My Annoying Star

My Annoying Star
Panggilan telepon



Jessie sudah sampai dan masuk ke dalam apartmentnya. Dia langsung meletakkan tasnya lalu berbaring di atas kasur.


"Ah lelah sekali" keluhnya.


"kring...kring...kring" Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.


Ia memasukkan tangannya ke dalam tas dan mengambil ponselnya. Kemudian dia menjawab telepon tanpa melihat ke layar.


"Halo"


"Halo" jawab seseorang di balik telepon.


"Siapa ya?" tanya Jessie.


"Pria paling tampan yang kamu temui hari ini" jawabnya.


Jessie yang merasa aneh dengan jawabannya pun langsung mengecek ke layar ponsel, ternyata orang yang sedang berbicara di telepon dengannya adalah Bryan.


"Kamu bukannya lagi di acara Award?" tanya Jessie.


"Iya...tapi acaranya belom mulai, aku bosan makanya menelponmu." jawabnya.


"Bukannya kamu pergi bareng pacar kamu tadi? Kalau bosan kenapa tidak mengobrol dengannya, malah meneleponku?" tanya Jessie lagi.


"Dia membosankan kalau di ajak ngobrol." Jawab Bryan.


"Ya sudah aku mau istirahat...bye" Jessie langsung menutup panggilan.


"kring...kring...kring" Ponsel Jessie berbunyi lagi.


Jessie melihat ke layar ponselnya dan ternyata panggilan masuk Bryan lagi. Jessie menekan tombol terima panggilan.


"Kenapa lagi?" tanyanya.


"Terima kasih ya....aku sangat suka gaya pakaianku hari ini." kata Bryan.


"tut...tut..tut" Belum sempat Jessie menjawab lagi tapi Panggilan sudah di tutup oleh Bryan.


"Kenapa sih ini orang?"


"Nggak jelas banget"


Jessie berbicara sendiri sambil meletakkan ponselnya lagi.


Namun tiba-tiba ada panggilan masuk lagi, kali ini dia menjawabnya tanpa melihat ke layar ponsel.


"Halo"


"Selamat istirahat ya, jangan lupa besok aku ada jadwal syuting pagi-pagi." kata penelepon yang ternyata Bryan lagi.


"tut...tut...tut" lagi-lagi dia seenaknya mematikan telepon.


"Aaahhh bagaimana aku mau istirahat kalau dia menelepon terus?" Jessie berteriak saking kesalnya.


Lagi-lagi ponselnya berdering ada panggilan masuk. Jessie yang sedang kesal langsung menerima panggilan, kali ini tanpa melihat layar lagi.


"Sayang kamu kenapa?"


"Aku membuat kamu kesal?"


"Memangnya apa yang aku perbuat?"


Jawab orang di balik telepon yang seolah dia bingung, kenapa Jessie tiba-tiba kesal padanya.


Jessie yang sadar bahwa itu bukan Bryan langsung melihat ke layar ponsel, dan ternyata panggilan kali ini bukan dari Bryan melainkan dari Edward kekasihnya. Saat sadar bahwa itu Edward, Jessie langsung memukul-mukul mulutnya.


"Maaf sayang....aku kira tadi itu Bryan." kata Jessie dengan nada menyesal.


"Bryan Collin?" tanya Edward.


"Iya"


"Memangnya kamu bertemu dia lagi?" tanya Edward lagi.


"Iya...jadi tuh tadi aku ke kantor DS Entertainment untuk meeting sekalian bertemu dengan artis yang akan aku tangani. Dan ternyata artis yang harus aku tangani adalah Bryan. Dan yang lebih membuatku kesal lagi, dia langsung menyuruhku menata gayanya untuk acara Award malam ini. Bahkan saat aku sudah pulang pun dia masih menggangguku dengan menelepon terus. Makanya aku pikir tadi yang menelepon itu dia, maaf ya sayang."


Jessie menjelaskan pada kekasihnya supaya tidak salah paham.


"Oh begitu" sambung Edward.


"Ya sudah kamu pasti sangat lelah, sekarang lebih baik kamu istirahat saja." imbuhnya.


"Iya sayang" jawab Jessie.


"Good night sayang"


"Good night"


"Tut..tut..tut" Panggilan berakhir.


Jessie bangun dari kasur lalu berdiri kemudian meletakkan ponselnya di atas meja samping ranjangnya. Ia berjalan ke arah kamar mandi lalu masuk.


Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar sehabis mandi. Dia pun sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Ia berjalan ke arah meja rias lalu duduk di kursi menghadap ke cermin. Sejenak dia terdiam memandangi wajahnya di cermin.


"Ternyata aku cantik juga, nggak kalah sama Brenda Lee." gumamnya.


"Ih apaan sih aku ini, kenapa membandingkan diriku dengannya" kata Jessie sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Jessie membuka laci meja riasnya dan mengambil sisir, lalu dia menyisir rambutnya yang masih basah. Setelah selesai menyisir rambut, Ia mengambil sebuah botol kecil bertuliskan serum lalu mengeluarkan isinya kemudian mengoleskan ke wajahnya perlahan.


Jessie beranjak dari meja rias lalu berjalan menuju lemari yang berisi buku-buku. Ia mengambil sebuah buku lalu berjalan ke arah ranjang dan naik ke atasnya. Ia duduk menyender sambil membaca buku yang dia bawa. Ia tampak sangat menghayati buku yang tengah di bacanya.


Sekitar setengah Jam kemudian dia menutup buku lalu meletakkan ke atas meja sebelahnya. Ia pun berbaring lalu mencoba memejamkan matanya. Namun tiba-tiba dia teringat kejadian sore tadi saat di kamar Bryan, saat posisi mereka seperti mau berciuman tadi.


"Ahhh....kenapa sih harus ingat itu" kata Jessie, lalu dia menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya.


~Bersambung~