My Annoying Star

My Annoying Star
Terkejut



Hari berikutnya tepatnya hari sabtu, saat ini pukul 06.00 pagi. Jessie membuka mata lalu meraih ponselnya yang ada di atas meja, kemudian Ia membuka kunci layar dan Ia melihat ada notif pesan dari DS Entertainment, Ia pun langsung membukanya.


"Selamat pagi Miss Jessie, maaf baru membalas pesan yang semalam. Kami sudah mencocokkan dengan jadwal artis kami, jadi untuk meeting bisa kita lakukan siang ini jam 02.00 ya. Sampai jumpa di kantor nanti ya Miss Jessie,Terima kasih." seperti itulah pesannya.


Setelah membaca pesan, Jessi langsung meletakkan ponselnya di atas kasur, tepatnya di samping kepalanya.Ia memeluk guling lalu menarik selimutnya dan kembali tidur.


"kring...kring..kring" Ponsel Jessi berbunyi.


Jessie terbangung lalu mengambil ponsel, tertera di layar "Daren memanggil" Ia pun langsung menjawabnya.


"Halo...ada apa?" tanya Jessie.


"Buka pintu!" kata Daren.


Jessie langsung membelalakkan matanya, lalu memastikan bahwa yang memanggil benar Daren, lalu dia mematikan panggilan dan berlari ke arah pintu. Saat dia membuka pintu, benar saja Daren sudah ada di depan pintu apartmentnya.


"ckckck....jangan bilang kamu baru bangun tidur gara-gara aku telepon?" tanya Daren sambil menatap dari ujung rambut ke ujung kaki Jessie yang saat itu masih menggunakan piyama dengan rambut yang masih berantakan.


"Udah buruan masuk" kata Jessie.


Daren pun masuk ke dalam lalu Ia langsung duduk di sofa ruang tamu. Jessie menutup pintu kemudian menyusul Daren duduk di sofa.


"Ada apa kok kamu tumben kesini nggak bilang dulu ke aku?" Tanya Jessie.


"Aku tadi habis selesai meeting di dekat sini makanya mampir. Ini aku beliin bubur, pasti kamu belum sarapan kan?" jawab Daren.


"Emang ini jam berapa sih?" tanya Jessie lagi.


"Ini udah jam 11 siang tahu, dasar kebo." ejek Daren.


"Aahhh jam 11? tidakkkk." Jessie tiba-tiba berdiri sambil berteriak.


"Kamu kenapa sih?" tanya Daren.


"Hari ini aku ada meeting di DS Entertainment." Jawabnya sambil berjalan menuju kamar.


"Kamu tunggu sebentar ya, aku mandi dulu, sekalian nanti antar aku." kata Jessie sambil melongok di pintu kamarnya.


"Iya buruan mandi" sambung Daren, jessie mengacungkan jempolnya lalu menutup pintu kamarnya.


Sambil menunggu Jessie yang sedang mandi, Daren menyalakan televisi, dia berjalan ke arah dapur dan membuka kulkas kemudian dia mengambil sebuah kaleng minuman yang berisi soda lalu kembali ke ruang tamu. Dia duduk kembali di atas sofa sambil membuka kaleng minuman yang di pegangnya lalu meneguk isi kaleng tersebut.


Sekitar 30 menit kemudian Jessie selesai mandi dan sudah berdandan rapi.


"ceklek" Jessie membuka pintu kamar, Daren pun menoleh ke arahnya. Daren yang masih duduk di sofa di buat terpana oleh penampilan Jessie sampai-sampai Ia tak berkedip menatap sahabatnya itu.


"Not bad" jawabnya singkat sambil menaikkan alisnya, Jessie yang mendengar jawabannya tersebut langsung memanyunkan bibirnya.


"Ya sudah ayo jalan sekarang!" ajak Jessie sambil berjalan ke arah pintu, membukanya lalu keluar, Daren beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Jessie. Kemudian mereka naik lift menuju parkiran.


Mereka sudah sampai di parkiran dan masuk ke dalam mobil. Daren segera melajukan mobil setelah Jessie selesai memasang seat belt.


"Semalam Edward antar kamu sampai mana?" tanya Daren tiba-tiba.


"Hah?" Jessie menoleh ke arah Daren.


"Iya dia semalam antar kamu sampai rumah atau cuma di lobby." sambung Daren yang sedang fokus menyetir namun sesekali dia menoleh ke arah Jessie.


"Cuma sampai lobby kok, tapi kenapa tiba-tiba kamu bertanya?" Sambung Jessie dengan wajah bertanya-tanya.


"Nggak apa-apa cuma nanya." saut Daren lagi lalu Jessie hanya terdiam.


Akhirnya mereka sampai di depan gedung DS Entertainment, Daren menghentikan mobil lalu Jessie keluar dari mobil dan berjalan ke sisi lain mobil tepatnya sisi sebelah pengemudi. Daren menurunkan kaca mobil lalu Jessie menundukkan kepalanya .


"Thanks ya udah antar aku, You are my best." kata jessie .


"Iya...good luck ya." sambung Daren.


Jessie tersenyum lalu menegakkan badannya dan berbalik, Daren pun melajukan mobilnya dan pergi.


Beberapa saat kemudian Jessie sampai di kantor DS Entertainment, receptionist langsung mengantar ke ruang meeting dan meninggalkannya sendiri di dalam.


"Aahhh apa aku terlalu cepat datangnya? kan janjiannya 1 jam lagi." gumam Jessie yang sudah duduk di kursi.


Tiba-tiba 5 menit kemudian terdengar seseorang mengetuk dan langsung membuka pintu, seorang perempuan berusia sekitar 40 tahunan yang terlihat memakai setelan seragam berwarna cokelat masuk sambil tersenyum.


"Selamat siang Miss, apakah anda ingin minum kopi atau teh?" tanyanya dengan ramah.


"Kopi saja Bu, Terimakasih sebelumnya." Jawab Jessie tersenyum.


Lalu perempuan tersebut meninggalkan Jessie lalu kembali lagi sekitar 5 menit kemudian dengan membawakan secangkir kopi.


"Terima kasih ya Bu." ucap Jessie , lalu Perempuan tadi tersenyum dan kemudian meninggalkannya.


Tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu lagi lalu Jessie menoleh ke arah pintu, Orang itu pun masuk ke dalam ruangan. Jessie di buatnya terkejut karena ternyata orang itu adalah Bryan collin.


~ Bersambung ~