
Setelah tertidur Rehan membawa istrinya di kamar yang tersedia di dalam ruangannya. Dan tidur dengan nyenyak tanpa gangguan apapun. Rehan mulai keluar dari kamar tersebut. Dan mulai fokus di pekerjaannya. Terdengar suara ketukan pintu dan Rehan menyuruh masuk. Dan muncul wanita tadi dengan memaksa masuk .padahal sudah di usir olehnya. Dan menyuruh sekretaris membiarkan dia .
“ Ada apa? Aku sudah bilang tadi apa kamu ga mengerti dan tidak mendengar?”
“ Aku ga percaya pasti kamu pura-pura. Supaya mereka ga tau hubungan kita kan jawab sayang” dia mendekat dan Rehan menjauh darinya.
“ Aku sudah memperingatkan kamu, masih seperti ini. Aku hanya akan menganggap kamu hanya teman kerja tidak lebih. Sebelum. Aku berbuat sesuatu lebih dari apa yang kamu tau. Jadi lebih baik kamu pergi dari sini. Jangan ganggu aku.”
“ Lihat saja aku ga dapat kamu, begitu pula dengan dia” katanya masih di dengar oleh Rehan. Dan Rehan mulai tersenyum.
“ dan sebelum kamu melakukannya, sekarang kamu lihat saja di media sosial. Dan selamat menikmati hadiahku untuk kamu selamanya hahahahha” setelah itu Rehan duduk dan mulai fokus pada pekerjaan.
Dan wanita itu pergi dengan kesal dan setelah sampai di bawah Lobby orang melihat dia dengan tatapan yang tidak enak. Lalu dia ingat bahwa Rehan bilang sesuatu . Lalu dia melihat media sosial dia ternyata fotonya dengan presiden pemilik dia bekerja sambil ....
Dia kaget dan tak percaya akhirnya dia pergi dan menuju basemen. Dan langsung pulang ke rumahnya. Dan langsung menutup pintu ..
Skipp...
Sedangkan di tempat kerja Rehan. Dia sibuk dengan dokumen yang menumpuk. Dan melihat jam dinding, ternyata sudah sore. Dan dia melihat pintu kamar, terbuka. Aku langsung ke tempat Rehan dan langsung duduk dipangkunya.
“ Dear, masih lama? Kapan pulang?”
“ Kamu bosan? Bentar lagi ya Sugar,”
“ ya, apa ada masalah, kamu kelihatan pusing memikirkan sesuatu?”
“ ya, hanya saja, bisa diatasi masalahnya. Yang susah hanya masalah Kenan saja sugar. Aku bingung bagaimana bisa dia bisa tau nomor dan lainya. Padahal Kenan bisa dibilang dalam hal masa lalu istrinya begitu rapih. Aneh?”
“ mungkin ada yang di sembunyikan oleh kak Renata, kepada kak kenan. Sebaiknya tanyakan saja, mungkin bisa ada pencerahan dalam kasus ini Dear”
“ ya, aku akan bilang ke Kenan, ayo kita pulang. Kamu pasti cape nunggu aku”
“ Aku ga cape kan tadi tidur”
“ oh, ya, lupa. Bentar. Oke ayo kita pulang.”
“ Dear aku ingin sesuatu?”
“ Apa Sugar katakan, ingin masakan Tante Riska, dear. Tapi kan jauh ?” aku sedih karena keinginan aku jauh sekali. Pasti Rehan ga bisa.
“ kita ke sana sekarang pake jet pribadi ya biar cepat.”
“ Bener, boleh dear?”
“ Ya, boleh kenapa emang”
“ aku pikir ga bisa, tapi makasih Dear”
“ Ya, sama-sama . Ayo”
Aku langsung menggandeng tangan Rehan dan menuju ke luar kantor dan sebelum itu dia berbicara dengan sekretaris. Dan dianggukkan oleh sekretaris. Rehan dan aku pergi menuju bandara. Dan sampailah di sana. Aku langsung naik dan begitu pun Rehan.
“ Dear, apa ga apa-apa, takut nanti Rendi curiga,?”
“ ga apa-apa, nanti kalau dia melihat kamu bilang aja aku ngajak kamu ke rumah orang tua aku. Gitu. Kalau ketemu. Kalau ga ya abaikan saja.”
“ sugar, kamu jangan terlalu capek ya”
“ Ya, Dear. Makasih”.
Aku memeluknya dan dia membalas pelukan aku.
Dan sampai di jet pribadi. Dan mulai berangkat. Aku sedang duduk dengan Rehan. Setelah sampai di Jakarta. Aku dan Rehan naik mobil sewaan. Dan menuju rumah Rehan . Alias mertuaku.
“ Rehan apa ga masalah kita datang jam segini?”
“ Ya, tak masalah selama kamu ingin aku akan usahakan. Jadi jangan khawatir. Setelah sampai di rumah. Kami mengetuk pintu. Dan di buka oleh pelayan di rumah mama. Dan kami masuk.
“ bi apa semua sudah tidur?”
“ sudah tuan baru, dan tuan Kenan baru saja pulang.”
“ oh gitu ya udah .makasih bi, sebaiknya bibi kembali ke kamar. Aku dan istriku biar ke kamar langsung.”
“ Ya tuan permisi.” Bibi sudah pergi dan kami langsung ke atas ke kamar Rehan. Dan begitu sampai. Aku melihat barang Rehan dan lainya. Soalnya sebelum menikah aku belum pernah ke kamarnya.
“ Dear, kamar kamu, nyaman ga mau pergi gitu.”
“ Benarkah, ya udah sekarang ganti baju, pakaian baju aku di sana aku akan menelepon sekretaris dan orang rumah biar ga tunggu kita pulang”
“ Ya, siap Daddy hehe”
Rehan langsung menelepon. Dan aku ganti baju tidak perlu lama-lama 5 menit sudah Mengganti pakaian yang nyaman. Aku masih melihat Rehan masih menelepon. Aku duduk bersandar, di kepala ranjang. Dan lama menunggu Rehan aku tertidur di kasur. Dan akhirnya beres Rehan sudah beres dan dia melihat istrinya tidur dengan posisi yang tidak nyaman. Pasti dia menunggunya.
“Mimpi yang indah, ya Sugar” Rehan membenarkan tidur istrinya.
Dan di ikuti oleh Rehan tidur pulas.
🌄🌄🌄🌄🌄🌄
Pagi mulai muncul Rehan sudah bangun pagi dan sekarang pergi menuju kamar mandi. Setelah ke kamar mandi, Sholat dan melanjutkan aktivitas pagi mandi di pagi hari untuk. Dan setelah beres dia masih melihat istrinya tidur. Jadi lebih baik dia tidur saja. Rehan menuju keluar kamarnya. Dan ke bawah. Di sana ada keluarganya yang menyambut.
“oh, Hay bro kok ada di sini?” kata Kenan penasaran kakaknya ada di sini.
“ ya, Rehan kamu kenapa ada di sini, bukanya hari ini kamu sangat sibuk banget?” Kata papa
“ Ya, emang sibuk , tapi Arumi ingin makanan buatan Tante Riska, dia sedang mengidamkan. Itu makanya secepatnya aku ke sini sampai malam baru sampai. Dan sekarang istriku sedang tidur.”
“ oh, begitu ya udah nanti mamah bilang ke Tante suruh ke sini,” kata mama.
“ Ya, makasih mah”
Dan kami mulai makan dengan tenang setelah makan papa dan Kenan berangkat langsung. Dan Rehan masih di rumah karena dia paling menelepon ke sekretaris jika ada sesuatu. Dan di ruang makan hanya ada mama dan Renata. Dia sedikit penasaran dengan Renata. Kenapa mantan sampai melakukan yang berbahayakah dia atau Renata. Pasti ada yang di sembunyikan meskipun baku tau ini bukan urusannya setidaknya aku dapat info dari ini.
“ mamah mau ke kamar beres mau sekalian menelepon Riska biar ke sini.”
“ ya, ma.”
“ Renata aku ingin tanya sesuatu, apa boleh?”
“ Ya, tentu, ada apa?”
“ kenapa mantan masih menghubungi kamu, bahkan kamu sudah menikah ini aneh pasti ada seuatu yang di sembunyikan kamu kepada kami, sebaiknya kamu jujur, karena aku ga bisa bantu hanya dari cerita Kenan aku ingin tau banyak?”
“ itu... Aku..” belum menjawab pertanyaan aku. Arumi turun dan berkata “ aku tau kenapa kakak menutupi sesuatu, karena tak ingin menyakiti kak Kenan tentang masa lalu kakak, padahal sebenarnya lebih baik kakak cerita langsung ke kak Kenan. Dia akan mengerti dibandingkan, kami yang tidak tau apapun tentang kakak, sebelum terlambat kakak bilang ke ka Kenan, dari pada orang itu yang memberi tau kak Kenan.” Ucapku menohok padanya. Sedangkan Rehan tidak mengerti, kata-kataku yang aku ucapkan ke pada kak Rena.
“ Apa maksudmu Sugar, apa aku ga mengerti?”
“ dear nanti aku ceritakan, sekarang biar kak Rena merenungkan semuanya, ayo ke kamar aku mau makan dear?”
“ baiklah tunggu mamah lagi telepon Tante buat ke sini”
“ aku ingin jus alpukat, dear sebelum masakan Tante Riska?”
“ oke bentar aku buatkan kamu tunggu di sana ya jangan ke mana-mana?”
“ oke siap dear, aku duduk di sana sambil menunggu “
Sedangkan Renata memikirkan yang di katakan oleh Arumi. Dan aku melihat majalah yang ada di ruangan tersebut. Lalu tiba-tiba, ka Rena, datang pada. Dan berkata “ apa kalau aku memberi tau kepada Kenan dia akan marah dan maafkan aku?”
“ aku ga tau tergantung kak Kenan. Tapi sepertinya dia akan menerima kakak dengan tangan terbuka meskipun dia terluka kak Rena. Pasti tau akan hal ini.”
“ Aku akan coba bicara, aku akan ke kantornya.”
“ jangan di kantor ,nanya mata-mata yang melihat kalian ataupun kak Kenan, sebaiknya di sini di kamar kalian, itu lebih tepat, kalau anak kalian bisa di asuh sementara sama mama atau Tante Riska. Jadi pikirkan baik-baik”
“ Oh, okey. Makasih atas sarannya.”
“ Aku hanya membantu dari sudut padangku kak, ini bukan masalah.”
“ Sugar, ini jus alpukat, di minum sampai habis, eh, kenapa ada Rena di sini?”
“ oh, ga aku hanya memberi tau kalau dia ga boleh makan sembarangan, itu ga baik baginya dan juga anaknya. Apalagi kalian dapat kembar, harus di jaga”
“ Rena aku tau jadi jangan cemas. Dia akan baik-baik saja.”
“ Arum sayang, mamah udah menelepon Tante Riska nanti dia kesini. Tunggu aja .Rena, tadi aku mendengar anakmu menangis, mamah pikir kamu ada di sana?”
“ ya mah, aku akan ke sana makasih permisi. “
“ Mah, makasih,. Sama-sama sayang. Ya ampun mamah ga percaya dapat cucuk tiga sekaligus, tapi mamah belum dapat kabar dari Susan, “
“ Mungkin sibuk, nanti juga dapat kabar. Mah”
“ Benar, ya sudah. Mamah mau pergi dulu”
“ emang mama, mau pergi ke mana?”
“ biasa ada acara sama teman-teman, ya udah mamah pergi”
“ Ya, mah hati-hati di jalan..”
“ Sugar, kamu mau apa lagi,?”
“ ga dear aku cuman ingin ini, sambil tunggu Tante datang.”
1 jam kemudian datang Tante Riska. Dan kami masih duduk di ruang keluarga.
“ ya, ampun Arum, gimana kabar kamu?”
“ baik, tante. Tante sendiri gimana?”
“ baik, katanya kamu Ngidam masakan Tante, ini Tante udah bikin dari rumah tinggal di rumah, dan Rehan kamu ga kerja?”
“ Ga Tante, soalnya khawatir sama Arum. Dia Ngidam jadi saya ikut juga ke sini.”
“ Ayo, Tante kita ke ruang makan dan makan bareng, dear juga harus makan. Kemarin belum makan kan?”
“ Ya, ayo” kata Rehan .
Dan di ikuti oleh Tante Riska. Di sana mereka mulai makan bareng dan juga sedikit canda tawa. Tak terasa makan sudah beres dan kenyang, akhirnya kami duduk di ruang keluarga. Dan berbincang-bincang, dengan Tante mengenai aku dan Rehan di sana. Dan Tante sungguh antusias mendengar aku cerita, sedangkan Rehan hanya mendengarkan aku sekali dia juga berbicara, dan tak terasa sudah sore, Tante Riska pun pamit pulang. Akhirnya kami kembali ke atas aku sedang menonton drama, sedangkan Rehan mengurus pekerjaan lewat email dari sekretaris,.Tak terasa waktu berlalu dan sudah malam, kami selesai Shalat dan makan malam. Sedang di kamar dan berkata
“ dear, kita akan pulang besok kan?”
“ ya, Sugar, karena aku harus kembali. Dan jangan membantah lagi ya”
“ Oke siap dear. Aku juga ingin pulang kangen Ama teman-teman kampus, heheh”
“ kamu ini, ya sudah istirahat dulu, nanti aku menyusul. Ada yang harus aku kerjakan Karena besok meeting setelah makan siang. “
“ Maaf ya gara-gara mengidamkan masakan Tante kamu harus meninggalkan pekerjaan kamu”
“ Ga masalah, yang penting kamu baik-baik saja dan juga anak kembar kita, apa dia rewel lagi?”
“ ga semenjak sudah di turuti keinginannya, ga rewel. Makasih dear”
“ oke, sama-sama. Dan ga masalah yang penting mereka dan kamu bahagia”
“ Aku udah bahagia nikah sama kamu dan punya anak dari kamu “
“ aku tidur duluan udah mengantuk”
“ ya selamat malam Sugar”. Dan aku langsung menuju ranjang, Rehan masih sibuk ke laptop dengan pekerjaan. Tidak terasa sudah tengah malam. Dan selesai, Rehan pun akhirnya istirahat. Dan tertidur pulas. Sambil memeluk istrinya
☀️☀️☀️☀️☀️
Hari sudah menjelang pagi, Rehan sudah siap dengan semuanya. Dan sekarang sedang membangunkan istrinya, yang masih tidur ...
“ sugar, bangun. Kamu mandi dulu. Kita akan kembali ke Korea. Ayo bangun nanti telat.”
“ Dear, “ aku bangun dari mimpi . Dan melihat masih di kamar Rehan. Dan turun di ranjang dan menuju kamar mandi. Dan mandi tidak lama kemudian aku sudah memakai baju Rehan, karena aku kemarin tak membawa baju ganti untuk ke sini.
“ Kamu masih cantik, memakai baju kebesaran aku. Ayo ke bawah, kita sarapan dan pamit ke mama dan lainya”
“ ya, dear. Ayo”
Kami ke bawah dan jalan dengan biasa sambil aku melihat Rehan sangat tampan hari ini, Entahlah maunya manja terus sama dia. Dan untungnya Rehan tak masalah dalam hal ini. Dan kami sampai di ruang makan di sana ada mama, papa, Renata. Dengan bayinya dan Kenan .
“ selamat pagi” ucapanku dan Rehan.
“ selamat, pagi” semua menjawab.
“ Rehan kapan kamu ada di sini?”
“ ah, aku kemarin malam pah, Arum kemarin lagi mau masakan Tante Riska. Jadi ke sini.”
“ oh, gitu. Pantas papa ga tau kapan ke sini.”
“ Ya, Pa. Sekarang aku dan Arum akan kembali ke Korea”
“ kok buru-buru, ga menginap lagi 1 hari lagi.” Kata mamah.
“ Ga, mah. Rehan ada meeting sekarang yang ga bisa di tinggalkan .kalau Rehan suruh Arum di sini, aku sedikit khawatir. Meskipun sama mama.”
“ baiklah, mama mengerti. Jaga baik-baik istri kamu ya”
“ Ya, mah ga usah khawatir.”
“ ya sudah ayo makan” kata papa. Dan kami semua makan sekali-sekali aku melirik ka Rena dan ka Kenan, seperti udah bicara, hanya saja ga di perlihatkan . Setelah selesai makan papa langsung menuju kantor di ikuti Kenan. Kami pun pergi setelah papa dan ka Kenan. Dan aku Rehan pamit ke mama dan ke ka Rena.
“ mah, aku pergi dulu. Jaga kesehatan mama, dan kamu juga Rena.”
“ ya, kakak ipar, makasih, dan hati-hati. “
“ Ya, mah, kak Rena kami pergi ya “
Mamah menggagu mengerti. Dan langsung kami pergi dari rumah itu.Dan menuju bandara . 1 jam sudah sampai di bandara, dan aku sedikit melihat seseorang yaitu Jesy dengan seorang pria, yang tak lain Rendi, bagaimana bisa?.
“Dear, kamu coba lihat di sana ada Jesy dan Rendi, sedang berbicara. “
“ oh, ya mereka tunangan. Sugar, kabarnya mereka akan menikah di Surabaya. Dan papa di undang.”
“ Hmm, pantas”.
Dan mereka menunggu pesawat beres check. Dan pasangan itu menghampiri kami. Dan tak percaya.
“ Tina ini kamu kan?” kata Jesy padaku sambil berkaca-kaca.
“ Hah? Siapa kamu, apa aku kenal kamu?” kataku pura-pura.
“ Oh, kamu murid aku di SMA ...”
“ oh, Pa guru Rehan di sini sama Tina?”
“ Tina? Maksudnya apa Jesy, aku ga mengerti?”rehan
“ Pa guru ini Iftina kan?” kata Jesy
“ Tunggu, Iftina? Aku buka Iftina aku Arumi, dear kok dia panggil aku gitu sih. Aku ga kenal dia .kok tiba-tiba bilang gitu sama aku?”
“ Jesy maaf, dia bukan Iftina teman kamu dan Rendi .dia istri aku dari Korea. Mungkin memang mirip dengan Tina, tapi beda.” Kata Rehan
“ istri Pa guru Rehan?” kata Rehan
“Ya, kami sudah menikah, dan sekarang kami akan kembali ke Korea.”
“ oh, tapi maaf mirip sekali”
“ sir, pesawatnya sudah beres silakan berangkat” kata salah satu pegawai.
“ Baik, ayo Sugar,. Mari saya dan istri saya duluan. Kalian hati-hati di jalan”. Rehan pun pergi dengan Arum menuju pesawat pribadi. Dan mereka masih kaget dengan perkataan Gurunya itu.
“ Apa benar, dia bukan Tina, emang sih sifat , cara dia bicara dan hanya beda dengan Tina. Tapi yang aku heran Pa Rehan bisa nikah dengan yang mirip Tina” kata Jesy
“ sudah, biarkan saja. Kita harus ke Surabaya untuk acara tunangan. Setelah lulus SMA kamu aku ya udah ke Surabaya atau gimana?” kata Rendi.
“ aku akan tinggal sama kamu. Dan itu ga mungkin juga ya dia Tina”
“ Memang kenapa?” habis kalau dia Tina, kan harusnya sama kaya aku belum lulus. Dan kalau Lulu itu berarti seperti kamu?”
“ Ya, benar. Ayo pesawat sudah mau berangkat.”
“ ya, ayo.”
Dan mereka masuk ke pesawat biasa.
“ Ya, mungkin bukan. Karena tau aku Tina ga mungkin bisa Lulus cepat seperti aku karena aku tau dia “ kata dalam hati Rendi. Di dalam pesawat yang sudah lepas landas. Arum hampir saja dapat masalah, kalau sedikit salah kata. Dan untungnya suaminya membantu jadi ga begitu khawatir. Aku berharap akan seperti ini.
“ Sugar, ada yang kamu pikirkan?”
“ ga, cuman tadi aku sedikit was-was, tentang Jesy.”
“ Jangan khawatir, kamu harus tenang sekarang fokus sama baby twin kita ya”
“ Siap Daddy”
“ Kamu ini bisa aja”
Dan tak terasa sudah sampai di Korea, kami di jemput oleh sopir kami dan juga sekretaris Rehan . Dan kami langsung menuju kantor, karena Rehan akan ada rapat jadi aku ikut bersama dia. Setelah sampai Rehan terburu\-buru. Tanpa beri salam atau kecupan. Ya aku pasrah mungkin dia sibuk . Dan menuju ruang kerja Rehan. Dan sampai di sana, aku melihat seorang wanita yang duduk dengan anggun.
“ Siapa lagi ini wanita, di sini.” Batinku
“ Aku mencari direktur ini, apa ada?”
“ dia sedang, rapat. Kalau boleh tau siapa Anda?”
“ Saya ga butuh, bicara sama kamu, aku butuh direktur, jadi OG sana pergi dari saya , atau minimal buatkan aku minum.” Kata wanita itu dengan arogan. Dan Arum mengelus perutnya. Dan pergi dari sana, dan menuju menggunakan lift. Dan setelah itu ada yang masih diam. Dan mereka sepertinya ga tau aku.
“ permisi, maaf boleh saya bikin minuman, di sini”
“ Eh, maaf siapa ini?” kata salah satu Og di sini.
“ saya tamu, di sini, mau membuat minum. “
“ Oh, tentu boleh, apa perlu saya buatkan nona?”
“ jika tidak keberatan?”
“ kami ga keberatan karena ini tugas kami, sebentar, anda ingin apa?”
“ teh saja buatkan 2 cangkir, nanti saya bawa ke ruangan”
“ oh, begitu, mau di bantu nona ke ruangan?”.
“ Jika tidak keberatan”
“ tidak, masalah. Sebentar non.”
Setelah beberapa menit teh sudah jadi dan aku segera pergi di sana bersama salah satu OG dan menuju ke ruang atas. OG tersebut kaget dan berkata, non ga salah pergi ke ruang direktur?” Arumi pun aneh. “ memang ada apa?”
“ Ga di izinkan seorang tamu kantor, yang tidak kepentingan ke sana apalagi, belum ada janji. Bisa-bisa di marahan Anda”
“ benar? Itu bagus. Berarti wanita itu pasti akan di usir” kataku.
“ Apa? Maksudnya apa nona?” kata salah satu OG.
“ Ga apa-apa, tapi terima kasih udah membantu mengantarkan minuman ini.”
“ sama-sama. Dan aku dengan di temani OG datang ternyata masih belum datang Rehan, seperti serius meeting.
" ini minumannya" dengan meminum pelan, supaya tak tersedak.
“Ya, makasih. Sana pergi.”
“ Tapi aku juga ingin menemui direktur Rehan”
“ Buat apa menggoda? Sana dia tunangan aku sana” katanya yang arogan.
OG itu pun pergi setelah mengantar aku dengan minuman tadi. “ benarkah, aku ga percaya aku akan percaya sama orangnya.”
“ Silakan aja dia akan usir kamu, jadi siap-siap saja” kata wanita itu.
“ Ya, terserah kamu aja deh.” Kataku malas meladeni. Dan Dian tanpa kata lagi.
Sudah lama menunggu dan teh sudah habis. Begitu pun dengan wanita itu masih stay dengan duduk anggun.
“ Ampun ini wanita kampung, ngapain sih ada di sini bikin risih aja.” Kata wanita itu di dalam hatinya.
Drt...drt..
Aku melihat ternyata Rehan, yang menelepon lalu aku menjawab dan menjauh dari wanita itu.
“ assalamualaikum, dear gimana udah beres meeting?”
“Wa ’alaikumsalam, ya udah kamu di mana?”
“ Oh, aku ada di dekat ruangan kamu, ga masuk nunggu kamu aja?”
“ Oh, kok ga masuk?”
“ ke sini aja lihat aja sendiri, aku tunggu dear”
“ Baikalah tunggu, jangan ke mana-mana?”
“ Ya, oke . Assalamualaikum”
“ Wa ’alaikumsalam”
Aku memutuskan sambungan telepon dan duduk di sebelah wanita itu. Dan menunggu Rehan dan tak lama Rehan datang.
Aku ingin memeluknya tiba-tiba dia yang datang dan langsung berbicara dengannya. Sedangkan Rehan melihat aku yang kesal, dia tersenyum.
“Direktur saya sudah tunggu Anda sejak tadi “
“ Benarkah, ada apa? Sampai sekretaris dari perusahaan.., menunggu saya”
“ Begini, saya. Datang ke sini di suruhan untuk menyerahkan ini, ke pada Anda untuk memeriksa proposal kerja sama.”
“ Rudolf, tolong cek dulu, aku ingin ke sana, dan apa ada lagi?”
“ Tidak setelah ini sudah tidak ada pertemuan.”
“ Ya, sudah. “
Rehan tidak memedulikan wanita itu dan langsung ke arahku dan berkata “ Sugar, ayo masuk. Kamu tunggu lama. Dan di sana kamu bisa tidur,”
“ Ya, ayoo” kataku dengan singkat.
“ tunggu, saya kes..”
“ Saya tau, tapi saya akan pikirkan mengenai proposal Anda,”
“ dan jangan meremehkan Seseorang atau lainya. Karena aku ga suka. Apa lagi kamu datang ke sini dan Bertikah, seolah-olah aku ada hubungan.
" Bilang pada direktur kamu lain kali dia yang harus datang ke sini bukan sekretaris yang ga punya sopan dan lainya”.Rehan mengajak istrinya masuk dan Rudolf bilang”. Harusnya kamu berbuat baik pada siapa saja belum tentu apa yang kamu katakan dan kamu bilang itu benar” .
Dan Rudolf duduk dan melihat dan lainya
Di dalam ruang Rehan.
“Sugar apa dia melakukan sesuatu terhadap kamu dan Baby Twin?”
“ ga dear, dia baik aja begitu pun aku. Aku hanya ga suka sifat dan cara dia bicara .”
“ Baiklah aku akan pikirkan berkerja Sama dengan mereka.”
“ Hayo istriku duduk, ada yang kamu inginkan hari ini?”
“ ga sepertinya aku hanya ingin pulang dan tidur dear.”
“ baik sebentar lagi. Tunggu kamu tidur dulu di ruang itu, nanti kalau udah beres aku bangunkan kamu ya” aku mengangguk mengerti dan menuju ruang yang di sediakan untuk istirahat Rehan .
Satu jam sudah berlalu, Rehan sudah beres dengan dokumen lainya. Dan menelepon sekretaris bahwa. Pulang duluan, dan begitu melihat istrinya. Dia sempat sedih, harusnya dia di rumah tidur. Tapi mau gimana lagi. Pekerjaannya 2 hari di tinggalkan sehingga menumpuk dan harus di selesaikan sekarang. Rehan pelan membawa istrinya dan mengendong ke lift di ikuti Rudolf. Dan sampai di basemen dan langsung masuk mobil dan pergi meninggalkan kantornya .15 menit sampai dan langsung ke atas menidurkannya di kasur. Dan Rehan langsung ke kamar mandi untuk mandi dan setelah segar dia melihat ada chat dari seseorang. Dan dia mengirimkan foto yang isinya foto istrinya dengan seorang laki yang tak lain temanya, dan siapa yang mengirim foto. Lalu Rehan abaikan mungkin dia ingin mulai mengganggu hidup keluarga kecilnya. Dan mengecek lagi apa ada email masuk untuk lainya.Dan setelah itu dia ke bawah.
Dan melihat ada seseorang dan langsung datang ke pelayan tersebut.” Siapa dia ?”
“dia katanya ingin bertemu dengan Nona Arum. Dia bilang teman di campus.”
“ selamat siang, ada yang bisa saya bantu?” kata Rehan
“ saya ingin ketemu dengan pacarku, Arum?” kata pria misterius.
“ siapa Anda?” kata Rehan nada tegas.
“ saya pacarnya namanya Billy Gilman.”
“ Pacar? Apa maksudnya?”
“ Ya, saya pacaran sama adik kakak, aku ingin ketemu dengannya karena kangen sama dia jadi ke sini?” kata Billy.
“ kakak?, Kangen?, Astaga ini pasti salah ya”
“ ga salah kak, saya benar kok.”
“ Bentar saya panggil Arum dulu. silakan duduk.” Rehan menyuruh dia untuk duduk. Dan Rehan kembali ke atas dan kebetulan istrinya baru beres, dengan semuanya ..
“ dear, habis dari mana? Mau makan teobokki, beli aja di pinggir jalan,”
“ Sugar, kamu selingkuh sama aku?” kata Rehan langsung ke intinya.
“ hah? Ngomong apa sih, dear. Kan kamu tau aku cuman cinta dan ini ada baby twin kenapa aku harus selingkuh, sedangkan suami aku aja tampan banget, ga bisa lepas darinya.”
“ ada yang mengaku dia pacar kamu namanya Billy Gilman.”
“ Billy Gilman? Dia kan yang maksa jadi buat kekasih aku padahal aku udah punya kamu, aku bilang sama dia aku udah punya tunangan. Eh dia ga peduli”
“ dia maksa kamu, jadi pacar?”
“ ya, sekarang dia ada di bawah,?”
“ ya, benar. Ada di bawah ingin ketemu kamu?”
“ apa aku bilang aja kamu suami aku, dan aku juga harus bilang ke teman aku kamu suami aku”
“ mungkin itu lebih baik dibandingkan ada yang berharap sama kamu.”
“ oke ayo, tapi setelah ini aku ingin itu ya?”
“ Oke, kita beli sekalian makan di sana?”
“ Ya, tentu makan di sana heheh”
Dan Rehan dan Arum ke bawah menemui pria tersebut. Dan dia melihat benar yang di katakan Rehan, dia ada di sini.
“ ada apa kamu di sini?”
“ aku kagen kamu, apa ga boleh” katanya.
“ Etz, jangan dekat aku aku udah ada yang punya jadi jauh dariku sana”
Rehan hanya duduk dan Arum sedikit mundur, dan lalu berkata” aku sudah punya kamu kan tau jadi jangan ganggu aku, pergi sana”Aku duduk. Di sana lalu dengan tanpa bicara dia menarik aku ke dalam pelukannya, tanpa peduli aku kesakita karena terbentur tubuhnya yang keras. Aku meringis. Melihat hal.itu Rehan berdiri dan mendorong Billy tersebut . Dan Billy tidak terima dengan hal itu langsung “ maaf kak aku ingin bicara dengan pacar saya tolong menjauhkan dari kami.”
“ aku akan ikut campur kalau kamu berbuat seperti tadi di rumah kami. Dan kamu berhenti mengatakan kata-kata kekasih, kamu ini bungkam siapa-siapa lagi jadi tolong pergi dari sini. Dan satu lagi tolong, hentikan kata-kata yang ga berguna ini. Aku ini bukan kakak Arum . Tapi suami Arum. Jadi sana jangan dekat-dekat.”
“ kak, jangan pura-pura dia istri kakak, aku hanya tidak ingin punya masalah, biar aku bicara dengan Arum.”
“ ga bisa. Kamu cari di dinas catatan, dan lihat apa status, Arumi. Dan kamu akan menyesal. Kalau kamu terus seperti ini.”
Dan Rehan melepaskan cengkeraman dan langsung ke mobil dan pergi begitu saja.
“ apa maksudnya? Dia sudah nikah benarkah, itu ga mungkin.”
“ Aku yakin dia masih single.”Kata Billy dan menuju mobil dan menuju yang di ceritakan Rehan.
Dan di dalam mobil Rehan cemas dengan istrinya.” Sugar, kamu baik-baik aja ada yang sakit lagi ga?”
“ ada dear, sakit. Apa kita ke dokter dulu?”
“ Ya, untuk. Cek kandungan kamu takut kenapa-kenapa dan juga kamu. Tahan ya, bentar lagi sampai.” Dianggukkan oleh istrinya. Dan setelah sampai sana. Dia di tangani dengan baik. Dan istrinya tertidur pulas. Dan Rehan menunggu istrinya bangun. Dan dia sedikit lega karena kandungan dan juga istrinya baik saja. Hanya lebih waspada
Dan istrinya mulai bangun dan berkata” aku kenapa dear, ko ada di sini?”
“ kamu tadi sakit di bagian perut untuk ga kenapa-kenapa. Lain kali hati-hati ya. Dan jangan dekta dengan dia lagi. Dia bisa membahayakan baby Twin kita ya “
“ oke, dear ayo beli teokbokki. Aku ingin banget.”
“ Baiklah bentar ya, aku akan tanya dulu sama dokternya ..”
Setelah di perbolehkan pulang dan menyelesaikan adm. rumah sakit, Rehan bingung banyak suster dan pasien wanita melihat Rehan dengan tatapan kagum. Dan di mengabaikannya dan menuju istrinya. Dan berkata “ ayo, kita langsung menuju yang kamu mau, setelah itu mau beli apa lagi?”
“ Aku ingin, Gimbab, ingin Odeng dan gorenganya ya boleh “
“ boleh tapi jangan banyak-banyak, “
“Oke makasih dear, ayo.”Dan mereka mulai melakukan perjalanan menuju tempat makan. Dan di sana Rehan melihat istrinya senang, sepertinya aku harus sering mengajak dia pergi berjalan, karena dia melihat istrinya bahagia. Sampai di kota tujuan yang di penuhi jajanan makanan kaki 5 dan langsung memesan dan setelah menunggu, datang lah makannya dan langsung makan .
“ ayo makan. Dan pelan-pelan makanya yah”
“ Oke, makasih. Dear kamu juga harus makan dan mencobanya juga.”
“ oke Sugar." Rehan mulai mencoba makanan yang ada di meja. Dengan lahap dia makan. Dan sambil duduk di sekitar pertokoan , dia melihat sekitar. Banyak yang makan di sini? Rame juga .itu pikiran Rehan.Dan melanjutkan makanan yang sudah di depan.Rasanya bagi Rehan melihat istrinya makan lahap, dan seperti anak kecil membuat Rehan sedikit tersenyum, dia makan dengan lahap, tanpa memilih makanan, aku suka itu . Dan mengidamkan tidak yang aneh, seperti kebanyakan orang.
"Hanya saja kemarin saja" . Uang harus Rehan bagi dengan kerjanya. Karena istrinya mengidam yang membuatnya harus menunda pekerjaan.Dan menikmati makanan yang di sediakan oleh mereka aku sangat senang. Dia tambah teokbokki dan Odeng, dan ingin makan mie yang seperti wanita yang ada di sebelahnya. Dan Rehan langsung memesannya dan di makan oleh istrinya. Dan setelah kenyang kami jalan, melihat sekitar daerah ini, Ternyata di sini malam semakin ramai. Dan Arum juga senang. Dan istrinya menari aku ke arah tempat makan hottoek yang rasa original
“ dear kamu mau?”
“ ga Sugar kamu aja, setelah ini mau ke mana?”
“ Hmm, kata rose di sekitar sini ada Make Up murah, kita ke sana yuk dear?”
“ Oke, setelah kamu habiskan makanan itu ya”
Istrinya mengangguk mengerti dan habiskan makan itu, dan pergi menuju toko jual make up. Dan memilih lipstik dan lainya. Rehan hanya mengikuti istrinya.
“ dear, cocok yang mana ini apa yang ini ?”
Arum memperlihatkan lipstik yang muda. Dan dia berkata” yang warna nude aja, kamu bagus warna itu, kelihatan natural. Dan ingat jangan banyak male up. Kamu sedang hamil dear. Ingat itu.”
“ oke Daddy aku mengerti. Ayo kita bayar, dan melihat bajunya dear. Aku suka dressnya “
“ Oke siap ratuku” kata Rehan dan istrinya tertawa dan tersenyum.
Dan mereka memasuki toko baju di sana banyak model yang pas dan lucu-lucu untuk remaja dan lainya. Serta, nyaman di pakai sehari-hari. terdengar bunyi ponsel Rehan. “ Sugar aku keluar sebentar, kamu lanjutkan belanja. Aku akan jawab,dulu”
“ oke”. Dan istri melanjutkan lagi dan memilih baju serta baju untuk suaminya juga .
1 jam sudah berlalu, dan Rehan kembali ke toko itu dan melihat sudah beres membeli pakaian.Dan Rehan langsung membayar dan langsung membawa barang tersebut dan langsung ke tempat parkirkan setelah 15 menit. Pulang ke rumah dan sampai di rumah mereka menyimpan baju dan lainya dan duduk di sofa. Istrinya langsung memeluk Rehan. Dan tak Rehan ga masalah dengan hal itu dan tiba istrinya tertidur pulas.
Dan Rehan langsung memundurkan ya di kasur. Dan Rehan pun ikut memeluk istrinya dan tidur dengan pulas.
☀☀️☀️☀️🌄🌄
Pagi menjelang Rehan baru bangun dan segera ke kamar mandi. Dan Shalat dan setelah itu tidur lagi mungkin dia akan datang agak siang ke kantor, karena mengantuk dan capek. " Dan tak terasa jam 10 menuju siang, Rehan bangun dan terburu ke kamar mandi untuk mandi sana setelah selesai semua dia langsung ke bawah dan memanggil dan berkata “ Anton ayo pergi aku terlambat, bibi kalau Arum nanya bilang aku sudah ke kantor ya “
“ Baik Den. “ Dan Rehan langsung ke mobil dan menuju kantornya. Sedangkan istrinya baru bangun dan melihat jam dinding dan ke kamar mandi. Dan bersiap ke kampus. Dan ke bawah.
“ Bi, buat apa hari ini?”
“ Sayur lodeh non, non mau apa?”
“ ga itu aja, sama buatkan minuman susu hamil rasa coklat?”
“ baik non.”
Bibi langsung ke dapur dan siapkan semua. Dan chat dari suaminya .
“Assalamualaikum, sugar maaf ga membangun kamu karena aku ada urusan penting nanti aku jemput ya, love you”
“ Wa ‘alaikumsalam, ya hati-hati di jalan, jangan lupa makan yah” Dan aku makan dan tak lupa minum. Susu ibu hamil, dan langsung menuju kampus. Dan aku diantar oleh supir lainya. Dan sampai di kampus. Mereka memandang risih dan aneh, ada apa?”
“ Arum, ada berita untuk kamu, ayo sini” kata Milla.
“ emang ada apa? Dan kenapa mereka melihat aku kayak yang ga suka. Aku ke sini?”
“ ini yang aku tanyakan sama kamu, bentar tunggu teman lainya.”
“ Ada apa sih, katakan aja sekarang?”
“ ga biar ga usah aku ceritakan lagi .langsung aja topiknya . Dan muncul Rose, Kevin, dan Mitsui. Dan langsung duduk, dan aku bingung dengan. Perilaku mereka. Aneh ...
“ Apa benar , kamu udah nikah sama tunangan kamu, yang kemarin di kenalkan kepada kami?” kata Rose
“ kalian dari mana tau aku sudah nikah sama tunangan aku?”
“ Jadi benar, rumor, itu?”
“ benar, sebelum aku kuliah di sini, aku emang sudah menikah dengan Tunangan aku, dan aekarang sedang hamil, ya kalian tau anak siapa lagi kalau buka anak suami aku”
“ ampun, keren dong, kami tau dari Billy, yang selalu ikuti kamu. Dia cek w dinas catatan, dan ternyata benar kamu udah nikah” kata Milla.
“ ya, gitu deh. Karena kemarin dia dengan cueknya bilang aku kekasihnya. Dan suami aku marah. Ga terima dan dia marah besar dan berkata seperti itu..”
bersambung.
maaf ya baru update.. karena aku dapat musibah.
dan makasih udah menunggu update ceritanya
like👍
comment 💬
ikuti 🔔
makasih 😘😘