik toko.
“Tina, kamu sudah selesai,kalau sudah kamu lewat belakang pulangnya depan udah bibi kunci dari luarnya “
“ baik,bibi hati-hati dijalan .dan makasih”
Lalu suara itupun menghilang .aku cepat ganti dan keluar dari tempat kerja dan aku mengunci semuanya.
Aku sedikit takut ternyata dia ada di belakangku beberapa blok dari rumah tersebut .aku benar takut kalau pengutit itu terus seperti ini.
Emang sih aku bisa bela diri sedikit.tapi dengan perasaan kayak gini boro-boro mau melawan . Aku benar gelisan.aku berhenti sejenak dan diam lalu aku.mengambil ponselku . Dan mencari nomor yang bisa di hubungi. Hanya 1 orang. Yaitu kekasihku. Lalu aku memencet tombol nomor dan tersambung dan lama dijawabnya setelah beberapa saat baru dijawab. Aku sambil jalan sambil menelepon.
“Assalamualaikum, sugar tumben kamu telepon aku ada apa kamu kangen atau apa . Tapi tunggu bukanya kamu masih kerja. Ada apa kamu nelpon aku.?”
“Dearku tolong aku .aku bener-bener takut. Sekali dengan suara takut dan bergetar”
“Ada apa sugar kenapa kamu ada apa.?”
“Aku ingin di jemput sekarang aku akan ceitakan nanti tolong aku aku takut sekali”
“ baiklah aku akan kesana sekarang nyalakan Gps kamu dan tunggu di temapt yang ramai .aku akan kesana. Jangan kemana di tempat ramai ya.”
“ Assalamualaikum,”
“Wa'alikumussalam”
Aku menutup panggilan dan langsung berjalan mencari tempat yang ramai .setelah menemukan tempat ramai. Aku duduk dan berharap dia datang tepat waktu aku tepat gelisah.
Dan akhirnya ke kegelisahan ku sirna karena aku melihat mobilnya dan aku segera mobilnya dan meyakinkan itu mobil Pa Guru.
Dan benar itu dia. Aku langsung masuk .dia sedikit khawatir tentang ku yang tadi ketakutan .lalu dia menyalakan mobil dan pergi dari tempat tersebut.
Aku lega aku aman di bersamanya.
“ Sugar, ada apa kenapa tadi kamu takut dan gelisah, ada apa.?” Sambil mengemudi. Dia tanpa khawatir . Dan seperti nya dia baru pulang.
“ Dearku, kamu baru pulang ya, maaf merepotkan kamu. Aku janji ga kan merepotkan kamu lagi” .sambil gemetar hebat .dan takut .
“ Sugar aku sama sekali ga di repotkan .karena pada saat kamu nelpon pun dengan suara seperti itu pun aku khawatir. Sebenarnya ada apa?”
“Katakan,”
Aku mengatur nafas dan menceritakan semua .sambil mengemudi dia terus mendengarkan dan mengelus rambutku. Supaya tenang.
Lalu tidak terasa aku sudah sampai tujuan
“Tapi tunggu inikan bukan rumahku tapi rumah Susan, kenapa Dearku mengajak kesini, ada apa? Batinku berbicara karena penasaran “
“ Dearku, kenapa ada di rumah Susan. Aku ingin pulang aja ke rumahku?”
“ Sugar untuk sementara kamu tinggal disini yah aku khawatir ketika kamu ngomong gitu . Dan aku lebih khawatir kalau kamu tinggal di rumah sendirian.aku ga tenang. Nanti aku bilang ke keluarga ku tentang ini sekarang kamu istirahat dulu yah. “
“Tapi Dearku” aku langsung di hentikan mulutku dengan tangannya.
Dan aku diam saja menerima perlakuannya dan masuk kedalam .dan di sana ada kakak kedua dan kakak iparnya Susan .
Lalu mereka menoleh dan bertanya-tanya.
“ eh, tumben ada pacar kamu datang kesini ini kan bukan waktu bertamu.”
“ maaf, aku hanya khawatir tentangnya, nanti aku cerita ke kalian aku akan bilang bibi untuk membereskan kamar tamu.”
“ kamu duduk dulu, aku mau bilang ke bibi. Dan sekalian ke mamah dan papa.”
Aku mengangguk .
Dan dia pergi untuk ke tempat yang dituju .tak lama bibi datang dan bilang padaku .
“ Non, kamarnya sudah siap. Kata Aden ,non di suruh masuk kamar, !”
“ Baik, Bibi ,makasih banyak . Permisi kak aku ke kamar dulu . Selamat malam.”
Setelah aku bilang seperti itu aku mengikutinya. Dan masuk ke kamar yang di tempatku sedikit luas dan sederhana , tapi tidak masalah yang penting aman di sini dari pada di rumah belum tentu.
Lalu aku langsung berbaring dan tak lama tertidur . Dan disisi lain.
Rehan turun dengan orang tuanya . Dan mencari Tina,
“Tina, sudah ke kamar?” kata Pa Guru bertanya saudaranya.
“ Ya, sudah tadi . Sama bibi di antar ke kamar. Sebenarnya ada apa. Sampai dia di sini?”.
“ itu yang aku mau ceritakan kepada kamu dan mamah papa .”
“ kenapa, ada masalah serius sampai di panggil semua kesini”
“ mah dan papa boleh kan Tina tinggal di sini, soalnya aku khawatir , tadi dia tiba-tiba telepon. Dengan takut dan tidak gelisah. Dan aku bertanya dia malah bilang nanti pas ketemu .pas aku sudah datang . Dia langsung .masuk dan ketakutan. Setelah aku menenangkannya . Dan baru bercerita sambil jalan dan sambil aku mendengarkan ketakutannya.”
Dan Pa Guru menceritakan apa yang aku ceritakan. Dan semua kaget,
“ Apa, kasih Tina, pasti takut. Ya sudah tidak apa-apa dia tinggal disini kan dia juga sudah di anggap sebagai keluarga.”
“ ya , papa juga setuju kata mamah kamu sambil nemenin mamah kamu dan adik kamu itu .”
“ kalau aku sih Bro sih tidak apa-apa”
“ ya sudah .makasih ya, aku juga ke kamar dulu .mau istirahat, selamat malam.”
“ Malam juga”
“ Pah, mamah ga menyangka kalau dia hidupnya .ditambah sendiri. Pasti dia sedih dan ga bisa apa-apa. Karena sendiri.”
“ Yah, papa juga berpikir gitu dia hidup berat .tapi tetap tegar . Dan menjalankan hidupnya yang seperti itu .”
“ aku salut sama dia masih muda sudah tegar kalau nanti kita mungkin dia sudah biasa kali ya .”
“ ya, sudah yang penting kita dukung aja , biar ga sedih dan takut lagi , pah, mah, sayang,.”
Mereka semua mengangguk mengerti.
“ Ya, sudah istirahat semua sudah malam.”
Dan semua sudah bubar...
Pagi muncul dan Tina sudah Sholat subuh dan tentu ke bawah . Untuk membantu apa yang bisa dia bantu.
Lalu dia melihat mamahnya Susan dan bibi yang kemarin mengantarkan dia ke kamar. Aku lupa siapa namanya . Nanti sekalian nanya.
“Selamat pagi, Tante dan bibi?” kataku mengucapkan.
“Selamat pagi sayang,”
“selamat pagi non,”
“tante lagi masak apa, Tina boleh bantu ga?”
“ Boleh, Tina justru Tante senang, di bantu. “
“ benarkah, makasih tante sebutkan aja apa yang bisa Tina bantu, Tante,?”
“ oke, kalau gitu bisakah kamu mencuci sayuran wortel dan buncis, dan tolong potong-potong ya .”
“ ya, Tante bisa,” lalu aku melakukan sesuai intrusi Tante,
Dan bibi sedang mencuci daging dan memotong dadu .
Sedangkan Tante mengupas dan mengulek bumbu jadi satu dan membersihkan beras yang akan dimasukkan ke Rice cooker..
“setelah beres semua bahan dan masak . Tidak lupa bibi menyiapkan piring dan gelas lainya. Aku masih membatu Tante..
Setelah beres semua makanan sudah jadi di simpan di meja dan lainya. Lalu bibi kembali ke belakang. Dan Tante membangunkan yang lainya .sedangkan aku hanya duduk sambil menunggu yang lain datang .
10 menit berlalu semua keluarga turun ke bawah termasuk Susan. Awalannya. Susan tidak menyadari aku ada tapi dia langsung menoleh dan kaget
“ Astaga, kamu Tina kenapa bisa di sini”
Aku tersenyum dan menjawab “ aku kemarin datang kesini sama Abang kami,.”
“Benarkah? Kok aku ga tahu ya .?”
“ Ya, San, kan aku datangnya agak malam, kesini dengan Abang kamu.”
“ Oh, kenapa kamu bisa tinggal di sini?” Susan yang penasaran terus bertanya.
Dan abangnya menjawab,” Dek, Teman kamu ada penguntit yang mengikuti dia. Jadi dia telepon, Abang minta jemput. Jadi ya tinggal di sini.”
“wah beneran kamu tinggal di sini,? Itu selamanya atau sementara?”
Aku hanya diam karena tidak tahu jawab apa.
“ Susan, dia tinggal sama kamu selama-lamanya. Jadi kamu ada teman buat curhat atau apa. Kamu senang kan ?” kata mamahnya Susan
Menjelaskan ke Susan tentang aku .dan ski hanya melihat dan mendengar kan .
Lalu Susan menjawab” oke banget aku . Ga masalah malahan aku mau. Jadi kan bisa bareng”
“ Ya, San. aku juga suka pergi bareng sama kamu.”
“ oke , sudah di putuskan.”
Aku mengangguk mengerti dan keluarga tersebut makan dengan nikmat saat sambil bercerita.
“setelah makan aku ke atas sambil membawa tas .Aku ke bawah dan bergegas ke Susan
“ Ati-ati si jalan . Dan ini bekal untuk kalian .”
“Makasih, mah” ucap Susan
“makasih Tante” kataku .
Kami berdua diantar oleh sopir karena papa Susan sudah berangkat.
Dan dalam perjalanan kami saling mengobrol dan tidak terasa dekat dengan sekolah kami. Dan kami turun karena Susan takut ketahuan kalau tahu dia anak orang kaya pasti ingin berteman dengan dia karena harta contohnya teman Jesy dia berteman karena papanya adalah pengusaha jadi .ya sebisa mungkin. Susan menutupinya dan aku pun setuju.
“ San, mungkin nanti aku ga pulang bareng kamu ga apa-apa kan .soalnya kau masih kerja PART Time .dan sekalian mau mengambil barang aku kan .sekarang aku tinggal sama kamu.”
“Ya, Tina silakan aja. Tapi hati-hati ya. Soalnya mungkin dia akan datang lagi ke tempat kerja kamu dan masih mengawasi kamu .”
“ Ya, aku Hati-hati. Tapi Dan, kalau kamu bilang begitu jadi was-was ini. Gimana dong,?”
“Menurut aku sih kami telepon Abang aku. Lebih aman dari pada sendiri.”
“ Ya, nanti aku SMS sama Abang kamu, ya udah masuk yuk,”
“ oke, siap,”
Setelah sampai di gerbang sekolah. Seperti biasa aku melihat Pa Guru tersenyum padaku dan Susan . Dan ada yang menyapa dia. Dan jawab juga
Dan kamu masih asyik mengobrol dan tidak terasa sudah di pintu kelas. Dan kami masuk seperti bisa suara-suara bisik dan suara lainya menyatu. Kami langsung duduk ke tempat duduk kami . Dan kami masih mengobrol. Lalu datang seorang teman aku yang selalu heboh, namanya Tian. Dan bilang “ Hey teman-teman sepertinya ada murid baru ke kelas kita.”
“ Cowo , aku lihat,”
“ Wah, Serius ini, aku mau touch Up . Dulu biar kelihatan cantik ah” Jesy langsung tanpa babibu langsung dandan cantik. Begitu yang lainya .kami hanya menggeleng saja .
“ Kalian ya, giliran ada yang tanpa dandan, kamu juga cowok tampan. tapi ga dilirik Aman kamu paling Pa Guru Rehan doang yang dilirik.” Ucap salah satu murid cowok protes .
“ biar aja , kita cari yang berbeda, kalian kan aku tahu sifat kalian hahahh” timpal Sirla salah satu gengnya Jesy.
Aku hanya terkekeh dan begitu pun Susan sama.
Dan bel masuk berbunyi.
Datanglah Pa guru dan murid baru .
“ selamat pagi , anak-anak.”
“ Pagi, Pa Guru”
“ hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari luar. Dan dia akan belajar mengikuti setiap pelajaran dan aktivitas lainya dan mohon bantuan kepada kalian.”
“ Baik, Pa Guru” semua murid menjawab
Dan murid tersebut memperkenalkan dirinya . Dan awalannya aku tidak peduli . Tapi aku sekilas melihat dia memperkenalkan dirinya. Dan aku mengamati dia dan aku yakin aku pernah bertemu dia tapi di mana. Aku bingung dan aku mengingat, dan langsung gemetar, melihat Tina bergetar tubuhnya .Susan langsung mengobrol.
“Tina, kamu kenapa , kok badan kamu bergetar . Kamu sakit, atau apa?” Susan cemas lihat aku lalu aku menoleh kepadanya .dan berkata” San, sepertinya aku melihat penguntit Itu.” Kataku sambil masih takut.
“ Apa, mana Tina, aku ingin tahu.”
“ Ada di depan kamu itu, murid baru itu. Wa ku benar-benar takut, San .”
“ Kamu tenang ,dia tahu ga bahwa, kamu tahu dia penguntit?”
“ dia belum tahu tapi aku yakin dia orangnya”
“ Tina, kamu harus tenang pura-pura seperti biasa kamu belum kenal, gitu biar ga curiga , kita nanti selidiki ya?”
Aku mengangguk mengerti dan menenangkan diriku dan pikiranku. Seperti kata Susan selagi dia tidak menyadari aku tahu. Kamu pura-pura. Baiklah aku tenang...
Lalu aku melihat Susan masih khawatir dan aku bilang “ aku sudah baik, San. Tenang ga usah khawatir lagi.” Susan pun tersenyum padaku .
Setelah memperkenalkan dirinya
Dia duduk di baring ke 4 dekat dengan Rendy. Yang duduk memang sendiri
Dan aku lega dia jauh dari aku .dan aku merasa dia melihat ku tapi aku abaikan .dan pelajaran pertama di mulai. Sampai selesai.
Dan bel istirahat berbunyi. Lalu semua perempuan. Datang ke meja murid baru .dan ya, kalian pasti tahu apa yang mereka lakukan .sedangkan murid cowok kelihatan cuek. Aja.
Begitu pun aku .aku bilang ke Susan aku Sholat dan apakah dia mau beli lalu dia menggeleng. Dan aku langsung pergi.
Dan setelah beres Sholat . Aku pun kembali dan langsung duduk
“ San ,ayo kita makan langsung udah lapar nih.”
“ Oke, ayo, aku juga udah lapar, tadi pelajaran menguras pikiran ku banget, sampai aku perut demo hahahh”
“ Benar , kata kamu.”
Kami menikmati bekal makan siang bareng. Dan tanpa sadar murid melihat mereka .dan salah satu murid cewek. Nanya “kamu kenapa lihat mereka begitu, ada yang aneh ya?”
“ ga aneh, cuman penasaran aja. “
“ oh, biar aja jangan dekat Ama mereka. Mereka jarang bergaul sama kita-kita.”
“ Ya, benar. Jadi abaikan aja.”
Dan mereka melanjutkan obrolan mereka .
Dan tidak terasa bel berbunyi .waktu pelajaran olah raga .
Kami pun berganti baju . olahraga
Dan langsung ke lapangan di sana .aku melihat ada Pa Guru Rehan bersama guru olahraga. Entah apa yang membuat dia datang. Dan sebagian siswa langsung terpesona. Sama Pa guru. Sebagian masih dekat Ama murid baru .
Aku cuek aja. Lalu pelajaran olahraga dimulai. Pa guru masih konsentrasi ke murid dan kadang dia melirik aku lama lalu ke tempat lain sedang aku sedari tadi ga nyaman dengan tatapan murid baru rasanya aku benar ingin beres..
Tapi aku takut banget .
Lalu aku dikuatkan oleh Susan. “ Tina kamu harus kuat dan berani ,dia akan terus mengganggu kamu atau lebih. Jadi kau harus.. berusaha .”
Aku mengangguk mengerti dan konsentrasi ke depan. Dan mulailah pelajaran olahraga. Kami bertanding sesama teman kami yaitu basket .dan wasitnya Guru olahraga sedangkan Pa Guru Rehan masuk nilai ke dalam poin.
Dan tidak terasa pelajaran beres dan kami istirahat dulu minum dan lainya setelah itu ganti baju. Dan bel berbunyi untuk pelajaran selanjutnya. Aku membuka tas tiba-tiba ada surat .
Hay, cantik makin cantik aja meskipun kamu sudah berkeringat .aku tetap suka aku semakin dekat denganmu . Dan jangan menjauh dariku. Sayangku
Itu isi pesan. Dan aku gemetar. Tapi sepeti kata Susan aku ga boleh kalah dari dia. Aku langsung masukan kertas itu .dan duduk langsung mengeluarkan buku selanjutnya.
“San, kamu mau ga nemenin aku . Ke tempat kerja .nanti aku ceritakan apa alasannya”
“ oke, siap, Tina.”
Lalu Guru masuk dan menjelaskan pelajaran .dan tidak terasa pelajaran berakhir .dan datang pelajaran Pa Guru Rehan.
Dan dia masuk.
Dan seperti biasa dia . Dengan Cool dan wibawanya bikin terpesona. Dan mulai pelajarannya. Dan terasa waktu berlalu dan bel berbunyi pelajaran terakhir berakhir. Dan murid semua menyapa pulang dan membereskan alat sekolah dan pergi ada yang masih diam di kelas. Sedangkan aku dan Susan .keluar dari sekolah dan berjalan .
“ San, lihat ini “
Aku memberikan surat dari penguntit . Dan Susan kaget banget.
“Ini, ya ampun ini mah parah, jadi dia sampai gitu .” aku mengangguk.
“jadi apa, rencana kamu . Kamu mau berhenti kerja atau apa?”.
“ aku bingung , aku akan telepon ke bibi pemilik untuk ijin . “
“ oke telepon sekarang aja”
Aku mengangguk mengerti
“ Assalamualaikum, bibi maaf ganggu. Hari ini saya ga bisa hadir untuk kerja .karena saya ga enak badan.”
“. Ya, ampun kamu . Sakit parah ga , kalau parah ke dokter aja .ga apa-apa. Ya, udah kamu cepat sembuh ya.”
“ ya, bibi maaf ya merepotkan bibi saya. Makasih Assalamualaikum.”
“Wa ’alaikumsalam.”
“ Gimana, ?
“ Udah aku hari ini ga kerja .tapi aku masih Bingung. Nanti Susan .aku benar takut.”
“ ya, udah nanti kita pikirkan caranya .”
“ya. Bener.”
“ Aku telepon sopir aku dulu .kita tunggu agak jauh akhir-akhir ini aku juga ada yang mengikuti. Tapi pertama seperti sampai rumah pas seterusnya ga ?aneh banget ga ?”
“ Ya, San itu aneh banget. Apa orangnya sama ya?”
“ Ga San, beda banget, ayo ikut aku .. “
Dan tiba-tiba aku merasakan ada yang mengikuti kami .dan kami menoleh ga ada. Dan aku punya ide .
“ Susan ikut aku, nanti kamu harus ikut rencana aku..”
“oke, rencananya apa?”
Lalu aku berbisik-bisik dan Susan mengangguk mengerti .lalu mereka masih jalan sampai di mini market tak jauh dari sekolah. Dan masuk.
Dan beberapa saat mereka datang dan ternyata itu adalah grup Jesy
Kenapa dia mengikuti Susan .apa dia tahu kalau. Susan bukan orang yang sederhana. Gimana sih .
Lalu tanpa sadar aku mengikuti. Dan SMS ke Susan untuk berhenti di Cafe dan pesan minum aja .untuk memastikan benar firasat aku .
Dan ternyata benar mereka mengikuti Susan dan tak lupa aku foto dan aku mendekat .untuk mendengarkan kata-kata mereka .
“ Jesy, masa Susan orang kaya ,ga mungkin deh . Orang dia penampilan biasa dan dia selalu bekel. Dan ga mungkin pokonya” kata Sari 1 grup Jesy.
“ kamu itu ga percaya ya, 1 minggu aku ga sengaja melihat masuk rumah dan di antar Ama sopir. Dan yang paling parah .aku semua memanggilnya non Coba kalian ga pikir masa. Anak biasa bisa di panggil seperti itu .kan aneh “
“ ya, tunggu aja . Pasti bentar lagi sopirnya datang jemput.”
Kata Jesy sambil melihat situasi di sana .dan pergi ke arah Susan .yang masih gelisah.
“ San , kamu masih di sini aku pikir udah pulang.” Kataku.
“ Ga , aku menunggu kamu, kita jarang kumpul gara-gara kamu kerja sih .”
“ Ya, maaf . Aku kan ga bisa dia aja. Aku harus kerja. Apalagi aku sendiri.”
“ mau ikut aku ga?.”
“ Ke mana ?”
“tr Nanti kamu akan tahu, Ayo, pergi sekarang.”
“ Ya, Tina bentar aku bayar minuman aku .”
“ Oke, siap “
“Ayo, memang ke mana sih aku penasaran?”
Tampak mereka masih mengikuti kami. Dan aku harus ke tempat panti asuhan yang aku bantu kalau aku ada rezeki lebih.
“ Assalamualaikum, kak Karla .ini Tina. Mau berkunjung nih.”
“ Wa ‘alaikumsalam .aduh ada kamu ternyata kakak pikir siapa hahha. Ayo masuk.”
“ makasih, kak. Oh ya gimana anak- anak panti.?”
“ Baik, sayang ayo masuk .jangan sungkan.”
Kami tersenyum dan masuk mereka masih tunggu di luar .
Kami mengobrol dan tertawa-tawa. Dan tidak terasa kami harus pulang. Dan kami pamit pulang dan kami berjalan pulang .mereka tetap mengikuti kami.
Kami duduk di taman karena seperti taman ini masih rame. Meskipun udah mau menuju magrib.
Dan Jesy dengan grupnya masih penasaran .
“ Dan, tahu ga kenapa aku mengajak kamu ke panti. (Suara dengar nada sedikit keras).pasti penasaran ya?
“Ya, Tina tumben. “
“ Aku ingin kamu tetap seperti ini meski aku ga tahu kamu orang kaya atau ga. Karena bagi aku. Aku akan tetap teman Ama kamu . Meskipun ada yang ingin tahu siapa diri kamu dan bahkan ingin menjadi kamu sebagai 1 grup mereka. Aku ingin kamu masih teman aku. Aku selalu ada di dekat kamu. Apa pun itu.”
“ Kenapa kamu ngomongnya kayak gitu, aku jadi ikut sedih. Dan bisa kata-kata gitu.”
“Tina, aku akan teman Ama kamu apa pun itu. Tapi aku juga ga suka ada mereka memandang teman karena kaya ataupun apa .aku ingin teman Ama siapa saja termasuk kamu.”
Akhirnya Suan mengerti kata-kata aku .itu akting. Karena sedari tadi mereka mendengar kami dan merenungkan kata-kata kami. Dan aku memeluk Suan begitu pun Susan. “ San , akting kita bagus. Mereka renungkan akan kata-kata kita, semoga mereka ga ganggu kamu atau lebih mungkin akan berteman dengan kita apa adanya .”
“Hah, Tina aku ga akting, itu benar dari lubuk aku .jujur.”
“ Benarkah, aku senang kalau gitu. Tapi kita lihat reaksi mereka gimana?”
Susan hanya mengangguk mengerti. Dan melepaskan pelukan kami dan diam sejenak .
Lalu tanpa sadar kami lihat mereka ada di depan kami. Aku sempat kaget. Tapi tetap diam .begitu pun Susan.
“Loh, kok kalian ada di sini .apa yang kalian lakukan di sini.”
“ Ya, ini kalian lakukan di sini . Jalan-jalan juga sama kaya kita “
Mereka memberi kode tangan Jesy.
“Aku ingin jadi teman kalian boleh ga?”kata Jesy ke kami.
Kami hanya saling memandang dengan tatapan heran.” Boleh, aja . Tapi aneh kok tiba-tiba kalian ingin jadi teman kami .apa kalian telah melakukan sesuatu ?”
“ Ga, Tina kami ga melakukan apa pun .kami benar niat dari hati kami.”
“ ya, aku sih ga apa-apa, San kamu gimana?”
“ aku sih ga masalah sih, kalau teman kan biar banyak teman biar asyik aja .
Dan juga aku ga keberatan dengan kalian teman aku. Juga”
“ Ya, sudah karena aku juga ga apa-apa sih kita teman.”
“ selamat datang di dunia kami,hehe”
“ Kok dunia kami . Harusnya selamat datang ke canda tawa kita”
“ ya, terserah kamu aja Susan . Aku mah ikut aja .”
Kami tersenyum. Dan mereka ikut tersenyum. Kami pun jalan bareng dan cerita sambil jalan.. tidak terasa kami di halte kami masih pura-pura tidak tahu. Dan naik bis menuju tujuan rumah aku. Karena mereka masih dikatakan curiga.
Aku dan Suan udah di bis. Dan bercerita.
“ San, menurut aku kita harus cari rumah untuk sementara mengalihkan mereka. Karena aku ga 100% mereka mau jadi teman aku. Karena tiba-tiba mereka ingin jadi teman kita. “
“ ya, Tina aku juga tahu. Terus gimana dong jadinya .kita menginap di mana .kan rumah kamu udah di jual kemarin gara-gara penguntit itu.”
“ coba telepon siapa yang bisa kita menginap di rumahnya . Yang sederhana .
Tanpa mereka curiga “
“ oke, aku coba tanya mamah aja ya”aku mengangguk mengerti.
“ Mah, ini Susan mah, maaf ga bisa pulang sekarang dan ga di jemput Ama sopir aku Ama Tina ga bisa ke mana. Karena teman aku terus mengikuti kami terus jadi ga bisa pulang,”
“ Kok bisa , bagaimana ceritanya bisa gitu.”
“ ceritanya panjang. Tapi yang jelas. Kami butuh tempat tinggal yang sederhana mah biar ga ada yang curiga “
“ Ya, sudah. Tinggal di tempat rumah mamah dulu ya. Nanti di sana ada bibi Imah yang ke sana buat buka dan beresin . Tenang ada satpam. Juga.”
“ nanti mamah ke sana .kan besok kamu libur. Sekolahnya jadi bisa jelas ke mamah
Jadi mamah supaya mengerti.”
“ Baik mah, makasih aku ke sana langsung Ama Tina “
“ ya, hati-hati yah.”
“ Yah, mah .”
“ Gimana Susan. Ada solusi tentang kita?”
“Ya ada,,”
bersambung